suherman

Pelayanan Rujukan BPJS Dituding Merugikan Pasien

NEWSSULSEL.id,- Peraturan Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2018 hingga kini dianggap sejumlah pasien BPJS masih amburul dan merugikin pasien.

Hal tersebut di ungkap Nikolaus Beni pasien BPJS ketika hendak berobat ke Rumah Sakit (RS) Primaya, namun pihak RS Primaya megatakan rujukannya sudah berakhir masa berlakunya.

Sementara menurut Nikolaus Beni yang juga kader dan sekretaris BP Pemilu PDI Perjuangan Sulsel mengatakan
Pelayanan rujukan BPJS dianggap merugikan sebab masa berlaku rujukan pelayanan masih berlaku sampai tanggal 26 maret 2024, hingga pukul 00:00Wita.

“Masak pihak RS Primaya mengatakan masa berlaku rujukan pelayanan sudah habis, sementara hari ini masih tanggal 25 maret 2024,” ujar Niko kader PDI Perjuangan kesal dengan sistim pelayanan rujukan yang amburul.

Hingga berita ini di terbitkan media ini belum ada pernyataan resmi yang di peroleh awak media ini dari pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dan pihak RS Primaya terkait tudingan Niko pasien BPJS…(*).

Lp. Chaerul

Anggota Polres Lampung  Tewas Dalam Kamar Penginapan, 4 Saksi Diperiksa Pelaku Ditahan

NEWSSULSEL.id, – Seorang anggota polisi ditemukan tewas di salah satu penginapan yang berada di Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.

Berdasarkan informasi yang himpun awak media ini korban Bripka Singgih Abdi Hidayat (28) ditemukan tewas di sebuah kamar losmen yang berada di Kampung Setia Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (23/3/2024) sekitar pukul 08:00 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik yang di konfirmasi terkait kasus tersebut, membenarkan kejadian itu.

“Benar, anggota Polisi dari Polres Lampung Tengah, <span;>ditemukan tewas dalam kamar penginapan,” jelas Kombes Umi Fadilah Astutik, Minggu (24/3/2024).

Ia menyebut, Briptu Singgih Abdi Hidayat merupakan merupakan anggota polisi dari satuan Polres Lampung Tengah. Diduga korban dibunuh dengan cara dibekap, lantas jasadnya disembunyikan di kolong tempat tidur

Jasad korban ditemukan oleh seorang penjaga losmen, Sabtu (23/3/2024) pagi. Iswanto awalnya hendak bangunkan penyewa. Dia kaget pintu kamar tak terkunci dan melihat kamar dalam kondisi acak-acakan.

Namun di dalam kamar tak ada orang, setelah melihat ke kolong tempat tidur baru diketahui jika penyewa sudah meninggal dunia.

Saat ini, polisi masih dalam penyelidikan terkait penemuan jenazah anggota polisi tersebut. 4 orang saksi telah di periksa dan pelaku telah di tahan….(*).

Lp. Afit

Kebebasan dan Pembangunan

Faisal Djabbar , Seorang Pembelajar dan Pemerhati Kebijakan Publik

NEWSSULSEL.id

Sebuah negara kesejahteraan (welfare state) adalah negara yang mampu menyediakan kebebasan pada warganya. Tapi, instrumen apakah yang dapat memproduksi kebebasan? Pembangunan.

 

Inilah yang dikatakan Amartya Sen dalam bukunya Development as Freedom (1999). Tapi, pembangunan seperti apa yang tengah dibayangkan Sen sehingga dia berpendapat pembangunan mampu menghasilkan kebebasan sejati (real freedom)? Amartya Sen berargumen bahwa pembangunan adalah sebuah proses dalam rangka memperluas kebebasan sejati yang akan bisa dinikmati oleh manusia: “Development can be seen as a process of expanding the real freedoms that people enjoy.”

 

Sen memperlebar makna pembangunan. Bagi Sen, pembangunan tidak hanya diartikan sebagai pembangunan di area pertumbuhan ekonomi semata: perkembangan dalam Gross Domestic Product (GDP) atau kenaikan pendapatan individu di suatu negara. Pembangunan belum pula cukup dengan sekadar ditemukannya teknologi maju atau terbentuknya industrialisasi di satu negara.

