Catatan Wisuda Unismuh Makassar : MUHAMMADIYAH DI TENGAH PERADABAN GLOBAL 

Salah satu momen yang paling ditunggu oleh setiap mahasiswa. Rasanya menyenangkan saat berfoto dengan berdiri di depan gedung kampus, mengenakan toga, didampingi sang kekasih atau orang tua yang tersenyum bangga sekaligus lega, karena beban mengirimkan uang SPP
dan uang bulanan sudah purna .

Setiap mahasiswa pasti menginginkannya. Mau IPK hanya dua koma pun tak mengapa, yang penting bisa wisuda. Hal tersebut tidak lepas dari kemudahan karena didukung fasilitas memadai. “Sebagai
suatu peradaban yang kompleks”, kata RR Palmer dan Joel Colton dalam bukunya A History of the Modern World. Mereka dilebel sebagai generasi milinial. Generasi milinial adalah generasi penikmat, meminjam istilah Amir Muhiddin. Sumber Daya Manusia sudah memadai, keuangan sudah cukup, kampus dan laboratorium lebih lagi 20 Juli 2022.

Tapi, Amir Muhiddin lupa kalau masih ada di antara mereka terbilang mahasiswa angkatan lama atau mungkin saja sudah mau drop out , belum ikut wisuda pada Kamis 23 Juni itu. Suatu ukuran, bahwa penyelesaian studi setiap mahasiswa tidak semata ditentukan infrastruktur pendudukung yang serba wah. Lebih jauh lagi, mahasiswa yang menyandang gelar sarjana itu akan teruji lagi
keabsahannya di tengah masyarakat. Mereka tengah berada pada dekade dengan peradabannya tersendiri, berbeda dengan generasi sebelumnya. Genarasi baby boom, memang tidak sehebat
dengan generasi milinial dalam menikmati fasilitas moderen, tapi dengan segala keterbatasan mereka juga tidak kalah dalam kematangan berpikir untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Dalam bahasa leluhur, “tidak mati akal”, tidak cengeng, tidak manja, tidak keluh-kesah. Suatu hal mungkin kurang disadari misalnya, ketika negara ini mendeklarasikan bergabung dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) sejak tahun 2015. Bagaimana menjalin kerjasama antar Negara Asia untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satu sistem yang diterapkan adalah semua pekerja bisa mencari pekerjaan di negara lain dengan regulasi yang lebih mudah.

Adalah tantangan berat bagi generasi milineal, bila tidak ditopang oleh skill yang memadai. Menghadapi hal ini menjadi kewajiban bagi setiap insan akademik, terkhusus yang ada dalam wadah Universitas Muhammadiyah Makassar. Merumuskan kebijakan strategis dalam
berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumberdaya, serta
pengembangan Cyber university, riset dan pengembangan hingga inovasi.

Pendidikan yang baik adalah yang mempunyai tujuan untuk kebahagiaan. Karena itu, perubahan perlu dilakukan
dalam sistem pendidikan untuk mengungkap kontribusi positif banyak peradaban lain.

Periksa Juga

Serah Terima Armada, Posko Damkar Wonomulyo Kembali Aktif

Bagikan      NEWSSULSEL.id, Polman – Harapan masyarakat Kecamatan Wonomulyo agar posko pemadam kebakaran kembali beroperasi akhirnya terwujud. …

Tinggalkan Balasan