suherman

Gunakan KMP. Balibo Puluhan Unit Kendaraan Pemudik, Siap Diseberangkan dari Pelabuhan Pamatata

NEWSSULSEL.id,- Arus balik lebaran idul fitri 1445 H memasuki H+6. Belasan kendaraan yang terdiri dari kendaraan kecil (KK), sepeda motor, tronton, dan truk yang mulai memadati areal terminal Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, sedari hari, Senin, (15/4) petang, siap diberangkatkan menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba via kapal ferry KMP. Balibo.

Manager usaha PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar, La Kadaha mengutarakan, “hingga hari, Selasa, (16/4) dini hari, sembilan belas unit kendaraan kecil (KK), dua puluh unit sepeda motor, dua armada tronton, tiga unit armada truck besar (TB), tujuh unit mobil ts, tercatat telah mengantri di pelataran terminal pelabuhan untuk menunggu pemberangkatan menuju Pelabuhan Bira, Bulukumba”.

“Sebelumnya, PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) telah menyeberangkan ribuan orang penumpang dan kendaraan yang diberangkatkan bersama ribuan unit sepeda motor dengan mengerahkan lima unit armada kapal ferry”, terangnya.

La Kadaha menjelaskan, “kelima unit kapal ferry yang terdiri dari KMP. Bontoharu, KMP. Takabonerate, KMP. Kormolin, KMP. Balibo, dan KMP. Sangke Pallangga, diseberangkan dengan sistem tiba berangkat untuk mengurai kepadatan kendaraan”, pungkasnya kepada awak media, Selasa, (16/4) subuh. ..(*)

 

Lp. Fadly Syarif

Sekda Selayar Pimpin Tim Penanganan Genangan Diare Dermaga Rauf Rahman

NEWSSULSEL.id, – Respon cepat ditunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Drs. Mesdiyono, M.Ec., Dev, menindaklanjuti informasi genangan di kawasan Dermaga Rauf Rahman, Benteng yang terjadi pada hari, Minggu, (14/4) pagi.

Dengan tidak membuang waktu, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Mesdiyono, M.Ec., Dev, langsung mengerahkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) tekhnis terkait dan memimpin tindakan penanganan di lapangan.

Langkah penanganan yang dilakukan pada hari Minggu, (14/4) malam, melibatkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs. Ahmad Aliefyanto, M.M., Pub yang didampingi Kepala bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan, Salim Muchtar, SE serta kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD, Muhammad Ikbal. Belasan personil tim reaksi cepat (TRC) BPBD dikerahkan ke lapangan untuk membantu proses penanganan genangan.

Selain tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kegiatan eksekusi penanganan genangan air hujan di area Dermaga Rauf Rahman, ikut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dipimpin Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Andi Baharuddin Arsyad.

Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, dipimpin Kepala bidang Damkar, Abdul Rahman, SE., MM.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PU-PR) diwakili Kepala bidang cipta karya, Gunawan Salihun, ST.
Ikut hadir mendampingi Sekda Selayar, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Nur Ihsan Chairuddin, Camat Benteng, Andi Mastatar, S.Ag.

Dua unit armada damkar, mobil rescue BPBD, dan armada mobil pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup, dikerahkan untuk memudahkan proses penanganan lapangan.

Penanganan dilakukan dengan berbekal dua unit mesin alkon…(*)

 

Lp. Fadly Syarif

Masuki Masa Arus Balik H+ 2 Ribuan Penumpang Diseberangkan dari Pelabuhan Pamatata

NEWSSULSEL.id, –Puncak arus balik Lebaran memasuki H+ 3 pasca hari raya raya Idul Fitri 1445 H. PT. ASDP Indonesian Ferry (Persero) Cabang Selayar mengerahkan setidaknya, lima unit kapal ferry untuk melayani dan mengurai kepadatan armada kendaraan kecil (mobil pribadi) milik pemudik yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba dan kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah yang menjadi tujuan masing masing.

