suherman

Terlibat Narkoba, 2 Oknum Satpol PP Pemprov Sulsel Tangkap Kini Terancam Dipecat

NEWS Sulsel.id – Polisi mengamankan 2 orang, oknum Satpol PP Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial AN dan AA karena mereka diduga terlibat kasus narkoba. Keduanya kini terancam sanksi pemecatan jika terbukti terlibat.

“Jadi ada anggota yang bermasalah terkait narkoba kami pasti akan ditindak tegas,” ungkap Plt Kasatpol PP Pemprov Sulsel Andi Rijaya saat dikonfirmasi awak media ini, Kamis (27/10/2022).

Andi Rinjaya menuturkan jika ada anggota yang terlibat dengan kasus narkoba, sanksi berat memang akan diberikan. Ini sesuai dengan kode etik Satpol PP poin ke-13.

“(Sanksinya) Dikeluarkan, dipecat,” tegasnya.

Menurut Andi Rinjaya, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Penangkapan dua oknum Satpol PP ini menunggu informasi resmi kepolisian.

“Iye dua orang. Cuman ini saya masih menunggu bagaimana perkembangannya ini dua orang, karena katanya diambil (polisi), diambil keterangannya. Cuman saya belum tau sudah sampai di mana sekarang anu-nya (perkembangannya),” tuturnya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol, Komang Suartana membenarkan Penangkapan dua oknum Satpol PP Pemprov Sulsel yang digelandang ke Mapolda Sulsel.

“Iya benar memang ada penangkapan dua orang Satpol PP, satu mahasiswa,” ujar Komang.

Namun Komang ngaku belum mengetahui secara detail kronologi penangkapan 2 oknum Satpol PP tersebut. Akan tetapi menurut Komang, kasus ini bermula saat dilakukan penyelidikan paket narkoba yang dikirim melalui jasa ekspedisi mengarah kepada ANdan AA.

“Makanya masih didalami dulu. Saya belum dapat konfirmasi (lebih lanjut) ya,” tuturnya…(*).

Lp. Asril.

Diduga Gegara Bocil Main Korek Api, 2 Rumah di Makassar Ludes Terbakar

NWES Sulsel.id – Dua rumah di Jalan Tamale Kota Makassar Sulawesi Selatan, hangus terbakar, diduga akibat empat bocil yang bermain api dekat motor. Kamis 27/10/2022 malam. Empat bocil  tersebut diperiksa polisi.

Belasan mobil pemadam kebakaran (damkar) terlihat dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar. Api cepat membesar karena rumah yang terbakar berbentuk semi permanen dari kayu.

“Pemadaman api juga terkendala dengan percikan api dari kabel listrik yang terbakar, sehingga Kami hubungi PLN untuk matikan arus listrik,” ujar Danton 4 Damkar Kota Makassar, Rahman.

Kebakaran itu diketahui warga ketika empat bocah yang main api dan menjadi penyebab kebakaran berteriak panik. Mereka meminta tolong kepada warga saat melihat api membesar.

“Anak-anak itu main korek api dekat motor. Ada percikan api yang menjalar ke motor,” tutur Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Sugiman.

Setelah api padam dan proses pendinginan, polisi memasang garis kuning di lokasi untuk penyelidikan.

Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Keempat bocah yang bermain api dimintai keterangan di Polsek Rapppocini.

Lp. Yusri

Bacok 3 Wanita di Sidrap, Pelaku Dimasukkan ke Bakasi Mobil Polsek, Polisi Ngaku Demi Keamanan

NEWS Sulsel.id – Seorang pria di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial (medsos) karena ditangkap dan dimasukkan ke bagasi mobil patroli. Polisi menjelaskan kejadian tersebut terjadi saat melakukan penangkapan pelaku penganiayaan.

Dalam video berdurasi 17 detik yang dilihat yang beredar, Kamis (27/10/2022), terlihat polisi memasukkan seorang pria ke bagasi mobil patroli. Kondisi pria tersebut terlihat tidak berdaya.

Dalam video terlihat warga masih berkerumun dan menyaksikan saat-saat pria tersebut dimasukkan dalam bagasi mobil patroli polisi. Tampak juga salah seorang polisi memegang sebuah parang panjang.

