suherman

Tiba di Daratan Ibukota Benteng Logistik Pemilu Kecamatan Takabonerate Diterima Ketua KPU Selayar

NEWSSULSEL.id, – Logistik pemilu serentak pertama dari kecamatan kepulauan, tiba di gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Kamis, (22/2) siang.

Kotak suara dan kelengkapan logistik Pemilu Kecamatan Takabonerate yang diantar langsung PPS, PPK, bersama anggota panwascam, disaksikan dan diterima Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Selayar Andi Dewantara, SH, yang didampingi Andi Usman kasubag KUL, Sainal Abidin staf pelaksana sub. bagian keuangan umum dan logistik ,Abu thalib staf pelaksana sub.bagian Hukum serta aparat pengamanan Polres Selayar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Dewantara, SH, menguraikan, hari ini, total 200 kotak suaŕa, 160 bilik suara, dan kelengkapan logistik lain dari Kecamatan Takabonerate, resmi diterima KPU di gudang logistik, di Jln. KH. Haiyung, Benteng.

Tersisa tinggal empat kecamatan pulau lagi yang sampai hari ini belum tiba di daratan Ibukota kabupaten dan masih sementara dinantikan kedatangannya.

Keempat wilayah kecamatan tersebut masing masing terdiri dari Kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Pasimarannu, dan Pasilambena, terangnya…(*).

 

Lp. Fadly Syarif

Cek Persiapan PSU, KPU dan Forkopimda Tinjau TPS 02 Putabangun

NEWSSULSEL.id,- Monitoring dan pemantauan pemungutan suara ulang (PSU) digelar jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan, Rabu, (21/2) pagi, di TPS 2 Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selayar, Andi Dewantara, SH, tiba di TPS 2 Putabangun, bersama Muhammad Arsat dan Ahmad Sultan.

Giat monitoring dilakukan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Selayar, Hendra Syarbaini, S.H., M.H, bersama, Dandim 1415/Selayar, Letkol Inf. Nanang Agung Wibowo.

Bersama jajaran Forkopimda, ikut hadir Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Selayar, Nurul Badriyah dan Kasie Ops Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Dg. Marola, S. Sos.

Berbeda dengan suasana pemungutan suara sebelumnya, tenaga dr, bersama belasan orang tenaga perawat gabungan, Rumah Sakit KH. Haiyung, dan Puskesmas Benteng, distand by kan di ketiga lokasi pemungutan suara ulang (PSU).

dr dan perawat disiagakan masing masing bersama satu unit armada mobil ambulance.

Selain tenaga medis, belasan personil pengamanan gabungan dari Mako Polres Selayar, Kodim 1415/Selayar, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan penyelamatan, ikut disiagakan di sekitar lokasi PSU bersama personil Satlinmas. (Fadly Syarif)

Tim Tabur Kejati Sulsel & Kejagung Tangkap Buron Korupsi Kejari Polman

NEWSSULSEL.id, Makassar – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap Kepala Desa Nepo, Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar), berinisial T (43) tersangka korupsi dana desa Rp 336.526.969 periode 2020, yang buronan selama 1 tahun 6 bulan.

“Tim Tabur Kejati Sulsel bersama Tim Tabur Kejaksaan Agung RI telah mengamankan buronan asal Kejaksaan Negeri Polewali Mandar,” kata Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).

“Mantan Kepala Desa Nepo yang terjerat kasus dugaan perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran dana Desa Nepo Kecamatan Wonomulyo kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2020,” terangnya

Tersangka diamankan di Perumahan Findaria Mas I Blok B nomor 17, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros pada Rabu (21/2), sekitar pukul 20.55 Wita.

“Tersangka T sudah ditetapkan sebagai buronan Kejaksaan Negeri Polman (Polewali Mandar) kurang lebih 1 tahun 6 bulan sejak ditetapkan sebagai Tersangka,” katanya.

Meurut Soetarmi, pada proses penangkapan tersangka, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei. Hal itu dilakukan untuk memastikan letak persembunyian tersangka.

“Terlebih dahulu dilakukan kegiatan surveilence selama 3 hari 2 malam untuk memastikan keberadaan Tersangka T ditempat persembunyiannya,” ungkapnya.

