NEWSSULSEL.id, – Mengutip dari laman MITRA INDONESIA Di unggah September 29/23, judul berita Menggonggong Bagaikan Anjing Liar, Sekjen PWI Resmi Laporkan (A) Ke Polres Gowa.
Pernyataan ini yang buming di bicarakan di dunia Maya, bukannya membuat simpatisan dari pembaca malah mengecam dan sangat menyayangkan tudingan tudingan yang sudah keterlaluan. Apalagi ada nama PWI yang disebut sebut dalam konten pemberitaan di medsos.
Olehnya itu, seluruh keluarga Asriani Dg Siang dan Keluarga Suaminya, Pimpinan Redaksi Media Online Bomwaktu.com, dan sahabat dan anggota ormasnya, aktivis LSM mengecam pernyataan bagaikan Anjing Liar, ditimpuhkan kepada kaum perempuan.
Dimana dalam pemberitaan tersebut, pasalnya, sudah terkesan Makar lantaran bersifat menginjak injak martabat kaum perempuan.
Olehnya itu, korban di Katai Katai Anjing Asriani Dg Siang, di desak oleh seluruh elemen keluarganya, bersama teman dan Anggota ormas, aktivis LSM dan beberapa pemimpin perusahaan portal media lainnya, untuk merundingkan maslah ini yang sudah di luar batas toleransi.
Konten berita Anjing, tidak bisa di anggap enteng, karena ini menyangkut harkat dan martabat perempuan, “tegasnya, dia, yang namanya tidak bisa disebut satu persatu. Senin (2/10/23).
Terpisah, Asriani mengatakan, semua perempuan dan laki laki, baik istri pejabat istri tentara, Istri polisi, Istri Wartawan, Istri Pengurus PWI, istri Kepala desa istri Camat dan semuanya, tentu tidak menerima jika seorang kaum perempuan di Katai Katai Anjing, sebab ini salah satu bentuk pelecehan dan penghinaa berat terhadap perempuan.
Bahasa yang tidak pantas ditonjolkan tersebut, Anjing tentu membuat perasaan saya tidak enak bahkan keluarga kami yang lainnya, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Dalam waktu dekat, kami akan menggelar aksi demo untuk menunjukkan kepada publik bahwa kami ini bukan binatang “ANJIiNG” tapi kami ini manusia lahir dirahim ibu melalui ciptaan Allah SWT. Seluruh elemen masyarakat, harus mendukung aksi demo yang umumnya kami turunkan Kaum Perempuan.
Dan kami akan berkoordinasi kepada seluruh kecamatan Gowa, termasuk Pallangga – Barombong, Bajeng dan Bontonompo Bontonompo Selatan Gowa, untuk mendukung aksi demonkami ini, “tegasnya, Asriani.
Saya kira, Ini adalah sala satu bentuk penghinaan dan penindasan terhadap kaum.perempuan, Mengutip dari laman MITRA INDONESIA Di unggah September 29/23, judul berita Menggonggong Bagikan Anjing Liar, Sekjen PWI Resmi Laporkan (A) Ke Polres Gowa.
Bahasa kutukan ini, adalah sala satu bentuk penghinaan terhadap kaum.perempuan, yang bisa berita itu memicu keributan hingga menciptakan gangguan stabilitas secara nasional.
Tidak boleh di biarkan oknum pelaku penulisnya semena mena membuat konten yang sangat bertentangan dengan undang undang Pers dan hukum berlaku di tingkat kepolisian.
<span;>Kalau ada yang mengklaim, bahwa ini produk Jurnalis, bisa diranah hukumkan, saya tantang, ini bukan produk media sebab bisa jadi pemicu keributan terhadap kaum perempuan. Masa ada produk media berbahasa Anjing yang dituduhkan kepada kaum perempuan ?, ‘tegas, Asriani Siang. Senin (2/9/23)…(*).
Lp. Chaerul
News Sulsel Mengungkap Fakta Berita