suherman

Kajati Lantik Wakajati Dan 2 Asisten 8 Kajari Kejati Sulsel, Ini Pesannya

NEWSSULSEL.id, MAKASSAR – Kepala Kejaksaan Tinggi  Sulawesi Selatan, Agus Salim melantik Wakajati Sulsel Serta Pejabat Eselon III (2 Asisten, 8 Kajari), di Rangkaian Pengambilan Sumpah Jabatan dan Serah Terima Jabatan lingkup Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, bertempat Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel, Kamis (13/06/2024).

Adapun nama-nama pejabat yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor :KEP-IV-523/C/05/2024 Tanggal 21 MEI 2024 tentang pemindahan/pengangkatan dengan pangkat yang sama, masing-masing atas nama:

1. Dr. Teuku Rahman, S.H., M.H.sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat di Manokwari selanjutnya mendudukijabatan baru sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan di Makassar

2. Andi Sundari, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Makassar di Makassar selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Asisten Pembinaan pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan di Makassar;

3. Rizal Syah Nyaman, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng di Singaraja, selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan di Makassar;

4. Nauli Rahim Siregar, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara pada Biro Perlengkapan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung di Jakarta selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Makassar di Makassar;

5. Ikeu Bachtiar, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat di Mataram selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Palopo di Palopo;

6. Abdillah, S.H.,MH. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung di Jakarta selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pare Pare di Pare Pare;

7. Muh Zulkifli Said, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar di Polewali selanjutnya menduduki jabatan baru menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Maros di Maros.

8. Budi Nugraha, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bengkulu di Bengkulu selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur di Malili.

9. Supardi, S.H. sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, saat ini di promosi dalam jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan di Pangkep.

10. Teuku Luftansya Adhyaksa Putra, S.H. sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jambi di Jambi, saat ini di promosi dalam jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto di Jeneponto.

11. Syamsurezky, S.H., M.H. sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara di Sofifi, saat ini di promosi dalam jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barru di Barru.

Dalam sambutan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim menyampaikan rotasi alih jabatan dilingkungan Kejaksaan adalah siklus yang dibutuhkan dalam rangka regenerasi sekaligus penyegaran personil dan organisasi. upaya penataan melalui pergantian dan penyegaran ini dipandang perlu sebagai ikhtiar kejaksaan untuk senantiasa menjadi tetap kuat, lebih solid, dan lebih siap guna menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis dan kompleks.

Agus Salim melanjutkan bahwa pejabat yang ditunjuk pimpinan tentulah merupakan insan terbaik adhyaksa karena sudah melalui proses kajian mendalam, pertimbangan matang serta penilaian obyektif untuk mengisi jabatan yang telah ditentukan dengan memperhatikan prinsip “The Right Man On The Right Place”.

Diharapkan pejabat yang ditunjuk dapat melaksanakan amanah yang diberikan untuk kejayaan institusi, dengan cara: laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, komitmen sungguh-sungguh untuk bekerja keras serta cerdas, semangat Een En Ondeelbaar dan saling bahu membahu.

Kajati Sulsel, berpesan kepada para pejabat yang dilantik agar mengerahkan kemampuan terbaik saudara untuk menghadirkan kejaksaan tinggi sulawesi selatan yang kolaboratif, inovatif, transformatif, adaptif serta inklusif yang mampu memberikan pelayanan publik dengan rasa keadilan yang humanis bagi kemajuan masyarakat provinsi sulawesi selatan serta bangsa dan negara indonesia. dengan mempedomani dan melaksanakan 7 (tujuh) Perintah Harian Jaksa Agung Republik Indonesia Tahun 2023, yaitu:

1. Aktualisasikan polahidup yang merefleksikan nilai tri krama adhyaksa baik dalam pelaksanaan tugas maupun bersosialisasi di tengah masyarakat.