Manager usaha PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) La Kadaha mengkonfirmasi, “hingga H+ arus balik lebaran hari raya Idul Fitri 1445 H, tidak kurang dari lima ratus unit mobil telah diseberangkan dari pintu Pelabuhan Pamatata menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba”.
“Armada mobil pribadi diseberangkan bersama empat ratus unit sepeda motor dan dua ribu orang penumpang dengan mengerahkan lima unit armada kapal ferry”.

Lebih lanjut, La Kadaha mengungkapkan, “proses pemberangkatan pemudik dari pintu Pelabuhan Pamatata yang diback up personil pos pengamanan gabungan (Pos PAM) OPS Ketupat 2024, berjalan lancar, aman dan terkendali.

“Tidak ada kendala tekhnis dan kejadian menonjol selama masa arus balik lebaran, semua berjalan sesuai harapan dan rencana”, tandasnya…(*)

 

Lp. Fadly Syarif

Danyon Brimob Bone & Kepala Kantor SAR Makassar Pantau Pelabuhan Penyeberangan Bone & Objek Wisata

NEWSSULSEL.id, BONE.- Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus balik Lebaran tepatnya H+5 lebaran khususnya jalur transporta.

si laut, Tim SAR Batalyon C Pelopor bersama Basarnas Makassar dan Basarnas Kab. Bone menggelar patroli bersama ke Pelabuhan Bajoe, Senin (15/04/2024).

Kegiatan patroli bersama ini dipimpin langsung Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si didampingi Kepala Kantor SAR Makassar Mexianus Bekabel, S. Sos,. M.M.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Danyon C mengatakan bahwa tim SAR Brimob Bone menggelar patroli yang bersinergi dengan Basarnas Makassar dan didukung oleh Pos Basarnas Bone untuk memantau langsung pelaksanaan arus balik di Pelabuhan Bajoe.

Tak hanya memantau arus balik lebaran, patroli gabungan juga memantau obyek wisata yang ada di kabupaten Bone yakni Tanjung Palette.

“Dari pelabuhan Bajoe kita lanjut patroli ke Obyek Wisata Tanjung Pallette menggunakan perahu karet milik Basarnas Kab. Bone sambil memantau aktifitas masyarakat di Perairan teluk Bone,” tutur Danyon Ichsan.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR ( KKS) Makassar mengatakan bahwa patroli SAR yang berkolaborasi dengan Brimob Bone adalah langkah yang sangat luar biasa.

“Dalam rangka siaga khusus Lebaran, kita telah melaksanakan pemantauan ditempat wisata Tanjung Pallette maupun pelabuhan Bajoe dan situasi terpantau aman dan kondusif,” pungkas Mexianus…(*)

 

Lp. Hamzah

Dihadiri Andi Sudirman, Andi Rahim Sukses Gelar Halal Bi Halal, 1.500 Alumni Teknik Unhas Kumpul di Gowa

NEWSSULSEL.id, – Andi Abdullah Rahim yang Bakal Calon Bupati Luwu Utara Sukses menggelar Halal Bi Halal Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sabtu, 13 April 2024 di Kampus Fakultas Teknik Unhas di Kabupaten Gowa.

Kesuksesan ini terlihat antusiasnya Alumni Teknis Unhas hadir. Kurang Lebih 1500 Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berkumpul dalam malam Halal Bi halal Alumni Teknik Unhas.

Kegiatan ini dipersiapkan sangat singkat kurang lebih 30 hari dalam suasana bulan suci Ramadan.

Andi Rahim sapaan akrab Pengusaha Muda ini, mengatakan, sebagai ketua panitia kegiatan tersebut, dia mengucapkan Syukur Alhamdulillah dan berterima kasih banyak kepada semua pihak yang berkolaborasi dan membantu suksesnya semua rangkaian kegiatan dari tgl 12-13 juni 2024 dan malam puncak halal bi halal tadi malam.

