suherman

Wabup Pimpin Rakortas; Perpanjang Masa Pencarian, Pulangkan Korban Selamat

NEWSSULSEL.id, – Rapat koordinasi terbatas (Rakortas) membahas tekhnis penyaluran bantuan korban selamat dalam tragedi karamnya kapal motor Yuiee Jaya 02 dipimpin Wakil Bupati Selayar, Sulawesi Selatan, H. Saiful Arif, SH, di ruang kerjanya, Senin, (18/3) pagi, dengan menghadirkan Kalaksa BPBD, Drs. Achmad Alifiyanto yang didampingi kepala bidang kedaruratan dan logistik, Muhammad Ikbal, antara lain memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian korban yang belum ditemukan, dan memulangkan Korban yang selamat.

Selain Kalaksa dan pendampingnya, hadir pula Kepala Dinas Sosial, Hj. Satmawati, S.Sos., M. AP, Ketua Baznas, Drs. Odding Karim, MH. Kepala Dinas Perhubungan, Drs. Suardi, Kepala BPKPD, Drs. Muchtar, dan Tim Basarnas.
Rakor yang turut dihadiri Camat Takabonerate, Andi Caco Amras, ST., MM. juga memutuskan, para Ka OPD, dan juga Baznas, menyediakan bantuan, baik dalam bentuk uang tunai, maupun pakaian dan / atau makanan siap saji untuk dibawa Camat dengan menumpang KM. Takabonerate menuju Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate.

Instruksi serupa disampaikan wabup melalui Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar untuk sesegera mungkin memaksimalkan pengumpulan donasi pakaian, sarung, selimut, dan kebutuhan logistik makanan instan siap saji dan mengkoordinasikan persiapan pemberangkatan melalui kepala dinas perhubungan yang akan menfasilitasi pemberangkatan rombongan menuju Pulau Kayuadi.

Dalam kesempatan yang sama, wabup tegaskan, jika tak ada pertimbangan lain, memaksimalkan upaya pemulangan korban selamat melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Pattumbukang, untuk selanjutnya dibawah ke ibukota Benteng Selayar menggunakan kapal ferry KM. Takabonerate.

Instruksi wabup diaminkan Camat Takabonerate, Andi Caco Amras yang sebelumnya telah mengarahkan Sekretaris Camat (Sekcam) Takabonerate untuk mengumpulkan seluruh korban selamat di rumah kediaman Kepala Desa Batang, untuk menginstruksikan para kepala Desa, membantu Tim SAR yg didukung TNI dan Polri, melanjutkan pencarian korban di wilayah masing masing.

Andi Caco Amras menguraikan, langkah evakuasi korban ke ibukota kabupaten, merupakan kebijakan paling tepat dan efisien untuk memudahkan proses perawatan serta persiapan pemulangan korban melalui Pemerintah Provinsi Sulsel menuju kota Pekalongan.

Proses koordinasi dan pemulangan korban, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial yang akan berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel melalui dinas sosial.

Setiba di ibukota kabupaten, korban akan diinapkan di Wisma PKK Tanadoang sambil menantikan jadwal pemulangan korban.

Sebelumnya, bantuan dalam bentuk Uang Tunai, telah disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Selayar melalui pemerintah kecamatan. Namun, melalui Camat, kami masih akan titip bantun tambahan untuk disalurkan bersama bantuan sarung dan pakaian layak pakai.

Di akhir rapat koordinasi, Wabup meminta Koordinator Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar untuk berangkat menuju Pulau Kayuadi mendampingi Camat Takabonerate dalam kegiatan distribusi bantuan logistik dan bergabung bersama tim SAR gabungan dalam rangka memaksimalkan upaya pencarian sembilan belas orang korban hilang yang masih belum ditemukan…(*)

 

Lp. Fadly Syarif

Ruang Donasi Dibuka Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar Untuk Korban KM. Yuiee Jaya 02  

NEWSSULSEL.id – Ruang donasi baju layak pakai, selimut, sarung, logistik makanan instan siap saji, dan pemenuhan kebutuhan air mineral, dibuka Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan untuk korban tragedi karamnya kapal motor KM. Yuiee Jaya II yang dihantam badai gelombang pasang air laut, saat melintas di perairan Pulau Jampea dan Kayuadi. Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu, (9/3) 2024 lalu.