“Intinya kami lakukan itu (masukkan pelaku ke bagasi mobil polisi) sebagai upaya cepat agar bisa secepatnya menggeser pelaku dari TKP agar lebih aman,” ungkap Kapolsek Panca Rijang Kompol Andi Mahdin.

Mahdin menuturkan pria dalam video termasuk merupakan pelaku penganiyaan berinisial H (25). Pelaku tersebut diamuk massa setelah menebas tiga wanita sekeluarga dengan parang di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang pada Rabu (26/10/2022).

“Kondisi sudah bonyok, bibir jontor, mata lebam, Sudah berdarah-darah, makanya segera kita bawa ke Polsek,” jelasnya.

Pihaknya mengaku pelaku ditempatkan di bagasi mobil hanya sampai di Polsek Panca Rijang. Sesampai di Polsek pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Arifin Nu’mang memakai mobil lain dan ditempatkan duduk seperti penumpang pada umumnya di dalam mobil.

“Jadi itu tindakan mengamankan. Setiba di Polsek kami ganti mobil kabin, kemudian kita bawa untuk dirawat di rumah sakit,” tegasnya.

Saat tiba di RS, para korban yang ditebas pelaku ternyata juga ada di sana sementara mendapatkan penanganan. Kemudian agar keamanan pelaku terjamin, polisi membawanya ke Puskesmas Rappang.

“Ternyata di RS itu ada korban dan keluarga di UGD dan teriak bilang ini mi pelakunya. Makanya kami bawa ke Puskesmas Rappang untuk hindari ada cekcok,” jelasnya.

Kini pelaku sudah diamankan di Polres Sidrap. Alasan polisi menitipkan di Polres sebab lebih aman dan jauh dari kediaman keluarga korban.

“Tahanan dititip di Polres, kasusnya tetap kami di Polsek yang tangani,” imbuhnya.

Pelaku disangkakan melanggar Pasal 351 ayat 2 KUHP yang menjelaskan tentang penganiayaan dengan luka berat. Dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Diberitakan sebelumnya, seorang kuli bangunan berinisial H (25) di Sidrap ditangkap polisi lantaran menebas tiga wanita dengan parang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit (RS) karena luka parah. Pelaku menyerang tiga korban lantaran sisa upahnya belum dibayarkan.

“Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di kantor,” ungkap Kapolsek Panca Rijang Kompol Andi Mahdin Regama via telepon kepada awak media ini.

Kompol Andi Mahdin menuturkan insiden penganiayaan ini terjadi di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Rabu (26/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Pelaku awalnya datang bertamu ke rumah korban untuk menagih sisa upah yang belum dilunasi…(*).

Lp. Alif.

Banjir di Majene Rendam Pemukiman, Terseret Rumah Warga, Lumpuhkan Trans Sulawesi

NEWS Sulsel.id – Sekitar Enam jam diguyur hujan lebat membuat aktivitas warga di Kota Majene, Sulawesi Barat lumpuh. Hujan lebat serta meluapnya air sungai  merendam kota dengan arus deras setinggi 50 cm hingga satu meter.

Banjir  terlihat menerjang permukiman dan jalan raya, yang terparah terjadi di Kecamatan Banggae, juga di Kecamatan Malunda Desa Lombong yang berdekatan dengan tepi sungai, Kamis (27/10/2022) sore.

“Sebagian warga juga masih terjebak banjir dan panik, karena sulit melintasi banjir arus deras untuk mengungsi di tempat yang lebih aman, satu rumah di Malunda terseret banjir” ungkap sumber ke awak media NEWS Sulsel.id. Jumat (28/10/2022).

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene Sirajuddin mengatakan kondisi banjir diperparah karena Sungai Deking yang melewati pemukiman warga meluap.

“Kondisi mengkhawatirkan karena sungai Deking meluap. Titiknya ada di lingkungan Banua, Kelurahan Malunda dan sebagian di Desa Lombong yang berada di dekat tepi sungai,” kata Sirajuddin melalui sambungan telepon…(*).

Lp. Hasbi.

Diduga Hendak Jual Anak Gadisnya, Seorang Ibu Dikeroyok Lalu Rambutnya Digunting

NEWS Sulsel.id – Beredar video sadis di medsos seorang ibu di Makassar Sulawesi Selatan yang tak disebut identitasnya dikeroyok sejumlah emma emma  tetangganya sendiri gegara korban diduga hendak menjual putrinya yang masih duduk di bangku SMP ke hidung belang.