 

Meski begitu, Sen tak menampik bahwa menaiknya GDP atau meningkatnya pendapatan individu merupakan variabel penting dalam proses pembangunan. Melonjaknya GDP atau tingginya penghasilan seseorang adalah instrumen penting, tapi itu cuma salah satu cara mencapai kebebasan, bukan satu-satunya perangkat penilaian suksesnya sebuah proses pembangunan.

 

Lebih jauh, menurut Sen, tercapainya kebebasan tak bergantung semata pada menaiknya GDP atau penghasilan individu. Proses pembangunan bergantung pula pada determinan-determinan lain seperti perkembangan sosial, misalnya tersedianya fasilitas-fasilitas pendidikan dan sarana-sarana kesehatan. Selain itu, juga tak kalah pentingnya, adalah kebebasan politik dan pemberian ruang selebar-lebarnya bagi tumbuhnya masyarakat sipil yang kuat dan kritis.

 

Bila pembangunan adalah sebuah proses menuju kebebasan, maka, bagi Sen, sebuah proses pembangunan mensyaratkan sirnanya sumber-sumber utama ketidak-bebas-an. Sumber-sumber itu adalah kemiskinan, tirani, peluang berusaha yang diisolasi oleh negara, penghirauan akan penyediaan fasilitas-fasilitas berguna bagi publik, pemerintahan yang represif, negara yang otoriter, dan masyarakat yang intoleran.

 

Ketidak-bebas-an membawa masyarakat di satu negara pada keterbatasan; ketidak-bebas-an adalah keterbatasan. Dalam kata-kata Sen: “The unfreedom links closely to the lack of public facilities and social care, such as the absence of epidemiological programs, or of organized arrangements for health care or educational facilities, or of effective institutions for the maintenance of local peace and order. The violation of freedom results directly from a denial of political and civil liberties by authoritarian regimes and from imposed restrictions on the freedom to participate in the social, political, and economic life of the community.”

 

Amartya Sen memandang kebebasan sebagai sebuah kebebasan bagi orang per orang; kebebasan individu, kebebasan pribadi. Kebebasan sosial bakal terwujud ketika kebebasan personal terpenuhi. Namun, kebebasan itu sendiri baru dapat tercapai bila kondisi-kondisi di sekeliling individu tersebut mendukung bagi terciptanya lingkungan yang bebas; kebebasan.

 

Dengan kata lain, lingkungan seputar individu sangat berperan dalam terjelmanya kebebasan individu. Sen menyebut lingkungan seputar individu sebagai instrumental freedom. Menurut Sen, ada lima instrumen pendukung utama yang akan membawa kebebasan pada individu yakni political freedoms, economic facilities, social opportunities, transparency guarantees, dan protective security.

 

Karena itu, mengikuti Sen, ada lima indikator negara kesejahteraan, yakni kebebasan politik, tersedianya fasilitas ekonomi, peluang sosial, jaminan transparansi, dan jaminan keamanan.

 

Terwujudnya lingkungan yang menyediakan lima instrumen kebebasan dambaan Sen akan membutuhkan peran negara yang minimal. Pemerintah, karena itu, harus minimal dalam pengelolaan kekuasaan. Pemerintah yang terlalu dominan dan mengambil alih semua urusan bukanlah pemerintah yang akan memunculkan kekebasan individu.

 

Jadi, negara wajib menciptakan kondisi yang akrab bagi munculnya kebebasan: peluang berusaha bagi semua warganegara, kebebasan berkecimpung dalam bidang-bidang politik, masyarakat sipil yang kuat, kesehatan bagi seluruh masyarakat, pendidikan dasar, dan ruang bagi inisiatif-inisiatif masyarakat untuk bersemi. Kebebasan mustinya bukan cuma sebuah tujuan akhir. Kebebasan adalah proses. Dia berjalan berbarengan dengan proses pembangunan. “Freedoms are not only the primary ends of development, they are also among its principal means,” ujar Sen.

 

Pembangunan yang berarti adalah pembangunan yang membutuhkan kebebasan dalam proses perjalanannya. Tanpa kebebasan, pembangunan menjelma menjadi sebuah proses yang tiada arti. Pembangunan ialah proses perpindahan dari satu pijakan ke pijakan lain yang lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, tidak ada pembangunan tanpa kebebasan di dalamnya.

 

Sebuah kebebasan tentu bukan cuma kebebasan fisikal, seperti bebas beraktifitas, bebas berbicara, bebas mengkritik pemerintah. Kebebasan adalah pula kebebasan dalam memeluk agama, keyakinan, kepercayaan, atau mempelajari segala bentuk paham, baik itu paham kanan, tengah, atau kiri sekalipun.