Koordinator Komunitas Peduli Sesama Kabupaten Selayar, Fadly Syarif, S. I. Kom, mengutarakan, bantuan logistik yang terkumpul akan disalurkan secara langsung kepada korban selamat pada rangkaian perjalanan Safari Ramadhan 1445 H, ke lima wilayah kecamatan pulau bersama rombongan wakil bupati dan jajaran opd.

Wakil Bupati Selayar, H. Saiful Arif, SH menandaskan, tekhnis penyaluran bantuan korban tenggelam akan dibahas pada pelaksanaan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di ruang kerja wakil bupati, Senin, (18/3) mendatang, sembari menantikan info lanjutan mengenai waktu dan jadwal perjalanan safari ramadhan…(*).

 

Lp. Fadly Syarif

Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Selayar Terus Bertambah BPBD Segera Lakukan Kaji Cepat

NEWSSULSEL.id – Bencana angin kencang yang melanda Kabupaten Kepulauan Selayar Sulsel menambah panjang deretan catatan kerusakan rumah sepanjang medio bulan Maret 2024.

Hingga hari, Sabtu, (16/3), total rumah rusak yang diterjang angin kencang, bertambah menjadi sebelas unit.

Kerusakan rumah menimpa dua orang kepala keluarga di Ruas Jln. KH. Abdul Qadir Kasim, dan Jln. MT. Haryono, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng.

Kejadian ini telah dilaporkan secara resmi jajaran Markas Rescue Team (Mar Team) Kabupaten Selayar kepada Aparat Pemerintah Kelurahan Benteng Selatan dan rencananya akan segera ditindaklanjuti melalui pelaksanaan kegiatan assesmant gabungan yang dijadwalkan akan berlangsung, hari, Senin, (18/3) mendatang.

Lurah Benteng Selatan, Ahmad Munir, S.P.W.K, menjelaskan, setelah melakukan kegiatan assesmant, Pemerintah Kelurahan Benteng Selatan selanjutnya akan menerbitkan laporan kejadian bencana ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai bahan pertimbangan pengusulan bantuan tanggap darurat bencana.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (Kabid Darlog) BPBD, Muhammad Ikbal melontarkan, Insha Allah, Personil Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD akan turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP) dan menindaklanjuti laporan kejadian bencana dengan melakukan kaji cepat sekaligus melakukan kegiatan penyaluran bantuan logistik tanggap darurat, pungkasnya kepada wartawan, hari, Sabtu, (16/3) dini hari…(*)

 

Lp. Fadly Syarif

Breaking News, Api Hanguskan 1 Unit Rumah di Pemukiman Penduduk Warga RW 5 Bantabantaeng

NEWSSULSEL.id – Entah bagimana awalnya, api sudah menghanguskan 1 unit rumah di pemukiman padat penduduk yang terletak di belakang Masjid Nurul Haq lorong 5 ORW 5 Bantabantaeng Kecamatan Rappocini, Makassar Sulawesi Selatan, Sabtu (16/3/2024).

Video detik detik kebakaran di pemukiman warga RW 5 Bantabantaeng

Menurut sumber kobaran api terlihat saat jamaah keluar salat tarawih, sejumlah wargapun berteriak kebakaran sambil berupaya memadamkan api yang tak dapat di kendalikan dengan sarana seadanya.

Tak lama kemudian 4 unit mobil pemadan di kota Makassar dari lorong 2 jalan Andi Djemmah merapat ke lokasi kebaran langsung berupaya menjinakkan api.

Total mobil pemadan kebaran terlihat berjumlah 6, dua unit hanya mampu masuk sampai di pertigaan lorong 2 karena ukuran yang besar tuk mensuplai air ke mobil pemadan yang ada di titik kejadian.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada keterangan resmi dari mana asal sumber api, tidak ada korban jiwa…(**).

Lp. Bangfly

Sutan Takdir Alisjahbana: sketsa keberanian

Faisal Djabbar , Seorang Pembelajar dan Pemerhati Kebijakan Publik

NEWSSULSEL.id

Tidaklah mengherankan bila Sutan Takdir Alisjahbana sangat mengidolakan barat. Tidaklah pula terlalu menakjubkan membaca kekaguman Takdir pada rasionalitas. Tidaklah juga amat memukau mengetahui keyakinan Takdir bahwa filsafat dapat mengatasi beragam persoalan manusia.

 

Kacamata yang saya pakai ketika membaca Takdir adalah kacamata kekinian. Yakni, ketika paham modern sedang berada di puncak. Karena itu, gagasan Takdir menjadi hal yang lumrah sekarang. Justru dengan itu, “Sutan Takdir Alisjahbana tidak banyak dibicarakan lagi, apalagi filsafatnya” (Franz Magnis-Suseno, 2013).