Video yang beredar, tampak wanita yang jadi korban pengeroyokan itu dikelilingi sejumlah emma-emma yang melampiaskan kekesalannya dengan cara memaki-maki korban.

Seorang wanita berbaju merah terlihat lantas menyerang membabi buta dengan cara menjambak rambut korban,  wanita lainnya juga ada yang terlihat membawa gunting lantas memotong rambut korban.

Tak sampai di situ, seorang emak-emak yang sedang menggendong balita juga ikut-ikutan menyerang korban. Sementara salah seorang perempuan lainnya yang berjilbab merah jambu memotong rambut korban.

Kapolsek Tallo Kompol Badollahi yang dikonfirmasi via telepon Kamis (27/10) terkait peristiwa tersebut mengatakan.

“Pemicu kejadian karena salah paham Korban ini punya anak gadis SMP dan di HP anaknya ada aplikasi MiChat, lantas ada laki-laki chat, terjadilah transaksi antara orang tua dengan si laki-laki itu. Dibalas mamanya Tapi si Anak itu enggak tahu,” ujarnya.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Armin, kejadian dalam video penganiayaan itu di pemukiman  kumuh di Jl Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (23/10).

“Aksi ibu itu diduga tega menjual putrinya kepada pria hidung belang ketahuan oleh seorang tetangga, gosip pun beredar, sehingga korban jadi sasaran pengeroyokan. Padahal tidak sampai seperti itu kejadiannya,”

Setelah kejadian sebut Armin, petugas langsung membawa korban dan pelaku pengeroyokan, sesampai di kantor, mereka sepakat berdamai…(*).

Lp. Asril.

 

Danny Ancam Copot Camat-Lurah di Makassar yang Lamban Dalam Penanganan Sampah

NEWS Sulsel.id – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto ancam akan copot camat dan lurah. Ancaman ini disampaikan Danny setelah menilai sejumlah camat dan lurah lamban dalam penanganan sampah.

“Saya lihat kelemahan-kelemahan mendasar (penanganan sampah) di kelurahan dan kecamatan, saya harus akui itu,” tutur Danny kepada wartawan, Rabu (26/7/2022).

Menurutnya, indikator kinerja camat dan lurah diukur dari tingkat kebersihan di wilayahnya masing-masing, yang akan jadi dasar baginya untuk mengevaluasi bawahannya.

“Jadi kalau dia (camat dan lurah) tidak tanggap (tangani sampah) saya ukur, setelah dilapor tidak ada tanggapan, maka saya ada alasan untuk memberhentikan lurah dan camat,” tegasnya.

Saat ini juga sudah dihadirkan tim satgas pengawas kebersihan yang dinamakan Pakandatto atau Pasukan Penindakan Anti Kotor. Pakandatto juga akan membantu Danny mengevaluasi kinerja camat dan lurah, di samping membantu mengawasi kebersihan di tiap kelurahan.

Danny menekankan Pakandatto hadir karena memang kinerja camat dan lurah masih lemah dalam hal penanganan sampah. Tim yang dia komandoi secara langsung.

“Yang jelas saya menganggap pengawasan persampahan (camat dan lurah) itu lemah, maka saya ambil alih,” jelas Danny.

Wali Kota Makassar mengaku membentuk satuan tugas (satgas) pengawas kebersihan yang dijuluki Pakandatto karena geram dengan kinerja para lurah. Danny menyebut para lurah lamban dalam penanganan sampah.

“Ya kalau saya sudah ambil alih begitu kan berarti masih lemah (kinerja lurah),” kata Danny kepada wartawan.

Untuk diketahui, Danny Pomanto mengukuhkan Pakandatto di Anjungan Pantai Losari Makassar, Rabu (19/10). Mereka akan disebar ke tiap kelurahan menegur hingga melaporkan warga yang buang sampah sembarangan.

“Pakandatto ini penindakan, tim penindakan kalau ada yang kotor-kotor. Detailnya adalah melaporkan, menegur kemudian menindaki,” tutur Danny, saat itu.

