suherman

Kabid Humas Polda Sulsel: Polri Disiplinkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Untuk Cegah Covid 19

DKURIRNEWS.com, MAKASSAR – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan bahwa Polda Sulsel dan Polres jajaran tetap terus berupaya untuk mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di lokasi-lokasi wisata, Pusat Perbelanjaan maupun tempat-tempat keramaian lainnya yang kini mulai dibuka.

Menurutnya, upaya Polda Sulsel dan jajaran pmengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat tersebut untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan, Polda Sulsel dalam mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, menerapkan Pola Pre Emtif yaitu memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat baik secara langsung maupun melalui media dan medsos.

Selain itu, lanjutnya, Polda Sulsel juga menerapkan Pola Preventif yaitu memberikan pendampingan pada area-area publik untuk menyusun SOP aktivitas publik dengan standart cegah Covid 19 dan penjagaan dan pengawasan aktivitas masyarakat pada area publik tersebut seperti pada cafe-cafe, tempat-,adah, dan tempat belanja.

“Kami juga melakukan tindakan-tindakan dan himbauan langsung untuk membubarkan area publik yang tidak memenuhi protokol kesehatan tersebut,” tegas Kabid Humas

Menurut dia, kehadiran Polri untuk mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut, bukan semata-mata untuk penegakan hukum, namun melakukan pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

“Polri akan mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis kepada masyarakat, bagaimana mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin dalam hal standar protokol kesehatan,” imbuh mantan Kabid Humas Polda Sulut itu…(*)

Lp. Rukmam Apo
Editor. Andi PW

KADIV HUMAS POLRI: TAK SATU PUN PENGUSAHA DIBERI HAK ISTIMEWA DAPAT PROYEK DI KORPS BAJU COKLAT

DKURIRNEWS.com, JAKARTA – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menemepis isu jika proyek di institusi Polri Pemangnya selalu itu itu hingga ke Polseknya, meskipun kadang penyelenggara dan pelaksanaan asal asalan saja.

“Hal tersebut tidak benar itu, sebab Proses lelang dan penunjukan tidak ada satu pun rekanan pengusaha yang diberikan hak istimewa oleh Korps baju cokelat. Dengan kata lain Polri memberikan ruang dan kesempatan kepada siapa pun untuk ikut dalam proyek tersebut,” jelas Argo Yuwono, Kamis 25 Juni 2020.

Jenderal bintang dua di Mabespolri itu bahkan mengatakan, proses lelang di lingkup Polri sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Sejak awal Bapak Kapolri Jenderal Idham Azis sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk melakukan proses tender dilakukan secara transparan dan terbuka,” tambah Argo mantan Kabid Humas PMJ itu.

Menurut Argo dengan transparansi tersebut tidak ada rekanan pengusaha yang bisa mengintervensi Polri untuk menentukan siapa pemenang proyek di Institusi Polri

“Kami memastikan tidak ada rekanan ataupun pengusaha yang pemenangnya itu-itu saja. Atau pemenangnya sudah ditentukan, termasuk penunjukan Tidak ada itu, semua sudah transparan karena diawasi ribuan bahkan jutaan mata,” tandas lulusan Akpol 1991ini….(*).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

POLRI: SEKARANG TAK ZAMAN LAGI MENGHADAP PIMPINAN UNTUK NAIK PANGKAT DAPAT JABATAN

DKURIRNEWS.com, JAKARTA – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, Korps Bhayangkara saat ini terus berbenah dalam penguatan sistem internal menjadi lebih baik ke depannya. Salah satunya soal proses mutasi, rotasi hingga promosi.

Menurutnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meminta agar semua proses itu berlangsung secara transparan. Kapolri, selalu menilai berdasarkan kinerja dan prestasinya bukan berdasarkan kedekatan, kelompok atau minta-minta jabatan.