Tersangka selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik Kejari Polewali Mandar untuk proses selanjutnya. Penyerahan itu dilakukan guna untuk melancarkan proses hukum yang sedang berjalan.

“Dilanjutnya proses penyidikannya agar perkara Korupsi Dana Desa Nepo ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk disidangkan guna mendapatkan kepastian hukum,”tegasnya…(*)

Lp. Asril

Kesadaran Kebangsaan

Faisal Djabbar , Pemerhati Kebijakan Publik

NEWSSULSEL.id,-Tahun 2010 sampai 2011 lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengambil program S2 dengan beasiswa dari pemerintah Australia. Saya mengambil Kebijakan Publik di The Australian National University (ANU), Canberra. Bagi saya, pengalaman sekolah di negeri orang adalah cermin. Saya kerap membandingkan tanah nusantara dengan negara di mana saya belajar. Tidak hendak mencela negeri sendiri, tapi saya menyaksikan dan mengalami langsung bahwa Indonesia memang tertinggal cukup jauh: disiplin warga, pendidikan, layanan kesehatan, ketersediaan ruang-ruang publik, transportasi umum.

Meskipun begitu, bagi saya, tetap saja, Indonesia adalah miniatur surga. Indonesia bagaikan jamrud di lintasan garis katulistiwa. Negeri ini dikaruniai limpahan tambang dan mineral. Juga kekayaan hayati dan ber-aneka-ragam sumber energi. Tidak ketinggalan keindahan alam nan elok. Sumber daya alam siap memakmurkan bangsa ini. Sumber daya alam yang penuh berjubel yang berada di atas maupun di bawah perut bumi nusantara. Anugerah mulia yang memayungi bangsa Indonesia.

Kita mafhum, rakyat Indonesia sudah memberi kepercayaan kepada negara untuk mengelola sumber daya alam tersebut. Dengan sumber daya alam yang dikuasainya, negara wajib mengelolanya demi menghasilkan pendapatan keuangan negara yang optimal. Negara juga selanjutnya wajib mendistribusikan uang negara kepada masyarakat, secara adil dan merata. Hal ini agar tercipta masyarakat Indonesia yang sejahtera.

Tetapi, saya memandang, Indonesia justru adalah paradoks. Dengan kekayaan sumber daya alamnya, Indonesia justru banyak berpenduduk miskin. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), sampai Maret 2023, jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 25,90 juta jiwa. Jumlah ini belum memasukkan jumlah orang yang rentan miskin. Maka, bila menghitung keseluruhannya, orang miskin di Indonesia sebenarnya mencapai 50 persen penduduk negeri ini. Paradoks ini timbul salah satunya karena buruknya pengelolaan sumber daya alam kita. Pemerintah tunduk dan rela dimanfaatkan oleh pihak asing. Bagaimanapun, pemerintah turut menyumbangkan saham dalam bangkrutnya bangsa ini.

Indonesia memang menjadi sebuah ironi. Bangsa yang kaya dan telah merdeka selama 78 tahun ini, keadaan ekonomi dan sosialnya masih relatif memprihatinkan. Tingkat Pengangguran Terbuka, sampai Agustus 2023, mencapai 7,85 juta jiwa dari sekitar 147,71 juta angkatan kerja (BPS, 6 November 2023).

Beberapa waktu lalu, sebuah berita di majalah Tempo pada bulan Desember 2006 melaporkan, seorang bayi di Jawa Tengah lahir tanpa kedua kaki di bale rumahnya. Si bayi lahir tidak di rumah sakit, karena kedua orangtuanya tidak sanggup membayar biaya rumah sakit. Sewaktu hamil pun sang ibu tidak pernah memeriksakan kehamilannya ke rumah sakit. Dinas kesehatan setempat memperkirakan, saat hamil sang ibu kekurangan nutrisi. Pada sisi lain, Indonesia malah menjadi importir sejumlah bahan pangan di tengah-tengah tanah yang subur. Apa yang salah dengan lingkaran kebijakan di Indonesia?