 

Namun, akan menjadi luar biasa ketika membaca Takdir dengan memperhatikan kerangka zaman dan konteks ke-Indonesia-an sewaktu dia menyampaikan gagasan-gagasannya. Saat ide-ide Takdir menyebar, Indonesia diwarnai oleh kepicikan berpikir primordial: sebuah masyarakat yang mempercayai kemutlakan nilai-nilai agama, estetik, dan komunal, yang oleh Takdir disebut sebagai “kebudayaan-kebudayaan ekspresif”, berlawanan dengan nilai-nilai modernitas yang maju, yang disebutnya “kebudayaan-kebudayaan progresif”.

 

Melempar pemikiran yang berlainan dengan pandangan umum membutuhkan keteguhan dan keperkasaan. Juga, kecerdasan berargumen. Itulah yang saya tangkap saat mendaras Takdir. Dalam tulisan ini saya ingin sekadar merefleksikan keberanian berpikir berbeda dari seorang Takdir di tengah-tengah pendapat umum bangsanya.

 

Keberanian Takdir berakar dari kejujuran berpikirnya. Keberanian berpikir Takdir barangkali berasal dari intisari filsafatnya. Dalam filsafatnya, mengutip Magnis-Suseno, “manusia tidak dapat lari dari ketegangan dialektis antara otonominya dan acuan heteronom terhadapnya otonominya itu harus membuktikan diri. Otonomi manusia berakar dalam kata hati, dalam kesadaran tegas seseorang bahwa apa pun yang diharapkan atau dituntut lingkungannya, namun ia harus mengikuti kata hati yang mengatakan kepadanya bahwa ia tak pernah boleh melakukan sesuatu yang tidak baik, tidak jujur, tidak adil.”

 

Membaca latar singkat pribadinya, Takdir memang sudah bergumul dengan alam pikiran sejak muda. Sutan Takdir Alisjahbana lahir di Natal, Tapanuli, Sumatera Utara, 11 Februari 1908. Sekolah Dasar dihabiskannya di Hollandsh Inlandsche School, Bengkulu. Kemudian, Sekolah Menengah Pertama di Kweekschool, Bukit Tinggi. Takdir melanjutkan Sekolah Menengah Atas di Hogere Kweekschool, Bandung. Ia lulus dari Bandung pada 1928, ketika Jakarta bergema oleh teriakan Sumpah Pemuda. Setelah itu, ia menjadi guru di Palembang. “Yang menarik baginya adalah alam pikiran. Takdir orang yang selalu ingin tahu. Dan selalu merefleksikan segala pengalamannya. Dan karena itu ia membaca.”

 

Takdir ialah salah seorang penggagas angkatan Pujangga Baru. Istilah pujangga baru diambil dari nama majalah yang didirikannya, Poedjangga Baroe, bersama dua rekannya, Armijn Pane dan Amir Hamzah. Di situlah ia menulis esai-esai progresif seputar bahasa dan sastra. Sekaligus memberi contoh yang elok tentang bagaimana menulis dalam bahasa Indonesia modern. Pada tahun 1930, Takdir diterima menjadi pegawai Balai Pustaka. Di sana, Takdir menerjemahkan serangkaian pidato-pidato Volksraad atau Dewan Rakyat. Novel Dian Tak Kunjung Padam dan Layar Terkembang juga ditulisnya saat ia bekerja di Balai Pustaka (Tempo, 2008).

 

Takdir sadar bahwa syarat fundamental pergerakan kemerdekaan Indonesia adalah sebuah tata bahasa Indonesia modern. Karenanya, menurut Takdir, diperlukan sebuah pedoman bahasa, yang menyatukan semua orang. Bahasa pemersatu menjadi urgen, karena pada waktu itu bahasa yang beredar sangat beragam: Melayu, Bugis, Jawa, Sunda. Di era itu batas antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia masih kabur dan campur aduk. Dalam konteks itu, inilah menurut saya salah satu gambaran seorang Takdir yang pandangannya terarahkan ke masa depan.

 

Takdir, menurut saya, adalah fenomena karena keberaniannya berpikir dan berargumen. Keberanian seorang penganut individualisme di hadapan cara pikir komunalisme bangsanya. Perjalanan hidupnya sarat polemik. Takdir kerap beradu pemikiran dengan para intelektual lain. Pada 17 Mei 1986, contohnya, Takdir menulis kolom di Majalah Tempo berjudul Polemik Kebudayaan, Setelah 50 Tahun. Dalam tulisannya di Tempo itu, Takdir berhasrat membangun kebudayaan baru, dan sama sekali meninggalkan tradisi.