“Di era modernisasi seperti ini, bukan saatnya lagi personel kepolisian mendapatkan jabatan atau bintang (jenderal) dengan cara “menghadap” pimpinan Polri,” terang Argo Kamis 25 Juni 2020.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya yang kini berpangkat Jenderal bintang dua di Mabespolri ini menegaskan, semuanya kini di lihat berdasarkan prestasi dan kerja nyata.

“Setiap proses mutasi dan promosi, Kapolri selalu menekan raihlah jabatan itu dengan prestasi. Bukan nitip-nitip atau menghadap. Tetapi tunjukan prestasimu kepada negara dan khususnya Polri,” tuturnya….(*).

 

Lp. Putri
Editor. Andi PW

3 JENDERAL POLRI RANGKAP JABATAN DUDUKI POSISI STRATEGIS KEMENTRIAN, ICW NILAI LABRAK UU

DKURIRNEW.com, JAKARTA – Ada tiga Jenderal Polisi Republik Indonesia (Polri) aktif saat ini menduduki jabatan strategis di kementrian, dipersoalkan Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW)
lantaran dinilai rangkap jabatan.

Komjen Andap Budhi Revianto, masa aktif lima tahun lagi.

Menurut Neta, pengangkatan ke-3 Pati Polri aktif, Komjen Andap Budhi Revianto sebagai Inspektur Jenderal Kemenkumham yang masa aktifnya di Polri masih lima tahun lagi.

Irjen Reinhard Silitonga diangkat sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang masa pensiunnya di Polri masih enam tahun lagi, dan Komjen Antam Novambar yang diangkat sebagai plt Sekjen KPP masa pensiunnya tinggal lima bulan lagi, telah melabrak UU

Irjen Reinhard Silitonga, masa aktif enam tahun lagi

Kebijakan membiarkan rangkap jabatan ini dikecam oleh Indonesia Police Watch (IPW) sebab dinilai telah melabrak UU Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017 yang melarang TNI dan Polri duduk di jabatan pimpinan tinggi (JPT) aparatur sipil negara (ASN) oleh Ketua ICW meminta ke-3 jenderal tersebut mengundurkan diri atau pensiun dini dari Polri.

Sebab, katanya di era Orde Baru (Orba) cukup banyak pejabat militer menduduki posisi jabatan sipil dan rangkap jabatan. Era itu dikenal dengan sebutan dwifungsi ABRI. Saat Orba tumbang rakyat mempermasalah soal dwifungsi dan rangkap jabatan militer ini. Sehingga di awal reformasi dwifungsi dan rangkap jabatan ini dihilangkan.

Komjen Pol Antam Novamber, masa aktifnya masih lima bulan lagi.

Menurut Neta, Langkah kedua menteri itu tentu akan membuat ASN prustrasi. Seakan alumni Akpol adalah warga negara kelas satu. Pembiaran Menkumham dan Jokowi ini seolah hendak kembali ke era Orba.

Sebab, katanya di era Orba cukup banyak pejabat militer yg menduduki posisi jabatan sipil maupun rangkap jabatan. Era ini yg dikenal sebagai dwifungsi ABRI.

Saat Orba tumbang rakyat mempermasalah soal dwifungsi dan rangkap jabatan militer ini. Sehingga di awal reformasi dwifungsi dan rangkap jabatan ini dihilangkan. Namun di era Presiden Jokowi, rangkap jabatan dan dwifungsi ini muncul lagi dengan gaya baru.

“Jokowi memberi peran yang cukup besar pada kalangan kepolisian, sehingga muncul istilah dwifungsi polri. Selain menjadi menteri dan komisaris, cukup banyak posisi sipil yg dipegang jenderal polisi,” katanya.

“Jika Soeharto memanjakan militer, maka Jokowi sangat memanjakan jenderal polisi. Sepertinya strategi dwifungsi ini adalah strategi balas jasa. Jika Soeharto balas jasa ke kalangan militer, Jokowi melakukan balas jasa ke kalangan polri,” tambah Neta.

Menurutnya, Jokowi boleh saja menerapkan politik balas jasa seperti Soeharto, tapi tetap harus patuh dengan UU.