Saya sangat sadar, untuk melaksanakan kewajiban distribusi hasil pengelolaan sumber daya alam dengan baik, negara membentuk institusi-institusi negara. Lahirlah institusi pelayanan publik. Institusi ini berwenang melaksanakan tugas umum pemerintahan. Tugas utama institusi pelayanan publik adalah melayani berbagai pelayanan umum maupun fasilitas sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Namun, harus diakui, tugas utama institusi pelayanan publik kurang berjalan. Kondisi ini timbul karena masih bobroknya kualitas birokrasi pelayanan publik. Birokrasi mempersepsikan dirinya sebagai penguasa. Karena merasa sebagai penguasa, birokrasi musti dihormati dan dilayani. Birokrasi menempatkan masyarakat sebagai orang-orang yang butuh bantuan. Kualitas pelayanan publik masih menjadi masalah bagi negeri ini.

Oleh sebab itu, menurut saya, pemerintah yang terpuji sesungguhnya adalah pemerintah yang melayani publik dengan baik. Pemerintah yang memerhatikan rakyatnya. Pemerintah yang mengelola secara maksimal sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat. Karenanya, prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance menjadi unsur penting yang harus diterapkan.

Saya memimpikan sebuah Indonesia yang dipimpin orang-orang yang berpikir dan bertindak bagi rakyat keseluruhan. Bukan orang yang ingin kaya dan jaya bagi dirinya dan kelompoknya. “Kehidupan berbangsa di Indonesia saat ini dikooptasi oleh kekuatan dan pengaruh politik Machiavellian yang begitu kuat di segala lini. Politik hanya berhenti di kekuasaan dan gagal mendistribusikan kesejahteraan kepada khalayak ramai. Kebajikan kolektif telah lumpuh”, tulis Yudi Latif dalam artikelnya di Kompas, 11 Maret 2013, halaman 4. Politik, ungkap Yudi Latif, berhenti dan stagnan pada semata politik kekuasaan. Kondisi ini yang menyebabkan belum teraktualkannya politik sebagai sebuah kebijakan untuk mendistribusikan kesejahteraan.

Saya mengidamkan sebuah Indonesia yang teratur dan rapi. Barangkali orang akan berkata mimpi ini cuma angan-angan. Mungkin banyak orang Indonesia sendiri yang bakal berdalih bahwa visi saya ini sulit terwujud. Negara komunis idaman Karl Marx pun sukar bertahan dan tak lestari.

Tapi, apakah sesungguhnya tujuan kita sebagai bangsa? Bila jumlah rakyat miskin meningkat dan kesempatan beranjak dari tangga kemelaratan ke tangga yang lebih tinggi sulit diperoleh, lalu buat apa kita bernegara?

Cita-cita Soekarno mungkin hanyalah menjadi simbol dan angin lalu. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia semata kalimat pemanis yang keluar lancar dari politisi saat pemilu, lalu setelah itu rakyat ditinggalkan dan dilupakan. Rakyat kemudian sekadar bermimpi akan datangnya ratu adil dan keadilan sosial.

Karena itu, buat saya, pendidikan bagi seluruh warga negeri merupakan proses penyadaran diri untuk pada saatnya berbuat lebih bagi bangsa.

PSU, TPS 2 Putabangun Diwarnai Ketegangan Antara Wartawan dan Oknum Panwascam

NEWSSULSEL.id,- Pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 02 Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan diwarnai ketengangan antara oknum Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bontoharu dengan wartawan yang dilarang mengabadikan dan mengambil gambar empat jenis dokumen C hasil plano PPWP DPR- RI, DPD. dan DPRD Provinsi.

Suasana ketegangan terjadi setelah wartawan menunjukkan id card dan surat tugas liputan khusus pemilu serentak 2024 kepada oknum panwascam yang tetap bersikukuh tidak menganulir dan tidak memperkenankan mengambil gambar empat jenis dokumen C hasil plano PPWP DPR- RI, DPD. dan DPRD Provinsi.

Tiga orang oknum panwascam Bontoharu dinilai dengan sengaja dan melawan hukum menghambat serta menghalangi tugas wartawan dalam mencari memperoleh dan menyebarluaskan informasi sebagaimana ketentuan Pasal 18 Ayat (1) Undang Undang Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.

Selain itu, pelarangan yang dilakukan oknum Panwascam Bontoharu diduga kuat melanggar ketentuan Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 tahun 2008.

