suherman

Pastikan Pemilu Aman, Polisi Di Makassqr Rutin Pantau Gudang Logistik 1×24 Jam

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Penyelenggara pemilu di berbagai daerah kini berlomba-lomba memenuhi kebutuhan logistik pemilu serentak, yang akan digelar tanggal 9 Desember 2020, nanti. Salah satunya di Kota Makassar.

Logistik Pilkada yang sedang disortir di Gedung Celebes Convention Center

Agar dapat berjalan dengan aman tanpa gangguan, jajaran kepolisian resort Kota Makassar dan Polsek Mariso mengawal ketat barang Logistik Pilkada yang sedang disortir di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Jl. Metro Tanjung Bunga Kota Makassar Kel. Mattoanging Kec. Mariso,

Hal tersebut dikemukakan oleh Kapolsek Mariso Polrestabes Makassar Kompol Ahmad Yulias dilokasi, ” kami rutin (1×24 jam) memantau amannya Logistik Pemilu mulai dari Pekerjanya yang datang hingga protokol kesehatan yang ada ditempat itu, semuanya kami awasi”, ucapnya.

“Sekarang kegiatan sudah berjalan 4 hari, pak dan alhamdulillah sampai saat ini proses kegiatan di tripel c masih aman terkendali”, terangnya saat di konfirmasi oleh sejumlah media Rabu, 25 Nov 2020.

Ia juga menjelaskan pemantauan kedatangan surat suara terus dilakukan. Jumlah surat suara yang semakin banyak akan terus dipantau oleh personel di masing-masing gudang. “Kita ingin pelaksanaan Pilkada 2020 berjalan
dengan lancar,” ujarnya.

Mengenai hal tersebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K. M.Si., mengatakan, bahwa tujuan dari pengecekan ini untuk memberikan Jaminan bhw logistik pilkada tetap aman sebelum didistribusikan ke TPS…(*).

Lp. Hms PS
Editor. Andi PW

Bhabinkamtibmas Balang Baru Polsek Tamalate Makassar Salurkan Bantuan Presiden ke Warga Binaan

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Untuk Meringankan beban masyarakat ditengah Pandemi covid-19 pemerintah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga yang kurang mampu

Nampak dalam tangkapan kamera media ini Bhabinkamtibmas Balangbaru Polsek Tamalate Bripka Firmawan menyerahkan bantuan presiden ke salah satu warganya, selasa 24 Nov 2020.

“Ini merupakan bantuan dari presiden saya selaku bhabinkantibmas diberi tugas untuk menyalurkan kepada warga di daerah binaan saya, semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban ibu ditengah masih merebaknya wabah pandemi covid-19 ” kata Bripka Firmawan

Salah seorang warga penerima bantuan ibu Nuraeni ( 38) menyampaikan rasa terima kasih setelah menerima bantuan tersebut

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan sembako ini setidaknya dapat meringankan beban hidup kami kedepannya semoga pemerintah dapat lebih lagi memperhatikan warganya ditengah wabah virus Corona tutur ibu Nuraeni

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo S.I.K, M.Si. mengatakan, bantuan itu diserahkan guna meringankan beban masyarakat di tengah wabah virus corona yang sudah sangat meresahkan dimana masyarakat terdampak dalam mencari nafkah tidak seperti biasanya yang mengakibatkan pendapatan masyarakat juga menjadi terganggu….(*).

Lp. Hms PS
Editor. Andi PW

ANGGOTA TNI NYARIS BENTROK MASSA FPI, GEGARA CABUT BALIHO HABIB RIZIEQ DI PETAMBURAN

NEWSULSEL.online, JAKARTA – Gegara pencabutan baliho, spanduk dan atribut Front Pembela Islam.(FPI) di sekitar Markas FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 20 Nov 2020 oleh anggota TNI, tidak dapat diterima anggota FPI.

Anggota TNI nyaris bentrok massa FPI saat cabut baliho Habib Rizieq di Petamburan, 

Akibatnya sejumlah massa FPI
menghampiri para anggota TNI yang sedang mencopoti spanduk. Suasana pun sempat memanas dan nyaris bentrok saat para anggota FPI ini mencoba menghentikan aksi pencopotan tersebut.

