NEWSSULSEL.online, PINRANG – Gedung SD Inpres Pasang Lambe di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang disegel pekerja gegara tak dibayar. Akhirnya segel dicopot. Setelah kontraktor jamin gaji pekerja dibayar. Setelah terima sisa pembayaran dari Pemkab Pinrang di APBD Perubahan 2022.
“Gedung SD sudah dibuka tukang,” ungkap Kepala Sekolah SD Inpres Pasang Lambe, Minggu saat dikonfirmasi awak media inj, Senin 1 Agust 2022.
Menurut Kepsek SD Inpres, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pinrang telah mempertemukan para pekerja dan kontraktor. Hasil mediasi, disepakati segel sekolah dibuka dan gaji pekerja akan segera dibayarkan, ditandai dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU).
“Jadi dari pihak Dikbud Pinrang mediasi pekerja dan perusahaan untuk menjamin gaji mereka tetap akan dibayar. Ada MoU yang ditandatangani,” ungkapnya.
Gedung sekolah yang selesai renovasi itu pun dapat digunakan lagi untuk proses belajar mengajar mulai besok Selasa 2 Agust 2022. setelah hampir 7 bulan sekolah disegel gegara gaji pekerja tidak terbayarkan.
“Kita bersyukur sudah ada solusi. Besok sudah bisa digunakan untuk belajar mengajar,” kata Minggu.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dikbud Pinrang, Muhktar menjelaskan bahawa pihaknya sudah memediasi masalah upa pekerja dan kontraktor hingga akhirnya ditemukan kesepakatan segel dibuka.
“Iya, tadi saya mediasi antara kontraktor dan tukang dengan kepsek,” ungkap Mukhtar.
Sisa pembayaran pekerjaan ke kontraktor akan diakomodir Pemkab Pinrang setelah APBD Perubahan 2022, dari sumber anggaran tersebut kontraktor lalu membayar upah pekerja.
“Kalau kontraktor sudah dibayarkan sisa anggarannya di APBD Perubahan 2022, maka gaji tukang akan dibayarkan juga,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, SD Inpres Pasang Lambe di Desa Lembang Mesakada, Kecamatan Lembang, Pinrang yang selesai rehabilitasi seja awal Januari lalu disegel sejumlah pekerja dan warga sekitar lataran ongkos pekerja belum dilunasi.
“sejak Januari sampai saat ini, tiga ruangan yang direhab tidak digunakan. Kami pakai ruangan lama yang tidak direhab untuk belajar mengajar,” urai Minggu.
Sekolah tersebut katanya sudah selesai dilakukan proses rehabilitasi di awal Januari tahun ini. Anggaran rehabilitasi sekolah tersebut sekitar 400 jutaan, dan tersisa Rp 70 juta.
“Sisa uang Rp 70 juta nanti akan dibayarkan pada APBD Perubahan 2022. Aturannya memang begitu jika ada anggaran yang tidak diselesaikan tahun 2021, maka di APBD Perubahan baru dibayarkan,” jelas Minggu..(*).
Lp. Alif
Editor. Bang fly
News Sulsel Mengungkap Fakta Berita