suherman

Gelapkan Uang 530Jt, Sukri Alias Eki Dj Zona di Makassar “Dicari” Sejumlah Orang

NEWSSULSEL.id. – Seorang lelaki di Jalan Andi Mappanyukki Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan bernama  Sukri alis Eki dicari sejumlah orang lataran diduga mengelapkan uang 530juta.

Selain itu menurut koran foto Sukri yang akrab disapa Eki yang diketaui berprofesi sebagai Dj terakhir di Zona telah diseber didunia maya lantaran Eki sejak awal Desembar 2023 sudah tidak dapat dihubungi lagi (loss kontak).

“Sejak awal Desember 2023 pelaku sudah tidak bisa dihubingi terkait uang 530tuta itu belum termasuk free yang Eki janjikan, sekitar 250juta, istrinya tidak koperatif m3mberikan informasi yang akurat keberadaan suaminya,” tulis korban via WhatsApp yang disampaikan keawak media ini Sabtu (9/3/2024) tadi malam.

Oleh Dia meminta kesemua kepada semua pihak yang mengetaui keberadaan Eki Di Zona itu dapat menghubunginya pada nomor 0813 4355 2227 – 0813 4396 6789 atau melaporkannya ke Kantor Polisi terdekat.

“Seandainya pelaku punya niat baik tentu kondisinya tidak seperti ini, di cari dan diawasu sejumlah orang yang prihatin kepada kepada saya. Baik di Makassar Maupun di sejumlah Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Indonesia.

Hingga berita ini di terbitkan, pelaku belum dapat di hubungi tuk memberi keterangan resmi terkait pengakuan korban ke pihak NEWSSULSEL.id. meskipun pihak lain yang nyaris jadi korban sudah coba memhubingi pihak redaksi mempertanyakan kenapa Eki…(*).

Lp. Bangfly

Polres Toraja Utara Terima Kunjungan Tim Audit Itwasda Polda Sulsel Tahap I 2024

NEWSSULSEL.id – Polres Toraja Utara terima kunjungan rombongan Tim Itwasda Polda Sulsel dalam rangka Audit Kinerja Tahap I Aspek Perencanaan Dan Pengorganisasian T.A. 2024 di Ruang Aula Mapolres Toraja Utara, Senin (04/03/2024) pagi.

Kunjungan Tim Itwasda Polda Sulsel tersebut dipimpin oleh Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Sulsel Kombes Pol.  Petrus Canicius Elva Setyasto, S.I.K selaku Pengawas Tim I didampingi Ketua Tim I AKBP Leonardo Panji Wahyudi, S.IK.,M.H  beserta rombongan.

Kedatangan Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Sulsel disambut hangat langsung oleh Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda, S.IK.,M.Si bersama Wakapolres Toraja Utara AKBP Marthen Buttu, diikuti para Pejabat Utama, para Kepala Seksi, para Kapolsek jajaran, para Perwira, serta para.

Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda, S.IK.,M.Si mengawali sambutannya mengucapkan, “Selamat datang kepada Tim Wasrik Itwasda Polda Sulsel yang dipimpin Auditor Kepolisian Madiya Tk. III Kombes Pol.  Petrus Canicius Elva Setyasto, S.I.K di Polres Toraja Utara bersama rombongan.

“Saya selaku Kapolres mengucapkan selamat datang di Bumi Pongtiku kepada segenap Tim Itwasda Polda Sulsel” ujarnya.

Ia juga meminta bimbingan serta arahan terkait aspek Perencanaan dan Pengorganisasian yang akan dilaksanakan oleh Polres Toraja Utara sehingga dalam pelaksanaan kegiatan kedepan semakin lebih lebih baik lagi, jelasnya.

“Adapun maksud dan tujuan dari kunjungan Tim Audit Kinerja Polda Sulsel yaitu untuk melakukan pemeriksaan administrasi tentang aspek Perencanaan, Pengorganisasian dan Manajemen di bidang Operasional, SDM, Sarpras/Logistik dan Anggaran Keuangan,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya sambutan Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Sulsel Kombes Pol.  Petrus Canicius Elva Setyasto, S.I.K menjelaskan bahwa Kegiatan Audit kinerja sebagai evaluasi untuk memastikan bahwa sistem pengawasan dan pelaksanaan tugas kepolisian dalam hal ini Polres Toraja Utara berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Usai kegiatan audit kinerja dilanjutkan dengan pembulatan dan pendalaman materi bidang SDM, Opsnal, Logistik Garkeu…(*).

