suherman

Polisi Belawan Dituntut Hukuman Mati Gerara Perkosa Dan Bunuh 2 Perempuan Sekaligus

NEWSSULSEL.online, BELAWAN – Anggota Polres Pelabuhan Belawan, Sumut, Aipda Roni Syahputra dituntut pidana mati dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Senin 6 Sept 2021, Oknum polisi tersebut dianggap telah merencanakan pemerkosaan dan pembunuhan dua wanita sekaligus, yakni Riska Pitria dan Aprila Cinta.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 340 KUHP. Oleh karenanya meminta majelis hakim yang menangani perkara ini menghukum terdakwa dengan pidana mati,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bastian Sihombing dalam tuntutannya.

Menurut JPU hal yang memberatkan perbuatan terdakwa sangat sadis. Selain itu salah seorang korban masih berusia di bawah umur dan terdakwa seorang aparat penegak hukum. “Sedangkan hal yang meringankan tidak ada,” ucap JPU.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Hendra Sutardodo memberikan waktu sepekan untuk terdakwa dan kuasa hukumnya mengajukan pembelaan (pleidoi).

Dalam dakwaan JPU Julita Rismayadi Purba dan Bastian Sihombing, perkara ini berawal pada Sabtu, 20 Februari 2021 sekira jam 14.00 WIB.

Saat itu, terdakwa Roni sudah tertarik dengan korban, Riska Fitria (21) warga Lorong VI Veteran Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan selaku honorer di Polres Pelabuhan Belawan. Lalu, terdakwa menghubungi Riska untuk bertemu dengan alasan agar membicarakan masalah titipan. Terdakwa membuat suatu cerita seolah-olah barang yang disebutkan oleh Riska sudah ada pada terdakwa.

Kemudian, terdakwa dan Riska janjian bertemu di Polres Pelabuhan Belawan. Dari rumahnya, terdakwa mengendarai mobil Xenia miliknya. Sedangkan Riska ditemani oleh tetangganya berinisial Aprila (13), korban lain dalam perkara ini.

Sesampainya di Polres Pelabuhan Belawan, terdakwa menyuruh Riska dan Aprila naik ke mobilnya. Saat itu Riska sempat curiga dan bertanya kepada terdakwa, lantaran mobil ke arah Jalan Haji Anif Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang. Di dalam mobil, terdakwa mengatakan,

“Masalah uangmu dan Hp nantilah kita ambil.” Riska menjawab, “Jangan gitulah, Pak.” Lalu, terdakwa mengatakan, “Ya, sudah sabar dululah.”

Jaksa mengatakan terdakwa bernafsu dan tertarik dengan tubuh Riska, kemudian menarik tangan sebelah kirinya. Riska kaget dan sempat menolaknya.

“Apa ini, Pak?” kata Riska. “Diam aja kau, biar aku urus perkara mu,” timpal terdakwa. Riska kembali menjawab sambil membentak, “Ya sudah, enggak usah diurus.”

Namun, terdakwa kembali memaksa dan memeluk serta meremas payudara Riska. Ketika itu, Riska kembali berontak dan korban Aprila langsung berteriak. Melihat itu, terdakwa melakukan penganiayaan terhadap kedua korban.

Kepala kedua korban dipukul. Tangan diborgol mulut dilakban, kedua korban dibawa ke Hotel Alam Indah di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan dan memesan kamar seharga Rp 80 ribu.

Di dalam kamar, terdakwa berusaha memperkosa Riska terlebih dahulu. Karena saat itu Riska sedang datang bulan sehingga terdakwa kesal. Kemudian, terdakwa melampiaskannya kepada Aprila.

Kedua korban yang masih diborgol, mulut dilakban kemudian dibbawa ke rumahnya. Sesampainya di rumah, terdakwa memasukkan kedua korban ke kamar. Terdakwa menyekap keduanya.