 

Kolom itu mendapat tanggapan Arief Budiman, Umar Kayam, Abdurrahman Wahid, Daoed Joesoef, Goenawan Mohamad, Taufik Abdullah, dan Sutardji Calzoum Bachri.

 

Goenawan Mohamad, misalnya, menulis kolom bertajuk Beberapa Tusuk Sate dan Segelas Rum. Menurut Goenawan, sate yang dibakar di pemanggangan tua justru akan lebih lezat. Sedangkan rum, lebih enak disuling dari peralatan kuno abad 18 ketimbang memakai tanki-tanki enamel putih dan pipa kronium dari pabrik. Berbeda dengan Takdir, bagi Goenawan tradisi tidak musti ditinggalkan. Masih banyak peninggalan-peninggalan budaya yang menggiurkan sekaligus mencerahkan.

 

Tetapi, Takdir tetap pada pendiriannya: membangun budaya baru, dan mengabaikan tradisi. Takdir tetap berpendapat bahwa tradisi harus sepenuhnya ditinggalkan. Takdir memang keras kepala. Seluruh tanggapan itu dijawab kembali oleh Takdir lewat tulisan berjudul Menutup Polemik Kebudayaan, Membuka Lapangan Pemikiran Baru. Tulisan itu dimuat majalah Ilmu Budaya, pada Agustus 1986.

 

Jauh ke belakang, pada 1935, Takdir pun pernah berpolemik dengan Dr Sutomo, Sanusi Pane, Adinegoro, Ki Hajar, Poebatjaraka, dan Dr Amir. Polemik dipicu tiga naskah Takdir di majalah Poedjangga Baroe. Ketiga naskah itu yakni Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru Indonesia, Semboyan Tegas, Pekerjaan Pembangunan Bangsa Sebagai Pekerjaan Pendidikan.

 

Pada naskah pertama, Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru Indonesia, Takdir menganggap Borobudur dan Prambanan sesungguhnya tidaklah mencerminkan Indonesia, tetapi pra-Indonesia; zaman jahiliah Indonesia.

 

Naskah kedua, Semboyan Tegas, Takdir mengritik visi pendidikan dari Dr Sutomo, Radjiman Wedyodiningrat, dan Ki Hajar. Pemikiran pendidikan Dr Sutomo bersumber pada optimismenya terhadap pendidikan pesantren. Dalam artikel berjudul National-Onderwijs Congress, Dr Sutomo mengatakan bahwa pesantren bisa menjadi pilihan, karena sekolah Belanda, HIS, hanya meluluskan 30 persen alumni yang meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

 

Takdir, sebaliknya, menganggap pendidikan pesantren adalah sebuah sikap anti-intelektualisme, individualisme, dan anti-materialisme. Menanggapi artikel Dr Sutomo, dalam artikelnya, Pendidikan Barat dan Pesantren, Takdir menulis bahwa pendidikan barat lebih unggul ketimbang pesantren. “Semuanya mau pulang ke pesantren. Pulang ke kebudayaan mereka semula. Ketika itu saya merasa aneh. Kok, ganjil betul?”.

 

Bagaimanapun, dari apa yang saya baca, Takdir tetap menyangkal segala kemungkinan eksplorasi tradisi. Tak mungkin, kata Takdir, adanya sintesis Barat dan Timur. Bagi Takdir, tak akan mungkin terjadi perpaduan budaya Barat dan Timur. Barat adalah segalanya. Indonesia, musti berani menjalani modernisasi secara konsekuen (Franz Magnis-Suseno, 2013).

 

Tiada jalan kembali dan tiada jalan di tempat, bangsa Indonesia harus bertransformasi dari budaya ekspresif ke budaya progresif. Bangsa ini harus mampu berpikir rasional, materialis, dan individualis. Takdir kuatir bahwa pemujaan terhadap nilai-nilai ketimuran sendiri hanya menjadi benteng rasa puas diri, “perisai untuk tidak perlu berinisiatif, maju, berjuang, berkembang.”

 

Takdir memang menjadikan Barat sebagai kiblat. Tapi, menurut Sapardi Djoko Damono (Tempo, 2008), Takdir sama sekali tidak menyarankan mengganti Bahasa Indonesia dengan Bahasa Barat. Malahan, Takdir menyarankan membentuk satu bahasa Indonesia modern untuk menyatukan bangsa Indonesia.