Lp. Suardi

Berharap Daulat Beras Lokal

Faisal Djabbar , Pemerhati Kebijakan Publik

NEWSSULSEL.id,-Sampai hari ini, Senin, 4 Maret 2024, harga beras masih relatif tinggi.

 

Secara nasional, harga rata-rata beras premium mencapai Rp 16.530 per kilogram. Harga tertinggi beras premium berada di Papua Tengah sebesar Rp 24.810 per kilogram dan terendah di Aceh seharga Rp 14.590 per kilogram.

 

Kemudian, harga rata-rata nasional beras medium berkisar Rp 14.360 per kilogram. Harga tertinggi beras medium terpantau di Papua Pegunungan sebesar Rp 17.650 per kilogram serta terendah di Jambi seharga Rp 12.640 per kilogram.

 

Sementara itu, harga rata-rata beras premium di Sulawesi Selatan sebesar Rp 15.740 per kilogram. Sedangkan, harga rata-rata beras medium di Sulawesi Selatan mencapai Rp 14.090 per kilogram (Panel Harga Pangan, Badan Pangan Nasional, 04/03/2024).

 

Kenaikan harga beras ini sebenarnya telah diprediksi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada awal November 2023 silam, Pemerintah Provinsi Sulsel berencana mendatangkan 40 ribu ton beras dari Thailand. Selain itu, Sulsel juga menunggu tambahan pasokan 30 ribu beras impor dari Bulog di permulaan 2024 lalu. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyampaikan, impor beras itu guna antisipasi ketersediaan dan pengendalian inflasi (Fajar, 20/10/2023).

 

Sebagai lumbung beras nasional, kondisi Sulsel ini ironis. Walaupun keadaan tersebut sukar dihindari karena adanya fenomena El Nino, yang berdampak kemarau panjang dan cuaca ekstrem di pelbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan.

 

Impor beras menjadi jalan keluar. Kita selalu berharap pemerintah memiliki cadangan beras pemerintah yang besar, sehingga bisa mengurangi atau malah menghilangkan impor beras.

 

Tak bisa dipungkiri, salah satu cara pemerintah untuk mengendalikan inflasi adalah dengan membuka keran impor. Kebutuhan akan komoditas pangan strategis memang belum bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Impor masih menjadi andalan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Bahkan, impor sejumlah komoditas strategis mengalami peningkatan yang signifikan.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan meningkatnya volume impor pangan Pemerintah Indonesia dari tahun ke tahun. Total impor 21 komoditas sub-sektor tanaman pangan terus mengalami peningkatan dari 18,2 juta ton (2014) menjadi 22,0 juta ton (2018). Lalu, total impor pangan delapan komoditas utama (beras, jagung, gandum, kedelai, gula tebu, ubi kayu, bawang putih, dan kacang tanah) secara volumetrik terus meningkat dari 21,95 juta ton (2014) menjadi 27,62 juta ton (2018).

 

Khusus komoditas beras, total impor Pemerintah Indonesia sejak 2020 hingga 2022 terlihat terus meningkat. Jumlahnya berturut-turut adalah 356.286,2 ton pada 2020, 407.741,4 ton pada 2021, dan 429.207,3 ton pada 2022. Impor beras tersebut berasal dari India, Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, Jepang, dan Tiongkok (BPS, 2 Agustus 2023).

 

Kita ketahui, impor merupakan intervensi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat ketika pasokan pangan dalam negeri tidak cukup. Tetapi, seringkali kebijakan tersebut tidak berpihak pada kepentingan bangsa. Hal tersebut dapat dilihat dari kebijakan pemerintah yang selalu melakukan impor besar-besaran jika terjadi kelangkaan pangan. Ada dugaan bahwa kelangkaan pangan sengaja diciptakan oleh para pemburu-rente guna mendapatkan keuntungan, salah satunya dengan mendorong agar pemerintah membuka impor secara masif.

 

Dalam kasus kelangkaan kedelai di tahun 2013, contohnya, yang menyebabkan kenaikan harga di pasaran, pemerintah justru membuka keran impor dengan menghapuskan bea masuk impor kedelai, dari yang awalnya sebesar 5 (lima) persen menjadi 0 (nol) persen. Penghapusan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 133/PMK.011/2013 tanggal 3 Oktober 2013.

 

Hal ini tentu kebijakan cepat dan sementara dalam rangka menjaga stabilitas harga kacang kedelai di dalam negeri. Namun, tindakan segera untuk memenuhi pasar dalam negeri dengan kedelai lokal perlu dilakukan. Kepentingan petani dan konsumen harus tetap seimbang.

