suherman

Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar Hingga Malam, Sandra 5 Mobil Truk Tutup Jalan

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Massa mahasiswa yang berunjuk rasa sejak sore pukul 15:00 Wita, masih terus bertahan hingga malam hari di Jalan Sultan Alauddin, dan menyandera sejumlah truk lalu memblokade ke dua ruas jalan, Kamis 28 Oktober 2021.

Pantauan awak media Newssulsel.online di lokasi massa aksi demo, Mahasiswa terlihat
mengumpulkan batu ke badan jalan juga membakar ban bekas. Lima mobil truk yang di sandara dipakai palang badan jalan, dan di jadikan mimbar orasi.

Akibatnya, arus lalu lintas di ruas Jalan Sultan Alauddin, Makassar, lumpuh total. Sejumlah polisi lalu lintas (polantas) pun terpaksa mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif, seperti Jalan AP Pettarani hingga Jalan Mannuruki Raya, Makassar.

Untuk diketahui, mahasiswa di Makassar melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah titik dalam rangka hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Momen ini digunakan massa untuk mengevaluasi 2 tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Sejumlah isu yang dikritik sejak beberapa tahun terakhir, termasuk meminta penghapusan undang-undang omnibus law, menuntaskan pelanggaran HAM, upaya pembungkaman masyarakat sipil, hingga meminta percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi COVID-19, kembali disuarakan dalam aksi kali ini…(*).

Lp. Asril
Editor. Bang Fly

4 Hari Hilang, Nenek Suhera Ditemukan Mengapung di Tepi Sungai Oleh Tim SAR Gabungan

NEWSSULSEL.online, BONE – Setelah dinyatakan hilang sejak Minggu siang 24 Oktober 2021 beberapa hari yang lalu, akhirnya nenek Suhera (85) warga Dusun Soga Desa Kanco Kecamatan Cina Kabupaten Bone berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pagi tadi Kamis 28 Oktober 2021.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Sar Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Pos Basarnas Bone, BPBD, dan Satpol PP Kabupaten Bone dibantu warga setempat berhasil menemukan tubuh nenek Suhera terbujur kaku mengapung tersangkut dahan pohon di tepi anak sungai sekitar 2 Km dari rumah korban.

Alhamdulillah setelah hampir 3 hari melakukan pencarian dengan radius hampir 5 Km, akhirnya tadi pagi kami menemukan nenek Suhera telah meninggal dunia di tepi aliran sungai dengan posisi telungkup tersangkut di dahan pohon tumbang.

“Saat ini jenazah korban telah kami evakuasi ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga,” jelas Koordinator Pos Basarnas Bone Mukti Ali.

Meskipun evakuasi jenazah berjalan dramatis lantaran medan terjal di tepi aliran sungai. Tak surutkan uapaya tim SAR Brimob Bone, Basarnas, BPBD dan Satpol PP Kabupaten Bone bergantian menggotong jenazah korban hingga tiba dan diserahkan kepihak keluarga dirumah duka tuk prosesi pemakaman.

Terpisah Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos. yang di Konfirmasi awak media ini membenarkan penemuan korban oleh tim SAR gabungan. Dirinya mengapresiasi kekompakan tim SAR gabungan yang berhasil menemukan keberadaan nenek Suhera setelah 4 hari hilang.

“Tentunya kami turut berdukacita karena korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, namun demikian di sisi lain saya mengapresiasi kekompakan tim SAR gabungan yang telah berhasil temukan dan mengevakuasi jasad korban. Kedepannya saya berharap semoga koordinasi antara Batalyon C Pelopor, Basarnas serta pihak-pihak yang berkompeten di bidang SAR yang telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan, hingga bila terjadi operasi SAR akan mempercepat pencarian dan penyelamatan terhadap korban bencana musibah yang terjadi di Kabupaten Bone pada khususnya,” ujar Kompol Nur Ichsan.

Dugaan sementara kematian nenek Suhera disebabkan karena korban terpeleset jatuh ke aliran sungai saat hendak mencari kayu bakar di sekitar area kebun miliknya…(*).