Pasalnya, keempat jenis dokumen C hasil plano merupakan milik publik, sebagaimana diatur pada ketentuan pasal 59 dan 60 PKPU No. 25 tahun 2003 yang menekankan bahwa setelah rapat pemungutan dan penghitungan suara berakhir, saksi, pengawas TPS, pemantau pemilu atau masyarakat yang hadir pada rapat penghitungan suara diberi kesempatan untuk mendokumentasikan formulir model c hasil-PPWP, model c hasil DPR, model c hasil DPD, model c hasil DPRD Provinsi, model c hasil DPRA, model c hasil DPRDPP, model c hasil DPRPB, model c hasil DPRPT, model hasil DPRPS, model c hasil DPRPP atau model c hasil DPRPBD, model c hasil DPRD Kabupaten/ Kota, atau model c hasil DPRK, model c daftar hadir pemilih tetap KPU, model c daftar hadir pemilih khusus-KPU setelah ditanda tangani oleh KPPS dan atau salinan model A-Kabko dan model A daftar pemilih pindahan. Dokumentasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa foto atau video.

Insident pelarangan mengabadikan dan mengambil gambar yang dinilai merugikan awak media, rencananya akan dilaporkan kepada aparat kepolisian Polres Selayar dan Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI)…(*).

 

Lp. Fadly Syarif

Miris, Biaya RS Korban Disiram Air Keras Mantan Suaminya Tak Ditanggung BPJS

NEWSSULSEL.id, – Rafika Amalia, korban penyiraman air keras yang dilakukan mantan suaminya, hingga kini masih jalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (21/2/2024).

Wanita (28) yang berprofesi sebagai pengojek online itu terlihat masih berada di ruang perawatan luka bakar yang terletak di lantai 2 RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban kesadisan mantan suaminya itu mengaku, kondisinya perlahan mulai membaik namun masih lemah dan masih membutuhkan perawatan lebih lanjut, khususnya di bagian wajahnya karena melepuh akibat disiram air keras.

“Kondisi agak membaik sedikit, tapi namanya juga kulit penyembuhannya bertahap utamanya di bagian muka, bibir dan mata yang parah” keluh Fika.

MenurutNya, akibat luka di bagian matanya yang tersiram air keras membuat penglihatannya terganggu. Bahkan susah untuk makan karena kesulitan membuka mulutnya.

“Kondisi mata agak rabun  ada luka di dalam mata,” kata Fika yang bingung karena biaya pengobatan dan perawatannya selama di rumah sakit. tidak ditanggung BPJS sehingga biayanya perawatan berlaku umum.

Dia mengaku masuk RS sejak Senin (19/2/2024) malam. Hingga Rabu hari ini masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Makassar. Biayanya perawatan dan tindakan medis selama 2 hari Rp 4.050.000, belum terhitung biayanya.

“Olehnya saya berharap ada bantuan dari pihak pemerintah, juga para dermawan untuk meringankan biaya perawatan terkait apa yang dialami” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Fika disiram air keras oleh mantan suaminya, saat korban baru pulang kerja, tiba depan rumahnya di jalan Sinassara lorong 1 Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar. Senin (19/2/2024) sekitar pukul 19:00 Wita.

“Tiba-tiba Sangkala (mantan suami korban) muncul dan menyiram Fika lantaran menolak diajak rujuk kembali sama pelaku,” ungkap warga yang mengamankan Sangkala pasca kejadian dan digelandang ke kantor polisi…(*).

 

Lp. Asril

36 Orang Dinyatakan Lulus Seleksi, Perebutkan 7 Jabatan Kepala OPD Pemkot Makassar

NEWSSULSE.id, – Panitia Seleksi (Pansel) telah mengumumkan peserta seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yang tertuang dalam pengumuman Nomor: 06/PANSEL-JPTP/II/2024.

Pengumuman yang ditanda tangani Penjabat Sektetaris Daerah Kota Makassar, sekaligus Ketua Pansel, Firman Pagarra itu, mengumumkan 36 nama lulus administrasi, yang akan berebut tujuh jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dari 36 nama yang lulus adimistrasi  Ada tujuh nama yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) di antaranya:

Plt Dinas Pemuda dan Olahraga, Andi Tenri Lengka; Plt Dinas Lingkungan Hidup, Ferdi Mochtar; dan Plt Dinas Ketahanan Pangan Alamsyah Sahabuddin, Plt Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Syahruddin; Plt Dinas Sosial, Andi Pangerang Nur Akbar, Plt Kasatpol PP, Ikhsan; dan Plt Dinas Komunikasi dan Informatika, Ismawaty Nur.