Istri terdakwa sempat bertanya kenapa kedua korban dibawa ke kamar. Namun, terdakwa langsung mengancam akan membunuh istrinya jika banyak tanya. Keesokan harinya, terdakwa mengambil bantal dan duduk di atas perut Riska dengan menekan sekuat tenaganya. Sehingga Riska pun meninggal dunia. Hal sama juga dilakukan terdakwa kepada Aprila.

Mayat kedua korban dibuang di dua lokasi berbeda. Riska dibuang di kawasan Perbaungan Kabupaten Sergai dan Aprila dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat….(*).

Lp. Udin
Editor. Andi PW

KKB di Maybrat Tembaki Rombongan Danrem Saat Hendak Masuk Pos Kamat,

NEWSSULSEL.online, PAPUA – Rombongan Komando Resor Militer (Korem) 181/Praja Vira Tama dikabarkan terlibat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Informasi yang dihimpun Newssulsel.online kontak senjata KKB dengan aparat keamanan TNI/Polri rombongan Danrem Brigjen TNI Indra Heri Minggu 5 Sept 2021 pukul 16.15 WIT, saat rombongan menuju ke Pos Kampung Kamat dalam rangka penebalan pasukan.

Saat pasukan masuk melewati pertigaan Susumuk Maauk arah Aifat, melewati kampung Sory, Kampung Fatemanaa, Kampung Saba, Kampung Tasimara dan Kampung Fankahrio,<span;> rombongan terhenti sekitar pukul 15.40 WIT lantaran jembatan kayu 6 Meter rusak (putus), digergaji pakai senso oleh kelompok KKB untuk hambat aparat keamanan masuk Pos Kamat.

Tak jauh dari jembatan, terdapat pohon yang sengaja ditumbangkan ke arah jalan. Sekitar 200 meter ke depan juga terdapat jembatan kayu yang sengaja dipotong KKB berserta pohon yang ditumbangkan ke arah jalan.

Rombongan Danrem memutuskan tetap melakukan perjalanan dengan berjalan kaki sekira 2 Kilometer, sekitar pukul 16.15 WIT, rombongan depan mendapatkan tembakan dari arah kiri. Tembakan itu dibalas aparat gabungan dan terjadi kontak tembak.

Tak lama kemudian, KKB diduga melarikan diri dari lokasi kontak tembak. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka tembak dalam insiden ini. Rombongan Danrem juga memutuskan kembali ke Kodim Ayamaru guna merencanakan langkah selanjutnya.

Hingga berita ini diterbitkan Newssulsel.online, belum ada keterangan resmi dari TNI/Polri atas insiden tersebut…(*)

Lp. Afit
Editor. Andi PW

Begini Cara Danyon Brimob Bone Pererat Silaturrahmi

NEWSSULSEL.online, BONE – Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos menggelar silaturrahmi dengan sejumlah jurnalis Bone Sulawesi Selatan.

Danyon Ichsan nampak santai bercengkrama sambil menikmati sajian jalangkote dengan secangkir teh di kedai 191 Citarum, Senin, 6 Sept 2021.

Selain jurnalis, silaturrahmi tersebut juga dihadiri personil KIS dan sejumlah pengurus Karang Taruna Bone.

“Saya berharap, mari memupuk persaudaraan dengan silaturrahmi. Kita harus bersama menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bone”, ungkap Ichsan.

Menurut Ichsan, dengan silaturahmi ala kedai seperti sekarang ini, bisa membahas apa saja tanpa ada jurang pembatas.

“ Justru silaturahmi seperti ini selain mempererat persaudaraan dapat juga menghasilkan informasi atau keputusan yang sangat luar biasa,” tambahnya.

Hal sedana juga disampaikan oleh Eko Wahyudi yang merupakan tokoh pemuda di Kabupaten Bone.

“ Betul, silaturrahmi juga akan terlihat adem dan sesekali bisa saling memberi komentar terkait dengan suasana negeri ini. Kita harus menjaga dan membangun bersama Negeri ini, ungkapnya…(*).