Untuk itu jenderal polisi yang menjadi menteri ataupun komisaris BUMN harus mundur dari Polri, seperti yang diamanatkan UU dan mereka jangan mau seenaknya saja di negeri demokrasi ini…(*)

 

Lp. Putri
Editor. Andi PW

SAMBUT HUT BHAYANGKARA KE-74, POLRES SOPPENG GELAR LOMBA KEBERSIHAN & KEINDAHAN MAPOLSEK

DKURIRNEWS.com, MAKASSAR – Dalamrangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 Polres Soppeng menggelar beberapa kegiatan, diantaranya Lomba kebersihan dan keindahan Mako Polsek jajaran Polres Soppeng.

Tim Penilai yang dipimpin Kasiwas Polres Soppeng Iptu Arifin mengungkapkan bahwa ” kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 74″ dengan peserta yang diikuti oleh Polsek jajaran.

Adapun sasaran penilaian meliputi ruangan pelayanan publik Mapolsek seperti Ruang SPKT, Ruang Kapolsek, Sium, Sel tahanan dan Kamar mandi serta halaman Mapolsek itu sendiri.

Sementara Kapolres Soppeng Akbp Puji Saputro Bowo Leksono S,Ik S.H mengungkapkan bahwa. “Lomba kebersihan dan keindahan Mako sendiri digelar guna meningkatkan kesadaran para personil khususnya di Polsek bahwa pentingnya menjaga kebersihan mengingat Mapolsek merupakan tempat pelayanan publik, ujarnya. Senin 22 Juni 2020.

Terkait hal tersebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo S.I K, M.Si mengatakan kegiatan ini dilakukan semata mata untuk memotivasi seluruh personil untuk membiasakan hidup bersih, menurutnya dengan hidup bersih kesehatan juga dapat terjaga.

“Bersih itu sehat, bersih itu indah, mari kita biasakan hidup bersih, aktifitas akan berjalan lancar jika lingkungan sekitar kita bersih”, ucap Kabid Humas

Selain lomba keindahan dan kebersihan, Polda Sulsel juga telah melaksanakan berbagai kegiatan lomba yakni lomba lagu Daerah, Foto, Tennis Meja, Balla Ewako, lomba pos Kamling serta beberapa kegiatan Bakti Sosial lainnya dalam menyambut Hari Bhayangkara ke 74 tahun 2020, tutup Kabid Humas…(*).

Lp. Hms PS
Editor. Andi PW

13 TERSANKA PENJEMPUT JENAZAH PASIEN CORONA DI MAKASSAR, 6 DINYATAKAN REAKTIF COVID-19

DKURIRNEWS.com, MAKASSAR – Penyidik Polrestabes Makassar merampungkan penetapan sejumlah tersangka terkait kasus penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dua pekan lalu.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, pihaknya telah menetapkan 13 orang warga sebagai tersangka kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19.

Para tersangka itu terkait insiden di Rumah Sakit Stella Maris, Rumah Sakit Labuang Baji, dan Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar.

“Dari 32 yang diamankan itu 13 yang dinyatakan tersangka dan betul-betul terlibat, yang lainnya dipulangkan,” kata Yudhiawan kepada Newsulsel.com, melalui telepon, Selasa 23 Juli 2020.

Yudhiawan mengatakan, para tersangka tersebut merupakan keluarga dan kerabat pasien positif Covid-19. Dari sejumlah tersangka yang diamankan itu, kata Yudhiawan, ada enam orang dinyatakan reaktif Covid-19 usai jalani rapid test.

“Kalau swab-nya itu nanti dilakukan di gugus tugas. Keenamnya masih dikarantina di Hotel Swiss bell dan Harper,” ujar Yudhiawan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar menangkap 31 orang yang diduga terlibat dalam pengambilan paksa jenazah PDP di Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, dari 31 warga yang ditangkap tersebut, 25 di antaranya merupakan warga yang menjemput jenazah PDP di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar.

Sementara sisanya merupakan warga yang menjemput paksa jenazah di Rumah Sakit Stella Maris dan lima lainnya yang melakukan penjemputan di Rumah Sakit Labuang Baji…(Wr/Ns.c).