Massa FPI juga terlihat berupaya mengambil paksa baliho, spanduk, dan atribut FPI lainnya yang berada di mobil pikap TNI. Untung keributan berhasil diredam oleh anggota TNI lainnya, dan pihak kepolisian yang ada di lokasi itu.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang di konfirmasi mengakui jika aksi personel TNI yang mencopoti baliho FPI merupakan perintahnya. Pasalnya, Ia merasa heran dengan ulah Front Pembela Islam (FPI) yang memasang baliho sembarangan.

“Ini negara negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho itu sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar, enggak ada itu,” ujar Dudung usai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat kemarin.

Ia juga menuturkan pada, awalnya prajurit TNI Kodam Jaya ikut mendampingi Satpol PP menurunkan baliho Rizieq Shihab yang dipasang tanpa izin. Namun pihak FPI  justru kembali memasang baliho yang sudah diturunkan Satpol PP.

“Hal inilah yang membuat TNI turun tangan melakukan tindakan tegas, itu perintah saya, sebab sudah beberapa kali Satpol PP turunkan, dinaikan lagi, ujar Dudung.

“Itu perintah saya, berapa kali Satpol PP turunkan dinaikkan lagi. Itu perintah saya,” ujar Dudung.

Menurutnya operasi menurunkan
baliho Habib Rizieq terus berlanjut. Bahkan Ia memerintahkan prajurit Kodam Jaya tidak segan-segan untuk bertindak tegas…

“Ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” pungkasnya…(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

KAPOLDA METRO JAYA IRJEN POL MUH FADIL IMRAN BARU DILANTIK LANGSUNG TEBAR ANCAMAN

NEWSULSEL.online, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen H. Muhammad Pol Fadil Imran, M.Si yang baru dilantik ini langsung menebar ancaman pada warga yang tidak mengindahkan aturan protokol kesehatan, termasuk pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS).

Pengganti Irjen Pol Nana Sudjana Kapolda Metro yang dimutasi 16 Nov 2020 lalu ini, tak akan segan-segan menindak tegas mereka yang membuat acara melibatkan banyak orang lantaran menurutnya

“Jakarta belum aman dari pandemi Covid- 19. Jadi siapapun yang melanggar protokol kesehatan akan kami tindak tegas,” kata Irjen Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 20 Nov 2020.

Jendral bintang dua berdarah Sulsel yang lahir di Makassar 14 Agustus 1968 ini juga mendukung langkah Pangdam Jaya mencopot baliho yang bergambar Habib Rizieq Shihab.

Kebijakan Pangdam Jaya menertibkan baliho itu merupakan aturan yang telah diatur oleh undang-undang.

“Kami dukung apa yang dulakukan Pangdam Jaya karena tujuannya pasti baik untuk negeri ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, Imran juga menegaskan pihaknya akan melakukan upaya pencegahan terjadinya kerumunan orang.

“Semua langkah- langkah upaya kerumunan di Jakarta akan kita intervensi dari dini,” tegasnya…(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

PULANG TAHLILAN, SUAMI TERKEJUT LIHAT ISTRI DIRUMAH TERGELETAK TEWAS BERSIMBAH DARAH

NEWSULSEL.online, JATIM – Setiap malam Jumat seperti biasa warga Nahdliyin di Tulungagung rutin mengikuti tahlilan. Demikian pula yang dilakukan Nuril Huda (55) warga RT 3 RW 2 Dusun Tanggung, Desa Suruhan lor, Kec Bandung, Kab Tulungagung ini.

Namun betapa terkejutnya Huda saat pulang dari jamaah tahlil itu, karena sesampainya di rumah nya, Ia dapati istrinya tergeletak di lantai samping tempat tidur bersimbah darah tak bernyawa lagi.

Menurut informasi yang dihimpun Newsulsel.online di lokasi kejadian, mengatakan Nikmati Rohma (45) istri Nuril Huda ini tewas akibat pembunuhan semalam, saat ditinggal suaminya pergi tahlilan.

Kejadian itu diperkirakan pada pukul 19.30 WIB, saat Huda yasinan atau tahlil di rumah tetangga yang.tidak terlalu jauh dari rumah korban, jarak sekitar 300 meter.

