suherman

Tembus 1000 Dosis Vaksin, Ternyata Begini Upaya Brimob Bone Kumpulkan Minat Warga

NEWSSULSEL.online, BONE – Menjelang pergantian tahun 2021-2022, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel kembali menggelar vaksinasi Covid 19 massal di Mako Brimob Bone jalan M.H. Thamrin no 70 Kelurahan Ta Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Minggu 05 Des 2021.

Kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan Klinik Madising Polres Bone ini, dilaksanakan sebagai wujud dukungan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel terhadap program pemerintah dalam hal penanganan Covid 19 utamanya pada akselerasi vaksinasi Covid 19 menjelang peringatan Nataru ( Natal dan Tahun Baru 2022 ).

Selain itu kegiatan ini juga merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan vaksinasi massal tahap pertama yang diselenggarakan oleh Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dalam rangka menyambut HUT ke 76 Korps Brimob Polri beberapa waktu lalu.

Sejak dibuka pada pukul 07.00 Wita pagi tadi, tenda pendaftaran vaksin langsung diserbu oleh ribuan warga yang antusias mengikuti kegiatan vaksinasi Covid 19 massal jenis Sinovac dosis 1 dan 2.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos. yang terlihat turun langsung memantau jalannya vaksinasi massal.

“Alhamdulillah untuk kegiatan vaksinasi massal di Mako kami hari ini berjalan dengan lancar serta mendapat animo yang tinggi dari masyarakat Kabupaten Bone. Hal ini berkat upaya dari seluruh personel kami yang mengencar memberikan imbauan vaksinasi melalui patroli KRYD serta postingan di media-media sosial. Selain itu kami juga memberi layanan antar jemput kepada warga yang tidak memiliki kendaraan agar dapat menjangkau lokasi vaksinasi,”tutur Kompol Nur Ichsan.

Mantan Kasubbag Renmin Satbrimob Polda Sulsel ini juga menyebutkan bahwa dalam kegiatan vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Batalyon C Pelopor berhasil memberikan 1001 dosis vaksin Covid 19 kepada masyarakat.

“Berkat upaya-upaya personel seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, rencana awal kegiatan vaksinasi ini kami hanya menargetkan 500 dosis vaksin jenis Sinovac, namun melihat jumlah dan antusiasme warga yang cukup tinggi, kami meminta kepada pihak klinik untuk menyiapkan 600 dosis tambahan, dan alhamdulillah total ada 1001 dosis vaksin Covid 19 yang diberikan kepada warga hari ini,” tambah perwira berpangkat satu melati tersebut

Meski diserbu oleh ribuan pendaftar, Kompol Nur Ichsan menyebutkan bahwa kegiatan vaksinasi massal di Mako Brimob Bone ini tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 secara ketat.

Saat kegiatan vaksinasi massal Covid 19 di Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel berlangsung, juga tampak Camat Tanete Riattang Andi Kumala Dewi Salahuddin, S.STP yang meninjau langsung pemberian vaksinasi kepada sebagian besar warganya…(*).

Editor. Bang Fly

Andi Abdul Hakim Kecewa, Kasus Tanah, Ditangani Oknum Penyidik di Polres Gowa & Polda Susel, Jadi Soal 

NEWSSULSEL. oline, GOWA – Ir. Andi Abdul Hakim, SH., MH, menyoroti keganjalan soal adanya laporan Polisi di ruangan Kanit Tahbang II Polres Gowa, IPDA Ariyanto, nomor ; 893/X/2012, tanggal, (04 Oktober 2012) selaku pelapor (Amir Mansyur Dg Ngemba) dan selaku terlapor, (H. Syamsul Alam).

Bahkan sederetan Kasus ini ditengarai melibatkan oknum Penyidik Polres Gowa dan dirreskrimun Polda Sulsel, yang dipimpin oleh Kompol Agus Haerul , SH,MH, Kasubdit III , Plt, Kabg Wasidik, Polda Sulsel, kini menjadi perhatian public, ungkap, Ir. Andi Abdul Hakim, SH., MH Kuasa hukum dalam kasus tersebut.

Bagaimana tidak, dimana dalam modus oprandi Laporan tersebut, pasalnya, sudah pernah diajukan dan oleh pihak penyidik sudah pernah menghentikan kasusnya. Selanjutnya kembali menempuh jalur lewat praperadilan, dan telah memerintahkan kepada pihak pemohon.

