suherman

Antisipasi Banjir : Danny Minta Seluruh Camat Pantau Drainase Diwilayah Masing Masing

NEWS Sulsel.id Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto meminta seluruh camat memantau dan mengeruk sedimentasi drainase karena musim hujan sudah tiba di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan itu.

“Perhatikan drainase dan segera angkat sedimentasinya jika sudah mulai tinggi. Sekarang sudah masuk musin penghujan, kita antisipasi dari sekarang supaya tidak terjadi banjir,” ujarnnya di Makassar, Senin (10/10).

Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar Ramdhan Danny Pomanto, mengatakan antisipasi harus dilakukan semua jajarannya agar tidak terjadi banjir.

Ia menyatakan beberapa wilayah yang setiap tahun menjadi langganan banjir perlu penanganan lebih intensif, seperti di BTN Kodam III dan Blok X Antang Manggala.

Khusus di BTN Kodam III yang berbatasan Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, pihaknya sudah melakukan penanganan secara spesifik, dengan meluruskan lintasan aliran sungai bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan.

“Kita akan pantau terus itu di Kodam III, nanti kita lihat bagaimana hasilnya karena sudah kita buatkan itu lurusan sungainya,” katanya.

Danny juga mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan angin kencang dengan secara berkala memonitor wilayah masing-masing dan melaporkan kondisi wilayah setiap saat.

“Saya selalu memantau prakiraan cuaca BMKG. Seperti kemarin kan banjir semua, Bali banjir, Jakarta banjir, semua banjir. Tapi kita antisipasi,” katanya.

Ia berharap, masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat karena dapat memicu penumpukan dan menghalangi jalur air…(*)

Lp. Asril

Korupsi Anggaran Dinkes  2018, Rp 6,3 Dua Tersangka Resmi Ditahan di Lapas Kls II Parepare

NEWS Sulsel.id Dua tersangka kasus korupsi dana kesehatan senilai Rp 6,3 miliar resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (10/10/2022). Kedua tersangka berinisial ZD, dan JA.

Diketahui, tersangka ZD merupakan pensiunan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, dan JA merupakan pejabat aktif di Pemkot Parepare.

Kedua tersangka kemudian digiring keluar dari ruang tindak pidana khusus Kejari Parepare dengan menggunakan kemeja orange, setelah menjalani pelimpahan kasus ke tahap dua.

Setelah itu, kedua tersangka langsung dimasukkan ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri untuk selanjutnya dibawa ke Lapas Kelas 2A Parepare.

Kepala Kejari Parepare Didi Hariyono mengatakan, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti tersangkut kasus korupsi dana kesehatan yang terjadi pada tahun 2018 lalu dengan nilai kerugian negara mencapai Rp6,3 miliar.

“Ini kasus dinas kesehatan tahun 2018, dugaannya ada tindak pidana korupsi,” katanya.

Ditanya apakah akan ada tersangka lain dalam kasus korupsi anggaran kesehatan 2018, Didi tidak menjawabnya dan bilang.

“Kalau itu silakan tanya ke penyidiknya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 subs Pasal 3 junto Pasal 18 UU perubahan (UU) RI No 31 tahun 1998 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi UU RI No 20 tahun 2001, UU RI No 31 Tahun 1999/ ancaman pidana paling singkat 4 tahun penjara, maksimal 20 tahun, denda sedikitnya Rp200 juta, dan maksimal Rp1 miliar…(*).

Editor. Bang fly

 

Banjir Rendam 12 Rumah Serta Lahan Pertanian di Enrekang, Bikin Warga Panik

NEWS Sulsel.id Sungai Lewaja di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) meluap mengakibatkan 12 Rumah milik warga serta kurang lebih 10 Hektar Lahan Pertanian terendam banjir,

“Sudah 12 rumah warga termasuk 10 hektar lahan tani milik warga terendam banjir,” ungkap Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang Samsul Bahri saat di konfirmasi  Senin (10/10/2022).

Menurutnya Banjir yang merendam wilayah Kelurahan Lewaja, Enrekang sejak Minggu (9/10). Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 12.30 Wita.

Warga pun langsung mengevakuasi barang-barang berharga miliknya seperti, motor, mobil dan barang elektronik agar tak terbawa arus.

“Kondisi terakhir, airnya mulai surut karena kemarin itu ketinggiannya sampai 1 meter. Sekarang tinggal sekitar 40 cm,” jelasnya.

Selain itu, banjir akibat sungai meluap  menyebabkan sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum rusak. Termasuk talud di tempat wisata permandian Lewaja ambruk sepanjang 200 meter. Sehingga fasilitas parkir, toilet dan kantin juga terancam ambruk karena dekat talud yang ambruk.

