suherman

Bulukumba Bentuk IPWL dan Konselor Napza di Peringatan HANI 2025

NEWSSULSEL.id, Bulukumba –  Pemerintah Kabupaten Bulukumba memperkuat komitmen pencegahan narkoba dengan menggelar dua kegiatan strategis menjelang Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025.

Kegiatan tersebut adalah Sosialisasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Puskesmas pada 25 Juni dan pembentukan Konselor Napza pada 26 Juni 2025, yang keduanya diadakan di Gedung Phinisi Lantai 4 Bulukumba.

Acara ini mengusung tema global “Drug-free youth, empowered nation” dan tema nasional “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkotika melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045”, sekaligus memperkuat sinergi multi-sektor menuju visi Bulukumba Bersinar – Bersih Narkoba.

Fakta nasional menunjukkan urgensi program ini. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melaporkan bahwa pada 2023 prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,73% atau sekitar 3,3 juta jiwa penduduk.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengamanatkan rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna, sehingga perlu fasilitas akses layanan rehabilitasi.

IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) adalah salah satu sarana yang disediakan pemerintah sebagai pintu masuk korban penyalahguna untuk mendapatkan layanan rehabilitasi.

Kegiatan sosialisasi IPWL diikuti oleh kepala Puskesmas dan penanggung jawab Napza dari 21 Puskesmas se-Kabupaten Bulukumba serta perwakilan RSUD Andi Makkaradoda Tanete.

Program ini bertujuan memperkuat peran Puskesmas sebagai institusi penerima wajib lapor bagi korban penyalahgunaan Napza, yang menjadi garda terdepan dan pintu masuk utama layanan rehabilitasi di tingkat dasar.

Wakil Bupati Bulukumba, yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba, menegaskan bahwa “pencegahan adalah investasi terbaik.”

“Bukti di lapangan sudah sangat jelas. Pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibandingkan dengan penindakan dan rehabilitasi. Melalui pembentukan IPWL dan Konselor Napza ini, kita membangun kekuatan dari hulu. Saya mengajak semua pihak untuk terus bersinergi menuju Bulukumba Bersinar – Bersih Narkoba,” ungkapnya.

Kepala Seksi Napza Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Baharuddin, menekankan pentingnya Puskesmas sebagai garda terdepan layanan Napza.

“Puskesmas harus menjadi pintu masuk layanan rehabilitasi yang ramah dan mudah diakses oleh korban Napza. IPWL adalah amanah yang harus kita jalankan dengan maksimal agar masyarakat yang terpapar mendapatkan layanan tepat sejak dini tanpa rasa takut atau stigma,” jelas Andi Baharuddin.

Demikian pula Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bulukumba, Hj. Wahida, mengingatkan bahwa IPWL dan konselor Napza harus terintegrasi dalam satu jejaring pelayanan.

“Kita ingin membentuk jejaring yang tidak hanya kuat tapi juga efektif, sehingga korban Napza tidak hanya diterima laporannya tetapi juga mendapatkan pendampingan dan rujukan yang memadai,” ujarnya.

Hari berikutnya dilanjutkan dengan pelatihan calon konselor Napza bagi tenaga kesehatan Puskesmas.

Kegiatan ini diikuti oleh dokter umum dan penanggung jawab Kesehatan Jiwa serta Napza dari seluruh Puskesmas di Bulukumba.

Para calon konselor Napza dipersiapkan menjadi agen pendampingan di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama, sehingga mampu memberikan dukungan psikososial bagi korban penyalahguna.

Dalam sesi paparan, perwakilan BNN Provinsi Sulsel menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi yang solid dengan pemerintah daerah, terutama Puskesmas, agar layanan rehabilitasi Napza dapat menjangkau masyarakat luas dan semakin mudah diakses,” kata perwakilan BNNP Sulsel.

“Konselor Napza adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan individu yang terpapar Napza. Dengan pendekatan yang empatik dan terlatih, konselor dapat menjadi pendorong pemulihan dan agen perubahan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Arhan, S.Kep., Ns., M.Kep., Penanggung Jawab Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, menegaskan bahwa pembentukan IPWL dan konselor Napza adalah langkah awal yang harus dilanjutkan.

“Kegiatan ini adalah pondasi yang harus kita bangun secara berkelanjutan. Ke depan, pelatihan lanjutan, penguatan jejaring, dan peningkatan kapasitas konselor harus terus menjadi prioritas agar layanan kita tidak berhenti pada administrasi tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan korban Napza,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya dua hari kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menunjukkan komitmen kuat membangun sistem pencegahan dan rehabilitasi Napza yang terintegrasi.