Selanjutnya, hasilnya telah memerintahkan untuk melanjutkan laporan polisi dengan nomor : SP. Sidik/854/VII/2013/Reskrim tanggal 22 Juli 2013. Hal ini sudah berdasarkan pada putusan Praperadilan nomor : 1 pra/2021/Sungguminasa tanggal 2 Februari 2021.

Kata, Andi Hakim,  setelah muncul sudah ada putusan Praperadilan, kembali lagi memerintahkan kepada penyidik diruang Tahbang II Polres Gowa, oleh pihak terlapor untuk mengajukan lagi perkara khusus di Polda Sulsel.

Lalu, Reserse Polres Gowa, mengajukan gelar perkara bersama dengan penyidik Polda Sulsel, yang di pimpin oleh Kasubdin I Kompol Agus Haerul, SH.MH, meski saat itu belum ada keluar Surat Penghentian Penyidikan (SP3).

Namun kondisinya sudah ada informasi yang sudah disampaikan oleh Kanit Tahbang Polres Gowa, IPDA Ariyanto, kepada salah seorang Tokoh yang ada di Gowa, bahwa hasil gelar perkara yang kemarin tersebut, dihentikan Surat Pemberhentian penyidikan (SP3)

Apa lacur,  kata, Andi Hakim, kami nyatakan, pihak Penyidik Polres Gowa dan Penyidik Polda Sulsel, yang hadir dalam gelar perkara tersebut, kuat indikasi  tidak menghargai putusan Praperadilan.

Padahal putusan Praperadilan itu, bersifat undang-undang (UU), yang sama sekali tak cikal bakal mungkin bisa dilecehkan. “Kami sangat menyangkan, atas munculnya dugaan ketidak beresan, hingga tak mengherankan, bakal menuai pemicu  tanda tanya terhadap kinerja khusus bagi oknum Aparat Penegak hukum (APH) dalam hal ini oknum Penyidik Polres Gowa dan Polda Sulsel.

Selanjutnya, kata, Andi Abdul Hakim, sekedar diketahui,  lalu yang manakah lebih tinggi dari putusan pengadilan dari pada putusan Praperadilan ?  tanya, kuasa hukum Andi Hakim. Karena bagaimanapun juga  dalam kasus ini, setahu kami sebagai kuasa hukum, belum dilaksanakan perintah putusan pengadilan lalu digelar perkara, hal semacam inikan, aneh ?

Nah ! aturan mekanisme semacam apa ini ?  berarti dalam kasus tersebut, ada indikasi dari pihak oknum penyidik di lingkup Kepolisian Polres Gowa dan kapolda Sulsel,  tidak profesional dan proporsional dalam menangani proses laporan perkara.

“Hingga tak mengherankan, bisa merusak citra presiden buruk, di insitusi  lembaga Aparat Penegak hukum (APH) akibat lantaran adanya dugaan permainan terhadap oknum-oknum polri yang bisa merusak tatanan hukum yang ada.

Kalau memang pihak Penyidik di Polres Gowa dan Kapolda Sulsel, belum paham, maka  Lanjut, Andi Hakim, bisa mereka sering alias bertanya kepada pakar hukum pidana. Artinya, tanyakan kepada ahlinya, apakah tindakan hukum yang dilakukan oleh oknum pihak penyidik Polresta Gowa dengan Penyidik Polda Sulsel, bahwa dalam menggelar perkara yang dilakukannya, apakah bukan tindakan sewenang-wenangan ?, tanya, Andi Hakim, seraya kembali tambahkan, ini kan sama saja oknum-oknum penyidik dinilai masih kurang paham atau menghargai putusan Praperadilan.

Terkait munculnya ketidak beresan terhadap penaganan kasus ini, tentu kami sebagai Kuasa hukum bersama teman, yakni, Nanang, SH, Hasan Keliora, SH, dan Ir. Abdul Halim, SH.MH, yang bergabung dalam Kantor  Advokat “Hasan Keliora, SH, & Rekan” dengan ini bertindak untuk dan atas nama Klien kami : Amir Mansyur Dg Ngemba berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 27 November 2021, kami sudah bersepakat, tidak bakalan tinggal diam.