”Saya ucapkan terima kasih kepada ketua IKA Unhas Bapak Andi Amran Sulaiman, Rektor Unhas dan Dekan Fakultas teknik Unhas, Ketua IKA Unhas/ Walikota Makassar Bapak Ramadhan Pomanto, Andi Sudirman Sulaiman Gubernur Sulsel 2022-2023, Kanda Haedar (Ketua IKATEK Unhas Demisioner) dan Kanda Sapri Pammulu (ketua IKATEK Unhas 2024-2028), Ketua IATEI kanda Ikhlas Bahar yang luar biasa, semua ketua IKA Jurusan, Semua Alumni Teknik Unhas yang menurut Ketua IKATEK jumlahnya sekarang mencapai 30.000 alumni dan para Sponsor kegiatan serta adik-adik Nahasiswa Teknik Unhas,” katanya.

Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada tim kerja panitia yang super hebat dan gesit dalam meramu semua potensi menjadi solusi dan peluang untuk suksesnya acara ini dalam waktu yang singkat dalam suasana puasa dan idul fitri.

Lanjut Andi Rahim , ia mengharapkan agar momen ini menjadi pendorong semangat inovasi dan kolaborasi dari seluruh Alumni Teknik Unhas yang jumlahnya sekarang mencapai sekira 30.000 Alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Para Alumni Teknik Unhas ini telah berkiprah di berbagai bidang dan mereka tentunya ada yang telah menjadi pimpinan di instansi-instansi tersebut sehingga jika semua potensi yang ada dapat di kolaborasikan dan menghasilkn inovasi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa dan negara kita.”

Inovasi alumni teknik itu pada kegiatan kali ini kita fasilitasi pada hybrid expo. dan melalui kegiatan ini kita bisa menghubungkan para alumni tersebut untuk berkolaborasi melalui hybrid expo ikatek” pungkasnya…(*).

 

Lp. Rosita

 

Narni Piaraan Lelaki Berpakaian Propas Bakal di Polisikan Pemilik Motor Scoopy

NEWSSULSEL.id,- Muncul kasus dugaan penggelapan sepeda motor Scoopy DD 6684 XY warna hitam di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut sumber Newssulsel.id jelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah mengatakan, awalnya Narniyanti warga yang berdomisili di Tidung 6 Setapak 10 No 45 Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Makassar, membawa motor hj sohra untuk  di gadai.

foto lain Narni dan transaksi eloktonik dalam bentuk chat saling tuding

“Narni hubungi tanya manami motormu, karena motor ku dipake sama ade ku, jadi motornya H Sohra yang ada di rumah Narni bawa, itupun sempat saya pinjam kan uang di tetangga ku, karena dia bilang ada uang kembali dengan motor sebentar malam, namun sampai sekarang motor juga uang yang dibilang Narni tidak ada kembali” jelas Kiki.

Narni Saat di konfirmasi mala menuding balik dan menyangkali penjelasan kiki bahkan saling serang di WA masing-masing. dan menyebut.

“(Mending saya simpanan Propam), Alhamdulillah lebih berkelas ji paleng,” tulis Narni yang dikirim ke WA Sumber media ini.

Lelaki berpakaian dinas Propas berpangkat IPTU Ahyar menyebut dirinya tugas di Polrestabes Makassar dan hendak ketemu pendamping sumber media tuk bicara baik – baik terkait motor yang dibawa Narni.

“Namun Ahyar pun tak kunjung menemui pendampin Kiki, sehingga pendamping Kiki menghubungi Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol H. Edy yang mengaku tidak ada anggotanya atas nama Ahyar dan tak mengenali foto lelaki berpakaian Propos itu,” sebut pendamping sumber media ini.

Narni pun di hubungi kembali terkait motor yang hingga hari ini belum di pulangkan, bilang ngomong langsung mi sama suami sambil mengirim nomor Ahyer, yang sudah berubah Propil nya berpakaian Polisi biasa, dan saat nomor di sheve Propil WA Ahyar yang dikirim Narni berlogo Humas Polri yang menimbulkan tanya, apa benar orang yang diakui Narni suaminya Polisi atau bukan.