“Melalui pembentukan IPWL dan jejaring konselor Napza di Puskesmas, Kabupaten Bulukumba berharap dapat mewujudkan sistem layanan kesehatan yang lebih peduli, terbuka, dan ramah bagi masyarakat yang terdampak, serta mewujudkan Bulukumba Bersinar – Bersih Narkoba,” tutup laporan kegiatan tersebut.

Laporan : A.R., BTKR.
Sumber : Pemerintah Kabupaten Bulukumba, BNN RI, Setkab RI.

Hari Rapor di TK Dharma Pertiwi Topoyo, 10 Anak Terima Sembako Hasil Sedekah Jumat

NEWSSULSEL.id, Mamuju Tengah – Hari pembagian rapor di TK Negeri Dharma Pertiwi Topoyo, Senin (24/6/2025), tak hanya menjadi catatan akhir semester bagi para murid, tetapi menjadi momentum berbagi yang hangat.

Sepuluh anak didik dari keluarga prasejahtera menerima bingkisan sembako, hasil dari program Sedekah Jumat yang telah digalang para murid dan orang tua selama satu semester terakhir.

“Ini kegiatan rutin setiap penerimaan rapor. Anak-anak yang benar-benar membutuhkan kami beri paket sembako. Ini hasil gotong royong dari program sedekah setiap pekan,” ujar Kepala TK Negeri Dharma Pertiwi Topoyo, Dahriana, S.Pd.

Program ini menjadi tradisi di sekolah yang terletak di Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Selama satu semester, guru dan murid bersama orang tua murid menghimpun donasi kecil setiap Jumat.

Dana tersebut kemudian dikumpulkan dan dibelanjakan untuk kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kegiatan berbagi ini menjadi rangkaian kegiatan pembagian rapor yang berlangsung meriah dan penuh semangat.

Anak-anak menerima rapor sebagai tanda pencapaian atas proses belajar mereka selama enam bulan terakhir.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga memberikan hadiah bagi murid yang menunjukkan semangat belajar tinggi dan kedisiplinan datang lebih awal setiap hari.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat. Dan mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut setiap semester,” ujar Dahriana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang secara konsisten ikut berpartisipasi dalam program sedekah tersebut.

“Tanpa dukungan mereka, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan. Terima kasih karena telah menyisihkan sebagian rezeki untuk sesama,” imbuhnya.

Sekolah berharap kegiatan seperti ini tidak hanya mendidik anak-anak dalam aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter peduli dan berbagi sejak usia dini.

Laporan : A.R., BTKR.

Yugo Terima Kuasa Gugat Hasil Musorkot KONI Makassar & Sulsel Dari Muchtar Juma CS

NEWSSULSEL.id, Makasaar – Dr. H. Yusuf Gunco, SH. MH, resmi menerima Kuasa dari aktivis penyalamat dan pencinta olahraga Muchtar Juma SC tuk menggugat hasil Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) luar biasa KONI Makassar yang dianggap tak sesuai pelaksanaannya yang digelar pada 27 April 2025 Lalu.

Menurut Yugo sapaan Dr. H. Yusuf Gunco, SH. MH. Muchtar Juma CS resmi memberi kuasa setelah ditanda tangani siang tadi lantatan menolak hasil Musorkot luar biasa KONI Makassar.

Selain menggugat Hasil Musorkot, KONI Makassar, KONI Provensi Sulsel ikut tergugat lantatan ada beberapa <span;>dasar penolakan para Pemerhati dan Penyelamat Olahraga di Makassar,” jelaa Yugo ke awak media ini

Ini dasar penolakan Hasil Musorkot oleh Penyelamat Olahraga yang akan digugat ke pengadilan:

1. Menolak politisasi olahraga  melibatkan tokoh politik dalam struktur kepengurusan KONI Makassar.

2. Menyoroti keikutsertaan anggota Polri aktif dalam kepengurusan KONI yang diduga melanggar UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

3. Ketua terpilih tidak memiliki pengalaman organisasi olahraga minimal lima tahun, sebagaimana diatur dalam AD/ART KONI.

4. Rekomendasi pencalonan Ismail dinilai telah dibuat sebelum tahapan Musorkotlub digelar.

5. Ismail dianggap melanggar Pasal 186 huruf C UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD sebagai pejabat publik yang merangkap jabatan.