“Saat ditemukan, Rohmah tergeletak dilantai sudah bersimbah darah, ada luka dibagian kepala, dan.sudah tak bernyawa lagi (meninggal dunia),” jelasnya

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudo Setyantoro, saat dikonfirmasi belum bisa memastikan apakah Nikmatu Rohmah meninggal karena pembunuhan atau karena masalah lainnya.

“Belum tahu, anggota masih cek TKP untuk memastikan (korban pembunuhan atau bukan),” kata Ardyan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, saat konfirmasi Kapolsek Bandung AKP Alpo Gohan, mengatakan, jika dilihat dari keadaan korban saat ditemukan, kemungkinan merupakan korban pembunuhan.

“Kalau dilihat bekas lukanya, iya (korban pembunuhan),” kata Alpo, saatasih di TKP Jumat 20 Nov 2020,

Namun, Alpo belum dapat menyimpulkan karena jenazah Nikmatu Rohmah harus di autopsi terlebih dahulu untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Masih dibawa ke rumah sakit, (kesimpulan) menunggu hasil autopsi,” terangnya.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih terlihat berada di TKP untuk terus melakukan identifikasi dan mendapatkan petunjuk terkait kejadian itu….(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

 

Operasi Yustisi, Polres Lutim Bersama Satpol PP Pemda Kab Lutim Sasar Rumah Sakit Wotu

NEWSULSEL.online, LUTIM – Dalam upaya berkelanjutan soal memutus mata rantai pandemi COVID-19, Polres Luwu timur ( Lutim) bersama satpol PP dan Pemda Lutim terus gencar melakukan operasi yustisi dan menyoalisasikan pemakaian masker.

Pengunjung yang tak gunakan masker di salah satu rumah sakit di Wotu, Lutim, Sulsel.

Rabu 18 Nov 2020 terlihat personil gabungan menyasar daerah kecamatan wotu salah satu tempat yang di sasar yakni rumah sakit I lagaligo kec.wotu kabupaten luwu timur.

Kegiatan ini langsung di pimpin oleh Paur subbag bin ops polres luwu timur IPDA MUH.JUNUS bersama rekan- rekan dari Satpol PP dan Pemda Lutim menyasar lokasi tersebut.

” Giat ini Guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, polres luwu timur bersama pemda luwu timur menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara hidup sehat sesuai dengan sistem protokol kesehatan yang diberikan oleh pemerintah ‘’ kata IPDA Muh.Junus.

pengguna jalan yang terjaring operasi yustisi Polres Lutim bersama instansi terkait

Dalam kegiatan operasi yustisi hari ini personil masih menemukan masyarakat yang kurang mematuhi akan pentingnya protocol kesehatan dimasa pandemic sekarang ini.

‘’ Masih banyak masyarakat yang kami temui di lokasi tidak menggunakan masker ,sebagai sanksinya kami memberikan hukuman berupa fisik yang terukur seperti push up dan teguran lisan’’. Jelas ipda Muh.junus

tujuan operasi yang dilakukan pihaknya adalah upaya dari Kepolisian resor Luwu timur dan Pemerintah Kabupaten Luwu timur untuk lebih menyadarkan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

‘’ Hukuman yang diberikan seperti push ap gunanya agar menyadarkan masyarakat tentang pentingnya mematuhi protocol kesehatan seperti memakai masker saat beraktivitas diluar rumah, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan agar covid-19 tidak tertular pada diri kita maupun orang yang kita sayangi selain itu hukuman yang diberikan sebagai olahraga ringan agar tubuh tetap bugar, sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya’’

Diharapkan operasi yustisi ini dapat menyadarkan masyarakat agar tetap mematuhi protocol kesehatan sehingga angka penyebaran covid-19 khususnya di kabupaten luwu timur mengalami penurunan bahkan bias menjadi zona hijau.

Terkait hal tersebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K.,M.Si., menjelaskan Operasi Yustisi ini digelar tersebut untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden RI dalam rangka peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan….(*)

Lp. Bayu
Editor. Andi PW

Gawat,.. Mantan  Ketua “MK” Dan OC Kaligis Minta Aparat Tangkap Habib Rizieq, Ada Apa Ini

NEWSULSEL.online, JAKARTA – Agar dugaan provokasi tak menebar luas, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) thn 2003-2008 Jimly Asshiddiqie minta aparat menindak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq lantaran ceramah yang disampaikan kepada jamah penuh kebencian.