 

Sama halnya dalam kasus melonjaknya harga daging sapi beberapa waktu lalu. Harga daging sapi yang melonjak tinggi di pasaran disikapi reaktif oleh pemerintah dengan mengubah kebijakan proteksi. Pemerintah mengubah sistem kuota menjadi pembebasan impor apabila harga di pasar di atas Rp 75 ribu. Kebijakan tersebut dilandasi asumsi bahwa kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh pasokan yang tidak bisa mengimbangi permintaan (kebutuhan), sehingga kebijakan menambah pasokan dari impor diharapkan akan menurunkan harga di pasar.

 

Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Harga daging di pasar tetap mahal dan cenderung bertahan meskipun telah ada pasokan lewat impor. Artinya, mekanisme pasar tidak berjalan sempurna. Kondisi ini mengindikasikan adanya distorsi yang mengganggu mekanisme pasar dengan cara sistematis dan terstruktur untuk kepentingan tertentu.

 

Sistematis dan terstruktur artinya adalah bahwa praktik ini lebih melibatkan seluruh komponen dalam kebijakan, mulai dari pengambil kebijakan sampai praktik di lapangan (memalsukan dokumen, penghindaran pajak dan bea masuk) dan lain-lain, dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri maupun orang lain dan merugikan negara.

 

Jika melihat permasalahan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa kebijakan importasi komoditas pangan strategis, khususnya beras, masih sangat lemah dalam melindungi petani lokal. Kelemahan pada kebijakan tata niaga pangan meliputi arah kebijakan yang tidak tepat yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingannya sendiri dengan merugikan negara dan kepentingan publik.

 

Beban persoalan tersebut ikut mempengaruhi tidak maksimalnya target kebijakan pangan pemerintah. Namun, di masa mendatang, semoga tujuan pengendalian inflasi untuk penguatan ekonomi yang inklusif bisa segera terwujud. Tentu petani dan pangan lokal mesti diutamakan.

Hujan dengan Intensitas Tinggi Longsokan 3 Pondasi Rumah di Paninggaran

NEWSSULSEL.id, – Hujan dengan Intensistas tinggi di Dusun Kaligenteng Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Sabtu (02/03). Mengakibatkan 3 pondasi rumah bagian dapur milik warga alami longsor.

Kapolsek Paninggaran Kompol Agus Supriyono membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi mengatakan.

“Longsor terjadi Sabtu sore sekitar pukul 17.15 wib. Anggota Polsek dan Koramil Paninggaran sudah melakukan pengecekan ke lokasi, dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Menurut Agus, longsor akibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Kaliboja Sabtu sore kemarin sehingga longsoran pondasi juga menimpa kandang ayam milik warga setempat .

“Akibat kejadian itu, kerugian material ditaksir mencapai Rp. 50 juta. Pihak Polsek bersama Koramil Paninggaran dan warga setempat mengevakuasi material longsor hari ini, Minggu (03/03),” jelasnya.

Terlepas musibah yang menimpa warga Kapolsek himbauan kepada warga masyarakat agar tetap waspada dengan bencana alam longsor susulan, dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi…(*).

Lp. Suardi/Lee

Ternyata, A. Yaya Katua Orlok Pangkep Enggan Kembalikan Dana Kompensasi 10Jt

NEWSSULSEL.id, – Setelah berapa kali dihubungi via pesan singkat Whatsappnya juga mendatangi rumah Ketua Lokal Pangkep Andi Hidayat YD8CUI, baru kali ini telpn Suherman Untung YB8FLY yang hendak menanyakan bagimana dengan Dana Kompensasi yang di titip ke Dia tuk Mantan Kapolsek Rappocini terespon.

Namun ternyata Andi Yaya yang akrab di panggil dengan nama Andi Yaya diduga tak punya etikat baik untuk mengembalikan dana tersebut, bahkan saat diberitakan sebelumnya terkait dana tersebut mana di bilang itu berita HOAX pada hal mantan Kapolsek Rappocini bilang kalau Yaya tidak punya uang nanti saya bantu.

Mungkin karena besok akan digelar muslok di Orlok Pangkap tuk memilih ketua sehingga yaya mengangkat telpn Bang Fly sapaan Suherman Untung.

Saat di tanya via telpon terkait dana kompensisi tersebut mala jawabnya kan saya sudah bantu terkait insiden tersebut.