6. KONI Provinsi Sulsel didesak untuk meninjau ulang hasil Musorkat dan komposisi kepengurusan KONI Kota Makassar periode 2025–2029 yang dinilai tidak sesuai regulasi.

Aktivis Pemerhati Olahraga di Makassar berharap gugatan ini dapat jadi momentum pembenahan tata kelola  KONI Makasaar dan KONI Sulsel sehingga kejadi yang menyeret Ketua KONI Makassar Ahmad Santoso dan kroninya tidak terulang…(*).

Lp. Chaerul

Damkar Polman Latih CPNS dan PPPK 2024 : Pengenalan Peralatan dan Praktikum Pemadaman

NEWSSULSEL.id, Polman – UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan pelatihan dasar bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 pada hari Senin, 23 Juni 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Damkar Polman, Sulawesi Barat, dan berfokus pada pengenalan peralatan pemadam kebakaran serta praktikum fireman dalam operasi pemadaman.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh Jabir H., Koordinator Lapangan Damkar Polman, dengan pendampingan dan pemantauan langsung oleh Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M..

Dalam arahannya, Jabir H. menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap setiap alat pemadam kebakaran, baik fungsi maupun konsekuensinya dalam penggunaan.

“Memahami alat bukan hanya soal efektivitas operasional, tetapi juga bagian dari upaya safety. Ketika tahu fungsi alat, kita tahu batasannya, potensi bahayanya, dan bagaimana berkoordinasi dengan aman di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam satu regu tidak boleh ada egoisme.

“Regu adalah tim yang harus saling mendukung. Tidak ada kerja sendiri dalam pemadaman. Egoisme bisa berujung pada celaka, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi rekan tim, instansi, bahkan masyarakat yang kita bantu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pengenalan lingkungan kerja bagi CPNS dan PPPK baru.

“Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga orientasi dasar untuk memahami ritme, risiko, dan nilai kerja yang dijunjung tinggi dalam tugas-tugas penyelamatan.”

Simulasi lapangan dimulai dari penggunaan perlengkapan standar seperti fire jacket, penempatan posisi regu di dalam kendaraan operasional, strategi pemadaman di lokasi kejadian, hingga tahapan pasca-pendinginan.

Seluruh kegiatan berlangsung dalam pengawasan dan pendampingan ketat untuk memastikan aspek keselamatan dan pemahaman peserta.

Pelatihan ini diharapkan mampu menjadi bekal awal yang kuat bagi para CPNS dan PPPK agar mampu menjalankan tugas dengan disiplin, terampil, dan menjunjung tinggi semangat kerja sama dalam setiap operasi penyelamatan di masa depan.

Laporan : A.R., UPTD Damkar Polman

Korupsi Pengadaan Internet, Kejari Maros Tahan Eks  Sekeretaris Kominfo

NEWSSULSEL.id, Makassar – Terkait kasus tindak pidana korupsi anggaran belanja Internet Command Centee (ICC) Mantan Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Maros, Muhammad Taufan resmi ditahan pihak Kejari Maros, Senin (23/6/2025).

Penahanan mantan Sekretaris Diskominfo Maros berdasarkan hasil hasil penyelidikan dan dua alat bukti yang ditemukan penyidik Kejari Maros.

Kepala Kejari Maros Zulkifli Said mengatakan Muhammad Taufan ketika itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tahun anggaran 2021 hingga 2023.

Taufan diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan belanja internet senilai lebih dari Rp1 miliar.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti, tersangka diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp1.049.469.989,” ungkap  Zulkifli Said saat jumpa pers di Kejari Maros. Anggaran berasal dari APBD Maros tahun 2021–2023.

Ia tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Belanja Internet Command Center dengan rincian anggaran pada tahun 2021 senilai Rp3,6 miliar, tahun 2022 sebesar Rp5,16 miliar, dan tahun 2023 sebesar Rp4,54 miliar.

“Tesangka ditahan untuk 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros,” ucap Kajari Maros dan menghimbau masyarakat tidak mempercayai, melayani jika ada oknum yang minta uang atau imbalan atas nama Kejari Maros…(*).

Lp. Hamzah Wr.

Pemateri Doktoral : Pelatihan Koding dan AI Wujudkan Sekolah Inovatif di Bulukumba  

NEWSSULSEL.id, Bulukumba – SMAN 1 Bulukumba menggelar In House Training bertema Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Kamis, 19 Juni 2025.

Pelatihan sehari penuh ini dirancang interaktif, dengan peserta guru dibagi dalam kelompok praktik pemrograman dan diskusi etika AI.