“Jika hingga besok Ahyar tidak mengabari dan motor tak dikembalikan oleh Narni, Pemilik kendaraan akan mempoliskan Narni, juga status Ahyar agar masyarakat tak terperdaya,” kata Direktur & Pemimpin Redaksi Grup media ini Suherman Untung.

Disisi lain Narni malah mewarning pimpinan redaksi grup media ini jika menyebar berita terkait motor yang dibawa disikapi  Suherman Untung bahwa ibu tidak bisa menghalangi karya jurnalis, apa lagi masalah ini telah di konfirmasi sama ibu, juga Ahyar yang minta supaya ketemu dan ngomong baik-baik…(*).

Lp. Bangfly

Kurang Dari 24 Jam, Tim SAR Gabungan Brimob Bone Temukan Korban Tenggelan  

NEWSSULSEL.id, BONE – Daya (65) IRT asal Desa Samaenre Kecamatan Bengo Kabupaten Bone yang dilapor hanyut di aliran sungai Pakka Salo pada Jum’at (12/04) kemarin, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Sabtu (13/04/24).

Korban ditemukan sekitar pukul 11.30 Wita siang tadi dalam keadaan meninggal dunia, tubuh korban terbawa arus sungai sejauh 15 km dari lokasi korban dilaporkan hilang.

Proses Pencarian Korban hanya memerlukan waktu kurang dari 24 jam, kecepatan penemuan korban ini tidak lepas dari gerak cepat dan kordinasi antara tim SAR gabungan ( Brimob Batalyon C Pelopor, Basarnas, BPBD dan Satpol-PP) dengan aparat setempat (Polsek Bengo dan Koramil Bengo).

Penemuan korban yang tenggelam akibat terseret arus sungai ini juga dibenarkan oleh Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si.

” Benar siang tadi sebelum Dhuhur korban atas nama pr Daya 65 tahun ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga” ungkap Danyon Ichsan.

Danyon Ichsan juga menambah jika hal ini merupakan wujud dari bakti Brimob untuk masyarakat,

” Alhamdulillah korban bisa kita temukan dengan cepat berkat kerjasama semua pihak, dan hal ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, kami juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada pihak keluarga, semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan” sambungnya.

Sementara Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto menyebutkan jika operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Pakka Salo Kecamatan Bengo Kabupaten Bone resmi ditutup,

” Oleh karena korban sudah ditemukan dan kami juga sudah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga serta, hari ini operasi pencarian korban tenggelam di Kecamatan Bengo resmi kami tutup dan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar” ungkap Febri.(*)

 

Lp. Hamzah Irfan

Bakti Brimob, Tim SAR Yon C Diterjunkan Cari Warga Tenggelam di Bone

NEWSSULSEL.id, BONE – Musibah nahas menimpa IRT di Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Daya, Sabtu (13/4/2024).

Perempuan berusia 65 tahun tersebut diduga tenggelam di Sungai Pakkasalo, Desa Walimpong, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Kabar tersebut pun sampai ke Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si.

Tidak butuh waktu lama, Danyon Ichsan mengerahkan Tim SAR ke lokasi kejadian untuk membantu warga dalam pencarian.

“Sebanyak 10 personel Tim SAR Batalyon C Pelopor dipimpin Ipda Junaede S.Sos (Danki 4 Yon C Pelopor) diterjunkan ke lokasi,” kata Danyon bergelar Magister Sains.

Lanjut kata Danyon Ichsan, tadi malam tim SAR Brimob Bone langsung berangkat dari Mako ke lokasi bersama personel pos Basarnas Kabupaten Bone.

Diterjunkannya Tim SAR Brimob pada operasi pencarian orang tenggelam ini, kata Danyon Ichsan sebagai wujud Bakti Brimob pada masyarakat yang tertimpa musibah.