2. Tingkatkan kepekaan sosial berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang serta kehidupan bermasyarakat.

3. Wujudkan kesatuan pola analisis yuridis yang terstruktur dan terukur dalam setiap penyelesaian penanganan perkara.

4. Laksanakan penegakan hukum dan penyelesaian perkara secara prosedural dan tuntas.

5. Perkuat kemampuan manajerial dan administratif sebagai sarana pendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kejaksaan.
6. Optimalkan sinergi antar bidang guna mewujudkan keberhasilan capaian kerja institusi
7. Jaga netralitas personel dalam menyongsong pemilu serentak tahun 2024.

Dan untuk menjaga serta meningkatkan public trust kepada kejaksaan, Agus Salim meminta agar mencermati dan mempedomani Instruksi Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Publikasi Kinerja Dan Pemberitaan Positif Mengenai Kejaksaan Di Media Massa Dan Media Sosial, dan wajib menjaga integritas dan marwah kejaksaan serta menjaga diri di dalam dan di luarkantor. Cermati dan pedomani juga Surat Jaksa Agung RI NOMOR: B-67/A/SUJA/03/2022 Tanggal 9 Maret 2022 yang berisi peringatan tegas untuk tidak melakukan perbuatan tercela berupa Intervensiaan/atau campur tangan mencari keuntungan dalam pengadaan barang/jasa atau meminta proyek, baik Di Kementerian/Lembaga Instansi, Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, dan BUMN/BUMD.

Kajati Sulsel, Agus Salim mengingatkan dan menegaskan kembali tentang Peringatan Jaksa Agung RI, untuk senantiasa menerapkan pola hidup sederhana dan menghindari gaya hidup hedonis yang suka memamerkan harta benda dan kemewahan.

“Hentikan gaya hidup bermewah-mewahan, pimpinan tidak akan segan-segan mencopot jabatan saudara, hanya karena pola hidup hedonis” tegasnya.

Agus Salim juga meminta untuk Mencermati Dan Mempedomani Instruksi Jaksa Agung Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penerapan Pola Hidup Sederhana, antara lain:

1. Menghindari gaya hidup konsumtif dengan tidak membeli/memakai/memamerkan barang-barang mewah.

2. Menghindari timbulnya kesenjangan dan kecemburuan sosial dengan tidak mengunggah foto/video pada media sosial yang mempertontonkan gaya hidup yang berlebihan.

3. Menyesuaikan dan menyelaraskan perilaku sehari-hari berdasarkan norma hukum dan adat istiadat setempat.

4. Menyelenggarakan acara atau perayaan yang sifatnya pribadi dengan sederhana dan tidak berlebihan.

5. Menghindari tempat tertentu yang dapat mencemarkan kehormatan dan/atau merendahkan martabat institusi seperti lokasi perjudian, diskotik, klub malam, atau tempat lain yang serupa.

Kajati Sulsel, Agus Salim mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang baru saja dilantik, selamat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan tegak lurus terhadap tugas dan kewenangan.

Agus Salim juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian serta kerjasama yang baik selama bertugas di lingkungan kejaksaan tinggi sulawesi selatan kepada pejabat yang lama serta berpesan semoga nantinya dapat melaksanakan tugas di tempat yang baru dengan lebih baik dari sebelumnya…(*).

 

Lp. SOETARMI,S.H.,MH

Buruan Ada Pemutihan Pajak Dan Bea Balik Nama  Kendaran di Sulsel 

NEWSSULSEL.id, – Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan memberikan pemutihan pajak kendaraan melalui Keputusan Gubernur Nomor 440/IV/2024 tanggal 24 April 2024, yang diperoleh awak media ini.

Sejumlah insentif yang diberikan berupa penghapusan denda pajak kendaraan, bagi pemilik kendaraan yang akan melakukan balik nama kendaraan.

Dengan dihapusnya bea balik nama, masyarakat cuman perlu membayar biaya pembuatan BPKB, STNK, dan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

Dikutip situs resminya, Bapenda Sulsel juga memberikan diskon pajak kendaraan terhadap beberapa jenis kendaraan. Berikut rinciannya:

Pembebasan tarif progresif pajak kendaraan bermotor

Pembebasan tarif dan denda bea balik nama kendaraan bermotor penyerahan kedua dan seterusnya (BBNKB II)

<span;>- Pembebasan denda pajak kendaraan bermotor jika melakukan BBNKB II

Diskon 30 persen pajak kendaraan bermotor untuk angkutan barang

Diskon 40 persen pajak kendaraan bermotor untuk angkutan orang (pelat kuning).