Hal tersebut disebutkan Jimly lewat
akun Twitter, @JimlyAs, Rabu 18 Nov 2020 dalam bentuk tulisan seperti ini. “Ini contoh ceramah yang bersifat menantang dan berisi penuh kebencian, permusuhan, yang bagi aparat pasti harus ditindak. Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atas namakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau’zhoh hasanah,”

pengacara OC Kaligis

Adapun, pidato yang dimaksud adalah ceramah Rizieq yang menyinggung soal penistaan agama. Dalam cuplikan video berdurasi 40 detik tersebut, Rizieq menyinggung soal tragedi berdarah di Prancis yang terkait dengan penghinaan terhadap Islam.

Menurut Rizieq, kejadian di Prancis merupakan contoh pembiaran negara terhadap penistaan agama. Oleh karena itu, dia meminta setiap penista agama Islam di Indonesia harus diproses.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq

“Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses, betul? Kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam kalau kepalanya ditemukan di jalanan,” ujar Rizieq dalam cuplikan video tersebut.

Lebih lanjut, Jimly mengatakan bahwa era modern merupakan dunia yang kompleks. Kehidupan saat ini memerlukan spesialisasi, sehingga setiap orang dapat berbagi fungsi dan peran.

Dalm hal itu ulama harus memiliki spesialisasi dan membagi tugasnya. Mengenai urusan politik kenegaraan, dapat diserahkan kepada partai politik atau organisasi politik.

“Sedangkan kualitas akhlak bidang lain jadi fokus dakwah ulama. Ini bukan sekularisme tapi manajemen dakwah,” ujar Jimly.

Jimly juga menjabarkan bahwa tugas pemimpin dalam kehidupan bersama adalah memberikan keadilan, menjaga kerukunan, memakmurkan, dan mengawal kebebasasn agar teratur untuk mendorong kreativitas dan inovasi ke arah pencerahan dan kemajuan peradaban.

“Jika tidak, maka tidak diperlukan pemimpin sama sekali,” ungkap Jimly.

Hal sama juga di minta oleh Prof Otto Conelis Kaligis yang populer di sapa  OC kaligis, melalui mengirimkan surat terbuka ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto, agar segera menangkap dan mengadili Rizieq Shihab dengan sangkaan makar dan provokasi yang akan memecah belah kesatuan NKRI.

Surat terbuka OC Kaligis tersebut beredar luas di Group WA Inspirasi Malang Raya, dan sudah dilihat oleh ratusan anggotanya…(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

 

DIDUGA PEMBANGUNAN PAGAR PUSKESMAS DI LAKAWALI TANPA PAPAN INFORMASI PROYEK SILUMAN

NEWSULSEL.online, LUTIM – Pembangunan pagar puskesmas di desa Lakawali kecamatan Malili kabupaten Luwu Timur di duga proyek siluman pasalnya tidak terlihat papan plang proyeknya sesui petunjuk pelaksaan UU keterbukaan informasi publik No.14 tahun 2008.

Dari hasil pantauan dilapangan diduga pihak pelaksaan sengaja abaikan petunjuk pelaksaan kegiatan proyek, agar masyarakat tak mengetahui sepesipikasi material dan volume juga anggaran yang di gunakan bersumber dari mana, sehingga pekerjaan proyek bisa diakal akali, tidak sesuai kontrak pekerjaan proyek.

Menurut Rusli (45) warga disekitar lokasi yang sehari-hari bercocok tanam/petani kepada awak media Newsulsel.online mengatakan, Ia juga tidak tahu menahu soal proyek pembangunan pagar puskesmas itu,

“Saya tidak tahu siapa pelaksana proyek itu, juga besar anggaran yang di gunakan dari mana, apalagi nama perusahaan yang dapatkan kontrak pembangunan pagar puskesmas itu, mungkin,” jelasnya Selasa 17 Nov 2020.

Hingga berita ini diterbitkan Newsulsel.online belum ada keterangan resmi dari pihak puskesmas rajawali dan instansi terkait yang menganggarkan proyek tanpa papan bicara itu.