Dari pengenalan bahasa pemrograman hingga simulasi aplikasi cerdas, suasana belajar dipadu kolaborasi antarpeserta dan bimbingan langsung pemateri.

Kelompok 1 & 2 membuktikan bahwa tugas administratif dapat menjadi karya digital yang efisien.

Dengan pemanfaatan AI Google Gemini dan ChatGPT, mereka mengoptimalkan penyusunan modul ajar, LKP, hingga jurnal pembelajaran.

Sementara itu, Kelompok 3 & 4 berlayar kreativitas visual dengan memanfaatkan Canva Magic Studio dan AI visual lainnya, menggunakan akun Belajar.id dari pemerintah.

mereka meramu media pembelajaran interaktif : infografis, ilustrasi yang menghidupkan imajinasi, hingga naskah video pembelajaran.

“Saya Gaptek! bukan lagi alasan, kita semua bisa belajar. Mulailah dari 10 menit sehari, gunakan alat seperti Scratch, Canva, ChatGPT,” ujarnya sambil membagikan berbagai platform pembelajaran gratis yang dapat langsung diakses guru.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan antusias dari Penerbit Erlangga, yang hadir langsung melalui Pimpinan Erlangga Cabang Bulukumba, Bapak Pranata.

Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa Erlangga siap menjadi mitra strategis dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Penerbit Erlangga memfasilitasi uji coba langsung aplikasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial yang dapat dimanfaatkan peserta selama pelatihan.

Fasilitas ini memberi pengalaman langsung bagi guru untuk mengenal potensi alat bantu pembelajaran berbasis AI.

Tak hanya dikenal sebagai penyedia buku pelajaran berkualitas, Erlangga menunjukkan peran aktif dalam transformasi digital pendidikan, dengan menyediakan platform pembelajaran modern dan mendukung guru untuk beradaptasi di era Society 5.0.

Ini adalah bukti nyata kolaborasi yang menginspirasi.

Sebagai pemateri utama, SMAN 1 mengundang Dr. Muhammad Yusran, S.Kom., M.Kom., C.STP., C.ET., C.HL., C.H.Tech., seorang akademisi, praktisi teknologi pendidikan, dan pembina generasi muda yang dikenal luas sebagai salah satu motor perubahan pendidikan teknologi di Bulukumba.

Sosoknya dikenal komunikatif saat memimpin pelatihan : sambil menjelaskan konsep abstrak, Yusran kerap mencontohkan langsung baris-baris kode kepada peserta, kemudian memantik diskusi kritis tentang implikasi AI.

*Dr. Muhammad Yusran : Guru Teknologi dan Penggerak Inovasi*

Dr. Muhammad Yusran Yusuf (panggilan akrab Yusran) memang bukan nama asing dalam dunia pendidikan Teknologi Informasi di Sulawesi Selatan.

Ia memulai pengabdiannya sebagai Ketua Program Keahlian TKJ di SMK Pepabri Bulukumba (2009–2016).

Di sanalah ia merintis berbagai aplikasi teknologi, tak hanya untuk sekolah tetapi juga untuk kebutuhan masyarakat desa.

Pengalaman berharga ini menjadi fondasi kuat baginya untuk terus tumbuh sebagai pendidik inovatif.

Kini, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 15 Bulukumba, dengan pangkat IV.a dalam karier ASN PNS.

Dr. Yusran lolos seleksi CPNS guru TIK dan bertugas di SMAN 2 Bulukumba, namun tetap menjadi ketua program keahlian TKJ di Pepabri hingga 2017.

Di tahun 2013, Yusran mendirikan komunitas kejuruan bernama HACKER-82 Community yang saat peresmiannya, dibuat pameran IT dengan menampilkan produk Anti Virus dan sebuah PC yang dirakit berbahan kayu.

Pengalamannya membina program kejuruan membuat ia menjadi salah satu pionir eksistensi Jurusan TKJ di SMKN 3 Bulukumba.

Kini, di sekolah barunya (SMAN 15), Yusran masih aktif mengembangkan literasi digital, ia mendirikan eskul IT School disana.

Di luar tugas dinas, jiwa pengabdian Dr. Yusran meluas ke berbagai organisasi.

Ia adalah Ketua Ranting PGRI SMAN 15 Bulukumba (2021–2025), pengurus MGMP TIK dan IGI, serta Koordinator Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Bulukumba.

Ia turut serta dalam program unggulan “Satu Sekolah Satu Programmer” Disdik Sulsel, dan membina dua komunitas teknologi sekolah : Hacker-82 Community serta IT School, membuktikan komitmennya pada pengembangan talenta muda.

