suherman

PULAU LANTIGIANG DI KAB SELAYAR DIJUAL, PETUGAS TAMAN NASIONAL LAPOR POLISI

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Pulau cantik Lantigiang di Kab Selayar dikabarkan telah di jual, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengaku belum mendapat informasi dan laporan dari Bupati Selayar, Basli Ali.

“You tanya bupati Selayar karena beliau belum menyampaikan secara resmi kepada saya soal itu. Jadi tuk mengomentari hal yang tidak kita paham nanti bisa membingungkan masyarakat ,” terang Nurdin, Senin 1 Februari 2021.

Merebaknya kabar tersebut berawal saat pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato mendapat laporan soal surat keterangan jual-beli tanah Pulau Lantigiang. Petugas taman nasional pun kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Selayar Iptu Syaifuddin mengatakan pembelinya adalah warga asli Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun, suaminya adalah warga negara asing.

“Pembeli akan kita diperiksa pekan ini,” jelas Iptu Syaifuddin kepada awak media ini saat di konfirmasi via telepon senin malam tadi….(*).

 

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

Gempa Susulan Kembali Guncang Sulawesi Barat Bembuat Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

NEWSULSEL.obline, MAJENE – Gempa Magnitudo berkekuatan 4,4 kembali mengguncang Kab Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu 31 Januari 2021 malam.

Guncangan gempa susulan ini dirasakan cukup kuat oleh warga Mamuju dan Majene sekitar pada pukul 20:15 Wita hingga membuat warga panik berhamburan lari keluar rumah.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan, detik-detik saat gempa magnitudo 4,4 mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Berdasarkan rilis resmi Badan Metereologi Klimatologi Dan Geofisika, BMKG, titik episenter gempa ini, berada di 45 kilometer timur laut Majene dengan kedalaman 14 kilometer.

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal…(*).

Lp. Ida
Editor. Andi PW

KAPOLRI PERINTAHKAN JAJARANNYA BANGUN KOMUNIKASI BAIK DENGAN PENGURUS RABHITAH ALAWIYAH

NEWSULSEL.online, JAKARTA – Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang baru di lantik menggantikan Idham Azis, mengakui bahwa ada komunikasi antara pemimpin pemerintahan (umara) Khususnya polisi dan ulama terputus hingga berujung konflik di masyarakat.

Pengakuan itu disampaikan Kapolri Sigit saat mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rabithah Alawiyah di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu 30 Januari 2021. Sigit bercerita ulama merupakan salah satu orang yang berjasa merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.

Berkaca dari pengalaman sejarah itu, Sigit Instruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian yang berada di polda polda dan tingkat polres tuk bangun hubungan baik dan komunikasi yang baik dengan kawan-kawan kami pengurus Rabithah kata sigit.

“Saya sampaikan kepada seluruh jajaran saya di polda-polda, dan polres-polres yang saat ini sedang berdampingan dengan kawan-kawan pengurus Rabithah tuk bangun hubungan yang baik dan komunikasi yang baik,” ungkap Sigit.

Usai bersilaturahmi, Sigit menyampaikan pernyataan konferensi pers kepada media sekitar pukul 12.00 WIB.

Sigit mengatakan, kepolisian sepakat untuk membangun sinergi dengan ulama salah satunya DPP Rabithah Alawiyah dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Jadi tadi kami sampaikan ke beliau-beliau, Pak, titip supaya pesan Kamtibmas kami bisa disampaikan ke umat dengan bahasa-bahasa umat. Tentu ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Ia menyatakan, masalah Covid-19 merupakan masalah bersama, sehingga perlu ada sinergi antara pemerintah dan ulama termasuk DPP Rabithah Alawiyah.

Sinergi tersebut, kata dia, berupa edukasi kepada masyarakat yang dilakukan Polri bersama dengan DPP Rabithah Alawiyah.

“Kami tadi sepakat ke depan nantinya akan ada kegiatan-kegiatan bersama ke lapangan yang sifatnya edukasi, sosialisasi bagaimana peraturan 5M,” jelas Sigit…(*).

 

Lp. Putri
Editor. Andi PW

Pemerintah RI Bakal Ganti Metode Swab dengan Saliva untuk Pengujian Virus Covid-19

NEWSULSEL.online, JAKARTA – Pemerintah Repubik Indonesia rencana mengganti metode tes PCR dari swab ke saliva. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, tes saliva PCR adalah metode pengujian virus Corona (COVID-19) menggunakan air liur.