Hal-hal lain yang belum dipahami bagi wajib pajak yang dimaksud silahkan langsung hubungi Dispenda atau UPT di Samsat yang ada ditempat anda …(*).

Lp. Chaerul

Polsek Camba Tangkap 3 Pencuri Gabah Asal Pallangga Gowa,1 Dalam Pengejaran

NEWSSULSEL.id – Empat pelaku pencuri gabah petani di pinggir jalan raya poros Camba Bone asal Pallangga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ditangkap polisi, 1 diantara pelaku masih dalam pengejaran Minggu (09/6/2024).

Menurut sumber awak media Newssulsel.id. ke 4 pelaku yang menggunakan mobil rental Avanza DD 1564 NW warna silver 2 diantara pelaku pasangan suami istri.

“Awal kejadian pemilik 4 karung gabah disimpan gabahnya di pinggir jalan raya poros camba sambil menunggu kendaraan yang hendak mengankut gabah. Namun tiba- tiba, dilihat ada mobil singga dan menaikan gabahnya ke mobil lalu terburu pergi kearah Bone, sontak pemilik gabah langsung melapor ke polisi setempat,” kata Irfan.

Polsek Camba yang mendapat laporan sekitar pukul 19:00 WITA pencuri gabah mengarah ke Bone langsung mengontak Polsek Mallawa agar mencegat mobil Avanza Silver yang hendak melintas.

“Pelaku yang melihat sejumlah polisi di Polsek Mallawa menutup jalan lalu berbalik arah ke Maros, saat melihat ada jalan lain selain poros maros pelaku melihat ada jalan lain lalu membelok, dan ternyata jalan buntu,” jelas Sumber

Pihak Polsek Camba yang membuntuti pelaku langsung menangkap 3 dari pelaku, 2 Pelaku perempuan, 3 orang pelaku laki-laki, 1 diantara mereka sempat meloloskan diri, kini dalam pengejaran polisi…(*).

 

Lp. Hamzah War

Cari Korban Tabrak Batang Pohon di Sungai, Tim Sar Brimob Buat Ombak Buatan

NEWSSULSEL.id, BONE – Seorang Pria bernama Darmo (32), dilaporkan hilang di aliran Sungai Walennae Desa Ajjalase Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, Minggu (09/06).

Darmo dilaporkan hilang usai perahu Katinting yang dia kemudikan menabrak batang kayu.

Kejadian berawal saat pria paruh baya tersebut hendak pulang ke rumahnya yang berada di Dusun Ceppie Desa Latonro Kecamatan Cenrana pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Di tengah perjalanan, perahu kayu yang dikemudikan menabrak batang pohon kayu yang tersangkut di pinggir aliran sungai, hal ini menyebabkan tubuh korban terlempar dari perahu dan masuk ke dalam sungai.

Warga setempat sempat mendengar korban meminta tolong, tapi naas ketika korban hendak ditolong, korban tenggelam terseret arus sungai.

Menerima laporan kejadian tersebut, tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel bergerak cepat melakukan pencarian korban , Senin (10/06/24).

Hal ini dibenarkan oleh Komandan Batalyon Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., yang ditemui awak media pagi tadi.

“Benar, Pagi tadi kami terjunkan 1 regu SAR Brimob Bone untuk melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Walannae,” ungkap Danyon Ichsan.

Mantan Kasubbag Renmin Satbrimob Polda Sulsel ini berharap semoga korban segera ditemukan.

“Tentunya di lapangan, tim SAR kami akan bergabung dengan tim SAR lainnya dalam pelaksanaan operasi, kami berharap operasi pencarian korban ini berjalan lancar dan korban dapat segera ditemukan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Danyon Ichsan juga mengatakan bahwa pihaknya juga menyiapkan tim selam untuk mempercepat proses pencarian korban apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Di hari pertama operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Walennae Kabupaten Bone, tim SAR gabungan dari Brimob Bone, Basarnas Bone, Polair Polres Bone, Koramil Cenrana, BPBD dan Satpol PP Kabupaten Bone melaksanakan pencarian korban dengan tehnik penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga radius 5 km.

