NEWS Sulsel.id – Diera Tahun 70-80 an Permandian Alam Bantimurung Maros, Sulawesi Selatan yang memiliki sejuta pesona menjadikan destinasi wisata tersebut jadi tempat tujuan wisata, baik dari wisata lokal dan luar Sulawesi.

Namun menurut Kerua DPK Lipan Maros. Muh Tahir, wisata alam Bantimurung yang dikenal sebagai tempat kerajaan kupu-kupu (habitat berbagai jenis kupu-kupu) kini mulai tergeser seiring perkembangan zaman serta inovasi keasrian wisata alam tersebut.
Mestinya pengelolah tempat wisata bantimurung serta pihak terkait melakukan pengkajian yang tepat agar inovasi yang dilakukan seperi membotonisasi area pohon serta pembangunan tidak mengusik habitat Kupu-kupu.

“Saat ini tinggal sudah jarang kita melihat kupu kupu beterbangan disepanjan sungai, serta hinggap mencari makan di pinggir sungai yang dialiri air terjun karena semua sudah di cor termasuk pepobonan yang ada di sekitar pinggiran sungai,” jelas Tahir putra daerah setempat sejak dulu kala.
Olehnya Tahir berharap pembangunan dilokasi wisata Bantimurung tepat guna dan tak mengusik habitat yang ada di sana, sehingga pesona serta daya pijat wisata bantimurung tak berkurang.

“Kami harap Dinas Parawisata pemerintah Kab Maros lebih memberhatikan wisata alam Bantimurung, jangan asal membangun. Panggung yang ada jarang di fungsikan kini buat lagi panggung yang baru,” ujar tahir…(*)
Lp. Hamzah/Irfan
News Sulsel Mengungkap Fakta Berita