 

Oleh sebab itu, kebebasan seyogianya tak hanya disediakan oleh pemerintah tapi juga diberikan oleh komunitas dan keluarga dari mana individu berada dan berasal: masyarakat dan orangtua dapat menahan diri untuk memaksakan agama atau kepercayaannya pada individu atau anak-anaknya.

 

Kebahagiaan adalah wujud dari kebebasan itu sendiri. Kebahagiaan muncul ketika semua syarat kebebasan sudah terpenuhi.

Korban KM. Yuiee Jaya II Diinapkan di Wisma PKK Tanadoang

NEWSSULSEL.id, Sebelas orang korban selamat dalam tragedi tenggelamnya KM. Yuiee Jaya II yang tiba di Dermaga Rauf Rahman Benteng, Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan dengan menumpangi KN. SAR Kama Jaya, langsung dikawal dan diinapkan Dinas Sosial di Wisma PKK Tanadoang Jln. Jend. Sudirman.

Setiba di lobi Wisma PKK, kesebelas orang korban langsung dijamu dengan puluhan logistik nasi kotak, dan beraneka ragam kue menu buka puasa.

Korban diterima Kepala bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehsos) Dinas Sosial, Andi Asni bersama jajaran staf.

Sebelum diberangkatkan ke Makassar, kesebelas orang korban sempat didampingi Kepala bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Rahmat Nas Krg Baso bersama Koordinator Markas Rescue Team (Mar Team) Kabupaten Selayar serta aparat Satuan Polairud Polda Sulsel.

Rombongan korban tiba di lobi wisma PKK Tanadoang, sekira pukul 17.59 Wita, Kamis, (21/3) petang.

Bantuan santunan dan uang saku diserah terimakan dinas sosial serta Aparat Pemerintah Desa Batang, Kecamatan Takabonerate, bertempat, di lobi Wisma PKK Tanadoang.

Uang saku dan santunan Pemdes Batang diserah terimakan Camat Takabonerate, Andi Caco Amras, ST., MM…(*)

 

Lp. Fadly Syarif

Tiba di Dermaga Rauh Rahman Selayar Korban KM. Yuiee Jaya II Dijemput Wabup Saiful Arif, Sh

NEWSSULSEL.id, – Sebelas orang korban selamat dalam tragedi karamnya KM. Yuiee Jaya II tiba di dermaga Rauf Rahman Benteng, Kabupaten Kamis, (21/3) sore.

Korban tiba dengan menumpangi KN. SAR Kama Jaya 104 dengan pengawalan ketat Tim SAR Gabungan, dan Camat Takabonerate, Andi Caco Amras, ST., MM.

Rombongan korban dijemput wakil bupati Selayar, H. Saiful Arif, SH yang didampingi Kepala Dinas Sosial, Hj. Satmawati, Sos,. M.AP, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Achmad Alifiayanto, Kepala bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial, Rahmat Nas.

Bersama wakil bupati ikut hadir Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD, Muhammad Ikbal bersama jajaran.
Selain itu, hadir Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Selayar, Drs. Odding Karim, MH.

Wabup H. Saiful Arif, SH, ikut didampingi Kasat Pol Air, Kepala Pos SAR, Andi Raswan, dan Kepala Pos TNI-AL Selayar.

Wabup H. Saiful Arif, SH, menguraikan, prosesi penjemputan sebelas warga korban bencana tenggelamnya KM. Yuiee Jaya II, merupakan salah satu bentuk apresiasi pemkab untuk warga asal daerah lain yang tertimpa musibah di wilayah perairan laut Kabupaten Selayar.

Sebelumnya, korban telah dibantu oleh aparat pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga jajaran kepala dusun dan lingkungan di sekitar tempat kejadian peristiwa (tkp) terdamparnya korban, baik korban selamat maupun korban meninggal dunia.

Basarnas juga sudah menunaikan tugas dan kewajibannya melakukan operasi SAR pencarian dan penyelamatan selama kurang lebih sepekan yang kemudian diperpanjang dengan mendasari dan menindaklanjuti permohonan Pemerintah Kabupaten Selayar.

Dalam kaitan itu, wabup menyampaikan ucapan terima kasih disertai penghargaan tak terhingga kepada jajaran Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah berkenan meluangkan waktu dan kesempatan menfasilitasi pemulangan sekaligus mendaratkan korban di dermaga Rauf Rahman, Benteng.