Selain itu tim SAR juga membuat ombak buatan dengan manuver perahu karet di sekitar lokasi tenggelam dengan harapan korban dapat muncul di permukaan…(*)

 

Lp. Hamzah War

Baznas &  Brimob Bone Wujudkan Mimpi Nenek Miliki Rumah Layak Huni 

NEWSSULSEL.id, BONE – Rona wajah gembira tergambar pada  wajah seorang janda renta, warga Jalan MH. Thamrin Kelurahan Ta’ Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten, Kabupaten Bone, Syakirah Syapinah (70).

Lansia yang tinggal sebatang kara ini, menjadi penerima bantuan bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kabupaten Bone, Jum’at (7 Juni 2024).

Berkolaborasi dengan personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Baznas Bone membangun rumah layak huni untuk nenek Syakirah yang diketahui tinggal seorang diri di gubuk kecil berukuran 1,5 meter persegi.

Pembangunan rumah layak huni untuk nenek Syakirah dikerjakan dalam kurun waktu 1 minggu atau 7 hari oleh personel Brimob Bone.

Hal ini diungkapkan oleh Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos.,M.Si., yang ditemui oleh awak media usai melaksanakan salat Jumat, siang tadi.

“Alhamdulillah hari ini personel kami bersama Baznas Bone telah merampungkan pembangunan rumah layak huni untuk nenek Syakirah,” ujar Nur Ichsan.

“Dalam pengerjaan bedah  rumah ini dikerjakan oleh 7 anggota kami setiap harinya dan dibantu oleh Babinsa Koramil Tanete Riattang serta warga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa pengerjaan bedah rumah tersebut dimulai dari pemasangan pondasi dan dinding, hingga pemasangan atap serta pembuatan kamar mandi.

“Alhamdulillah rumahnya sudah bisa ditempati dan tentunya ini tidak lepas dari dukungan dari semua pihak khususnya Baznas Kabupaten Bone serta  pemerintah Kelurahan Ta’,” tambah Mantan Danden Gegana Satbrimob Polda Sulbar ini.

Sementara itu, Wakil Ketua 4 Baznas Bone yang mewakili Ketua Baznas Bone H. Ikhsan Abdullah, S.Pi., menyampaikan ucapan terima terima kasih kepada Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel.

“Alhamdulillah hari ini kami meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada Syakirah, kami juga menyampaikan ucapan terima kasih personel Brimob Batalyon C Pelopor dan Bapak Danyon C Pelopor yang telah mendukung kami sejak awal kegiatan bedah rumah ini, semoga kegiatan ini bernilai amal bagi kita semua dan para Muzakki yang telah ikut menyumbang di Baznas Bone,” ungkap H. ikhsan.

Selain didukung oleh personel Brimob Bone, kegiatan bedah rumah yang diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Bone ini juga didukung oleh Koramil Tanete Riattang, Polsek Tanete Riattang dan pemerintah Kelurahan Ta… (*)

 

Lp. Hamzah War

Sejenak Renung Negeri

Faisal Djabbar , Pemerhati Kebijakan Publik

 

Jeffrey Sachs, mantan penasihat khusus Sekretariat Jenderal PBB bidang pemberantasan kemiskinan, menulis bahwa salah satu alasan masih sulitnya meminimalisir tingkat kemiskinan adalah karena kegagalan pemerintah menentukan kebijakan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi membuat orang kaya kian kaya, dan makin memiskinkan mereka yang miskin. Hal ini tertuang dalam bukunya The End of Poverty: how we can make it happen in our lifetime (2005).

 

Orang miskin, ungkap Sachs, seringkali dihilangkan peluangnya untuk bisa menaikkan taraf kehidupannya. Hal ini disebabkan kurangnya akses orang miskin pada sarana-sarana kesehatan, pendidikan, dan nutrisi yang sehat. Oleh karena itu, Sachs mengatakan perlunya negara mengalokasikan belanja sosial yang ditujukan kepada orang-orang miskin tersebut.