Lp. Rosita
Editor. Andi

PARIWISATA ALAM DIBUKA, TNI-POLRI SIAP MENGAWAL PROTOKOL KESEHATAN

DKURIRNEWS.com, JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memperbolehkan kawasan pariwisata alam yang berada di zona hijau dan kuning dibuka untuk umum ditengah pandemi virus corona. Kebijakan itu bagian dari dimulainya aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko virus corona paling ringan.

Pariwisata alam yang diperbolehkan untuk dibuka secara bertahap antara lain, kawasan wisata bahari, kawasan konservasi air, kawasan wisata petualangan, kawasan taman nasional, kawasan taman wisata alam.

kawasan hutan raya, suaka margasatwa, geopark, pariwisata alam non kawasan konservasi, kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata dan kawasan wisata alam yang dikelola masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan bahwa TNI-Polri siap untuk melakukan pengamanan dan pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata tersebut.

“Personel TNI-Polri akan ikut membantu pemerintah dalam hal ini gugus tugas dalam mengatur dan mengedukasi masyarakat agar menghabiskan waktu liburannya di tempat wisata tetap menerapkan standar protokol kesehatan,” kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan kehadiran TNI-Polri bukan semata-mata untuk penegakan hukum. Namun melakukan pendekatan humanis dan persuasif agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 itu.

Menurutnya, aparat keamanan akan membantu memberikan sosialisasi, edukasi dan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya melakukan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami, TNI-Polri akan mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis kepada masyarakat. Kami tetap dalam kerangka bagaimana mengedukasi masyarakat agar bisa disiplin dalam hal standar protokol kesehatan,” papar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga sempat menginstruksikan kepada TNI-Polri untuk membantu pemerintah di 1.800 titik dalam mendisiplinkan masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Tujuannya, agar Indonesia bisa menerapkan tatanan kehidupan normal yang baru atau New Normal.

Argo menambahkan, dengan hadirnya TNI-Polri dalam mengedukasi masyarakat soal protokol kesehatan di masyarakat sudah sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk bisa menerapkan New Normal.

“Dengan begitu, pola adaptasi kebiasan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 akan bisa terwujud,” ujar Argo.

Bahkan disisi lain, kata Argo, beberapa Polda sudah bergerak untuk membantu memulihkan sektor pariwisata seiring kebijakan pemerintah menjelang New Normal. Terutama pada wilayah yang terdapat potensi destinasi pariwisata.

Dia mengatakan sektor pariwisata memberikan kontribusi yang signifikan untuk penciptaan lapangan kerja, membawa devisa, investasi, dan merangsang hampir semua sektor lainnya. Itulah sebabnya, pihaknya bekerja keras dalam mempercepat pemulihan sektor pariwisata.

“Tugas kami bagaimana meyakinkan wisatawan baik domestik maupun internasional agar kembali melancong di Indonesia tanpa khawatir akan penularan Covid-19,” tutur Argo.

Sejumlah Polda lanjut dia sudah bergerak untuk mengawal fase pemulihan sektor pariwisata. Puluhan bahkan ratusan personel diterjunkan untuk pendisiplinan.

Salah satu jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), dimana sebanyak 520 Bhabinkamtibmas membagikan 15.000 bantuan paket sembako kepada para pekerja di kawasan pariwisata NTB yang terdampak Covis-19….(Wr/Ns.c).