Saiful Arif menandaskan sekali lagi bahwa rangkaian kegiatan penjemputan digelar sebagai wujud apresiasi pemerintah untuk menerima kedatangan korban yang masih menjadi tugas serta tanggungjawab pemerintah kabupaten.

Setelah dijemput dan diterima, rombongan korban akan diinapkan di Wisma PKK Tanadoang untuk secepatnya dipulangkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan mengingat serta mempertimbangkan wilayah persoalan yang melibatkan pemerintah lintas provinsi.

Ucapan terima kasih disertai apresiasi dan penghargaan dihaturkan wabup kepada seluruh jajaran instansi tekhnis, aparat penegak hukum, dan unsur pers yang telah pro aktif menghadiri rangkaian acara penjemputan korban, meski tanpa undangan resmi.

Prosesi penjemputan korban selamat diakhiri dan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari jajaran Badan SAR Nasional (Basarnas) kepada Aparat Pemerintah Kabupaten Selayar dengan disaksikan oleh ratusan pasang mata yang ikut hadir dan berada di area Dermaga Rauf Rahman, termasuk jajaran kantor UPP Kelas III Benteng Selayar…(*).

 

Lp. Fadly Syarif

 

Kakanwil Kemenag Sulbar Diduga Lecehkan Pegawai 8 Saksi Diperiksa Polisi

NEWSSULSEL.id, – Polisi telah memeriksa 8 orang saksi terkait kasus Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar), Syafrudin Baderung yang diduga melecehkan pegawai wanita inisial I.

“Delapan orang saksi telah diperiksa termasuk terlapor (Syafrudin),” jelas Kasubnit IV PPA Ditreskrimum Polda Sulbar Kompol Asriana Basri saat dikonfirmasi Kamis (21/3/2024).

Kompol Asriana mengaku akan menggelar perkara kasus tersebut Jumat (22/3) besok, untuk memastikan layak tidaknya kasus naik ke tahap penyidikan.

“Insyaallah (besok dilakukan gelar perkara), karena saya sudah buatkan itu ajukan ke pimpinan undangan gelarnya,” jelasnya.

Dia berharap gelar perkara yang dilakukan besok tidak menemui kendala, meminta meminta semua pihak agar menanti hasil gelar perkara kasus tersebut.

“Jadi apapun itu, semuanya nanti hasil gelar keputusan, kesimpulan hasil gelar itu besok. Mudah-mudahan tidak ada kendala, pimpinan semua hadir, naik tidaknya ke sidik (penyidikan) besok ditentukan,” sebut Asriana.

Sebelumnya diberitakan, Kakanwil Kemenag Sulbar Syafrudin Baderung telah memenuhi panggilan penyidik terkait kasus tersebut, dan diperiksa selama 2 jam di ruang penyidik Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sulbar pagi tadi.

Sementara kuasa hukum wanita I, Busman Rasyid juga telah menyerahkan barang bukti terkait dugaan pelecehan tersebut ke penyidik Polda Sulbar. Barang bukti yang diserahkan berupa dokumen dan pakaian.

“Kami baru saja menyerahkan sejumlah barang bukti yang diperlukan penyidik,” ujar Busman saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/3).

Untuk diketahui, Syafrudin Baderung dilaporkan ke polisi atas dugaan percobaan perkosaan dan VCS ke pegawainya. Syafrudin dilaporkan oleh wanita pegawai Kemenag Sulbar inisial I.

Laporan polisi terhadap Syafrudin dibuat di Polda Sulbar pada Kamis (14/3) pagi. Laporan pelapor teregister dengan Nomor: LP/B/10/SPKT/POLDA SULAWESI BARAT.

Kuasa hukum wanita I, Busman Rasyid mengatakan pelaku diduga memanfaatkan jabatannya untuk melancarkan aksinya. Syafrudin dituding mengancam tidak mengeluarkan SK PPPK korban jika menolak berhubungan badan.

“Korban pegawai PPPK, selain itu karena dia pegawai PPPK, ini diancam untuk tidak dikeluarkan SK-nya agar melancarkan perbuatan bejat dari pelaku,” ujar Busman kepada wartawan, Kamis (14/3)…(*).