Sementara itu, swab PCR adalah metode pengujian COVID-19 dengan cairan dari hidung yang selama ini diterapkan di Indonesia.

“Di tahun 2021 ini di dalam rangka mempercepat dan memperluas tes PCR, kami sedang melakukan penelitian untuk mengganti swab dengan saliva. Saliva adalah air liur, sedangkan swab itu adalah cairan yang diambil dari belakang hidung kita,” kata Bambang dalam webinar ILUNI UI, Sabtu 30 Januari 2021.

Dengan saliva PCR, menurutnya durasi pengetesan PCR akan lebih cepat selesai karena adanya perbedaan ekstraksi dalam prosesnya. Di sisi lain, pendeteksi COVID-19 dari air liur lebih nyaman dilakukan ketimbang dari cairan hidung yang untuk diperolehnya perlu memasukkan tangkai panjang yang terbalut kapas ke dalam hidung.

“Nah ini diganti dengan saliva, air liur yang tentunya jauh lebih nyaman dan juga bisa lebih cepat. Karena dengan saliva kita tidak memerlukan ekstraksi RNA seperti yang harus dilakukan saat swab test,” imbuh dia.

Menurut Bambang, metode ini sudah dilakukan di sejumlah negara. Harapannya, saliva PCR ini bisa segera diterapkan di Indonesia, apalagi ia meyakini harganya biayanya murah dibandingkan swab PCR.

“Dan saliva (PCR) ini sudah dilakukan di beberapa negara. Mudah-mudahan Indonesia bisa segera mengaplikasikan tes saliva untuk PCR agar tingkat testingnya itu sendiri meningkat dengan biaya yang lebih murah dan nyaman,” tandas Bambang…(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

KAPOLSEK, LAPORAN PENYERANGAN DI DG TATA 3, OLEH ORANG SURUHAN ACO DG NAI DITINDAK LANJUTI

NEWSULSEL.online, MAKASSAR, Terkait dugaan keluarga korban penyerangan rumah di Jl Daeng Tata 3 yang mengakibatkan 2 korban tertusuk anak busur yang digunakan sejumlah orang suruhan Aco Daeng Nai, warga jl sekitar kanal dibelakang pasas Pabaeng Baeng Makassar 01 Januari 2021, ditindak lanjuti.

Hal tersebut langsung di tanggapi Kapolsek Tamalate Makassar Kompol Arifuddin mengatakan, Dugaan pihak keluarga Korban penyerangan di Jl Daeng Tata 3 di awal Tahun ini, sekitar pukul 06:00 tak ditindak lanjuti Polisi, itu tak benar.

” Dugaan Laporan korban monor: aduan/ 13/1/2021/Polsek Tamalate, tak ditindak lanjuti polisi, tak benar, Laporan ditindak lanjuti,” jelas Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin ke Newsulsel.online via Whatsapp Jumat kemari.

Ditempat terpisah keluarga korban yang kali kedua rumahnya diserang ini mengatakan. Saya sering lihat Abe dan Lulu juga Aco Dg Nai di rumahnya seakan tek tertindak polisi, bahkan Dg Nai mengatakan sy kira ko laporka kenapa sy tidal di tangkan, bahkan Dg Nai berpesan ke pada saya.

“Kasitau Limpo, biarl apor di mana saya tindak bisa di tindak, apa lagi kalau h di Polsek Tamalate. dan berkata kalau sy dapat Limpo kuto cappi, kusili limanna kata Dg Naik dengan ucapsombonya kerena hingga saat ini mungkin tak ditindak polisi”. kata keluarga korban yang medapat pesan dari orang yang suruh sejumlah orang serang rumah keluarganya…(*).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

PELAKU PENYERANGAN RUMAH DI DG TATA 3 SERTA ORANG YANG MENYURUH DIDUGA BELUM DITINDAK POLISI

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Abe dan Lulu dua dari sejumlah pelaku penyerangan rumah di jalan Dg Tata III Parantambung Kec Tamalae Makassar Sulawesi Selatan diduga belum di tindak polisi termasuk Dg Nai Orang yang mengaku menyuruh lakukan aksi penyerang kali kedua Jumat 01 Januari 2021.