Danny melanjutkan, Pakandatto dibentuk untuk memaksimalkan manajemen persampahan. Mereka yang tergabung dalam Pakandatto adalah tenaga Laskar Pelangi (Pelayanan Publik Berintegritas) yang direkomendasikan para camat.

“Utusan masing-masing kelurahan atas rekomendasi camat. Pasukan yang saya pimpin sendiri. Pasukan yang kerjanya mengawasi kualitas pembuangan sampah, bukan pengangkatan sampah,” ujarnya.

Lp. Asril.

Gelapkan Dana Wajib Pajak, Honorer Samsat Makassar Terancam Dipecat & Dipidana

NEWS Sulsel.id – Pegawai honorer Samsat Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga menggelapkan pajak terancam dipecat dan dipidana. Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Samsat Makassar I Yarham Yasmin.

Diketahui, pegawai honorer itu bernama Auliayah (37) Bagian Pengawasan Dalam Kantor Samsat Makassar I, Sulsel.

“Jadi, saudari Aulia ini statusnya sebagai Pamdal (Pengawasan Dalam). Sebenarnya dalam kasus seperti ini dia melanggar kode etik, tidak perlu lagi ada teguran pertama, kedua. Kalau dia melanggar, yah sudah dipotong saja (dipecat),” tegasnya.

Ia menegaskan untuk pelaku sendiri pemecatan tidak dengan hormat kepada pegawai tersebut adalah langkah tepat untuk memberi efek jera bagi pegawai yang lain.

Selain pemecatan, sambungnya, pegawai itu juga terancam dikenakan saksi pidana atas perbuatannya sebut Yasmin.

Menurut Yasmin, terbongkarnya perbuatan pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat yang merasa ditipu oleh korban.

Mendapat laporan itu, pihaknya kemudian membuka aduan hotline hingga terungkap ada 18 korban.

“Kita tindak lanjuti laporan itu dan membuka layanan aduan secara hotline. Ternyata ada 18 orang wajib pajak ditipu dengan kerugian sekitar seratus jutaan,” ungkapnya.

Modus operandi yang dilakukan terduga pelaku yakni dengan cara menawarkan jasa pengurusan surat kendaraan bermotor, baik perpanjangan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) maupun pengurusan BPKB (Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dan menerima uang dari wajib pajak.

Namun, uang yang diberikan wajib pajak itu tidak disetorkan ke kasir samsat dan pelaku hanya menjanjikan korbannya selesai dengan cepat tanpa harus menunggu bahkan akan diantarkan. Para korbannya percaya karena yang bersangkutan bagian orang dalam Samsat demi mempermudah pengurusan. Aksinya terbongkar setelah dilaporkan salah seorang wajib pajak.

Dari kejadian itu, pihaknya langsung melakukan audit dan investigasi untuk membongkar jaringannya, termasuk para calo yang bermain dengan orang dalam Samsat, sebab diduga pelaku tidak bekerja sendiri.

Berdasarkan laporan, kata dia, sudah ada 14 laporan dugaan penggelapan dari wajib pajak. Uangnya diambil, sementara urusan pembayaran pajak tidak selesai. Laporan pertama diterima nilainya Rp32 juta, tetapi setelah diselidiki ternyata lebih banyak dan bila ditotal sekitar Rp100 jutaan.

“Memang sudah ada (pembayaran pajak) diselesaikan dari hasil mediasi. Uang digelapkan umumnya pajak kendaraan. Yang bersangkutan sudah lama kerja di sini, tentu jalurnya tahu semua, jadi bisa menguruskan. Kita sekarang mengumpulkan laporan dan akan ditindaklanjuti ke proses hukum,” ujarnya.

Guna mencegah tidak berulang kasus serupa, ia pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas yang ada di Samsat Makassar saat membayar pajak kendaraan, seperti layanan online dan drive thru serta tidak menggunakan jasa calo maupun pegawai samsat…(*).

Lp. Asril.

 

 

Pelanggar Lalulintas di Makassar Bakal Terekam Kamera Hp Petugas Polantas

NEWS Sulsel.id – Personil Satlantas Polrestabes Makassar, saat ini tengah melakukan peningkatan kemampuan menggunakan aplikasi penegakan hukum lalulintas dengan sistem mobile menggunakan kamera Hp berbasis android.

Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda SIK, MSi, Senin (24/10/22).

