Diduga Hendak Jual Anak Gadisnya, Seorang Ibu Dikeroyok Lalu Rambutnya Digunting

NEWS Sulsel.id – Beredar video sadis di medsos seorang ibu di Makassar Sulawesi Selatan yang tak disebut identitasnya dikeroyok sejumlah emma emma  tetangganya sendiri gegara korban diduga hendak menjual putrinya yang masih duduk di bangku SMP ke hidung belang.

Video yang beredar, tampak wanita yang jadi korban pengeroyokan itu dikelilingi sejumlah emma-emma yang melampiaskan kekesalannya dengan cara memaki-maki korban.

Seorang wanita berbaju merah terlihat lantas menyerang membabi buta dengan cara menjambak rambut korban,  wanita lainnya juga ada yang terlihat membawa gunting lantas memotong rambut korban.

Tak sampai di situ, seorang emak-emak yang sedang menggendong balita juga ikut-ikutan menyerang korban. Sementara salah seorang perempuan lainnya yang berjilbab merah jambu memotong rambut korban.

Kapolsek Tallo Kompol Badollahi yang dikonfirmasi via telepon Kamis (27/10) terkait peristiwa tersebut mengatakan.

“Pemicu kejadian karena salah paham Korban ini punya anak gadis SMP dan di HP anaknya ada aplikasi MiChat, lantas ada laki-laki chat, terjadilah transaksi antara orang tua dengan si laki-laki itu. Dibalas mamanya Tapi si Anak itu enggak tahu,” ujarnya.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Armin, kejadian dalam video penganiayaan itu di pemukiman  kumuh di Jl Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (23/10).

“Aksi ibu itu diduga tega menjual putrinya kepada pria hidung belang ketahuan oleh seorang tetangga, gosip pun beredar, sehingga korban jadi sasaran pengeroyokan. Padahal tidak sampai seperti itu kejadiannya,”

Setelah kejadian sebut Armin, petugas langsung membawa korban dan pelaku pengeroyokan, sesampai di kantor, mereka sepakat berdamai…(*).

Lp. Asril.

 

Periksa Juga

Hanya 27 Menit, 4 Unit Damkar Polman Padamkan Kebakaran di Tumpiling

Bagikan      NEWSSULSEL.id Polman – Petugas UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar kembali menunjukkan kesiapsiagaan …

Tinggalkan Balasan