 

Namun, lanjutnya, negara terkadang gagal menganggarkan belanja sosial tersebut. Intinya, meminjam ilustrasi Sachs tadi, dapatlah dikatakan bahwa telah terjadi semacam eksklusi sosial dalam kebijakan pembangunan ekonomi di sejumlah negara.

 

Apakah eksklusi sosial dalam kebijakan pembangunan ekonomi ini terjadi pula di Indonesia? Mari jujur mengakuinya. Yang pasti, negeri ini seolah melupakan sebagian besar penduduknya yang masih terjebak kemiskinan. Data Bank Dunia tahun 2022 memperlihatkan jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 44 juta orang. Sedangkan, jumlah warga rentan miskin di Indonesia, berdasarkan perhitungan lembaga riset SMERU menggunakan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, berkisar 78 juta orang.

 

Terkait kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia, dalam dirinya pun menyimpan persoalan laten. Kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia tidaklah seimbang. Maksudnya adalah bahwa pembangunan ekonomi negeri ini terlalu mengandalkan pengembangan sektor jasa-jasa yang tak bisa diperdagangkan dengan leluasa secara internasional (non-tradable).

 

Sementara itu, sektor barang, yang terkait erat dengan produksi dan perdagangan (tradable), kurang mendapatkan perhatian besar dari pemerintah, sehingga sektor tradable ini mengalami penurunan dan cenderung melemah (Faisal Basri & Haris Munandar, Lanskap ekonomi Indonesia: kajian dan renungan terhadap masalah-masalah struktural, transformasi baru, dan prospek perekonomian Indonesia, 2009).

 

Sektor non-tradable adalah sektor pertumbuhan ekonomi yang mencakup jasa-jasa di bidang perniagaan umum, hotel, restoran, konstruksi, transportasi, komunikasi, keuangan-perbankan, penyediaan jasa listrik, gas, dan air. Sementara, sektor tradable adalah sektor pertumbuhan ekonomi yang meliputi bidang pertanian (bahan pangan dan pertanian non-pangan seperti bidang perikanan), pertambangan (minyak dan gas dan non-minyak dan gas seperti mineral dan batubara), dan manufaktur (minuman, tembakau, tekstil, produk hasil hutan, kertas, pupuk, karet, semen, besi, baja, peralatan transportasi) (Basri & Munandar, 2009).

 

Sektor tradable merupakan sektor yang paling mampu bertahan, bahkan dalam krisis ekonomi sekalipun. Pada krisis 1998, misalnya, pertumbuhan ekonomi sektor non-tradable anjlok hingga sekitar minus 20 persen, sedangkan sektor tradable hanya turun sampai sekitar minus 8 persen saja. Artinya, kebijakan pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada sektor jasa-jasa belum tepat diterapkan di Indonesia.

 

Sektor barang yang tradable haruslah menjadi konsentrasi kebijakan pembangunan ekonomi negeri ini. Sektor barang yang tradable lebih menguntungkan bagi Indonesia karena dia sanggup menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak bagi penduduk. Sektor jasa, sebaliknya, hanya didominasi oleh segelintir orang yang memiliki keahlian dan pendidikan tinggi, walaupun bukan berarti sektor jasa harus dipinggirkan. Dia harus berjalan barbarengan dengan sektor barang.

 

Kebijakan pembangunan ekonomi yang adil, dengan begitu, adalah kebijakan yang hasil-hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh penduduknya. Dan, fokus pada pengembangan sektor barang merupakan pilihan logis. Untuk itu, negara harus mulai kembali membenahi bidang pertanian (termasuk perikanan, peternakan, dan kehutanan), pertambangan, dan manufaktur.

 

Meskipun begitu, harus diakui bahwa bidang pertanian, dalam beberapa tahun belakangan, terlihat menjadi perhatian pemerintah. Kontribusi bidang pertanian dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2023 mencapai 12,53 persen (BPS, 2023). Tetapi, angka ini masih lebih kecil dibandingkan sumbangan bidang jasa (perdagangan, informasi dan komunikasi, transportasi dan pergudangan, serta jasa keuangan) yang di 2023 berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dengan angka total 27,22 persen (BPS, 2023).