Menurut Korban yang rumahnya di rusak juga korban tertusuk busur saat aksi lenyerangan dua dari sejumlah pelaku sempat ditangkap warga, dan akhirnya di lepas lantaran Dg Nai orang yang mengaku menyuru datang mau berdami dan menanggung kerusakan dan biaya pengobatan 2 korban tertusuk anak busur.

Namun faktanya tidak seperti itu, mala pada malam hari setelah kejadian sejumlah orang mendatang meneror korban KTP, seakan tak dapat di tindak polsi yang ada di TKP, saat 2 dari pelaku di tangkap warga setempat.

” Kejadian sudah kita laporkan ke Polsek Tamalate, dengan Lp monor: aduan/ 13/1/2021/Polsek Tamalate, barang bukti yang ada juga kita telah serahkan, namun hingga hari ini belum terlihat ada tindakan dari aparat,” kata Dg limpo ke Wartawan media ini, Rabu 20 Januari 2021.

Menurut Korban apa memang polisi tak mampu menindak para pelaku penyerangan dan orang yang menyuruh, kerena hingga saat ini pelaku masih bebas berkeliaran, bahkan Dg Nai orang yang menyuru bilang saya kira nu lapor ka.

“Kebapa saya dengan Abe dan Lulu tidak di tangkap kata Dg Nai kepada keluarga korban saat pergi menagi utang,” kata korban pelapor kasus penyerangan rumah di Dg Tata III.

Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin yang di konfirmasi semalam via telepon mengatan, akan saya cek dulu ke Kanit Reskrimnha terkait masalah itu.

” Saya cek dulu ke Kanit Reskrimnya terkait masalah itu,” ucap kompol Arifuddin…(*).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

PENGGUNA JL DI MAKASSAR: PEMKOT JANGAN TUNGGU POHON TUMBANG CELAKAI KITA

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Sejumlah pengguna jalan mengingatkan Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) agar lakukan inspeksi, pohon disepanjang jalan yang ada di Kota Makassar.

Menurut H Narno, mestinya pihak Pemkot Makassar lebih tanggap menyikapi cuaca ekstrim seperti tuk mengantisipasi segala ke mungkinan terjadi hal hal yang dapat mencelaki warga pengguna jalan di Makassar dengan asesment pohon di sepanjan jalan, apakah masih layak dilestarikan atau perlu ditebang, dipangkas untuk mengurangi beban angin,

“Jangan menunggu pohon tumbang sendiri akibat diterpa angin dan mencelakai rumah warga danpengguna jalan kasihan,” pinta Narno tadi malam.

lebih lanjut dicontohkan H Narno kejadian di rumah sakit Labuangbaji perempatan jl. Ratulangi Landak Kakarua sebuah pohon besar tumbang dan menimpa pengguna jalan dan kendaraan yang ada di TKP di akhir tahun lalu.

” Selasa Pagi kemarin 19 Januari 2021
kejadian sama terjadi 2 lagi pohon tumbang, satu di Jl pengayoman dan satu lagi di depan pos satpam BI Gunungsari jln. St Alauddin, untung tidak menelan korban,” jelas Narno berharap Pemkot lebih peduli keselamatan warga dan pengguna jalan…(*).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

BANJIR KEMBALI KEPUNG PEMUKIMAN WARGA MAKASSAR, RATUSAN RUMAH DI ANTANG TERENDAM AIR

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan ratusan rumah warga di Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala kembali di kepung banjir Selasa, 19 Januari 2021.

Banjir yang landa warga kota Makassar ratusan rumah di antang terendam

Pantauan Newsulsel.online dilakasi banjir, air yang merendam pemukiman warga di Perumnas Antang, rata-rata setinggi 1 meter lebih, setenga bagian dari bangunan rumah yang ada. Hingga penghuni rumah memilih tuk mengungsi di masjid yang tak terendam air.

Kasi Operasi Basarnas Sulsel Muh Rizal yang di temui awak media ini di lakasi banjir mengatakan pihaknya sudah mengevakuasi sejumlah warga yang rumahnya terendam, tetapi sebagian warga lain tetap bertahan di rumah yang terendam air.

“Kita sudah lakukan evakuasi kepada sejumlah warga, namun sebagian lainnya memilih masih bertahan, menolak meski sudah kami bujuk untuk ikut mengungsi sementara,” kata Rizal.