Di harapkan Pemkab Lutim dapat memperketat pengawasan pekerjaan yang diberkan oleh para kontraktor atau rekanan agar hasil pekerjaan dapat berkualitas baik dan pelaksanaan pekerjaan di pertanggung jawabkan sesuai kontran yang ada…(*)

 

Lp. Idul
Editor. Andi PW

GEGARA PROTOKOL KESEHATANI KAPOLDA METRO JAYA DAN KAPOLDA JABAR DICOPOT

NEWSULSEL.online, JAKARTA – Irjen Nana Sudjana dicopot dari jabatan Kapolda Metro Jaya gegara dianggap tak melaksanakan perintah, tegakkan protokol kesehatan COVID-19.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana

Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel. Senin 16 Nov 2020. Selain Nana, nasib sama juga dialami Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi.

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan,” kata Argo

“Yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapoda Jawa Barat,” sambung Argo menjelaskan dari sejumlah Kapolda yang di copot berdasarkan surat telegram KAPOLRI nomor 3222 tertanggal 16 Nov 2020…(*)

Lp. Putri
Editor. Andi PW

DUKUNGAN BERBAGI ELEMEN MENGALIR TERUS KE SUARDI SALEH-ASKA PASLON BUPATI BARRU

NEWSULSEL.online, BARRU – Jelang hari pencoblosan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Barru nomor urut 2, Suardi Saleh – Aska Mappe (SS-AK) tak henti-hentinya mendapat dukungan lagi dari lintas elemen dan tokoh masyarakat di Kab Barru.

Kali ini, Mantan Calon Wakil Bupati Barru di Pilkada 2010 lalu, Syamsul Muhadi yang menegaskan dukungannya ke pasangan berpengalaman itu. Alasannya, pembangunan di Barru sangat dirasakan di era kepemimpinan Suardi Saleh.

Dukungan tersebut dibuktikan ketika Haji Ancu–sapaan akrab Syamsul Muhadi, ikut dalam sosialisasi Cabup Barru, Suardi Saleh di Mate’ne, Senin 16 Nov 2020. Haji Ancu diketahui di Pilkada Barru 2010 lalu maju berpasangan dengan Haji Anas.

Dalam kesempatan itu, H. Ancu mengaku jika dirinya memberikan dukungan kepada SS-AK karena telah memberikan bukti kinerja, bukan janji kepada warga Barru. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang lebih banyak bekerja daripada bicara.

“Tentu saya sudah mendukung, buktinya saya hadir di sosialisasi Pak Suardi hari ini kan. Jadi tidak perlu lagi dipertanyakan dukungan saya kepada siapa di Pilkada Barru tahun ini. Ini sudah jelas saya bersama pasangan SS-AK, sudah terbukti bukan hanya pemberi janji,” kata H. Ancu.

Ia mengaku jika seluruh tim yang pernah direkrutnya pada Pilkada 2010 lalu telah dikumpulkan kembali dan siap bergerak bersama memenangkan pasangan SS-AK. Menurutnya, tim yang dikumpulkan itu sangatlah militan dalam berinteraksi dengan warga.

Tim yang pernah saya bentuk dulu di Pilkada 2010 sudah pernah saya kumpulkan dan semuanya masih setia dengan saya untuk bersama-sama mendukung pasangan SS-AK. Dan mereka ini sangatlah militan berinteraksi dan menggalang dukungan kepada warga,” jelasnya.

Atas dasar itu, H. Ancu mengaku sangat optimis jika pasangan SS-AK dapat memenangkan pertarungan di Pilkada Barru 2020. Ia mengatakan jika kemenangan sudah di depan mata. Namun seluruh tim yang bergerak tidak boleh berpuas diri.

“Saya yakin dan percaya jika pasangan SS-AK akan menang di Pilkada Barru. Sebab pendukung saya perhatikan hampir merata di seluruh kecamatan. Tapi, saya hanya ingin mengingatkan kepada seluruh tim bahwa tidak boleh cepat berpuas diri, kita harus bergerak terus tuk menang t3lak,” pungkas haji Ancur, via rilis yang di bagikan kepada wartawan….(*).

Lp. Brutus
Editor. Andi PW