“Ko bantu apa dana itu kan tuk kompesisi terkait insiden di sekertariat orlok makassar sekitar 2 tahun lalu ke kapolsek agar pihak pelapar dan terlapor masalahnya cukup di selesaikan secara kekeluargaan, tapi kenyataannya tidak seperti itu karena dana tersebut menurut mantan kapolsek tidak diterima. Istri pelapor pun saat di sampaikan menyebut tidak ada dana konlmpensasi yangbdi sampaikan pihak polsek,” jelas Fly ketika itu di rumah pelapor.

Kalau Yaya punya niat baik dan akan kembalikan dana kompensasi 10 juta yang bersumber dari teman-teman dari orlok makassar nda usa lagi bilang datang mi ke pangkap.

“Kalau punya niat baik kembalikan dana tersebut cukup ditranfer karena dana itu jugaka kan ditranfer ji ke rekeninnya 5jt-5jt karna tidak biasa sekaligus 10jt untuk diteruskan ke mantan kapolsek yang menurutnya tidak di terimah,” jelas fly

Olehnya malasalah ini akan diteruskan lagi ke mantan kapolsek rappocini yang di musasi 2 tahun lalu ke Polsek Rantepao biar berurusan sama yaya, agar dana 10 jt tersebut segera di kembalikan…(*).

Lp. Asril

Wujud Taqwa: Jamaah Masjid Al-Peringati Isra Mi’raj Jelang Ramadhan

NEWSSULSEL.id, – Wujudkan ke Taqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Taala serta junjungan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Pengurus dan Jamaah Masjid Al-Ikhlas gelar Isra Mi’raj 1445 H jelang bulan Suci Ramadah dengan teman.

Dengan Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Keutuhan dan Persatuan Ummat Melalui Shalat Berjamaah

Panitia peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW mengundang ustaz gaul generasi milenial M. Farid Wajedy, M.Pd, tuk bawakan ceramah Makna dan Hikma Isra Mi’raj, terlihat hadir yang mewakili Camat Rappocini Andi Bintang, Lurah Banta-bantaeng, dan undangan lainya, Jumat (1/3/2024).

Ketua panitia peringatan Isra Mi’raj yang di wakili Prof. Dr. H. Ramli mengatakan baru kali ini peringatan isra miraj Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh Rajab terlambat kita laksanakan karena kondisi.

“Yang penting makna dan hikmah isra miraj dapat meningkatkan ketaqwaan kita, dan wujudkan keutuhan persatuan ummat jelang ramadhan,” ucapnya…(*).

Lp. Chaerul

Keluar dari Perangkap Passenger

Faisal Djabbar , Pemerhati Kebijakan Publik

NEWSSULSEL.id,-

Memang menjadi sebuah kepastian bahwa negeri ini membutuhkan driver. Ketika ekosistem sekeliling tidak mendukung, driver muncul untuk mengubahnya. Menjelajahi hidup berarti menggeluti tantangan dan risiko. Kitalah penentu nasib, bukan nasib yang menentukan diri kita.

 

Demikian intensi Rhenald Kasali dalam buku best seller-nya, Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger? (2014). Mentalitas driver adalah sikap hidup yang selalu bertumbuh, berinisiatif, dan keluar dari tradisi lama. Passenger ialah mereka yang berperilaku pasif, duduk manis, takut mengambil risiko. Passenger atau penumpang terbelenggu oleh kekerdilan cara berpikirnya.

 

Driver dibutuhkan di pemerintahan maupun perusahaan. Driver memegang prinsip inisiatif, melayani, navigasi, dan tanggung jawab.

 

Inisiatif berarti bekerja tanpa ada yang menyuruh. Dia berani mengambil langkah berisiko, responsif, dan cepat membaca gejala.

 

Melayani bermakna berpikir tentang orang lain, mampu mendengar, mau memahami, peduli, dan berempati.

 

Navigasi adalah memiliki keterampilan membawa gerbong ke tujuan, tahu arah, sanggup mengarahkan, memberi semangat, dan menyatukan tindakan. Dia memelihara “kendaraan” guna pencapaian tujuan.

 

Tanggung jawab merupakan prinsip yang tidak menyalahkan orang lain, tidak berbelit-belit atau menutupi kesalahan diri sendiri.

 

Mentalitas penumpang ditandai sejumlah hal, yakni sudah puas dengan keadaan sekarang, tidak menyukai tantangan baru, menyerahkan masalah kepada atasan atau orang lain, serta menunggu perintah dan menjawab dengan kata “siap”.