Lp. Icha

Kemenag Kab Gowa, Bantah Biaya Pelunasan Pemberangkatan Haji 2025 Naik Rp65juta

NEWSSULSEL.id, – Bedarnya kabar yang meresahkan sejumlah calon jemaah tahun Kabupaten Gowa 2025, terkait biaya pelunasan yang harus dibayar sampai Rp65.000.000, (Enam puluh limah juta rupih). Dibantah Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Seksi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kemenag Kab Gowa H. Tajuddin saat di konfirmasi awak media ini terkait kabar pelunasan biaya jemaah haji tahun 2025 naik sampai Rp65jt.

“Belum ada penetapan biaya pelunasan pemberangkatan calon jamaah haji 2025. Tidak ada info (kabar) yang begitu pak,” tulis H. Tajuddin via WhatsAppnya selepas tarwih semalam Rabu (20/3/2023).

berkas salah 1 calon jemaah haji sejak tahun 2011 dijanji lagi berangkat 2025

Bantahan pihak urusan Haji & Umrah Kemanag Kab Gowa memunculkan asumsi beragam sejumlah calon jamaah haji yang telah membayar menyetor awal sejak tahun 2011 yang dijadwalkan berangkat tahun 2025.

“Alhamdulillah kalau kabar biaya pelunasan pemberakatan itu tidak benar, lantas kenapa pemberankatan saya dan sejumlah keluarga di tunda terus sampai 2025 padahal kita sudah lakukan penyetoran awal Rp25 sejak tahun 2011 dan siap membayar pelunasan yang sesuai”, kata Arifin Abubakar Alimuddin Bin Abubakar Alimuddin yang dapat kabar biaya pelunasan naik lagi tuk 2025…(*).

Lp. Bangfly

Dinas Sosial & BPBD Selayar Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Kepada 12 Korban KM. Yuiee Jaya 02

NEWSSULSEL.id, – Bantuan tanggap darurat bencana merupakan realisasi dan tindak lanjut Rakortas yang dipimpin langsung Wakil Bupati Saiful Arif di ruang kerjanya dua hari sebelumnya. Bantuan diserahkan jajaran dinas sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan kepada 12 orang korban selamat dalam tragedi karamnya KM. Yuiee Jaya 02.

Kepada Pewarta, Wabup menambahkan, besok korban selamat akan dievakuasi dari Kayuadi ke Benteng dengan menumpang Kapal SAR. Direncanakan star Kamis pagi, dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Benteng sebelum Magrib, akan diinapkan di Mess Pemda semalam, kemudian dilanjutkan perjalanan ke Makassar dikawal Kadis Sosial Hj. Satma.
Kepala bidang perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos) Dinas Sosial, Rahmat Nas menjelaskan, bantuan tanggap darurat yang terdiri dari 12 buah kasur lipat, 24 paket bantuan sandang dewasa, dan 12 lembar selimut, telah diserahkan kepada masing masing korban selamat pada sekira pukul 10.00 Wita, Rabu, (20/03).

Penyerahan bantuan yang dihadiri dan disaksikan aparat gabungan Satpol Air, anggota Polsek Takabonerate, personil BPBD, Dinas Perhubungan, TKSK, Camat Takabonerate, Andi Caco Amras, ST., MM dan jajaran Basarnas diserah terimakan di ruang Aula kantor Camat Takabonerate.

Paket bantuan tanggap darurat yang diserahkan dinas sosial dan BPBD hari ini, merupakan bentuk interpretasi kehadiran serta kepeduliaan pemerintah terhadap warga korban bencana, terkhusus bagi mereka anak buah kapal (ABK) KM. Yuiee Jaya 02 yang ditemukan selamat, baik oleh warga masyarakat maupun oleh Tim SAR Gabungan.

Pemerintah akan senantiasa hadir dalam mendukung dan menyukseskan misi kemanusiaan pencarian serta penyelamatan korban laka laut, tandas Rahmat Nas…(*)

 

Lp. Fadly Syari

Angin Kencang Terjang Selayar  Dua Unit Rumah dan Masjid Porak Poranda

NEWSSULSEL.id – Dua unit bangunan permukiman warga di Dusun Tanabau, Desa Bonto Tangnga, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan, terkonfirmasi mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon mangga yang terjadi pada sekira pukul 23.25 Wita, hari, Sabtu, (16/3) malam.

Kepala bidang kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muhammad Ikbal mengonfirmasi, pohon mangga tumbang menimpa dua unit bangunan rumah permukiman warga atas nama Irman dan Muhammad Saleh yang rata dengan tanah.