Lp. Putri
Editor. Andi PW

TERKAIT PENUTUPAN TEMPAT IBADAH SAAT PSBB, POLRI HARAP MASYARAKAT PAHAM TUJUAN PEMERINTAH DEMI SELAMAT UMMAT DARI COVID-19

DKURIRONLINENEWS.com, – Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia masih menunjukkan trend kenaikan (bertambah) hingga mencapai angka tembus 8.607 per 25 April 2020 yang di sampaikan juru bicara pemerintah penanganan wabah covid- 19 Achmad Yurianto Jumat kemarin.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 turut bertambah menjadi 1.042 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal mencapai angka 720 orang.

terkait penutupan sementara tempat tempat ibadah saat dipeelakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), Polri berharap agar masyarakat pahami kondisi ini, tujuan pemerintah demi untuk selamatkan ummat dari penularan virus covid-19

“terkait penutupan tempat ibadah saat PSBB, Polri harap agar masyarakat pahami, tujuan pemerintah demi untuk selamat ummat dari virus jahat covid-19 sebab penularan dapat terjadi dengan menyentuh benda dipermukaannya terdapat virus yang di gunakan orang terjankit corona, kena di hidung, mulut, mata, tanpa kita sadari kita jadi penular corona”, jelas.Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo yang sangat perihatin dengan kondisi ini.

Olehnya perwira Polri 3 melati di pundaknya yang bertugas di Polda Sulsel ini, berharap masyarakat taat aturan yang di berlakukan saat PSBB, kerena semua ini untuk kebaikan kita dan negeri ini,

” bantu dan doakan kami semua petugas yang ada di lapangan dari rumah saja putuskan penyebaran covid-19 sehingga negeri bebas dari pendemik covid-19 masyarakat dapat kembali bertemu sanak keluarga, kerabat, sahabat, dan teman yang terbatasi saat ini dan kita semua dapat melaksanakan ibadah ditempat ibadah yang ada tanpa ada batasan lagi, dan semoga apa yang kita lakukan semua bernilai ibadah disisiNya, Aamiin,” ucap Ibrahim Tompo.…(*)

Lp. Herman
Editor. Andi PW

KAPOLDA SULSEL BERSAMA PT BINTANG, SERAHKAN BANTUAN 1000 RAPID TES COVID – 19 KE PMI DAN IDI MAKASSAR

DKURIRONLINENEWS.com MAKASSAR – Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Mas Guntur Laupe bekerja sama dengan PMI dan PT. Bintang menyerahkan bantuan berupa 1000 Rapid Test Covid -19 kepada PMI Sulsel dan IDI Makassar untuk disalurkan.

“Bantuan ini untuk tenaga medis yang tengah melakukan penanganan virus Corona dan mudah-mudahan digunakan secara maksimal dalam memberikan pelayanan dan penanganan virus corona ( Covid – 19 ),” terang Kapolda Sulsel Irjen Pol. Mas Guntur Laupe saat menyerahkan bantuan tersebut di Kantor PMI Sulsel di Jl. Kandea Makassar , Rabu 15 April 2020.

Kapolda yang didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.IK dan Kabid Dokkes Kombes Pol Dr. Yusuf Mawadika juga menyampaikan rasa bersyukur dapat menyerahkan bantuan kepada PMI kota Makassar dan IDI Kota Makassar yang tergabung dalam penanggulangan Covid 19

“Kami dari Kepolisian juga memperhatikan dan melaksanakan segala upaya pemenuhan APD tenaga medis dan relawan, termasuk kebutuhan rapid test ini dan Alhamdulilah hari ini berkat kerjasama berbagai pihak dapat diserahkan sejumlah 1000 alat rapid test ini,”ungkap Kapolda Sulsel

Kapolda Sulsel juga menyampaikan terimakasih kepada PT Bintang atas kebesaran hatinya peduli pada relawan penanggulangan Covid 19, ha l ini sejalan dengan semangat Polda Sulsel yang tengah melaksanakan berbagai program kegiatan bantuan ke masyarakat yang merasakan dampak penyebaran wabah covid 19.

“Terimakasih kepada PT bintang atas sumbangsihnya, serta sejumlah pihak yang sebelumnya telah memberikan bantuan , saya mengharapkan ini dapat ditularkan kepada pihak yang berkompetensi dalam membuat maupun menyediakan peralatan medis dan APD dalam menghadapi Covid 19,”terang Kapolda

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Sulsel menyampaikan bahwa dalam situasi saat ini. gantian yang diberikan Polda sulsel bukan saja berupa APD tapi juga memberikan sumbangan berupa bahan pokok untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu di masing-masing Kabupaten/Kota di Sulsel. Bantuan-bantuan tersebut juga disalurkan oleh Polres/Polresta masing-masing wilayah di Sulsel.