 

Akhirnya, pertanyaan Romo Franz Magnis-Suseno dalam sebuah makalahnya cukup menggelitik: bagaimana Anda menyikapi cita-cita Takdir tentang Indonesia yang modern? Menurut saya, Indonesia modern adalah harapan yang wajar. Pengalaman empirik seorang Takdir dalam kesehariannya mengecap tanah dan air negeri ini, dimana warga yang ditemuinya bagi dia enggan bergerak maju, maka gambaran bangsa yang modern menjadi lazim.

 

Namun, bagi saya, bangsa yang modern belumlah cukup. Dia harus digabungkan dengan prinsip nasionalisme supaya kemajuan yang ingin dicapai adalah kemajuan yang berlandaskan pada kesejahteraan masyarakat bersama, bukan kepentingan kalangan tertentu dan terbatas.

Breaking News: 7 Unit Rumah, 1 Buah Toko di Selayar Rusak Diterjang Angin Kencang 

NEWSSULSEL.id – Angin kencang yang melanda Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan menyisakan duka dan kesedihan bagi warga korban bencana yang rumahnya tertimpa patahan pohon kelapa dan kemiri.

Kepala bidang darurat dan logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar, Muhammad Ikbal merealease, hingga hari, Rabu, (13/3) malam total delapan unit rumah warga rusak akibat angin kencang.

Bangunan rumah rusak tersebar masing masing di Dusun Nangkala, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai. Kedua bangunan rumah dimaksud, rusak tertimpa pohon kelapa dan kemiri yang terjadi pada hari, Minggu, (10/3) kemarin.

Di hari yang sama, kerusakan serupa menimpa bangunan rumah milik warga Lingkungan Bonehalang Selatan, Kelurahan Benteng Selatan. Bangunan rumah berdinding tripleks tersebut, hancur tertimpa pohon kelapa.

Berselang sehari kemudian, bencana angin kencang kembali mengakibatkan rusaknya bagian atap bangunan toko monalisa dan dua unit rumah warga di sekitar toko yang berlokasi di Jln. KH. Haiyung, Benteng.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri, telah melakukan kegiatan assesmant lapangan dan sekaligus mendistribusikan bantuan tanggap darurat untuk tiga korban bencana di Dusun Nangkala, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai dan warga Jln. D. I. Panjaitan.

Pendistribusian bantuan logistik dilaksanakan hari, Selasa, (12/3) dengan mendasari laporan kejadian yang diterima BPBD, baik laporan pertelefon maupun laporan tertulis, terang, Muhammad Ikbal saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu, (13/3) malam…(*).

 

Lp. Fadly Syarif

Temuan Mayat Dipesisir Pantai Balla Bulu Barat Selayar Diduga ABK Kapal Tengelam

NEWSSULSEL.id,- Ditemukan mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan mengambang dan terdampar dipesisir pantai Dusun Balla Bulo Barat, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Menurut Informasi yang diperoleh dari Babinsa Koramil 1415-02/Pasimasunggu Kodim 1415 Selayar menyebut.

Mayat ditemukan menggunakan pelampung (life jacket) berwarna orange, baju kaos coklat, celana panjang biru.

Ciri fisik berambut panjang, wajah sulit dikenali karena sudah membengkak kecoklatan, diduga telah meninggal dunia lama dan <span;>telah dievakuasi bersama warga ke Rumah Sakit Pratama Jampea untuk penanganan lebih lanjut.

“Diduga mayat yang ditemukan salah satu ABK Kapal Dewi Jaya 2 GT 93 yang hilang kotak tenggelam akibat cuaca buruk 09 Maret 2024 lalu,” jelasnya.

Sebelumnya di peroleh Informasi dari berbagai sumber dan grup WA, Kapten kapal yang tenggelam berhasil selamat, 34 ABK hilang…(*).

Lp. Boby

Polres Takalar Diminta Segera Tindak Pelaku Kekerasan Wartawan di Wilayahnya.

NEWSSULSEL.id – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga dilelakukan oleh Mafia Solar.

Kali ini yang jadi korban kekerasan fisik wartawan media responden news atas nama Johanes sapaan Akrab Daeng Lallo di SPBU Kalappo kelurahan Mangadu kecamatan Mangarabombang, Takalar.

Menurut korban saat menjalankan tugas Jurnalistik Dia mampir di depan SPBU Kalappo tiba-tiba ada seseorang yang mendatangi, dan mengatakan.