Editor. Bang Fly

Pengawalan Dirlantas Polda Sulsel Terhenti, Gegara Pembunuhan Depan RM Dermaga Empang

NEWSSULSEL.online. PANGKEP – Rombongan pengawalan Dirlantas Polda Sulsel) Kombes Pol Frans Sentoe, S.IK dari Mapolres Pangkep menuju ke perbatasan Kabupaten Pangkep Barru terhenti, dengan teriakan orang minta tolong diporos jalan Kec Ma’rang depan RM Dermaga Embang Rabu 27 Oktober 2021 sekitar pukul 16:00 Wita.

Kasat lantas Polres Pangkep usai kejar pelaku bersama warga ke arah sungai

Kasat Lantas Polres Pangkep AKP Haryanto, S. Sos yang tugas pengawalan Ditlantas Polda Sulsel bersana Aipda Awaluddin, Bripka Rusdi, Bripka Ilham terlihat turun hampiri sekelompok orang minta tolong, gegara telah terjadi kasus pembacokan mengakibatkan korban tewas berlumuran darah.

Menurut salah satu karyawan RM Dermaga Empang kepada awak media Newssulsel. oline mengatakan korban tewas itu pensiunan guru bernama Matius di bacok dari belakang oleh orang tidak dikenal mengakibatkan luka menganga pada bagian punggung korban.

Haryanto segera bertindak evakuasi korban bersama warga masyarakat ke Puskesmas Ma’rang. dan meminta bantuan ke Polsek Marang dan piket SPKT Polres Pangkep dengan Alkom HT.

Perwira tiga balok dipundaknya itu pun perintahkan Aipda Awaluddin dan Bripka Ilham untuk terus melanjutkan pengawalan Dirlantas Polda Sulsel sampai ke batas Pangkep – Barru, dan mengejar pelaku bersama warga setempat yang lari ke arah sungai dan lompat kesungai tidak muncul.

Penanganan kasusnya pun Haryanto serahkan ke pihak Polsek Ma’rang, tuk pengusutan lebih lanjut…(*).

Editor. Bang Fly

Hilang di Hutan Saat Mencari Kayu Bakar , SAR Brimob Bone Diterjunkan Cari Nenek Suhera

NEWSSULSEL.online, BONE – Hingga saat ini Rabu 27 Oktober 2021, seorang nenek bernama Suthera (85) warga Dusun Soga Desa Konca, Kecamatan Cina kab Bone Sulawesi Selatan yang meninggalkan rumah sejak Minggu siang 24 Oktober 2021 lalu belum diketahui keberadaannya.

Menurut keterangan keluarga, nenek yang sudah pikun tersebut dikabarkan keluar rumah untuk mencari kayu bakar dan bahan pembuat sapu di sekitar kebun yang tidak jauh dari rumahnya, dan dikabarkan hilang setelah 2 hari dicari tidak ada tanda tanda korban ditemukan.

Kekhawatir keluarga korban disampaikan Selasa 26 Oktober 2021 kemarin ke Pos Basarnas Bone yang kemudian berkoordinasi dengan tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel untuk membantu melakukan proses pencarian dan penyelamatan.

Setelah mengambil keterangan dari pihak keluarga dan warga setempat, sejak kemarin sore tim SAR gabungan langsung berupaya mencari keberadaan korban dengan menyisir area hutan dengan luas pencarian hingga radius 3 Km dari lokasi kebun milik korban.

Terkait kejadian ini, Koordinator Basarnas Bone Mukti Ali belum bisa memberikan kondisi pasti dari Korban yang telah berusia renta tersebut.

“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan kondisi dari ibu Suhera karena kita belum menemukan tanda-tanda apapun perihal keberadaannya. Namun demikian operasi pencarian ini akan terus kami lakukan hingga 7 hari kedepan sesuai dengan SOP pencarian dan penyelamatan,” terang Mukti Ali.

Sementara itu saat dikonfirmasi via telepon Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos. mengatakan bahwa anggotanya akan terus mendukung tim Basarnas untuk mempercepat proses pencarian korban.

“Karena ini misi kemanusiaan, tentunya Pasukan Brimob Polri yang memiliki kemampuan SAR akan berupaya keras bersinergi dengan Basarnas mempercepat proses pencarian korban sehingga membuahkan hasil positif korban masih temukan dalam keadaan sehat dan selamat,”ungkap Kompol Nur Ichsan yang saat ini masih melaksanakan tugas sebagai Assessor dalam Assesment ASN BPS Propinsi Sulsel di Polda Sulsel.