Lp. Bang Fly

Diduga Korsleting Listrik Belasan Ruko di Makassar Terbakar, 12 Mobil Damkar Dikerahkan

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Belasan rumah dan toko (ruko) di kawasan Jalan Poros Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar terbakar, Senin 6 Sept 2021. Kebakaran terjadi diduga akibat korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Rujito mengatakan, dari hasil pendataan ada 15 bangunan ruko yang terbakar. “Sebagian besar bangunan yang terbakar itu mengalami kerusakan parah. Tidak ada korban jiwa maupun luka,” ungkapnya.

Menurut Rujito, petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Namun, dari hasil penyelidikan sementara diduga kebakaran dipicu korsleting listrik di salah satu bangunan ruko.

“Dugaan awal karena ada hubungan pendek arus listrik. Tapi, masih kita selidiki,” ucapnya.

Warga Biringkanaya, Ismail Usman mengatakan, kobaran api tiba-tiba membesar hingga membuat panik warga.

“Api tiba-tiba membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan ruko lainnya,” katanya.

Menurut Kapolsek Biringkanaya, kebakaran tersebut membuat panik warga. Mereka kemudian bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sebagian warga lainnya membantu menyelamatkan barang dari dalam ruko.

Kobaran api berhasil dipadamkan setelah Pemkot Makassar mengerahkan 12 mobil pemadam kebakaran. Hingga kini, petugas masih melakukan pendinginan…(*).

Lp. Rosita
Editor. Bang Fly

Mencuat Dugaan Jual Beli Jabatan di Bulukumba, Bupatipun Angkat Bicara

NEWSSULSEL.online, BULUKUMBA – Dugaan jual beli jabatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali mencuat jelang mutasi akhir-akhir ini.

Dari informasi yang dihimpun awak media ini beredar, sudah ada yang telah mentransfer uang sejumlah Rp 30 juta. Uang tersebut diduga dikirim ke salah satu pejabat pemerintah di Kabupaten Bulukumba.

Bahkan dugaan praktek jual beli jabatan itu, berlangsung hingga jabatan kepala sekolah (Kepsek).

Bupati bulukumba yang akrab di sapa Andi Utta menegaskan, jika praktek seperti itu tidak boleh terjadi di era pemerintahannya saat ini. “Jangan pernah dilayani hal seperti ini, saya tidak akan toleransi,” kata H. A Muchtar Ali Yusuf.

Urusan kenaikan pangkat, jabatan, pindah tugas atau mutasi, kata Dia, tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar atau melanggar aturan

Itu akan merusak kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), dan bisa jadi itu mungkin dilakukan karena tidak punya kompetensi dan memaksakan diri dengan cara-cara yang tidak benar untuk mendapatkan jabatan.

Andi Utta mensinyalir, jika ASN yang melakukan itu karena mereka tidak memiliki kemampuan atau kapasitas. “Dan cara seperti itu mungkin saja dilakukan untuk mendapatkan jabatan selama ini,” tegasnya.

Kadis Kominfo Bulukumba, HM Daud Kahal, menambahkan, jika info yang berkembang saat ini sementara ditelusuri. “Dan jika sudah ada bukti dan motif akan diproses lebih lanjut,” singkatnya.

Sekadar diketahui, Pemkab Bulukumba melakukan mutasi terhadap dua pejabat, Jumat 3 Sept 2021 lalu, yang dibenarkan Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba Andi Zulkifli Indra jaya.

“Alhamdulillah hari ini ada dua rotasi, pertama Kabid Mutasi BKPSDM Andi Nuh Arfah ke PSDA, dan yang mengisi Kabid Mutasi yakni Ahmad Rais Haq,” ucapnya.

Ditanya soal jadwal mutasi besar-besaran, Andi Zulkifli menyampaikan, mutasi di Pemkab akan dilakukan secara bertahap.