Ini daftar nama ke 36 peserta lelang jabatan Pemkot Makassar yang lulus seleksi administrasi:

1• ABDUL HARIS PUNYA
2• AHMAD
3• ALAMSYAH SAHABUDDIN
4• ANDI AMALIA MALIK
5• ANDI FADLY
6• ANDI PANGERAN NUR AKBAR
7• KACA ANDI SALMAN
8• ANDI TENRI LENGKA
9• ARFAN SERY JUSUF
10• ASWIN KARTAPATI HARUN
11• AZHAR ANWAR                                    12• BENYAMIN B. TURUPADANG
13• DODY AGRIYANTO
14• EDWAR SUPRIAWAN
15• FERDI
16• HARI
17• HARMIN
18• HARUN RANI
19• HERY SUMIHARTO
20• HUSNI MUBARAK
21• IBRAHIM CHAIDAR
22• IKHSAN
23• ISMAWATY NUR
24• ITA ISDIANA ANWAR
25• JUSMAN
26• KAMELIA THAMRIN TANTU
27• MOHD. ANDRI A. NUGRAHA
28• MUH. FUAD AZIS DM
29• MUHAMMAD ALIWARDI
30• MUHAMMAD AMRAN KUDUS
31• MUHAMMAD FADLI
32• RIYADHUS SHALIHIN
33• SUWANDI
34• SYAHRUDDIN.
35• SYAMSUL BAHRI
36• ZAINUDDIN

Mereka yang dinyatakan lulus bakal melakukan sejumlah seleksi lagi, diantatanya seleksi penulisan makalah yang telah di gelar hari ini Rabu 21 Februari 2024. Kemudian seleksi penilaian kompetensi pada 22-24 Februari 2024…(*).

Lp. Asril

Danny Pomanto Akan Evaluasi Ulang Lurah & Ketua RT/RW di Makassar

NEWSSULSEL.id, – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto kembali akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para lurah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut Danny Evaluasi tersebut dilakukan tiap triwulan guna memastikan jajaran lurah bekerja dengan baik.

“Kan saya sudah bilang bahwa lurah tiga bulan dites (evalusi) kalau tidak memenuhi syarat (terancam),” ucap Danny Pomanto kepada awak media Rabu (21/2/2024).

<Danny mengaku, banyak lurah yang performanya tidak begitu bagus, meskipun mereka masih diberi kesempatan oleh Danny saat perombakan Januari lalu.

“Dulu lurah yang sudah tidak bisa bekerja (kinerja buruk) itu diganti, non job. Tapi lurah yang masih bisa dicoba (diberi kesempatan), nah lurah yang dicoba ini disimpan di tempat lain samaji (kinerjanya) jadi lebih baik selesaikan saja,” ucapnya tegas.

Selain jajaran lurah, para RT/RW juga akan dievaluasi kinerjanya, lantaran diduga <span;>banyak RT/RW terlibat dalam politik atau sebagai partisan dalam Pemilu 2024.

“Termasuk RT/RW kan dari dulu kita mau revisi. Apalagi RT/RW yang terlalu partisan, supaya orang komitmen bahwa saya tidak mempolitisasi RT/RW,” ujarnya.

Januari lalu diketahui sebanyak 88 lurah dilantik serentak dengan pejabat esalan II dan para camat di Kapal Pinisi Anjungan Pantai Losari Jl Penghibur. Selang beberapa hari, Danny kembali melantik 106 jajaran sekretaris lurah (seklur) di Tribun Lapangan Karebosi (16/1/2024).

Saat itu kata Danny Pomanto, posisi pejabat di kelurahan jadi sangat strategis. Mereka ujung tombak karena menjadi front liner, tempat curhat dari masyarakat kepada pemerintah.

“Paling penting adalah anda mau bekerja untuk memperkuat kelurahan anda. saya mau perkuat kelurahan, tempat pelayanan publik,” pungkas Danny Pomanto…(*).

Lp. Chaerul.