 

Selain itu, mentalitas penumpang ditandai juga dengan ketakutan menghadapi masalah dan kecemasan melakukan kesalahan, sangat mencintai jabatan atau wewenangnya, dikendalikan oleh autopilot, terlalu membanggakan apa yang telah dicapai, dan menyandera organisasi sebagai alat untuk menumpang hidup.

 

Sebalinya, mentalitas driver ditandai dengan sikap sangat tidak puas dengan keadaan sekarang (status quo), menyenangi tantangan baru, menyukai eksplorasi peluang-peluang baru, memecahkan masalah bersama, menginspirasi orang lain, bekerja dengan hati, memiliki kepedulian dan empati.

 

Mentalitas driver kemudian juga ditandai oleh cara berpikir kritis (bertanya mengapa), mau merangkul orang-orang yang berbeda pandangan, berani melakukan kesalahan-kesalahan kecil dan mengambil risiko yang terukur, sangat mencintai perubahan namun rendah hati, serta selalu senang belajar hal-hal baru.

 

Bagaimana menjadi driver? Rhenald Kasali menyediakan resep: disiplin diri. Para pelaku perubahan memiliki sesuatu yang amat pokok, yakni disiplin diri. Sebelum memimpin orang lain, driver terlebih dahulu harus mampu mengendalikan dirinya. Itulah yang menjadi pedoman para pemimpin besar dan eksekutif terkemuka di dunia.

 

Jadikanlah disiplin diri sebagai gaya hidup, ungkap Rhenald Kasali, dan jangan biarkan diri hidup dalam kebiasaan-kebiasaan seperti membuat alasan (making excuse), menunda-nunda pekerjaan (kerjakanlah sesuatu sesegera mungkin, jangan membiasakan diri baru bekerja menjelang berakhirnya batas waktu), bekerja tanpa prioritas.

 

Di Meksiko, ada orang-orang yang dikenal sebagai penganut Maniana Principle atau Prinsip Esok Hari: kalau bisa dipikirkan besok, kenapa harus dikerjakan hari ini? Nyatanya, hidup mereka pun tidaklah nyaman, karena selalu dikejar-kejar batas waktu. Pada akhirnya, kualitas kerja mereka senyatanya rendah.

 

Cara kerja orang besar yang berdisiplin diri ditandai oleh kerja keras, manajemen waktu, persisten (tahan uji, bangkit kembali usai gagal), bertanggung jawab, dan bersikap positif apa pun situasinya.

 

Membangun disiplin diri bermula dari hal-hal kecil. Hal-hal kecil yang dikerjakan saat ini akan menjadi pegangan hari esok. Langkah-langkah kecil akan menentukan langkah-langkah besar. Mulailah dengan rencana-rencana kecil, lakukan rencana-rencana kecil itu apa pun yang dapat dikerjakan, karena hal-hal kecil itulah yang membuat kita bertumbuh.

 

Ketika jatuh, bangkitlah kembali. Kesedihan dan kemurungan akibat kegagalan merupakan sesuatu yang wajar. Tapi, janganlah terkungkung lama di bawah tempurung. Hadapi kritik. Terima umpan balik negatif sebagai pembelajaran. Biasakanlah menghadapi hal-hal sulit yang mungkin tidak mau dikerjakan orang lain. Justru dari situ kita akan belajar hal baru dan berkembang.

 

Hapuslah kalimat ini dari memori kita: “ambil sekarang, rebut hak orang lain”. Kalau Anda sudah mengambilnya, lalu apa? Biasakanlah bertanggung jawab. Jangan lari meninggalkan hasil yang muncul dari perbuatan Anda. Hidup adalah tanggung jawab.

 

Seorang mandor kawat bernama Sumilan mengatakan, bekerja itu mirip permainan kartu remi. Anda akan menang, ujar Sumilan, kalau Anda punya kartu As: Kerja KerAs, Kerja CerdAs, Kerja IkhlAs, dan Kerja TuntAs.

 

 

 

 

Wujudkan Tertib Pengguna SFR,  Balmon Makassar Sosialisasikan PP No 43 

NEWSSULSEL.id, – Ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Direktorat Pengendalian Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Kelas 1 Makassar gelar sosialisasi pemberlakuan PP no 43 Tahun 2023, di Hotel Four Points Sheraton Makassar Jalan Andi Djemma, Rabu (28/2/2023).

Menurut penyelenggara sosialisasi ini bertujuan agar pengguna Spektrum Frekuensi Radio (SFR), Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) serta penggunaan Alat Perangkat Telekomunikasi (APT) paham dan tak komplain dengen pemberlakuan PP no 43 sejak November 2023.