 

Uraian-uraian di atas, pada hakikatnya, dengan tegas menyatakan bahwa paradigma pembangunan ekonomi di Indonesia haruslah selalu menyertakan pemerintah. Intervensi pemerintah wajib ada dalam setiap kebijakan ekonomi Indonesia. Pasar tidak dapat dibiarkan leluasa berjalan sendiri. Pasar tak boleh dibiarkan mandiri.

 

Profesor Emil Salim menulis bahwa “pemerintah harus aktif mengangkat sang miskin keluar dari lubang kemiskinan melalui kebijakan fiskal dan moneter yang pro-poor”. Selanjutnya, Prof Emil Salim menggarisbawahi bahwa “arah pembangunan tata kelola ekonomi untuk memberantas kemiskinan yang tidak ditopang oleh tata kelola politik yang sehaluan tidak dapat menghasilkan pembangunan ekonomi memberantas kemiskinan” (dikutip dari J. B. Soedarmanta, An Indonesian Renaissance: kebangkitan kembali republik, 2012).

 

Yang dimaksudkan oleh Prof Emil Salim tadi tidak lain adalah bahwa kebijakan pembangunan ekonomi di negeri ini haruslah ditopang oleh komitmen para penentu kebijakan. Komitmen atau janji-janji para legislator saat kampanye, juga Presiden, yang hampir seluruhnya berikhtiar menyejahterakan rakyat, diharapkan menjadi landasan berpijak ketika mereka merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia.

 

Pada titik inilah dibutuhkan sebuah revitalisasi paradigma pembangunan ekonomi Indonesia. Yang dimaksudkan dengan istilah di atas adalah bahwa ada sebuah perubahan pola atau kerangka pemikiran dari penentu kebijakan, terutama para legislator di parlemen, terhadap konsep pembangunan ekonomi di Indonesia.

 

Para penentu kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia sudah sewajarnya menyadari bahwa kebijakan pembangunan ekonomi yang mengedepankan pertumbuhan semata tidaklah memadai. Pertumbuhan ekonomi harus juga dapat dirasakan oleh seluruh penduduk Indonesia. Growth through equity: setiap penduduk memiliki persamaan hak sebagai warganegara untuk memperoleh akses pada proses pembangunan dan layanan-layanan dasar, seperti pelayanan kesehatan, kecukupan makanan dan gizi, dan pelayanan pendidikan (J. B. Soedarmanta, 2012).

 

Pendek kata, mengutip H. S. Dillon, “cara melaksanakan pembangunan sudah seharusnya konsisten dengan tujuan yang ingin dicapai, bukan sekadar menciptakan gunung-gunung untuk mengisi jurang-jurang atau membangun gedung-gedung menjulang tinggi di kota-kota metropolitan dan berharap kemiskinan di desa-desa akan terkurangi. Pembangunan harus menjunjung tinggi dimensi keadilan, pemerataan, dan kemanusiaan untuk meningkatkan kemandirian, harkat, martabat, dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Dengan kata lain, pembangunan adalah sarana melakukan transformasi struktural masyarakat dan kemajuan kualitas kehidupan” (dikutip dari J. B. Soedarmanta, 2012).

 

Korban Tenggelam Di Sungai Walannae Ditemukan Meninggal Dunia

NEWSSULSEL.id, SOPPENG –  Upaya dan kerja keras Tim SAR akhirnya membuahkan hasil. Korban tenggelam di Sungai Walannae, Regang (14) berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, dalam keadaan meninggal dunia,Selasa (04/06/2024).

“Alhamdulillah, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di hari ke- 3 hari pencarian,” ujar Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si.

“Korban ditemukan dalam kondisi terapung dan tersangkut pada tumbuhan yang tumbuh di sungai,” lanjutnya.

Danyon Ichsan juga menyebutkan, medan yang cukup ekstrim ditambah cuaca hujan membuat tim SAR gabungan harus ekstra hati-hati dalam proses pencarian.