Saat ini tim SAR gabungan dari Brimob, Basarnas, BPBD dan Satpol Kabupaten Bone serta dibantu anggota pencinta alam dalam misi pencarian dengan teknik bady rapting dan penyusuran sungai dengan menggunakan perahu fiber.

“Mohon doanya semoga pencarian berjalan aman dan lancar serta korban segera dapat ditemukan,” pungkas Danyon Ichsan…(*).

 

Lp. Hamzah Irfan

Agama Operasional

Faisal Djabbar , Seorang Pembelajar

Dulu, di negeri minoritas Islam, ada muazin bersuara buruk. Ia menyeru orang salat. Suaranya jelek, hingga banyak orang menasihatinya agar tak bersuara keras dalam berazan. Mereka khawatir suara muazin menyebabkan kerusuhan dan pertengkaran antara orang Islam dengan pemeluk lain agama. Mereka tinggal di negeri mayoritas tak beragama Islam. Tapi muazin menolak nasihat banyak orang. Ia merasa bahagia dapat melantunkan azannya yang tak indah itu. Ia merasa mendapat kehormatan memanggil salat di satu negeri dimana orang tak pernah salat.

 

Suatu hari seorang non-Islam datang membawa jubah, lilin, dan manisan. Dia datang dengan sikap bersahabat. Berkali-kali dia bertanya pada orang-orang sekitar.

 

“Dimana sang muazin itu? Tunjukkan padaku siapa muazin yang teriakannya selalu menambah kebahagiaan hatiku?” ujar si orang non-Islam.

 

“Kebahagiaan apa yang kau peroleh dari suara muazin itu?” tanya satu di antara penduduk muslim itu.

 

Lalu orang non-Islam itu bercerita, “Suara muazin itu menembus ke gereja, tempat kami tinggal. Aku punya seorang anak perempuan yang sangat cantik dan berakhlak mulia. Ia ingin sekali menikahi seorang mukmin sejati. Ia mempelajari agama, dan tampaknya tertarik masuk Islam. Kecintaan pada iman sudah tumbuh dalam hatinya. Aku tersiksa, gelisah, dan terus-menerus risau memikirkan anak gadisku. Aku khawatir dia akan masuk Islam. Dan aku tahu, tak ada obat yang dapat menyembuhkan dia. Sampai satu saat anak perempuanku mendengar suara azan itu.”

 

Anak perempuanku bertanya, “Apa suara yang tak enak ini? Suara ini mengganggu telingaku. Belum pernah dalam hidupku mendengar suara sejelek itu di tempat-tempat ibadat atau gereja.”

 

Saudara perempuannya menjawab, “Suara itu namanya azan, panggilan untuk beribadat bagi orang-orang Islam. Azan adalah ucapan utama orang beriman.”

 

Anakku hampir tak percaya. Dia bertanya padaku, “Bapak, apakah betul suara jelek itu adalah suara memanggil orang sembahyang?”

 

“Ketika sudah diyakinkan bahwa benar suara itu adalah suara azan, wajahnya berubah pucat pasi. Dalam hatinya tersimpan kebencian pada Islam. Begitu aku menyaksikan perubahan itu, aku merasa dilepaskan dari segala kecemasan dan penderitaan. Tadi malam aku tidur nyenyak. Dan kenikmatan serta kesenangan yang kuperoleh tak lain karena suara azan yang dikumandangkan muazin itu.”

 

Dia melanjutkan, “Betapa besar rasa terima kasih saya kepadanya. Bawalah saya kepada muazin itu. Aku akan memberikan seluruh hadiah ini.”

 

Kisah di atas adalah cerita Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi, yang dikisahkan kembali oleh Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya The Road To Allah: Tahap-Tahap Perjalanan Ruhani Menuju Tuhan (2007).

 

Rumi mengajari kita sebuah cerita berisi parodi atau sebuah sindiran yang sangat halus. Azan yang dilantunkan dengan buruk dapat menghalangi orang untuk masuk Islam. Keberagamaan yang bermaksud membawa orang pada agama berubah menjadi sesuatu yang menghalangi orang memasuki agama.