Penanganan yang disertai kaji cepat dan penyaluran bantuan tanggap darurat telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Dinas Sosial yang langsung merapat ke tkp, usai mendapat laporan kejadian.

Pembersihan pohon tumbang dilakukan tim reaksi cepat (TRC) bidang kedaruratan dan logistik BPBD hingga menjelang waktu bersantap sahur dan dilanjutkan pada pagi hari.

Selain merusak bangunan permukiman warga, angin kencang yang melanda Kabupaten Selayar juga turut mengakibatkan rusaknya atap bangunan Masjid Baiturrahman, Dusun Polong, Desa Bungaia, Kecamatan Bontomate’ne.
Akibatnya, jamaah masjid di sekitar TKP,, terkadang harus melaksanakan shalat tarwih di bawah guyuran hujan deras…(*).

 

Lp. Fadly Syarif

16 Korban KM. Yuiee Jaya 02 Ditemukan, 18 ABK Masih Dinyatakan Hilang

NEWSSULSEL.id – Dua puluh orang crew kapal motor Yuiee Jaya 02 dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Korban hilang, setelah kapal pencari ikan ber GT, 93 Asal Muara Baru Jakarta Utara, bernama KM. Yuiee Jaya 02, karam dihantam badai gelombang laut di perantaraan Pulau Kayuadi, dan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal karam pada sekira pukul 03.00 Wita, Sabtu, (9/3) akibat benturan gelombang pasang air laut yang disertai cuaca buruk dengan ketinggian gelombang musim barat, sekira 1,5 sampai 2 meter.

Kapal naas bermuatan sekira 70 ton tersebut, bertolak meninggalkan Pelabuhan Muara Baru, Jakut, pada sekira pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat. Minggu, (03/03) dengan route pelayaran Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mencari ikan dan memasang rompong.

Namun karena alasan hasil yang tidak memadai, KM. Yuiee Jaya 02, melanjutkan misi pencarian ikan di perairan laut Kabupaten Selayar.

KM. Yuiee Jaya 02, bertolak dari Pelabuhan Muara Baru mengangkut batu, tali, daun kelapa, dan perlengkapan memancing dengan menyertakan total 35 orang anak buah kapal (ABK).

Tapi naas, karena kapal karam, saat tengah mencari ikan di perairan laut Kabupaten Selayar.

Pasca karamnya KM. Yuiee Jaya 02, warga sempat dibuat heboh dengan terdamparnya beberapa orang korban, baik korban selamat, maupun korban meninggal dunia (MD).

Korban pertama atas nama Sun Hing (57 thn) yang diketahui sebagai nakhoda kapal ditemukan kali pertama, oleh warga Dusun Kayuangin, Desa Massungke, Kecamatan Pasimasunggu, Senin, (11/03).

Di hari yang sama, warga kembali dibuat geger oleh penemuan mayat tanpa identitas yang ditemukan di Dusun Balla Bulo, Desa Bonto Jati.

Mayat tanpa identitas ditemukan warga pada sekira pukul 20.30 Wita, Senin, (11/03) malam dengan kondisi wajah membengkak dan diduga sudah lama meninggal dunia.

Korban ditemukan mengapung dengan masih mengenakan baju kaos warna coklat lengkap bersama celana panjang biru dan pelampung (life jacket) KM. Yuiee Jaya 02.

Dari tkp, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan armada mobil ambulance, menuju ke RSA Pratama Jampea untuk diautopsi.

Jenazah pria berambut gondrong itu, selanjutnya dikebumikan di Taman Pekuburan Umum Dusun Lembongan, Desa Bontobaru.

Sebelas orang korban lain ditemukan di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Takabonerate, Senin, (11/03).

Delapan diantaranya ditemukan bersama potongan bangkai kapal KM. Yuiee Jaya 02 berwarna orange.

Kedelapan orang korban selamat, ditemukan terdampar di pinggir pantai Dusun Bajo, Desa Kayuadi.pada hari, Selasa, (12/3).

Korban kemudian langsung dievakuasi menuju ke Puskesmas Pasitallu untuk menjalani perawatan medis.

Pada hari yang sama, sekira pukul 15 30 Wita, warga kembali menemukan mayat tanpa identitas yang terdampar di pesisir pantai Dusun Bonelambere, Desa Nyiur Indah.