Hal ini menegaskan perannya sebagai fasilitator perubahan dalam komunitas pendidikan lokal.

Dr. Yusran merupakan seorang guru profesional mata pelajaran Informatika yang telah mengantongi sertifikat pendidik, dedikasinya pada bidang ini telah diakui secara nasional.

Ia adalah salah satu dari hanya 250 orang terpilih (dari lebih dari 8.000 pendaftar basic IT dan 1.000 pendaftar non-IT se-Indonesia) yang menjadi fasilitator Bimtek Informatika Kemendikbudristek di Jakarta pada tahun 2023, sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat ketatnya seleksi.

Keahliannya kembali diakui pada tahun 2024, di mana ia terpilih lagi untuk Bimtek Perubahan Informatika, dengan peminat yang lebih banyak dan jumlah peserta yang lolos kurang dari 230 orang.

Tak hanya itu, Dr. Yusran juga memiliki serangkaian sertifikasi pendukung kompetensi diri, baik dari dalam maupun luar negeri, yang semakin memperkuat posisinya sebagai pakar. Beberapa di antaranya meliputi:

– Certified Spiritual Teaching Protection (C.STP.)
– Certified Education Trainer (C.ET.)
– Certified HypnoLeadership (C.HL.)
– Certified HypnoTeaching Practitioner (C.H.Tech.)
– Sertifikasi Nasional Pengajar Pelatihan Koding & AI – Kemendikbudristek (2025) – dengan predikat “Amat Baik”
– Puluhan sertifikat dari pelatihan teknologi bersama Acer Edutech, Hacker-82, KOMBEL, Kemdikbudristek, FKPPO-GI, dan lainnya.

Deretan karya inovatifnya adalah bukti nyata konsistensinya dalam berinovasi, di antaranya :

– ANVIR SMK Pepabri
– Aplikasi Penjualan & Absensi Wajah
– Sistem Aset dan SIAKAD Sekolah
– Multimedia Qur’an Hadis (Adobe Animate)
– Sistem Login Komputer IoT, dan
– Aplikasi Layanan Konseling (BK Digital).

Karya-karya ini tak hanya teoritis, melainkan telah diterapkan dan memberi dampak nyata.

“Teknologi hanyalah alat. Dalam menciptakan kolaborasi dan motivasi siswa, guru tetap yang terpenting,” ungkapnya.

Tak berhenti di bidang pendidikan dan teknologi, ia juga mengabdi pada masyarakat melalui peran sosial dan budaya.

Dr. Yusran berperan sebagai Bendahara Perpani Bulukumba (panahan), anggota pengurus KKBL Kajang, serta pernah mengemban tugas di Panwaslu Kecamatan Ujung dan Bawaslu Kabupaten Bulukumba.

Yang menarik, keilmuan Dr. Yusran menjangkau berbagai disiplin dengan cepat, dari sosial, budaya, sistem digital, hingga keamanan siber.

Tak heran, di tingkat nasional ia kerap menjadi fasilitator pelatihan cyber-security dan sistem keamanan digital, sekaligus pembicara reflektif dalam forum-forum pendidikan.

Ini menunjukkan kapasitasnya sebagai pemikir holistik yang mampu menghubungkan berbagai domain ilmu.

Meskipun telah menorehkan banyak prestasi dan penghargaan, ia selalu hadir di tengah komunitas sebagai pembelajar.

“Apapun jabatan, pangkat, dan gelar kita, jika bukan pada tempatnya, tanggalkan semua. Kita duduk tanpa perbedaan,” ungkapnya.

Jejak profesional Yusran di dunia pendidikan IT terbilang gemilang. Ia meraih gelar Doktor Media Pembelajaran dari UIN Alauddin Makassar (2024).

Dalam penelitian doktoralnya, ia mengembangkan Multimedia Interaktif berbasis Adobe Animate untuk pembelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas XII.

Antusiasme pada pemrograman juga mendorong ia dan anggota komunitas Hacker-82 mengembangkan aplikasi antivirus pertama bernama AnVir TKJ SMK Pepabri Bulukumba pada 2013.

Pasca itu, komunitasnya melahirkan proyek-proyek kreatif : pembentukan komputer portabel dari kayu dan PC berbahan paralon PVC berbentuk Kapal (implementasi Pinisi sbagai simbol daerah), hingga aplikasi penggerak kursor komputer menggunakan gerakan mata.