Olehnya itu, surat pengaduan sudah kami sampaikan dan tembuskan kepada (Bapak Presiden RI), (Kapolda Sulsel), dan (Kapolri), Ketua (Komisi III DPR RI), (Kompolnas), (Irwasum Mabes Polri), (Paminal Mabes Polri), (Propm Mabes Polri), (Dirserse Mbes Polri), (Ketua Satgas Tanah Mabes Polri), (Ombudsman RI), (Koordinator LSM-Maki), (Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi), (Irwasda Polda Sulsel), (bid Propam Polda Sulsel), (Dirintel Polda Sulsel), (Ketua Satgas Mafia Tanah Polda Sulsel), (Kapolres Gowa), (Ketua Pengadilan Negeri Gowa) , ( para Pers), (para Aktivis LSM).

Dengan harapan, supaya Kapolri dan Kapolda Sulsel, kembali mengaveluasi hasil kinerja oknum penyidik di kepolisian Polres Gowa dan di Polda Sulsel.

“Jika perlu diberikan kembali lagi semacam pelatihan penyelidikan dan penyidikan hingga bisa menjadi pelayan masyarakat sebagai penyidik handal dan tahu prosodur sesuai tupoksi kinerjanya di institusinya,” tegas, Kuasa hukum, Andi Hakim.

Apalagi Presiden Republik Indonesia (RI) memberikan amanah kepada Kapolri segerah berantas mafia tanah, seperti kita ketahui bersama, sudah terbentuk Satgas mafia tanah disetiap Polda dan Ketua Diskrimun Polda Sulsel.

Namun, kembali lagi patut kiranya bertanya, siapa sebenarnya mafia tanah ?, Tanya, Abdul Hakim, apakah oknum penyidik Aparat Penegak hukum (APH) yang berani diduga ikut bermain dengan hukum, ataukah  apakah oknum Penyidik  polisi Polres Gowa dan Polda Sulsel, yang terkesan diduga masih kurang menghargai putusan Praperadilan itu.

“Jika dia berdalih bahwa ada putusan perdata kalah ini pelapor, ada putusan Ptun, hal itu bukan kewenangannya pihak kepolisian, sebab kewenangan pihak kepolisian tersebut, apabila terbukti melakukan perlawanan hukum atau perbuatan yang dilakukan oleh pihak terlapor.

Sebagai Praktisi hukum merasa sangat keberatan dengan adanya putusan praperadilan yang seakan-akan dilecehkan oleh oknum Penyidik penegak hukum, di Aparat Penegak hukum (APH) khususnya pada penyidik Kapolres Gowa dan yang melakukan gelar di Polda Sulsel.

Dalam Konferensi Pers dihadiri awak media, kembali Kuasa hukum Andi Hakim, mengungkapkan, demikan kami sampaikan kepada Pers dan LSM, agar dipublis beritanya, supaya kedepannya lagi,  pihak penyidik di kepolisian bisa bertindak semena-mena lias pilih kasih dalam menangani sederetan kasus-kasus, termasuk kasus tanah yang dilaporkan warga, “tegas, Kuasa Hukum Andi Hakim, Rabu 01 Des 2021.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gowa, Boby  Rahcman, , SH, SIK, berusaha dikonfirmasi via Handphone “WA” selular pribadinya, namun tak ada jawaban.

Demikian pula, AKBP, Astu di Humas Polda Sulsel, sudah dikonfirmasi oleh media ini, via “WA” pribadinya, namun sampai berita ditayangkan belum ada jawaban.  (*).

Lp. Naja
Editor. Bang Fly

Terungkap 2 Terduga Teroris Jamaah Islamiyah  Lutim Incar Aparat, Ditangkap Densus 88

NEWSSULSEL.online, LUTIM – Polda Sulsel mengungkap 2 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap Densus 88 di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mereka sudah berencana mengincar aparat negara. Namun aksi teror batal dilakukan gegara terkendala senjata dan kekurangan anggota.

“Tim Askari ini dibentuk untuk melakukan aksi amaliah terhadap aparat negara namun belum sempat dilaksanakan gegara terkendala logistik senjata juga jumlah jemaah yang kurang,” jelas Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ade Indrawan saat gelar jumpa pers di Polda Sulsel, Rabu 01 Des 2021.

Polisi menyebut kedua terduga teroris itu berinisial MU dan MM yang bergabung dalam Tim Askari milik JI masing-masing ditangkap di Lutim pada hari Rabu 24 Nov 2021 dan hari Jumat 26 Nov 2021,

Namun Ade tak memerinci lebih lanjut terkait rencana aksi teror itu saat ditanya mengenai bentuk perencanaan penyerangan aparat dan di mana lokasinya.