” Kau yang kasih naik beritaku dg Lallo, saya jawab iye tidak pernaka saya kasih naik berita, berita apa itu yek, tidak mengertika,” kata Korban.

Tak lama kemudian pelaku yang di ketahui bernama Dg Saung memegang leher baju Dg Lallo dan langsung memukul bagian muka korban dibantu beberapa anggotanya yang sudah standby disekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Tak berselang lama Dg Sau tanyaka Dia langsung pegang leher bajuku dan memukuli mukaku bersama sejumlah anggota yang ada disitu,”  jelas Korban saat masih di Polres Takalar, Senin (11/03/2024).

Pimpinan Redaksi Media ini Suherman Untung meminta pihak Polres Takalar segera menindak pelaku kekerasan terhadap wartawan, agar kejadian serupa tak terjadi lagi di wilayahnya.

“Kami harap pihak Polres Takalar segera menindak pelaku kekerasan wartawan diwilayah hingga kejadian serupa tak terulang,” sebut Suherman Untung yang baru terjadi lagi kekerasan wartawan di Takalar…(*).

Lp. Marwan Dg Lee

Delay Akibat Cuaca Ekstreme Dinas Sosial Selayar Salurkan 100 Paket Bantuan Makanan Siap Saji

NEWSSULSEL.id – Seratus paket bantuan makanan siap saji disalurkan Dinas Sosial Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan untuk enam puluh sembilan orang penumpang dan enam belas orang crew (kapal perintis) KM. Pacific Samudera 01 yang mengalami delay dan tertahan di area Dermaga Rauf Rahman, Benteng, sedari hari, Sabtu, (9/3) kemarin.

Paket bantuan tanggap darurat Kementerian Sosial diserahkan Kepala Dinas Sosial, Hj. Satmawati, S. Sos., M. AP yang didampingi kepala bidang Perlindungan sosial dan Linjamsos, Rahmat Nas Krg. Baso, (Minggu, (10/3) malam, disaksikan Kepala UPP Kelas III Benteng, Muhammad Irfan Jayadinata.

Penyerahan bantuan dampak cuaca ekstrem bagi delapan puluh lima orang penumpang dan crew KM. Samudera Pasicific 01 merupakan bentuk quick respon dinas sosial dalam menindaklanjuti setiap bentuk informasi yang berkaitan dengan dampak kebencanaan dan sekaligus melakukan penanggulangan dampak bencana dan atau cuaca ekstreme lainnya, termasuk dampak bencana pohon tumbang, longsor dan angin kencang.

Bantuan diterima nakhoda dan Muallim 1 KM. Pasific Samudera 1, Kurniawan.

Satmawati berharap cuaca bisa segera bersahabat agar kapal dan penumpang dapat kembali melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan masing masing dan berkumpul menunaikan ibadah puasa bersama keluarga, imbuhnya di sela sela penyerahan paket bantuan tanggap darurat bencana…(*).

Lp. Fadly Syarif

Sambut Ramadhan, Polres Lutim Juarai Turnamen Silaturahmi Adhyaksa

NEWSSULSEL.id, – Kejari Luwu Timur sebagai Juara Pool A bertemu dengan Polres Luwu Timur sebagai Juara Grup B. Walau sempat menelan kekalahan di babak penyisihan dari Pemkab Lutim denga skor 1-0, namun Polres Lutim berhasil juara grup B berkat selisih Gol dari Pemkab Lutim.

Adapun Pemkab Lutim sempat menelan kekalahan dari Tim Adhyaksa Kejaksaan U14/U15 yang dikawal oleh penjaga gawang Nabil Palebangan. Adhyaksa U14/U15 berhasil menang 1-0 melawan Pemkab Lutim FC.

Di Final. Polres Lutim berhasil Juara I setelah unggul tipis atas Adhyaksa Kejari Luwu Timur dengan skor 1-0 melalui sundulan kepala yang mengarah ke sudut kanan atas penjaga gawang Adhyaksa yang dikawal oleh Asghab.

Peringkat III ditempati oleh Pemkab Luwu Timur setelah menang 1-0 atas Jurnalis FC yang diperkuat oleh pemain-pemain legendaris Acox Sharapova, Mardin, Rijal, dan Ivan.

Pertandingan yang berlangsung seru ini diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Luwu Timur sebagai wadah Silaturahmi menyambut bulan Ramadhan 1445 H.

Kajari Yadyn menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmu antar Instansi dan Media untuk membangun sinergitas dan kolaboratif dalam membangun Lutim.

 

Lp. Idul