Hingga berita ini diturunkan pencarian korban masih dilakukan dengan cangkupan area pencarian lebih luas lagi. melibatkan tim SAR Brimob Batalyon C Pelopor, Basarnas Bone, BPBD, Satpol PP Kabupaten Bone dan warga setempat…(*).

Editor. Bang Fly

Diduga Cabuli & Peras Isteri Tersangka, Kapolda Langsung Copot Jabatan Polisi di Sumut

NEWSSULSEL.online, MEDAN – Dapat kabar Personel Polsek Kutalimbaru, Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut) diduga Cabuli dan Peras istri seorang tersangka kasus narkoba. Propam Polda Sumut pun turun tangan.

Kejadian yang mencoreng institusi Polri itupun langsung di tindak tegas oleh Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mencopot personel Polisi yang melakukan, serta Kanit dan Kapolsek Kutalimbaru.

Menurut Kapolda Sumut yang di konfirmasi atas kejadian tersebut mengatakan Ia sangat prihatin dengan kejadian itu, Ia juga sudah berbicara kepada jajarannya akan tindak tegas. Makanya tadi malam Ia sudah copot yang bersangkutan, termasuk Kapolsek-nya, dan penyidiknya.

“Ini tidak boleh dilakukan oleh seorang anggota Polri, dia harus menunjukkan dirinya sebagai anggota Polri yang bisa melindungi dan melayani masyarakat. Saya sudah tarik Kapolsek, Kanit, dan penyidiknya beserta yang melakukan dugaan itu. Sekarang dalam pemeriksaan Propam,” jelas Irjen Pol RZ Panca.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat di konfirmasi, Senin 25 Oktober 202 hingga kini belum menjelaskan kapan peristiwa dugaan pemerasan dan pencabulan dilakukan oleh personel Polsek Kutalimbaru ini terjadi.

Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengakui anggotanya berbuat salah. Oleh karena kejadian itu, kami dipanggil Pak Kapolda dan diperintahkan langsung untuk membuat tim gabungan antara Polda dan Polres.

“Kita melaksanakan pendalaman terkait dengan berita pengcabulan dan pemerasan yang beredar,” kata Riko kepada wartawan di Polda Sumut hari ini Rabu 27 Oktober 2021.

Riko menjelaskan soal pernyataan istri tersangka dirinya dicabuli saat hamil di salah satu hotel. Riko pun membenarkan perbuatan itu dilakukan di hotel.

“Jadi, informasi awal dari hasil pemeriksaan, informasi dari rekan-rekan bahwa perbuatan itu dilakukan di hotel. Kemudian, datang ke hotel itu mereka pergi bersama-sama dan membuat janji. Mereka membuat janji, dan dari pihak perempuan, pengakuan dari anggota kita dijemput di rumah. Kemudian mereka pergi bersama-sama di hotel. Yang pasti anggota kita salah untuk melakukan perbuatan itu,” ucap Riko.

Riko menyebut kasus ini mencuat setelah viral di duga terjadi bulan Mei lalu, dan masih mendalami soal dugaan adanya permintaan uang yang disebut oleh korban. Riko mengaku dugaan itu masih didalami oleh pihak Bidpropam.

“Jadi dari berita yang beredar viral bahwa dari penasihat hukum menyampaikan bahwa istri daripada klien yang bersangkutan dicabuli di sebuah hotel. Sudah saya sampaikan. Itu berita viral. Dan itu bulan Mei dan kemarin petugas kita sudah tindak lanjuti langsung dengan Bidpropam Polda,” ucap Riko…(*).

Lp. Afit
Editor. Andi PW

Ada Apa..? Oknum Penyidik Tahbang Reskrim Polres Gowa, Diadukan ke Propam

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Beredar Surat pengaduan Perihal, mohon ke adilan di tujukan Kepada Kapolres Gowa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tri Goffarudin Pulungan Cq Kasi Propam Polres Gowa, tertanggal Kamis 21 Oktober 2021.

Dalam Surat pengaduan Asriani Siang Ke Kapolres Gowa, menyoal seorang Penyidik di ruangan Tahbang II Polres Gowa, dianggap tak profesional dan Proporsional, melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan dan terkesan tak adil saat mengintrogasi dirinya sebagai terlapor, hingga dalam berita acara pemeriksaan (BAP), dirinya sebagai terlapor terkait kasus proyek siluman pengadaan barang milik Mince disalurak di sekolah. berubah ubah.