“Jadi karena pandemi, jadi bukan mutasi besar-besaran. Hari ini sudah dimulai dua, akan bertahap dalam waktu dekat,” jelasnya…(*).

Lp. Suardi
Editor. Andi PW

Tokoh Dan Warga Sesali Pernyataan  Dokter di Enrekang, Tak Ada Pasien Covid – 19

NEWSSULSEL.online, ENREKANG – Sejumlah tokoh dan warga di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), menyesali pernyataan seorang dokter yang mengatakan tak ada pasien Covid – 19. Ujaran tenaga medis tersebut viral di media sosial dan menimbulkan kontroversi.

Dokter bernama dr Andiany itu membuat surat pernyataan yang dibuat pada 25 Agustus 2021. Dia secara gamblang, terang-terangan mengunkap bahwa tidak mengakui Covid-19. Hingha para tokoh dan warga di Kabupaten Enrekang angkat bicara.

Mereka menolak pernyataan sang dokter yang dinilai tak sesuai dengan keilmuannya dan membuat gaduh di masyarakat.

Ketua MUI Enrekang, KH Amir Mustafa mengatakan, pandangan dr Andiany lah yang keliru dan tidak sesuai dengan keilmuannya. Dia juga dianggap telah menciderai profesi dokter.

“Pendapat dr Andiany telah mencederai profesi kedokteran dan berpotensi menyesatkan masyarakat, apalagi saat ini protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan upaya bersama dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19,” kata KH Amir, Minggu 5 Sept 2021.

Dia menilai perlunya proses hukum sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. Sebab pernyataan dokter tersebut dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh terhadap informasi-informasi yang tidak benar, terutama berkaitan Covid-19,” katanya.

Pernyataan serupa dari Kepala RS Puang Sabbe Anggeraja, dr Sry mengatakan, pandangan dokter tersebut menimbulkan kebingungan publik. Padahal apa yang disampaikan keliru.

“Karena penyataan tersebut tidak berdasarkan keilmuan terbaru mengingat ilmu kedokteran itu semakin hari semakin berkembang,” kata dr Sry…(*).

Lp. Alif
Editor. Andi PW

RSUD Enrekang Klarifikasi Soal Penyataan Dokter, Menyebut Pasien Covid-19 Tak Pernah Ada

NEWSSULSEL.online, ENREKANG – Seorang dokter di RSUD Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Adiany Adil, viral di Medsos gegara membuat pernyataan bahwa COVID-19 bukan Diagnosis dan Pasien COVID-19 tidak pernah ada. Pihak RSUD Massenrempulu menyatakan Adiany sudah bukan pegawai RSUD Masserempulu.

“Dengan tegas saya membantah. Saya sampaikan yang bersangkutan bukan lagi pegawai ataupun PNS di RSU sejak tahun 2011,” kata Plt Direktur RSUD Masserempulu, Enrekang, Ira Desty Saptari, kepada wartawan, Minggu 5 Sept 2021.

Ira mengaku prihatin atas pernyataan Adiany. Dia menekankan pernyataan Adiany harus diluruskan agar masyarakat tidak terpengaruh.

“Pendapat yang sangat keliru dan perlu diluruskan. Jangan sampai membuat masyarakat menjadi bingung dan kurang percaya dengan adanya COVID-19, sehingga tidak mau melakukan protokol pencegahan penularan virus Corona, termasuk vaksinasi yang saat ini gencar dilakukan,” papar Ira.

“Sementara kita ketahui COVID-19 nyata dan banyak merenggut nyawa,” imbuhnya.

Sebelumnya, kepada awak media ini Sabtu 4 Sept 2021, Adiany menjelaskan maksud pernyataannya. Dalam Surat Pernyataan yang dibuat tertanggal 25 Agustus 2021. Adiany bahkan menilai COVID-19 tidak bisa dijadikan nama penyakit.