“Adapun tekhik pencarian yaitu dengan menyisir aliran sungai hingga radius 5 Kilometer menggunakan 3 perahu karet milik Basarnas Bone dan BPBD Soppeng,” terang Mantan Danden Gegana Satbrimob Polda Sulbar ini.

Sementara itu Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto Tri Setyawan mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar 4 Kilometer dari tempat diduga korban terseret arus sungai.

“Jasad korban langsung kita evakuasi, selanjutnya kita ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Febriyanto.

“Dan dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup dan kepada seluruh pihak yang terlibat kami ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Adapun pihak yang terlibat dalam pencarian ini meliputi Tim SAR Brimob Batalyon C Pelopor, Basarnas Bone, Polres Soppeng, BPBD Soppeng, PMI dan dibantu masyarakat setempat…(*).

 

Lp. Said

SAR Brimob dan Basarnas Cari Remaja Terseret Arus Sungai di Soppeng

NEWSSULSEL.id, SOPPENG – Nasib malang menimpa seorang remaja di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pasalnya warga Dusun Bunne, Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Walannae saat liburan memancing bersama temannya.

Regang (14) dilaporkan hanyut terseret arus sungai saat liburan bersama 11 temannya di pinggir sungai Walannae pada Ahad (2 Juni 2024) pagi.

Menurut keterangan saksi mata, Regang dan temannya berniat menikmati liburan dengan memancing sambil bakar ayam di pinggir Sungai Walannae tidak jauh dari rumahnya.

Setelah makan bersama, korban Regang langsung membuka pakaian dan berniat berenang di sungai. Korban sempat dilarang temannya, namun tidak dihiraukan.

“Baru sekitar lima menit mandi-mandi di sungai, saya lihat teman ku terbawa arus sungai, karena panik, saya langsung minta bantuan orang yang lewat di sekitar situ, Pak,” ungkap salah satu teman korban.

Menerima informasi tersebut, tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dan Basarnas Bone langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., yang dikonfirmasi oleh awak media membenarkan perihal bantuan pencarian korban tenggelam di Kabupaten Soppeng, Senin (3 Juni 2024).

“Tim SAR Brimob Bone bersama Basarnas sudah berada di lokasi sejak tadi malam, dan dalam operasi pencarian korban tenggelam ini, kami menerjunkan 1 regu SAR beserta penyelam untuk memaksimalkan proses pencarian, kami berharap korban dapat segera ditemukan,” tutur Danyon Ichsan.

Sementara itu, Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto Tri Setiawan menjelaskan dalam operasi pencarian ini menggunakan dua teknik pencarian dengan radius pencarian hingga 5 (lima) km dari titik korban tenggelam.

“Pada pencarian hari pertama ini kami membagi tiga tim untuk menyisir aliran Sungai Walennae sejauh 5 km dari titik terakhir korban terlihat, satu tim akan fokus mencari di titik tenggelam korban dan sisanya melakukan penyisiran di kanan kiri aliran sungai, dan apabila memungkinkan kami juga akan melakukan penyelaman di titik korban tenggelam,” jelas Febrianto.

Adapun pihak yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam di Sungai Walannae Dusun Bunne Desa Goarie Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng ini diantaranya Tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Basarnas Bone, BPBD Kabupaten Soppeng, PMI, dan dibantu oleh warga setempat…(*)

 

Lp. Hamzah War

Tim SAR Gabungan di Bone Temukan Jasad Pemuda Lompat Dari Kapal Ferry 

NEWSSULSEL.id, BONE – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Brimob Batalyon C Pelopor, Basarnas Bone, Polair Polres Bone, BPBD, Satpol PP Kab. Bone dan Potensi SAR dari KP Khatulistiwa serta masyarakat setempat berhasil menemukan korban tenggelam, Syamsuddin (25) di perairan Teluk Bone, Minggu (02/06/2024).

Pemuda asal Kabupaten Maros tersebut dilaporkan melompat dari KMP Permata Nusantara setelah kurang lebih 30 menit bertolak dari Pelabuhan Bajoe menuju Pelabuhan Kolaka pada hari Jumat (31/05/2024).