Mayat korban dikebumikan warga, di Taman Pekuburan Umum (TPU) Desa Nyiur Indah, pada sekira pukul 17.30 Wita

Korban kesepuluh, atas nama Dwi Anggoro ditemukan di Dusun Bonelambere, Desa Nyiur Indah.

Sementara itu, korban atas nama Muh. Syafir, Asal Pekalongan, Jateng ditemukan di Desa Rajuni, pada hari, Senin, (11/03).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan, korban Muh. Syafir, sementara menjalani perawatan di rumah warga untuk selanjutnya, dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu).

Di lokasi terpisah, warga Pulau Jinato berhasil menyelamatkan korban selamat atas nama Amat Subechan.

Lelaki Amat Subechan ditemukan oleh kapal nelayan pengangkut ikan hidup yang sementara akan menuju ke Pulau Jinato.

Ia ditemukan, pada pukul 11.30 Wita, Senin, (11/03) siang, sekira dua mil dari Pulau Jinato.

Berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Sabtu, (16/3) sekira pukul 05.00 Wita, mayat tanpa identitas yang belakangan dikenali bernama Achmad Irham Cholis (21 thn), ditemukan di pesisir sebelah barat Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate.

Mayat Achmad Irham Cholis ditemukan pertama kali oleh lelaki Sija yang melaporkan kejadian penemuan mayat kepada kepala dusun dan aparat pemerintah setempat.

Menanggapi laporan tersebut, pemerintah bersama aparat terkait langsung mendatangi tkp dan melakukan proses evakuasi serta membawa mayat ke darat, untuk diidentifikasi.

Usai diidentifikasi, mayat lalu disholatkan dan dikebumikan pada sekira pukul 07.00 Wita dengan memperhatikan kondisinya yang mulai membusuk.

Dua korban meninggal dunia terakhir ditemukan di pesisir pantai barat Pulau Kayuadi dan Taka Subuh, Desa Tarupa, Kecamatan Takabonerate.

Korban meninggal dunia atas nama Husama ditemukan dalam pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, sekira pukul 16.20 Wita, Senin, (18/03) sore.

Sementara satu korban lain atas nama Kristanto (48 tahun) ditemukan pada sekira pukul, 12. 30 Wita, Selasa (19/3) di perairan Taka Subuh, Desa Tarupa.

Mayat korban dikebumikan di Taman Pekuburan Umum (TPU) Dusun Bangko, Desa Batang.

Dengan demikian, korban yang ditemukan telah berjumlah enam belas orang dari total 35 orang crew dan penumpang kapal yang tertera pada lembaran manifest.

Hingga hari kesebelas pasca kejadian, delapan belas orang korban lain dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR Gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, SAR UNM, Polair, Koramil, Polsek Takabonerate, SAR Marteam, Human Initiative, dan Tagana Selayar.

Berikut data korban yang telah ditemukan dalam kondisi selamat :

1. Sung Hing (57 thn)

2. Amiluddin, Desa pencongan, Kec.
Wiranda,Pekalongan Jateng

3. Ade Bagus, Pekalongan, Jateng

4. Amirul haq, Pekalongan, Jateng

5. Dian kurniawan, Magelang

6. Zaki, Pekalongan, Jateng

7. Waryen, Pekalongan, Jateng

8. Septo S, Pekalongan, Jateng

9. Tahmit, Pekalongan, Jateng

10 Muh. Syafir, Pekalongan, Jateng
(ditemukan di Desa Rajuni, Kec. Taka
Bonerate)

11. Maulana Dwi Anggoro, Pekalongan
Jateng, eitemukan di Desa Nyiur Indah,
Kec. Taka Bonerate

12. Amat Subechan, Alamat :
Kelurahan Krapyat Kidul, Kecamatan
Pekalongan Utara, Jateng

13. Korban meninggal dunia (tanpa
identitas ditemukan di pesisir Dusun
Balla Bulo, Desa Bonto Jati,
Kecamatan Pasimasunggu Timur.

14. Mayat tanpa identitas) ditemukan di
Desa Nyiur Indah, Kecamatan Taka
Bonerate

15. Mayat tanpa identitas yang dikenali
bernama Achmad Irham Cholis (21 thn)
ditemukan di Pesisir Pantai Sebelah
Barat Dusun Bangko, Desa Batang,
Kecamatan Takabonerate.

16. Mayat atas nama Kristanto (48 tahun) ditemukan di perairan Taka Subuh, Desa Tarupa…(*).

 

Lp. Fadly Syarif