Rizal pun nenuturkan jika pihaknya sudah mengingatkan warga yang menolak dievakuasi soal potensi air yang terus naik saat hujan turun.

“Sudah diingatkan tadi kalau ketinggian air semakin naik jalur bisa terputus dengan arus deras, apalagi BMKG memberi peringatan level siaga dan bukan waspada lagi,” jelasnya.

Oleh itu, Petugas Basarnas Sulsel sudah menyiapkan perahu karet bagi kebutuhan warga sewaktu waktu. Ia juga meminta masyarakat siaga dan segera dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

“Ada perahu karet dari banjir kemarin sudah ada di sana untuk kepentingan warga, kami harap mereka mau ikut,” terangnya.

Ditempat terpisah, Camat Manggala Makassar, M Anshar Umar mengatakan banjir ini merupakan banjir kedua yang terjadi. sebanyak 400 hingga 500 rumah warga akibat banjir di wilayahnya.

“Ini yang kedua kali dan warta sudah siap sejak sore kemarin, sudah mengantisipasi kemarin, banyak warga sudah antisipasi. Kalau yang terdampak ini 400-500 rumah ya,” kata Anshar…(*).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

Penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel Kejar Peluku Penbacokan FI (26) Pegawai SPBU Di Makassar,

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Seorang Pegawai SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial Fi (26) jadi korban penganiayaan. Gegara korban menegur pelaku yang saat hendak mengisi bensin, pemotor merokok di SPBU.

Kasubdit Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto, menuturkan korban menegur pelaku yang hendak mengisi BBM di Jalan Perintis Kemerdekaan, samping Kampus UIM, Makassar.

Saat ditegur,  pelaku menolak mematikan rokoknya. Korbanpun langsung mengadukan kejadian tersebut kepada pengawas SPBU. Korban bersama pengawas SPBU kemudian mengusir pelaku dari kawasan SPBU.

Tidak terima dengan perlakuan pegawai SPBU itu, pelaku datang kembali bersama sejumlah rekannya saekitar 10 orang menganiaya korban mengunakan sebilah parang dengan cara membacok

“Luka pada bagian kepala, lengan kanan, serta jari tangan kanan,”  kata Kompol Suprianto kepada wartawan media ini 14 Januari 2021.

Usai menganiaya korban, pelaku meninggalkan SPBU. Pelaku juga merusak motor yang terparkir di samping SPBU.

“Pelaku belum ditangkap, pelaku masih pengejaran,” kata Kompol Suprianto…(*).

Lp. Rosita
Editor. Andi PW

UNGKAP KASUS PEREDARAN KOSMETIK ILEGAL DI MAKASSAR, POLISI TAHAN, 2 DARI 3 TERSANGKA

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polrestabes Makassar, menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus perdagangan kosmetik ilegal merk “Maloloy”. Ketiganya adalah, Ulfa, Supardi, dan Rita sejak Minggu 10 Januari 2021.

polisi saat mengamankan kosmetik ilegal merk Maloloy dirumah salah satu pelaku

“Tapi baru 2 oran pelaku yang akan dilakukan penahanan,” ungkap Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus kepada jurnalis dalam ekspos tangkapan di kantornya, Selasa kemari.

Maloloy, kosmetik kecantikan tanpa izin edar BPOM, yang berhasil disita oleh Tipidter Polrestabes Makassar, ternyata beromzet hingga miliaran rupiah. Polisi sebut, kosmetik ilegal ini diedarkan di Kota Makassar hingga Lampung dan NTT.

“Ada lima orang yang diamankan. Tapi dari hasil gelar perkara, dua orang ditetapkan tersangka”

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi Idrus mengatakan dalam pengungkapan kasus kosmetik ini, berhasil menetapkan dua orang tersangka. Mereka bernam Supardi dan Rita.

Kedua tersangka, merupakan pemilik atau owner kosmetik bermerek Maloloy. Mereka telah menjalankan bisnis terlarangnya, dua tahun terakhir. Tidak tanggung-tanggung, kosmetik tanpa izin edar BPOM ini, dijual hingga diluar pulau Sulawesi.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan pasal 196, 197 Undang-Undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 dan pasal 55, 56 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana hingga 15 tahun penjara.

“Kami masih terus kembangkan kasus ini, dengan memeriksa tersangka secara intens. Karena tak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tegasnya…(*).

 

Lp. Rosita
Editor. Andi PW