“Jadi sepengetahuan saya, Diagnosis yang ada jenis penyakit yang ada itu ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) yang disebabkan oleh mikroorganisme bernama virus. Itu nama penyakit dalam teori dan praktik kedokteran yang diterapkan selama ini. Itu kan kita kenal ada disebabkan virus dan bakteri,”  jelas Adiany menerangkan pernyataannya…(*).

Lp. Alif
Editor. Andi PW

Pastikan Masyarakat Bone Sulsel Aman Saat Liburan, Batalyon C Pelopor Lakukan Aksi Ini

NEWSSULSEL.online, BONE – Liburan merupakan waktu yang paling ditunggu oleh masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun perlu diingat berlibur di masa pandemi Covid -19 memiliki resiko tertular virus korona apabila abai dalam menerapan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

Oleh karena itu demi menghindari penyebaran Covid -19 akibat abainya masyarakat dalam penerapan Prokes saat libur akhir pekan di tempat wisata, personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel rutin menggelar patroli pemantauan situasi pada beberapa objek wisata yang ada di sekitar Kota Watampone.

Selain memantau situasi keamanan objek wisata yang disambangi, personel Brimob Bone juga mengingatkan pengunjung tempat wisata untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19, sehingga masyarakat tetap aman dan terlindungi dari paparan virus korona.

” Di masa pandemi Covid 19 saat ini, kita memang lebih dianjurkan untuk tetap di rumah saja, tapi bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di tempat wisata, kami sangat menyarankan untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan  agar terhindar dari paparan Covid 19,” sebut Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos Minggu, 5 Sept 2021.


Danyon Brimob Bone juga menambahkan bahwa personel Batalyon C Pelopor akan siap membantu masyarakat yang membutuhkan saat berada di tempat wisata

” Sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, selain mengimbau kepada masyarakat untuk taat menerapkan prokes dan menjaga kondusifitas keamanan, kami juga akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan saat berada ditempat wisata. Jadi kami berharap kepada masyarakat agar tidak ragu dan takut untuk meminta bantuan / pertolongan kepada kami ketika mendapat kesulitan,” tambahnya.

Pantau beberapa objek wisata, patroli tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel juga melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah rawan banjir yang ada di Kabupaten Bone. Hal tersebut dilakukan akibat derasnya curah hujan yang melanda Kabupaten Bone sejak tadi malam.


” Selain menyambangi lokasi wisata, tim SAR kami juga memantau wilayah rawan banjir mengantisipasi apabila terjadi kenaikan debit air sehingga apabila ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan untuk evakuasi kami bisa segera membantu,” tutur Kompol Nur Ichsan.


Ditempat terpisah Komandan Satuan ( Dansat ) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis,P.S.,S.I.K.,M.Si. menuturkan bahwa Satbrimob Polda Sulsel terus berupaya melaksanakan kegiatan-kegiatan pemantauan kondusifitas keamanan dan keselamatan masyarakat.


” Sebagai satuan yang memegang teguh motto pengabdian Jiwa Raga ku Demi Kemanusiaan , kami akan terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan pelayanan masyarakat seperti patroli imbauan keselamatan di objek wisata dan patroli pemantauan wilayah-wilayah rawan bencana seperti banjir. Patroli ini kami laksanakan sebagai implementasi Bhakti Brimob Untuk Indonesia,” pungkas Muhammad Anis…(*).

Editor. Bang Fly

KPK Geledah Sel Bupati Banjarnegara Setelah Akun Instagram Eks Bandar Narkoba ini Bikin Unggahan

NEWSSULSEL.online, JAKARTA – Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kamar tahanan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, di Rutan KPK di Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said Kavling C1 Jakarta setelah mendengar kabar akun Instagram milik Budhi membuat unggahan pada Sabtu 4 Sept 2021.

“KPK tadi langsung melakukan penggeledahan, di kamar tahanan bupati tersebut dan tidak ditemukan peralatan komunikasi HP,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam konferensi pers, Sabtu sore.