Menurut terlapor penyidik yang menangani kasusnya mengatakan kepada dirinya “saya juga akan mencari dan membuktikan kesalahanmmu hingga kau tersangka, tegas, Ipda Ariyanto, saat pemeriksaan terlapor kasus tahun lalu, di gulir kembali sepekan lalu, di Polres Gowa.

“Oleh nya saya surati Kapolres Gowa cq Kasi Propam yang saya hembuskan ke Propam Polda Sulsel, Senin 25 0ktober 2021 pukul 11.00 Wita. tuk cari Keadilan,” ungkap Asriani merasa tersolimi via rilis yang di sampaikan ke Newssulsel.online, Rabu 27 Oktober 2021.

Terlapor berharap suratnya yang disampaikan juga ke kejaksaan dapat perhatian serius dan segera di tindak lanjuti.

Sejumlah penggiat Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) dan  insan Pers dari media Cetak dan Online, turut perihatin dan menyanksikan profesionalisme penyidik jika benar seperti itu adanya dan pertekat mengawal kasus ini melalui mengawal memberitaan se adil adilnya.

Suami asriani Siang, Pimpred media Online Bomwaktu.com, Najamuddin, Dg Serang, menyebutkan, sangat menyayangkan sikap oknum Penyidik Tahbang Polres Gowa, Ipda Ariyanto, diduga begitu sadis terkesan menekan pihak terlapor, mengancam akan cari kesalahammu hingga strinya jadi tersangka.

“ada apa ini, dengan penyidik di lingkaran Polres Gowa,” tanya Naja tidak habis pikir kerja2 penyidik yang tangani kasus isterinya.

Hingga berita ini terbitkan Newssulsel, belum ada klarifikasi dari pihak penyidik juga kasat Reskrim dan kapolres Gowa walaupun pihak Newssulsel sudah coba mengkonfirmasi via Whatsapp penyidik dan Kasatresnya pada penerbitan berita terdahulu…(*)

Editor. Bang Fly

Sambut HUT Brimob ke 76, Batalyon C Pelopor Bone Gelar Baksos di Pesisir Pantai Pemukiman

NEWSSULSEL.online, BONE – Dalam rangka menyambut HUT ke 76 Korp Brimob Polri, 14 November 2021 mendatang, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel yang bermarkas di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan gelar serangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos) untuk memaknai peringatan 76 tahun. Korp Pasukan Baret Biru.

Adapun kegiatan sosial yang menerjungkan 100 personel Brimob Bone diantaranya membersihkan area pesisir pantai seluas 200 M, serta penanaman bibit pohon bakau ( Mangrove ) disekitar bibir pantai Dusun Tabu Kelurahan Waetuo Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Selasa 26 Oktober 2021 pagi tadi.

Sebelum kegiatan bakti sosial dimulai, acara dibuka dengan apel bersama dipimpin Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Dra. Ani Leilani.M.Si. Komandan apel Pasi Ops Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Iptu Abd. Azis,S.Sos.

Terkait  kegiatan tersebut Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos. menyebutkan alasan Brimob Bone memilih wilayah pesisir pantai Bone sebagai sasaran kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT Brimob ke 76 tahun ini.

“Lantaran kita ketahui Kab Bone memiliki wilayah pesisir pantai cukup luas, sebagian besar warganya bermukim dan mencari nafkah di wilayah tersebut. Oleh sebab itu sebagai wujud implementasi dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat dalam rangka HUT Brimob yang ke 76 tahun ini, kami memilih wilayah ini tempat penyelenggaraan Bakti Sosial Brimob untuk mengurangi dampak abrasi dan memperbaiki ekosistem pantai agar hasil tangkapan nelayan terus bertambah,” jelas Kompol Nur Ichsan.

Mantan Kasubbag Renmin Satbrimob Polda Sulsel ini menyebutkan bahwa kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut HUT Brimob ke 76 dapat terlaksana berkat dukungan dari Politeknik Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone yang juga tengah merayakan HUT KKP yang ke 22 tahun.