“Betul disampaikan bahwa merencanakan aksi teror tapi ada kekurangan logistik. Itu masih diperdalam oleh penyidik dari Densus di mana lokasi maupun kegiatan apa yang akan dilakukan,” kata Ade.

Menurut Plt Kabid Humas Polda Sulsel itu terdapat barang bukti yang disita dari MU dan MM. Di antaranya senjata api dan sejumlah amunisi serta detonator.

“BB (barang bukti) yang disita Densus 88 adalah satu pucuk senjata laras panjang M16, satu pucuk revolver, beberapa bagian senjata panjang M16 yang mau dirakit, magasin pabrikan M16, 5 detonator, 124 butir amunisi tajam kaliber 5,56, beberapa butir amunisi hampa dan amunisi karet serta 2 pucuk senjata jenis FN organik beserta magasinnya,” ungakap Ade.

MU maupun MM kini telah ditetapkan jadi tersangka dan tengah menjalani proses penyidikan oleh Tim Densus, kedua terduga teroris itu dijerat Pasal 15 Juncto Pasal 7 dan Pasal 13 Huruf C UU RI Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU No15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Th2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi UU…(*).

Lp. Bayu
Editor. Bang Fly

2 Dokter Bukan Pasutri Digerebek Satpol PP Sinjai, Dalam Kamar Wisma

NEWSSULSEL.online, SINJAI – Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kabupaten Sinjai, Sulsel, menggerebek dua orang dokter bukan pasangan suami isteri (Pasutri) di sebuah Wisma. Penggerebekan dilakukan setelah petugas menerima maraknya aksi mesum di lokasi tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Kasatpol PP Sinjai, Agung Prayoga saat di konfirmasi awak media ini, Rabu 01 Des 2021 via telepon pasca penggerebekan Wisma di Jalan Sultan Isma, Sinjai, Senin 29 Nov 2021, sekitar pukul 21:00 Wita.

“Benar semalam ada laporan masyarakat masuk lokasinya Wisma dipakai untuk begitu, (berbuat mesum) saat kamar kedua dokter, di ketok lama baru dia, kita lantas amankan bawa ke kantor ” jelas Agung Prayoga.

Menurut Agung, identitas dokter pria itu berinisial AB yang telah memiliki istri. Lalu dokter wanita itu berinisial WD diketahui bertugas di RS di Sinjai, kedua-duanya ASN.

Agung juga menuturkan jika pihaknya telah memanggil pimpinan dari dua oknum dokter tersebut datang lalu Keduanya saya serahkan untuk dibina setelah dibuatkan pernyataan tidak mengulangi perbuatannya…(*).

Lp. Usman
Editor. Bang Fly

Wali Kota Makassar Tanggung Biaya Pengobatan Korban Pertikaian Munculkan Respon Positif

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Pengkuan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, siap menanggung semua biaya pengobatan dua mahasiswa korban pertikaian, yang kini dirawat di RSAD Pelamonia dan RSUP Dr Wahidin Sudiro Husodo, Munculkan respon Positif.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Lintas Etnis Suku dan Ras, Halim, lewat pesan tertulis melalui sekertarisnya Abd Rauf Dg Sese yang diterima awak media ini mengatakan, Apa yang di lakukan Danny Pomanto Wali Kota Makassar patut ditiru oleh Kepala pemerintahan yang ada.

Danny memang tipe walikota idaman saat ini, selain mampu menata pemerintahan yang baik, Ia juga punya kepedulian tuk mengayomi masyarakat yang ada di Makassar, dari manapun asalnya,” Kata Halim, Selasa 30 Nov 2021.

Ungkapkan samapun disampaikan Ketua Ormas Lembaga Kontrol Etika Bisnis& Profesi, Bang Ayub, dan Pemerhati Masyarakat Bawa di Kota Makassar, Suharto.

“Semoga upaya walikota Makassar ta dapat mengetahui akar permasalahan pertikaian beberapa hari lalu, sehingga masyarakat tidak rasa dengan issu beragam pasca pertikaian yang mengakibatkan korban ada yang buntung tangannya,” ucap Suharto, Rabu 01 Des 2021.

Pihak keluarga korban pertikaian yang saat ini masih dirawat di RSAD Pelamonia dan RSUP Dr Wahidin Sudiro Husodo, mengatakan.

“Kami sangat terharu atas kepedulian Wali Kota Makasaar Danny Pomanto yang telah beri perhatian khusus atas musiba yang kami alami, semoga pak Danny senang tiasa di berih limpahan berkah olehNya,”…(*).