Ali mengemukakan, saat digeledah, Budhi mengaku dirinya tidak bisa menggunakan media sosial. Karena itu, Ali mengatakan, bisa jadi unggahan di akun Instagram milik Budhi diunggah pihak lain, bukan diunggah langsung oleh Budhi.

“Terkait dengan postingan dimaksud, bisa dimungkinkan dilakukan oleh pihak lain karena sekali lagi, tersangkanya sendiri menyatakan tidak bisa menggunakan media sosial,” ujar Ali.

Ali menegaskan, seluruh tahanan di KPK dilarang membawa dan menggunakan alat komunikasi, sesuai prosedur dan aturan terkait pengelolaan rumah tahanan.

Ali menambahkan, KPK secara rutin memeriksa setiap tahanan yang ada di KPK dengan detil selama 1×24 jam melalui kamera pengawas.

Sebelumnya, akun Instagram @budhisarwono mengunggah foto Budhi disertai keterangan berisi pernyataan Budhi menenggapi penetapannya sebagai tersangka oleh KPK.

Budhi ditahan KPK sejak Jumat 3 Sept 2021 setelah ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Budhi yang miliki jejak kelam sebagai eks bandar narkoba jenis Ekstensi, yang Dia ungkap secara belak-belakan saat “Talkshow” di sebuah televisi nasional dipandu seorang pengacara terkenal, Budhi Sarwono mengakui masa kelamnya itu, <span;>diduga menerima commitment fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara sekitar Rp 2,1 miliar.

Ia juga diduga berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur, di antaranya membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR, mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Selain Budhi, KPK juga menetapkan orang kepercayaan Budhi, yairu Kedy Afandi, sebagai tersangka dalam kasus itu…(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

2 Sungai di Polman Meluap. Puluhan Rumah Warga Dua Desa & Jalan Terendam Banjir

NEWSSULSEL.online, POLMAN –  Puluhan rumah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polaman), Sulawesi Barat (Sulbar), terendam banjir setinggi satu meter gegara meluapnya Sungai Andau dan Sungai Limbong Kadundung yang berada di pemukiman warga.

Camat Mapilli Rahmat Rubianto mengatakan setidaknya ada dua desa di wilayahnya yang terdampak banjir. Puluhan kepala keluarga terdampak banjir ini.

“Sekarang kami di daerah banjir, yang terdampak korban 54 kepala keluarga, namun ada dua desa yang terdampak pada malam hari ini, Desa Rappang Barat dan Desa Landi Kannusuang, di Dusun Pullundung yang sangat parah,” kata Camat Mapilli, Rahmat Rubianto, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu malam 4 Sept 2021.

Menurut Rahmat sebelum banjir menerjang, dua desa di wilayahnya hujan deras sempat mengguyur. Ia bersyukur, lantaran banjir setinggi satu meter yang sempat memicu kepanikan itu, segera surut.

“Alhamdulillah, memang tadi sekitar jam 17.30 hujan memang cukup tinggi. Namun alhamdulillah air sekarang sudah surut,” tuturnya.

Rahmat juga menuturkan sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa yang ditimbulkan peristiwa banjir. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Bersama sejumlah pihak, pemerintah setempat telah berada di lokasi untuk membantu warga terdampak banjir.

“Semua sudah bisa diselesaikan, berkat kerjasama pemerintah desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemuda karang taruna dan seluruh warga masyarakat. Taksir (kerugian) saat ini sekira 100 juta rupiah,” pungkas Rahmat.

Selain merendam rumah, banjir turut menggenangi permukaan jalan sepanjang tiga ratus meter. Derasnya arus banjir, sempat menyulitkan pengguna jalan yang ingin melintas. Tidak sedikit sepeda motor yang mengalami mati mesin, saat mencoba menerobos genangan banjir…(*).

Lp. Alif
Editor. Andi PW