Selain 100 personel Brimob. Baksos melibatkan beberapa instansi,diantaranya personel Poltek KP Bone, SUPM Negeri Bone, BKIPM Makassar Satker Bone, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan hidup, Dinas CDK Cabang Makassar wilayah Bosowasi, Dinas kehutanan UPT KBH Cenrana, Penyuluh Perikanan KKP, Pengurus PKPNT Bone, HIPMI Bone, Kadin Bone, Tim 7, KWC Pramuka, Samparajae Dive Course, Himagris, Koral Poltek KP Bone masyarakat dan Karang Taruna Uwaetuo, dihadiri:

Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone Dra.Ani Leilani.M.Si, Camat Tanete Riattang Andi Kumala Dewi Salahuddin, Pasi Ops, Iptu Abd. Azis, S.Sos. Danki 3 Yon C Pelopor Iptu Mustari, Danki 4 Yon C Pelopor Iptu Darfin Tahrir, SH., Wadanki 1 Yon C Pelopor Ipda Maliwasa, Lurah Uwaetuo, Kasubdit Patwal Pol Air Aiptu Aris M, Bhabinsa Kecamatan Tanete Riattang Timur serta para Dosen Politeknik Ilmu Kelautan dan Perikanan Bone…(*).

Editor. Bang Fly

Membicarakan penanganan pembangunan walmas, Listan CR temui bupati luwu

Newssulsel.Online , Luwu – Tokoh walmas menemui bupati Luwu Basmin Mattayang terkait langkah langkah penanganan pembangunan walmas pasca bencana.

Listan CR adalah tokoh muda walmas penggerak andi rahim solidarity di kabupaten luwu.

Beliau banyak ambil peran dalam membatu korban bencana alam ketika bencana banjir dan longsor di daerah kelahirannya.

Listan CR berharap agar recovery bencana ditanah kelahirannya ini bisa berlangsung cepat.

Kordinasi dengan pemda dalam hal ini bupati luwu sangat intens dia lakukan. Tutur beliau.

Membicarakan penanganan pembangunan walmas, Listan CR temui bupati luwu

Newssulsel.Online , Luwu – Tokoh walmas menemui bupati Luwu Basmin Mattayang terkait langkah langkah penanganan pembangunan walmas pasca bencana.

Listan CR adalah tokoh muda walmas penggerak andi rahim solidarity di kabupaten luwu.

Beliau banyak ambil peran dalam membatu korban bencana alam ketika bencana banjir dan longsor di daerah kelahirannya.

Listan CR berharap agar recovery bencana ditanah kelahirannya ini bisa berlangsung cepat.

Kordinasi dengan pemda dalam hal ini bupati luwu sangat intens dia lakukan. Tutur beliau.

Diduga Setubuhi Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Moutong Dipecat Tidak Hormat

NEWSSULSEL.online, SULTENG – kepala kepolisian sektor (kapolsek) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berinisial Inspektur Polisi Satu (Iptu) IDGN akhirnya diberi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan  Hormat (PTDH) dipecat usai menjalani sidang kode etik terkait kasus asusila. Sabtu 23 Oktober 2021.

Sidang tersebut berlangsung tertutup dengan waktu kurang lebih selama lima jam, di ruang sidang Kode Etik Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Tengah.

“Polda Sulteng telah melakukan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri dipimpin Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Ian Rizkian Milyardin, dengan putusan berupa rekomendasi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi.

Kapolsek IDGN terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan pasal 14 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Dan pasal 7 ayat (1) huruf b dan pasal 11 huruf c Peraturan Kapolri Nomor 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Namun, dari putusan yang merekomendasikan untuk dilakukan pemecatan, Iptu IGDN akan melakukan banding.

“Terhadap putusan rekomendasi PTDH tersebut Iptu IDGN menyatakan banding,” kata Sufahriadi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto mengatakan, terkait kasus pidana umum oleh oknum tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah.

“Saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan bila penyelidikan dianggap cukup selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Dari penyidikan inilah, kata Supranoto, kembali akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan siapa tersangkanya.

Sebelumnya, seorang oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang perempuan di sana.

Kapolsek IDGN diduga berbuat asusila kepada seorang remaja perempuan berinisial S dengan janji akan membebaskan ayahnya yang merupakan seorang tersangka dan menjalani hukuman. Namun IDGN tidak kunjung membebaskan ayah perempuan itu.

Sufahriadi pun telah mengunjungi rumah korban dan berjanji kepada pihak keluarga akan menuntaskan kasus ini dan menindak polisi yang terbukti bersalah…(*).

Lp. Ayub
Editor. Bang Fly