Lp. Asril
Editor. Bang Fly

Wanita Asal Bandung Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Mercure Makassar

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Seorang wanita asal Bandung ditemukan meninggal dunia di kamar hotel  yang berada di Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, siang tadi, Senin 29 Nov 2021.

Menurut Informasi yang dihimpun awak media Newssulsel.online, jasad wanita muda itu bernama Hanna Febi Hasri (25), warga Desa Sariwangi Parongpong, Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, sesuai ID e-KTP yang miliknya.

Wanita malang  kelahiran Tulung Agung, 07 Februari 1996, tercatat pada status pekerjaan di e- KTPnya Hanan Febi H asri masih pelajar, ditemukan tewas di kamar hotel Mecure 314, yang telah di pasangi garis polisi

Hingga kini belum ada informasi yang didapat awak media ini terkait kronologis penemuan mayat mahasiswi asal Bandung itu. juga sebab kematiannya yang di perkirakan tewas Minggu malam

Namun pihak hotel menampaikan jasad korban telah dibawah Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar…(*).

Maaf koreksi atas kesalahan ketikan pada lini ke-3 naska berita maksudnya “Wanita Malang” bukan wanita malam,

Lp. Asril
Editor. Bang Fly

Kapolda Sulsel Minta Pelaku Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar Menyerah

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana menegaskan kasus penyerangan asrama mahasiswa di Makassar akan diusut tuntas. Dari 10 saksi yang sudah diperiksa Polisi telah temukan titik terang tentang aktor utama penyerangan itu.

“Kami akan melakukan penegakan hukum terkait masalah kasus ini. Saat ini memang kami baru ada 10 orang saksi yang sudah kami mintai keterangan,” kata Nana kepada wartawan di Makassar, Senin 29 Nov 2021.

Menurut Jenderal bintang dua itu. Pihaknya telah mendapat data yang mengarah kepada para pelaku, namun Ia belum bisa sampaikan saat ini, agar kosentrasi penyelidikan kasus ini tidak terganggu.

“Kami serius untuk menangani kasus ini. sebab menimbulkan korban tangannya buntung, pada aksi penyerangan, pembakaran di asrama tersebut,” jelas Nana Sudjana.

Ia pun berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dengan seriud, dan berharap para pelaku penyerangan asrama mahasiswa di Makassar segera menyerahkan diri.

“Jadi kami harapkan agar para pelaku segera menyerahkan diri kepada kami. Ini saksi-saksi yang sedang kami periksa dari kedua belah pihak,” ungkapnya

Olehnya Nana meminta masyarakat tetap tenang, sebab pihaknya telah membentuk tim pengamanan, dan telah meminta para tokoh dari kedua pihak bisa menenangkan warganya.

“Tadi dari kepala daerah masing-masing wilayah, ketua kerukunan akan bekerja bersama, merangkul keluarganya yang ada di Makassar, serta menjamin bahwa masalah ini tidak akan berkembang. Cukup diselesaikan dan kita upayakan ada deklarasi damai antara kedua belah pihak,” ucap Nana…(*).

Lp. Asril
Editor. Bang Fly

Nurdin Abdullah. Tertunduk di Vonis 5 Th Penjarah, Denda 500 Jt & Dijatuhi Pidana Tambahan

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Sidang pembacaan putusan, vonis Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nonaktif Nurdin Abdullah dalam kasus suap (gratifikasi) proyek infrastruktur di Sulsel berlangsung di Ruang Harifin A Tumpa Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Senin 29 Nov 2021.

Nurdin tak hadir langsung mengikuti sidang putusan yang berlangsung di PN Makassar. Namun Dia tetap mengikuti sidang yang digelar secara virtual dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.di dampingi pengacaranya.

Terlihat dalam video siaran langsung, sidang putusan yang di gelar siang tadi, Nurdin Abdullah mengenakan masker warna putih di wajahnya, kemeja batik lengan panjang, lebih banyak tertunduk di dalam ruangan, yang ada di KPK, kedua lengan dan tangan di meja, mendengarkan Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Polino. pembacaan putusan/vonis atas perbuatannya

“Mengadili, menyatakan terdakwa M Nurdin Abdullah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino, dalam amar putusannya, Senin 29 Nov 2021.