Meski memiliki prestasi gemilang, rekan-rekan menggambarkan Yusran sebagai sosok rendah hati.

Ia sering menegaskan bahwa keberhasilan guru tidak diukur dari gelar, melainkan dari dampak terhadap siswa.

Hal ini terlihat ketika ia membentuk eskul IT School di SMAN 15 Bulukumba; forum tersebut ia rancang bukan hanya untuk mengajar teknologi, tetapi juga menumbuhkan karakter kolaboratif di kalangan siswa.

Bukti nyata dampak keberadaannya di Bulukumba terekam jelas. Penghargaan dan pujian yang baik layak tersemat disetiap langkah pengabdiannya :

“Bulukumba patutnya bangga dengan kehadiran sosok cendekiawan, inovatif dan aktivis seperti Dr. Muhammad Yusran M.Kom.”

Bagi sekitarnya, yang paling membekas dari sosoknya bukan hanya dari deretan gelar atau jabatannya, melainkan dari karakternya yang memanusiakan manusia.

Ia tidak pernah menonjolkan diri. Dalam berbagai forum, ia memilih duduk bersama, mendengarkan, dan mengajak semua peserta setara.

Yang istimewa, di balik semua itu, Dr. Yusran justru berusaha menyembunyikan identitas dirinya. Ia tak pernah merasa perlu menunjukkan jabatan atau deretan gelar yang disandang.

Dalam berbagai forum, ia lebih sering hadir sebagai rekan diskusi, bukan tokoh utama. Kerendahan hati inilah yang justru menjadi kekuatannya, membuat setiap interaksi dengannya terasa setara dan membangun.

Dr. Yusran juga dikenal telah membina banyak kader muda yang kini tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kompeten, dan sukses, baik di bidang pendidikan, IT, bisnis, maupun pengabdian sosial.

Ia tidak hanya mengajarkan teori, tetapi menyalakan semangat belajar dan mempercayai potensi anak-anak muda.

Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi pelatih, pendidik, pembuat aplikasi, hingga pembicara tingkat provinsi.

Ini adalah warisan terbesarnya : membentuk generasi penerus yang berdaya.

“Menjadi pendidik hebat tidak harus tampil hebat. Yang penting adalah berdampak dan memberdayakan,” pungkasnya.

*Metode Pelatihan Interaktif dan Etika AI*

Dalam IHT KKA tersebut, metode pembelajaran yang digunakan mengikuti spirit learning by doing.

Peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi langsung praktik menulis kode dan membangun proyek mini berbasis AI.

“Saya tekankan, guru harus paham konsep coding dasar sebelum mengajarkan kecerdasan buatan,” ujar Yusran.

Usai sesi teknis, ia memimpin diskusi kelompok mengenai etika pemakaian AI, misalnya tanggung jawab saat mengajar menggunakan aplikasi otomatis, dan pentingnya kepekaan sosial dalam merancang teknologi pendidikan.

Suasana pelatihan juga menyemangati kerja sama antarpeserta. Di setiap kelas praktik, setiap guru saling berbagi pengalaman.

Semangat kolaboratif ini tercermin saat sesi penutupan, guru-guru memuji bahwa metode praktikal dan diskusi mendalam membuat pelatihan terasa relevan dan menyenangkan.

Keberhasilan IHT ini tak lepas dari simfoni dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Kepala SMAN 1 Bulukumba, H. Rusli, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.

“Ini kegiatan yang sangat relevan dan membuka wawasan. Semoga menjadi pemantik transformasi digital pembelajaran di sekolah,” ujarnya, penuh harap.

Semangat juga datang dari Kepala Cabang Dinas Wilayah V, H. Arafah, S.P., serta Pengawas Pembina, Sumardi, S.Pd., M.Pd., yang kehadirannya menjadi peneguh komitmen bersama.

Dr. Muhammad Yusran menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada keluarga besar SMAN 15 Bulukumba.

Dukungan rekan-rekan guru serta tenaga kependidikan menjadi energi utama dalam setiap langkah inovasi yang ia tempuh.

Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada Kepala SMAN 15 Bulukumba, Ibu Jusrianti, S.Si., M.Pd., yang selalu memberi ruang, kepercayaan, dan dukungan penuh untuk terus bertumbuh dan berbagi inspirasi, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Ini adalah bukti bahwa ekosistem pendidikan yang positif mampu melahirkan agen perubahan.

Pelatihan ini ditutup dengan refleksi hangat. Banyak guru mengaku baru kali ini memahami potensi AI dalam pendidikan secara langsung, bagaimana teknologi dapat menjadi sahabat, bukan ancaman.