Belum diketahui pasti motif pemuda yang menetap di Kota Kendari ini mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas kapal ferry yang sedang berlayar menuju Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara, namun menurut informasi yang dihimpun pemuda tersebut mengalami depresi akibat masalah keluarga.

Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto Try Setyawan mengatakan korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama 3 hari.

“Korban ditemukan sekitar 2NM arah utara Pelabuhan Bajoe dan mengambang akibat tersangkut tali rumput laut milik nelayan,” ujar Febrianto.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh potensi SAR yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” lanjutnya.

Sementara itu Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si mengatakan teknik pencarian hari ini dengan membagi 2 tim yakni penyisiran arah teluk Bone dan Tanjung Pallette.

“Setelah dilakukan penyisiran selama kurang lebih 1 jam, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita,” tutur Nur Ichsan.

“Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam operasi pencarian ini sehingga korban dapat ditemukan,” pungkas mantan Danden Gegana Sat Brimob Sulbar.

Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSUD Tenriawawu untuk penanganan selanjutnya dan diserahkan kepada pihak keluarga…(*)

 

Lp. Hamzah W

Tim SAR Gabungan Brimob Sisir Teluk Bone Cari Pemuda Yang Lompat Dari Atas Kapal 

NEWSSULSEL.id, BONE – Tim SAR Gabungan dari Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Sat Polair Polres Bone, Basarnas, BPBD dan Satpol-PP Kabupaten Bone, terus berupaya mencari korban tenggelam Syarifuddin (25), yang dilapor hilang di perairan Teluk Bone, Jum’at (31/05) kemarin.

Menurut penjelasan Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto, upaya pencarian korban yang diketahui melompat dari atas kapal ferry KMP. Permata Nusantara tujuan Kolaka Sulawesi Tenggara tersebut dilakukan hingga radius 6 mil dari Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Sabtu (01/06),

” Untuk pencarian hari ini tim SAR gabungan fokus melakukan penyisiran di perairan Teluk Bone hingga radius 9 mil dengan menggunakan perahu karet Basarnas dan kapal patroli Polair, kami juga menyiapkan tim selam dari Brimob dan Basarnas apabila sewaktu-waktu dibutuhkan penyelaman di lokasi yang diduga kuat sebagai titik terakhir korban terlihat,” ungkap Febrianto.

Febrianto juga menjelaskan kendala dari pencarian korban tenggelam yakni tidak diketahuinya titik terakhir korban jatuh serta luasnya area pencarian.

“Karena luasnya area pencarian, dalam operasi ini kami juga meminta bantuan nelayan setempat yang beraktivitas di sekitar perairan Teluk Bone untuk melapor kepada kami apabila menemukan korban atau informasi apapun yang berkaitan dengan korban,” sambungnya

Sementara itu Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos., M.Si., membenarkan perihal personelnya yang terjun dalam pencarian korban yang melompat dari atas kapal karena depresi itu.

“Sejak kemarin tim SAR Brimob Bone telah melakukan pencarian korban tenggelam di perairan Teluk Bone bersama tim SAR lainnya, hari ini kami berikan lagi dukungan tambahan tim penyelam untuk membantu proses pencarian korban dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” tutur Danyon Ichsan.

Adapun kronologis kejadian hilangnya pemuda di perairan Teluk Bone bermula ketika KMP Permata Nusantara baru bertolak dari Pelabuhan Penyeberangan Bajoe menuju Kolaka, saat bergerak sekitar 2 (dua) mil laut, seorang pemuda yang diduga depresi akibat permasalahan keluarga langsung melompat ke laut, kejadian tersebut dilihat oleh seorang saksi mata yang melapor ke ABK kapal.

KMP Permata Nusantara sempat melakukan upaya pencarian korban dengan berputar di sekitar lokasi kejadian selama 1 (jam) sambil menunggu tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, korban Syarifuddin (25) belum ditemukan dan proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan hingga 7 (tujuh) hari kedepan berdasarkan Standart operating procedur ( SOP ) pencarian korban hilang atau tenggelam…(*).

 

Lp. Hamza