Selain vonis hukuman penjara 5 tahun, plus denda pidana Rp 500 juta rupiah, Nurdin juga di jatuhi pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp 2.187.000.000. rupiah. Hakim juga memutuskan pencabutan hak politik Nurdin untuk dipilih dalam hak politik selama 3 tahun…(*)

Lp. Rosita
Editor. Bang Fly

Diksar, 2 Mahasiswi di Parepare Tewas Terseret Air Sungai Meluap

NEWSSULSEL.online, PAREPARE – Dua mahasiswi di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan tewas setelah terbawa hanyut air sungai Adakongeng yang meluap di Bacukiki, Kota Parepare. Keduanya berada di sungai tersebut bersama yang lainnya, karena tengah mengikuti pendidikan dasar (diksar) Korps Sukarela.

Kedua korban itu bernama Nur Yangka dan Asmira. Mereka ditemukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, Polres Parepare, SAR Brimob dan Polairud Polda Sulsel yang menyisir lokasi pada Minggu 28 Nov 2021.

Menurut Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah yang di konfirmasi awak media ini mengatakan, saat kejadian, para peserta sedang mengikuti diksar di daratan yang ada aliran sungai. Namun saat kejadian intensitas hujan tengah meningkat.

“Pada kondisi normal lokasi tempat mereka menggelar diksar itu sebagai daratan, namun ketika debit air meningkat daratan itu menjadi aliran sungai, mereka terjebak, hanyut terbawah arus air meluap” kata Welly.

Welly mengatakan pihaknya kini masih melakukan pendataan terhadap para korban, lantaran data peserta dan panitia masih simpang siur. Para korban yang selamat langsung dibawa ke RS untuk menjalani perawatan lantaran mengalami shock dan hypotermia.

Sementara dua jasad korban tewas dibawa ke kamar jenazah RSUD Andi Makkasau untuk keperluan visum…(*).

Lp. Alif
Editor. Andi PW

Brimob Bone Dukung Atlet Karate Bone Berprestasi , Ini Buktinya

NEWSSULSEL.online, BONE – Kepedulian, perhatian dan wujud partisipasi personel Yon C Pelopor Brimob Bone kepada atlet karate Kabupaten Bone  yang akan berlaga di Pra Porprov Sulsel tidak perlu diragukan lagi bahkan patut diapresiasi dan diacungi jempol.

Hal itu terbukti, selama dua bulan terakhir ini para atlet karate Kabupaten Bone mendapatkan fasilitas latihan dari Yon C Pelopor Brimob Bone.

Seperti pada hari Minggu 28 Nov 2021, para atlet karate Kabupaten Bone kembali menggelar latihan di Mako Yon C Pelopor Brimob Bone di Jl MH Thamrin No.70 Kelurahan Ta Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.

Salah seorang pelatih karate Kabupaten Bone, Ramlah mengakui bahwa selama ini dirinya melatih atlet karate Kabupaten Bone yang akan berlaga di Pra Porprov Sulsel di Mako Yon C Pelopor Brimob Bone. Mereka menggunakan aula dan halaman Mako Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel.

Perempuan yang akrab disapa Simpe Ramlah itu mengakui pula bahwa selama latihan di Mako Yon C Pelopor Brimob Bone, para atlet karate mengalami kemajuan dan banyak peningkatan. Hal tersebut disebabkan suasana latihan sangat menyenangkan dan kondusif.

“Suasana latihan di Mako Brimob Bone sangat aman dan nyaman, sehingga para atlet karate banyak kemajuan dan peningkatan. Kami sangat berterima kasih kepada pak Danyon yang telah menfasilitasi kami. Semoga atlet dapat lolos di Pra Porprov Sulsel untuk bertarung di Porprov Sulsel yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bulukumba,” ujar Ramlah kepada wartawan saat ditemui di sela-sela latihan.

Sementara itu Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Brimob Bone, Kompol Nur Ichsan, S.Sos yang ditemui wartawan mengemukakan bahwa, apa yang dilakukan itu semata-mata untuk membantu atlet karate Kabupaten Bone berprestasi dan sekaligus sebagai wujud kecintaan dan kepeduliannya terhadap Kabupaten Bone dan wujud bhakti Brimob kepada masyarakat.

“Semoga atlet karate Kabupaten Bone dapat berprestasi khususnya di Porprov Sulsel. Itu semua sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kami ke masyarakat,” ujar Kompol Nur Ichsan yang keren dengan Komandan Tindizzz…(*).

Editor. Bang Fly