Di penghujung pelatihan IHT KKA ini, yang terasa bukan hanya kemampuan baru yang dipelajari guru, melainkan semangat kolaboratif dan kesadaran bahwa teknologi selalu perlu sentuhan manusiawi…(*)

Sumber : Data acara, wawancara dan profil Dr. Muhammad Yusran berdasarkan publikasi lokal dan dokumen resmi.

Laporan : A.R./BTKR

Brimob Polda Sulsel Jaga Kesehatan dan Tali Silaturahmi Lewat Gobar SCC

NEWSSULSEL.id, Makassar – Raut wajah lelah tergambar jelas di wajah pesepeda yang tergabung dalam Gowes Bareng (Gobar) Satya Harina Tama Cycling Club (SCC) Sat Brimob Polda Sulsel, saat tiba di Kabupaten Pangkep tepatnya di RM Tahu Sumedang, Sabtu (21 Juni 2025).

Betapa tidak, Gobar SCC yang dipimpin langsung Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si bersama rombongan melahap rute Makassar – Pangkep dengan bersepeda.

Rombongan Gobar SCC mengambil start dari Makosat Brimob Polda Sulsel ketika jelang terbitnya matahari. Total ada 16 orang yang ambil bagian dalam kegiatan sehat ini.

Setelah sukses menaklukkan rute Makassar – Pangkep dengan bersepeda, rombongan Gobar SCC melakukan gowes ringan sebagai bentuk recovery, Ahad (22 Juni 2025).

Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan menjelaskan, Gobar SCC bukan saja ajang olahraga semata, lebih dari itu ada pesan penting yakni menguatkan tali silaturrahmi persaudaraan.

“Jadi Gobar SCC ini semacam gowes santai, speed bersahabat, sembari melatih mental, menguatkan ketahanan tubuh, dan meredam hawa nafsu untuk tidak egois,” ungkap AKBP Nur Ichsan.

“Karena ini gowes bareng bukan adu kecepatan, siapa cepat dia menang. Bukan. Jadi ini bentuk solidaritas, sama-sama start dan sama-sama finish,” sambungnya.

Lelaki yang juga mantan Danyon C Pelopor mendorong, akhir pekan personel diisi dengan rutinitas yang bermanfaat.

“Gobar SCC bikin akhir pekan lebih bermakna. Ajang silaturrahmi, rombongan bisa saling tertawa lepas, dan paling penting bisa dapat pahala. Karena setiap gayungan sambil berzikir dan istighfar,” jelas Kabag Ops bergelar Magister Sosial ini.

Olehnya itu, gowes ringan pada Ahad pagi, kata AKBP Nur Ichsan merupakan rentetan bagian dari Gobar SCC Makassar – Pangkep.

“Supaya otot tidak kaku setelah berolahraga sepeda dari Makassar ke Pangkep,” tandasnya…(*)

 

Lp. Chaerul

Hubdam XIV/Hasanuddin Luncurkan Program “Cari Tenar” Lewat Siaran Radio FM

NEWSSULSEL.id, Makassar – Satuan Hubdam XIV/Hasanuddin kembali menambah program kewilayahan untuk kegiatan pembinaan teritorial di masyarakat dengan meluncurkan program “Cari Tenar” yang bekerja sama dengan stasiun Radio Al-Ikhwan 101.90 FM, Makassar.

Program “Cari Tenar” (Carita Tentara Makassar) ini terdiri dari dua jenis siaran, yaitu siaran musik dan cerita. Siaran musik akan disiarkan setiap hari pada pukul 10.00 WITA dengan pemutaran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan pada pukul 16.00 WITA dengan pemutaran kumpulan Lagu Mars TNI AD dan Lagu Perjuangan.

Kahubdam XIV/Hasanuddin Saat Luncurkan Program Cari Tenar Via Stasiun Radio FM,

Pemutaran dan memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada pukul 10.00 WITA ini selaras dengan Surat Edaran dari Pemerintah yang mewajibkan K/L, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan TNI/Polri untuk menghentikan segala aktivitas dan memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada pukul 10.00 waktu setempat. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Sementara itu, siaran cerita akan disiarkan setiap Sabtu, pukul 16.00 WITA dengan format dialog interaktif yang menampilkan narasumber dari Keluarga Besar Hubdam XIV/Hasanuddin, baik prajurit, istri, maupun anak. Lokasi siaran dapat dilakukan di dalam maupun luar studio Al-Ikhwan.

Kahubdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Cke I Gusti Ngurah S, S.E, berharap program “Cari Tenar” dapat menjadi stimulan/rangsangan bagi masyarakat untuk menumbuhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, membangkitkan semangat patriotisme dan jiwa pantang menyerah, serta meningkatkan kepercayaan diri untuk tampil di muka umum.

“Semoga program ini dapat menjadi media untuk memperkuat hubungan antara TNI dengan Rakyat serta memasyarakatkan nilai-nilai yang terkandung dalam jiwa TNI bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” imbuhnya…(*)

 

Tim Redaksi

Yugo Minta Hayat Gani Adukan Haknya Yang Belum Terbayar ke Komisi II DPR RI

NEWSSULSEL.id, Makassar – Advokat Yusuf Gunco meminta mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, adukan persoalan pembayaran gaji dan tunjangannya yang belum terbayarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Komisi II DPR RI yang membidangi masalah pemerintahan termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Permintaan itu menyusul penolakan dari Pemprov Sulsel melalui Sekprov, Jufri Rahman, terkait tidak adanya surat pengangkatan kembali Abdul Hayat Gani sebagai Sekprov Sulsel pasca dicopot oleh Gubernur Andi Sudirman.

Menurut Yusuf Gunco, aduan ke Komisi II DPR RI tersebut akan ditindaklanjuti dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemendagri. Dari rapat inilah akan melahirkan perintah pembayaran hak-hak Abdul Hayat Gani yang belum diterimanya atau yang belum dibayarkan oleh Pemprov Sulsel selama ini.

“Nanti Kemendagri yang perintahkan Pemprov Sulsel untuk membayarkan,” kata Yugo Via WA saat dikonfirsi terkait Hak Hayat yang belum terelesasi hingga hari ini

Menurut dia, tidak ada persoalan hukum antara Abdul Hayat Gani dengan Pemprov Sulsel karena yang digugatnya adalah Presiden. “Tidak ada hubungan hukum dengan Pemprov sehingga mereka tidak mau melakukan pembayaran karena yang digugat adalah presiden,” jelas Yugo, sapaan akrabnya.

Terkait dengan pernyataan Sekprov Sulsel, Jufri Rahman, meminta adanya SK baru pengangkatan Abdul Hayat Gani pascaputusan pengadilan, menurut Yugo, tidak perlu lagi.

“Hanya dibutuhkan surat perintah saja dari hasil RDP dengan Komisi II DPR RI yang memerintahkan kepada presiden untuk membayarkan hak haknya Pak Hayat Gani,” katanya.

Kalau ada surat itu, lanjut dia, Pemprov Sulsel, tinggal melakukan membayarkan. Tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar. Kalau DPRD Sulsel yang memerintahkan pembayaran, ya salah,” katanya. (*)

 

Lp. Chaerul

Dari Bontolempangan Gowa, Salmiyah Melaju ke PAI Award Nasional 2025

NEWSSULSEL.id, Sungguminasa – (Kemenag Gowa). Salmiyah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa melaju ke tingkat nasional ajang PAI Award 2025. Ia melaju di kategori Peningkatan Literasi Al-Qur’an bersama 8 perwakilan Sulawesi Selatan lainnya.

Kepala Seksi Bimas Islam, Tajuddin, saat ditemui, Jumat (13/6/2025), menyatakan apresiasinya karena dari 9 perwakilan Sulsel, ada 1 dari Kabupaten Gowa yang lolos.

Lolosnya Salmiyah ke tingkat nasional menurut mantan Kasi PHU itu tidak hanya membawa kebanggaan bagi Kabupaten Gowa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para penyuluh lainnya untuk terus berinovasi dalam menyampaikan dakwah yang solutif dan kontekstual.

Sementara itu, Salmiyah, Penyuluh Agama Islam dari KUA Bontolempangan itu mengungkapkan rasa syukurnya.Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus tahap administrasi dalam ajang Penyuluh Agama Islam Award Nasional Tahun 2025.

“Ini merupakan langkah awal yang sangat berarti dalam perjalanan pengabdian sebagai penyuluh agama Islam, ” ucap Salmiyah.

“Semoga dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya dengan semangat, keikhlasan, dan komitmen yang tinggi dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, ” tambahnya.

Ia pun memohon doa dan dukungan dari semua pihak. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangan ini, ” pungkas Salmiyah.

PAI Award merupakan ajang penghargaan bagi para penyuluh agama Islam berprestasi di seluruh Indonesia. Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.(OH)

 

Tim Redaksi