Kepala Balai Monitor SFR Kelas 1 Makassar Heriyanto, S.T  berharap pengguna (SFR), memiliki Izin sesuai peruntukan Alat Perangkat Telekomunikasi (APT) agar terhindar dari sanksi adimistrasi serta pidana yang tertuang dalam PP no 43 Tahun 2023.

“Pihak kami yang ditunjuk sebagai fungsi pengawasan serta pengedalian dan pelayanan pengguna SFR tak ingin rugikan pihak mana pun olehnya jika ada gangguan yang timbul segera laporkan ke Balmon tuk kami tindak” ucapnya.

Hal-hal yang belum dipahami sebut Herianto, S.T silahkan sampaikan ke website Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Makassar.

“Boleh lewat laman Facebook, instagram, gemail,” pungkasnya.

Sebelum Sosialisasi PP 43 tentang jenis dan tarif jenis Penerimaan Negara Buka Pajak berakhir pukul 12:00 Wita terlihat penyelenggara menggelar deklarasi integritas anti Korupsi yang di tanda tangani Kabalmon, di ikuti sejumlah peserta sambil menyampaikan testimoni atas kinerja Balmon Kelas 1 Makassar…(*).

Lp. Bangfly

Dinahkodai Yadyn, Kejari Lutim Capai Kepuasan Masyarakat Kinerja dan Pelayanan 94%

QNEWSSULSEL.id, Lutim Kejaksaan Negeri Luwu Timur meraih prestasi membanggakan dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 94%, menurut hasil survei yang dilakukan dalam periode Februari 2023 hingga Februari 2024. Kepuasan ini mencakup kinerja dan pelayanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur (Lutim).

Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kejari Lutim, khususnya dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi, penanganan perkara tindak pidana umum, pelayanan hukum masyarakat, dan pendampingan bagi Pemkab Lutim.

Dalam upaya transformasi kebijakan Pimpinan di Provinsi dan Pusat, Kejari Lutim berhasil mengimplementasikan Program Unggulan 14 Kampung Pangan Adhyaksa.

Program ini mendapatkan pengakuan langsung dari Menteri Pertanian, menegaskan eksistensinya dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, pihak Kejari Lutim juga telah mendirikan Posko Jaga Desa sebagai sarana bagi 125 desa dan 3 kelurahan di Lutim bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan di desa, sekaligus mencegah praktek tindak pidana korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Dr. Yadyn, SH. MH menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk preventif dari pihaknya.

Dalam bidang olahraga, Kejaksaan Negeri Luwu Timur aktif mendukung kegiatan masyarakat dengan mendirikan SSB Adhyaksa dari berbagai kelompok usia. SSB Adhyaksa berhasil meraih Juara III pada kompetisi kategori Usia 10/11 tahun, menciptakan prestasi yang membanggakan.

“Terima kasih, apresiasi dan respon masyarakat serta Pemkob Lutim atas capaian kinerja kami, Insya Allah ke depan kita akan lebih meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” kata Yadyn…(*).

Lp. Idul

Disnakeswan Sulsel: Akan Penyaluran Bantuan 30 Ayam Kampung Tuk RTM, Maret Memdatang

NEWSSULSEL.id, – Misi Dinas Peternakan dan  Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangka pengentasan kemiskinan dan mencegahegah gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi buruk (Stunting) bertambah akan segera disalurkan, Maret 2024 mendatang.

Rencana tersebut di sampaikan pihak Humas Disnakeswan Sulsel, Rusdianto saat dikonfirmasi awak media Newssulsel, terkait bantuan 30 ekor ayam kampung tuk keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM) sesuai yang telah diberitakan sebelumnya.

“Bantuan 1500 ayam kampung akan kita salurkan ke 15 Kabupaten/Kota jika semua tahapan selesai dibahas sehingga bantuan 30 ekor ayam kampung tuk RTM sesuai dan tepat sasaran,” kata Rusdianto, Selasa (27/2/2024) diruang lobby Disnakeswan jalan Vetran Selatan Makassar.

Lebih lanjut Rudianto menyebut hingga kini pihak Disnakeswan masih rapat bersama pihak Kabupaten/Kota yang akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat RTM.

“Rencana bantuan Ayam Kampung tuk RTM disalurkan pada bulan Maret mendatang. Paling lambat bulan April 2024,” ungkapnya…(*)

Lp. Bangfly