Lebih lanjut dikatakan Kabid Humas , bahwa bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polri kepada tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dan bantuan berupa APD dan rapid test.
“Mudah-mudahan alat yang diberikan hari ini dapat mempercepat penanganan covid-19 dari satuan gugus tugas,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel

Sementara itu Ketua PMI Sulsel Syamsu Rizal , mengucapkan terima kasih kepada kepada Kapolda dan seluruh jajaran Kepolisian di daerah Sulsel atas dukungan dan segala bantuan, baik kepada PMI maupun para dokter Regiden dibawah komando IDI, menurutnya bantuan ini sangat urgen, yang mana saat ini masih cukup banyak yang belum menjalani rapid test. tentunya bantuan tersebut sangat membantu para tenaga medis menjalankan tugasnya menangani Covid – 19 dan sekaligus sebagai pelindung bagi para medis…(*).

Lp. Rosita

PEMBERLAKUAN PSBB DI MAKASSAR KAPOLDA GUBERNUR DAN PANGDAN TINJAU DAPUR LAPANGAN BRIMOB

DKURIR.ONLINENEWS.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Ir.H.Nurdin Abdullah, Pangdam XIV /Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Mas Guntur Laupe dan unsur Forkopimda lainnya memantau fasilitas dapur lapangan yang disiapkan oleh Satuan Brimob Polda Sulsel di markasnya jalan KS Tubun Makassar, Jumat 17 April 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur dan pejabat Forkopimda Sulsel menyaksikan secara langsung aktivitas para personel Brimob Polda Sulsel yang bekerja di dapur umum. Gubernur juga mengecek berbagai fasilitas pendukung baik itu mobil taktis yang digunakan untuk memasak termasuk juga tenaga untuk memasak serta berbagai bahan masakan yang tengah diolah untuk kemudian dibagikan ke kelompok-kelompok warga yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

Dalam pemantauan itu, Gubernur Sulsel menyampaikan apresiasinya terhadap langkah tanggap darurat yang diperlihatkan Satuan Brimob Polda Sulsel, menurutnya ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat ditengah wabah virus Covid-19 khususnya di wilayah Sulsel dan tentunya juga mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberlakuan PSBB di provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini merupakan Wujud kolaborasi antara TNI Polri dalam percepatan dalam penanganan covid-19, saya juga menghimbau agar masyarakat tidak panik selama pemberlakuan PSBB di Sulsel.nantinya mekanisme penyelanggaraan PSBB, pemerintah akan mensosialisasikan selama empat hari sampai ke lapisan masyarakat terbawah, mulai dari pshychal distance, social distance sampai penggunaan masker dalam melaksanakan aktivitasnya.

“Setelah memberikan sosialisasi lalu kami akan menganalisa dan akan memberikan tindakan kepada masyarakat yang masih tidak menaati aturan yang ada”, sambung Gubernur yang didampingi oleh Pangdam XIV/ Hasanuddin dan Kapolda Sulsel

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan Dapur lapangan ini disiapkan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung di Kota Makassar sehingga nantinya meringankan beban masyarakat akibat dampak pandemi virus Corona (Covid-19) di wilayah Kota Makassar
Dia menjelaskan, di masa pandemi virus Corona (Covid-19) sekarang ini kebutuhan masyarakat sedang dalam masa keterbatasan. Jadi, pihaknya ingin memberikan bantuan, terutama untuk mereka yang sangat merasakan dampak dari virus Corona.
“Jadi, kami membantu khususnya masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel

Sementara itu, Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, AKBP Muh Fachry, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat dapur lapangan di Sulsel, dua diantaranya di Makassar, satu di Mako Brimob Batalion B Pare-Pare, dan satunya lagi di Mako Brimob Batalion C di Kabupaten Bone….(*).

Lp. Rosita