 

Dari cerita tadi, Jalaluddin Rakhmat menyimpulkan, ada dua macam kesalihan: kesalihan pulasan dan kesalihan batiniah.

 

Kesalihan pulasan adalah ketika kesalihan hanya terletak pada segi lahiriah. Orang meletakkan kemuliaan pada pelaksanaan secara harfiah teks-teks agama. Seperti orang azan, ia merasa azannya betul-betul melaksanakan perintah agama. Tapi karena yang mereka ambil hanya bungkusnya dan melupakan hakikatnya, yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dimaksudkannya.

 

Kesalihan kedua, kesalihan batiniah, menekankan pentingnya memelihara lahiriah agama dengan tak melupakan aspek-aspek batiniah agama. Inilah kesalihan Bayazid Al-Bustami, kata Rumi. Ada rahasia dalam tiap ibadah yang kita lakukan. Dia bisa melihat sesuatu yang tersembunyi dalam praktik-praktik ritual agama. “Keimanan yang sebenarnya adalah keimanan yang dapat menarik semua orang pada haribaan Islam, apa pun bentuknya,” kata Jalaluddin Rakhmat.

 

Tafsiran saya atas pesan Kang Jalal adalah bahwa agama yang kita anut haruslah dapat dioperasionalkan.

 

Kita kerap melihat jutaan uang dihabiskan untuk upacara-upacara keagamaan, di saat ribuan anak di sudut-sudut negeri Indonesia tidak dapat melanjutkan sekolah. Jutaan uang dihamburkan untuk membangun rumah ibadah megah, di saat ribuan orang tua di pelosok-pelosok desa dan kota masih harus menanggung beban mencari sesuap nasi. Jutaan uang dipakai untuk naik haji berulang kali, di saat ribuan orang sakit menggelepar menunggu maut karena tidak dapat membayar biaya rumah sakit.

 

Sebab itu nilai dan doktrin agama belum cukup. Belum tuntas. Jadi, janganlah hanya berhenti di situ. Perlu dipikirkan penjelasan operasional dari nilai dan doktrin agama. Agama menyuruh bersih, apa indikator bersih? Itu yang perlu dituangkan dalam poin-poin teknis. Agama menyuruh menjauhi perilaku korupsi, maka prinsip menghindari perbuatan korupsi mesti disusun dalam program-program aksi yang kongkrit.

 

Indonesia dan Filipina masuk golongan negara parah korupsi dalam daftar Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Transparency International. Sementara, di tingkat Asia pun, berdasarkan survei Political & Economic Risk Consultancy (PERC) tahun 2007, Filipina dan Indonesia masing-masing berada di urutan pertama dan kedua negara-negara Asia paling korup. Di peringkat atas negara-negara bersih korupsi salah satunya bercokol Finlandia.

 

Pada tahun 2023, skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dan Filipina serupa, yakni 34 dari skala tertinggi 100. Skor ini menunjukkan parahnya korupsi di kedua negara tersebut.

 

Anehnya, Indonesia dan Filipina, negara yang katanya agamis, justru menjadi negara yang paling korup. Sebaliknya, Finlandia, yang sekuler, malahan jadi negara relatif bersih dari perilaku korupsi. Di Finlandia, ada penghargaan pada kebebasan untuk beragama atau tidak beragama. Agama adalah urusan pribadi tiap orang, negara tak berhak memaksa seseorang memeluk agama tertentu. Mengapa Finlandia bisa menjelma jadi negara bersih dari praktik korupsi? Setidaknya ada tiga faktor utama (Kompas, 2008).

 

Pertama, obidience, yakni sikap taat dan patuh kepada hukum. Hukum menjadi panglima. Siapapun patuh pada hukum, dari tingkat elite hingga supir taksi.

 

Kedua, sifat jujur kepada diri sendiri dan orang lain. Perdana Menteri perempuan pertama Finlandia Anneli Jaatteenmaki dituntut mundur pada Juni 2003 karena dia dituduh berbohong pada parlemen dan rakyat mengenai persoalan kebocoran informasi politik yang peka sewaktu beliau kampanye.