Zulanda menjelaskan, personil Satlantas Polrestabes Makassar sudah melakukan simulasi untuk meng-capture foto pelanggar lalulintas secara kasat mata.

“Kami sudah melakukan simulasi sekaligus memastikan seluruh hasil Capture dikirim ke tim analisa untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan pengendara,” ucap Kasatlantas Polrestabes Makassar.

Selanjutnya, tim analisa beber Zulanda, akan mensingkrongkan dengan data TNKB maupun STNK (alamat) untuk dikirimkan surat konfirmasi ke atas nama pemilik kendaraan.

“Hal ini tentunya menjadi harapan untuk program agar tidak terjadi hubungan transaksional dengan petugas di lapangan agar dapat menghindari pungli,” tegas Kasatlantas Polrestabes Makassar…(*).

 

Sambut HUT Humas Polri Ke – 71, Polda Sulsel Gelar Aksi Sosial Donor Darah & Bagi Sembako

NEWS Sulsel.id – Bidang Humas Polda Sulsel bekerja sama dengan Bidang Dokkes Polda Sulsel dan PMI Sulsel mengalar aksi Bakti Sosial  donor darah dan Pemberian Sembako kepada sejumlah wartawan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Humas Polri  ke – 71yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2022 mendatang.

“Donor darah sukarela dan Pemberian Sembako ini merupakan rangkaian dari HUT ke 71 Humas Polri,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana di Aula A.Mappaoddang Polda Sulsel , Sulawesi Selatan, Senin.(24/10/22).

Dia melanjutkan, Peserta yang ikut mendonorkan darahnya selain dari personil Polda Sulsel, ada juga dari masyarakat dan wartawan. sementara paket sembako diberikan ke sejumlah Wartawan.

“Menurut keterangan salah satu pegawai PMI pencapaian kantong darah dalam giat HUT Humas Polri ini mencapai 111 kantong darah sehingga sudah mencapai target buat PMI, ” kata dia.

Kegiatan HUT Ke-71 Humas Polri yang disaksikan langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol CH.Patoppoi dan Sejumlah PJU Polda Sulsel

Dalam sambutannya saat menyerahkan 300 paket sembako ke wartawan, Kapolda Sulsel menyampaikan harapannya agar sinergitas Polri dan Wartawan terus terjalin kedepannya.

” Ya, harapannya Hubungan Polri dan Wartawan menjadi Simbiosis Mutualisme saling membutuhkan, ” ungkap Kapolda Sulsel…(*).

 

Lp. Yusri

DPK LIPAN Maros, Permandian Alam Bantimurung Bukan Lagi Kerajaan Kupu – Kupu

NEWS Sulsel.id – Diera Tahun 70-80 an Permandian Alam Bantimurung Maros, Sulawesi Selatan yang memiliki sejuta pesona menjadikan destinasi wisata tersebut jadi tempat tujuan wisata, baik dari wisata lokal dan luar Sulawesi.

Namun menurut Kerua DPK Lipan Maros. Muh Tahir, wisata alam Bantimurung yang dikenal sebagai tempat kerajaan kupu-kupu (habitat berbagai jenis kupu-kupu) kini mulai tergeser seiring perkembangan zaman serta inovasi keasrian wisata alam tersebut.

Mestinya pengelolah tempat wisata bantimurung serta pihak terkait  melakukan pengkajian yang tepat agar inovasi yang dilakukan seperi membotonisasi area pohon serta pembangunan tidak mengusik habitat Kupu-kupu.

“Saat ini tinggal sudah jarang kita melihat kupu kupu beterbangan disepanjan sungai, serta hinggap mencari makan di pinggir sungai yang dialiri air terjun karena semua sudah di cor termasuk pepobonan yang ada di sekitar pinggiran sungai,” jelas Tahir putra daerah setempat sejak dulu kala.

Olehnya Tahir berharap pembangunan dilokasi wisata Bantimurung tepat guna dan tak mengusik habitat yang ada di sana, sehingga pesona serta daya pijat wisata bantimurung tak berkurang.

“Kami harap Dinas Parawisata pemerintah Kab Maros lebih memberhatikan wisata alam Bantimurung, jangan asal membangun. Panggung yang ada jarang di fungsikan kini buat lagi panggung yang baru,” ujar tahir…(*)

Lp. Hamzah/Irfan