Kasus Dugaan Perselingkuhan Istri Polisi di Jeneponto, Ditingkatkan Kepenyidikan

NEWSSULSEL.id, Jeneponto – Polisi segera melakukan gelar perkara penetapan tersangka terkait dugaan kasus istri polisi berinisial IR (41) yang digerebek warga saat bareng dirumah selingkuh oknum ASN berinisial AR (42) di Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Supriadi Anwar mengatakan, pihaknya sudah meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan, berdasarkan bukti kuat dan hasil pemeriksaan 5 orang saksi yang dilakukan tim penyidik.

“Sudah naik ke penyidikan, dalam waktu dekat kita gelar perkara untuk penetapan tersangka,” jelas AKP Supriadi Anwar saat dikonfirmasi terkait dugaan perselingkuhan yang gegerkan warga Jeneponto, Selasa (20/2/2024)

Lebih lanjut Supriadi mengatakan pihaknya juga telah memeriksa keterangan dari IR dan AR. Kendati belum mengakui dugaan perselingkuhan itu, Supriadi menyebut ada bukti perselingkuan IR dan AR.

“Kita tingkatkan ke penyidikan dugaan (perselingkuhan-perzinaan) itu kuat, mereka ditemukan lagi berdua di satu rumah,” ujar Supriadi.

Selain karena keduanya tertangkap basah, polisi juga menemukan bukti lainnya. Salah satunya karena adanya bukti chat mesra antara IR dan AR.

“Selain ditemukan berdua, kemudian petunjuk-petunjuk lain adanya chat-chat komunikasi yang bersangkutan yang mengarah ada hubungan dekat, iya (hubungan spesial) gitu,” katanya.

Dari rekaman video yang beredar terlihat

IR digerebek berduaan di rumah kontrakan selingkuhannya  di BTN Kola-Kolasa, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kamis (8/2), sekitar pukul 14.00. Penggerebekan dimulai dengan sejumlah orang pria dan wanita memasuki rumah tempat IR dan AR berada.

Mereka memeriksa ruang tamu dan kamar dengan maksud mencari keberadaan wanita yang masuk keruma AR. Namun mereka tidak menemukannya.

Tak berselang lama, warga membuka pintu toilet. Saat itulah mereka menemukan wanita tersebut sedang memanjat dinding di atas pintu toilet.

Warga yang melihat keberadaan istri polisi tersebut seketika menjadi heboh, IR pun segera turun dan menutupi wajahnya.

“Ngambiki ri WC a (dia memanjat di dalam toilet)” ujar seorang warga yang menemukan wanita tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Supardi Anwar turut membenarkan penggerebekan itu. Dia mengatakan wanita IR dan pria diduga selingkuhannya itu dibawa ke Polres Jeneponto.

“Selanjutnya yang bersangkutan diamankan di Polres Jeneponto guna proses selanjutnya,,namun dikenakan wahib lapor” bebernya…(*).

Lp. Icha

Jelang PSU, KPU Selayar Persiapkan Tiga Lokasi TPS  

NEWSSULSEL.id, Selayar – Tiga lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan menjelang pemungutan suara ulang (PSU) yang akan digelar, Rabu, (21/2) esok.

TPS 21 Benteng Selatan dipusatkan di Kompleks Perguruan MAN Bontoharu. Sementara, TPS 17 Benteng Selatan didirikan di area pengujian kendaraan bermotor Jln. Jend. Achmad Yani, Benteng.

Lokasi tps ketiga, diposisikan di lapangan Balangsembo, Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu.

Berbeda dengan situasi penyelenggaraan pemungutan suara sebelumnya, tiga lokasi tps yang sempat dikunjungi wartawan terpantau sepi dan lengang. Tidak ada kesibukan berarti yang dijumpai di lokasi TPS.

Petugas pemegang kunci Kompleks Perguruan MAN Bontoharu menyebutkan, “logistik kotak dan bilik suara baru akan didistribusikan ke lokasi tps, hari Rabu, (21/2) sekira pukul 06.00 Wita.

Pagar yang menjadi penyekat lokasi tempat pemungutan suara akan dibuka paling lambat pukul 05.00, ba’da shalat subuh, terangnya kepada wartawan…(*).

 

Lp. Fadly Syarif