 

Ketiga, gaya hidup sederhana dan tidak konsumeris. Orang Finlandia bukanlah orang-orang konsumeristik. Mereka tak peduli merek apa yang dipakai. Yang diperhatikan dalam membeli sesuatu adalah fungsi barang tersebut, yang juga disesuaikan dengan penghasilan mereka.

 

Pertanyaan mendasar ialah apa yang salah di sini? Kenapa negara yang semua penduduknya beragama seperti Indonesia lebih korup ketimbang negara sekuler seperti Finlandia? Apakah agama tak mampu membentuk pemeluknya hidup bersih dan tertib? Ataukah justru si pemeluk agama yang tak bisa menginternalisasikan dan mentransformasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial?

 

Sebetulnya pertanyaan di atas timbul dari persoalan klasik yang dialami negeri kita. Ulama banyak, kiai melimpah, pendeta tak sedikit, masjid muncul bak jamur di musim hujan, gereja meruah, pura ada. Tapi kriminalitas tak tuntas, pelanggaran lalu lintas jalan terus, korupsi tak sepi. Apakah ini kegagalan agama?

 

Menurut Romo Franz Magnis-Suseno, agama telah gagal menjadi pembendung moral bangsa dalam mencegah korupsi, karena perilaku masyarakat yang memeluk agama itu sendiri. Pemeluk agama menganggap agama hanya berkutat pada masalah bagaimana cara beribadah yang ritual saja. Sehingga agama nyaris tidak berfungsi dalam memainkan peran sosial.

 

Menurut Romo Magnis, sebenarnya agama bisa memainkan peran yang lebih besar dalam konteks kehidupan sosial dibandingkan institusi lainnya, sebab agama memiliki relasi emosional dengan pemeluknya. Jika diterapkan dengan benar, kekuatan relasi emosional itu bisa menyadarkan umat bahwa korupsi berdampak buruk.

 

Beranjak dari pendapat Franz Magnis-Suseno, sesungguhnya, ada persoalan mendasar di sini, yakni pendidikan agama yang terlalu kuat berkutat pada pendidikan ritual agama dan cara beribadah. Ada dinding pemisah antara ibadah ritual dengan ibadah kemasyarakatan.

 

Karena itu, dibutuhkan pendidikan agama yang tak cuma mengajarkan cara ibadah yang ritual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan. Menginternalisasikan doktrin agama. Pemaknaan terhadap ajaran-ajaran ritual. Dengan begitu nilai-nilai ajaran agama tidak teronggok di masjid, gereja, vihara, atau pura. Tapi terbawa dalam kehidupan sosial. Nilai agama dibawa ke kantor, pasar, sekolah, kampus, dan rumah.

Polda Sulsel Terjunkan Unit Polsatwa K-9, Disterilkan Bandara Internasional Sulatan Hanuddin

NEWSSULSEL.id,- Pastikan Mudik lebaran hari raya Idul Fitri aman terkendali. Polda Sulsel terjunkan Unit Polsatwa K-9 dipimpin IPTU Samuel Ary patroli dan sterilisasikan sejumlah ruang publik dari bahan berbahaya dan peledak.

Hal tersebut terlihat awak media ini di pintu masuk cargo Bandara Internasional Sultan Hasanudin, Unit Polsatwa K-9 berseragam menelisik semua sudut ruang yang ada termasuk di pelataran bandara.

Kanit Polsatwa K-9 Samapta Polda Sulsel IPTU Samuel Ary menyebut Patroli dan Sterilisasi ini di lakukan untuk memastikan mudik hari raya lebaran Idul Fitri berlangsung aman terkendali.

“Patroli Sterilisasi ini tuk memastikan ruang publik aman terkendali masuknya  segala macam bahan berbahaya seperti peledak,” ucapnya kepada wartawan yang menyukainya di bandara…(*).

Lp. Asril