“Jembatan gantung jalur darurat di tempat wisata Lewaja terancam ambruk akibat gerusan air sungai, hingga saat ini sementara kita pantau perkembangannya,” ujarnya…(*).

Lp. Alif

Polisi Gerebek & Bakar Gubuk Lokasi Jual Beli Sabu di Pinrang, 16 Orang Ditangkap

NEWS Sulsel.id – Sebanyak 16 warga Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi yang dugaan terkait kasus jual beli narkoba. Namun lokasi bersama barang bukti narkoba sudah dibakar terduga pelaku saat digerebek petugas.

“Penggerebekan itu, menindak lanjuti laporan masyarakat dan perintah Pak Kapolres kami melakukan penangkapan terhadap para pelaku, sebanyak 16 orang ditangkap” ungkap Kasat Narkoba Polres Pinrang AKP Syaharuddin kepada awak media ini, Senin (10/10/2022.

Menurutnya penggerebekan dan penangkapan berlangsung di Kelurahan Temmasarangnge, Kelurahan Paleteang sejak Dua hari (Sabtu dan Minggu) di lokasi tersebut sering terjadi transaksi jual beli narkoba.

“Di lokasi berhasil kita amankan 16 orang yang diduga hendak melakukan transaksi pembelian narkoba,” bebernya.

Syaharuddin menuturkan pihaknya belum dapat barang bukti narkoba selama penggerebekan. Sementara gubuk di lokasi yang diduga kerap digunakan lokasi transaksi dibakar.

“Barang bukti narkoba tidak berhasil kami dapatkan di lokasi yang diduga kerap jadi lokasi transaksi (gubuk) dibakar supaya tidak digunakan lagi,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan awalnya ada dua orang target operasi penangkapan inisial MS dan MD. Keduanya dicurigai sebagai bandar yang beroperasi di Pinrang.

“Target inisial MS dan MD lebih dulu meninggalkan lokasi (melarikan diri),” jelas Syaharuddin.

Saat penyisiran lokasi Polisi menemukan 16 orang yang diduga hendak melakukan transaksi pembelian sabu. Meskipun sempat mengelak, akhirnya mereka mengaku hendak membeli narkoba.

“Saat diamankan (16 orang) katanya hanya lewat di lokasi, tetapi akhirnya mengaku mau membeli narkoba,” bebernya.

Status hukum 16 orang yang diamankan sejauh ini masih sebagai saksi. Polisi masih mengumpulkan bukti terkait keterlibatan mereka dengan peredaran narkoba.

“Masih diamankan sementara (belum menjadi tersangka). Kami sementara periksa saksi-saksi yang lain dan lakukan tes urine kepada mereka (16 orang diduga terlibat transaksi narkoba),” tandasnya.

Lp. Alif

Pembobol Isi Bagasi Motor Asal Takalar Beraksi di Jeneponto Ditangkap di Cafe Saolin

NEWS Sulsel.id Spesialis pembobol isi bagasi kendaraan bermotor, asal Dusun Bilacaddi, Takalar Sulawwsi Selatan berinisial, RM alias DT (37), ditangkap polisi saat asyik meneguk miras di Cafe Saolin

Menurut Kapolsek Bangkala, Iptu Sarro, kepada awak media ini penangkapan dilakukan atas dasar laporan yang diterima polisi dari korban bernama Megawati (36).

Sarro nuturkan Korban saat itu memarkir motornya di depan Apotik Obat di Pallengu, sekira pukul 10.00 Wita, Jumat, 07 Oktober 2022 lalu. Melihat korbannya lengah pelaku langsung menggasak sejumlah barang berharga milik korban yang ditaruh di bagasi motornya.

“Berupa emas 21 sebanyak 10,3 gram, emas jenis 11 sebanyak 0,88 gram, uang sekitar Rp 3 juta beserta satu buah Handphone, sehingga korban mengalami kerugian material sebesar Rp 20 juta,” jelas Iptu Sarro.

Pelaku ditangkap saat asyik meneguk miras si cafe Saolin setelah Unit Reskrim lakukan pengbanagan kasus dengan memeriksa sejumlah saksi dan melihat rekaman CCTV. Polisi berhasil mengetahui identitas pelaku  yang berada di Dusun Karamaka, Desa Banrimanurung Bangkalan Barat.

“Pelaku berhasil ditangkap saat tengah asik meneguk minuman keras di Caffe Saolin,” terangnya.

Dari hasil penangkapan itu, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku.

Sementara pelaku sendiri, langsung dibawa petugas untuk diinterogasi…(*).

 

Lp. Chaerul

 

Residivis spesialis Penjarah Ramah Kos di Makasaar Ditangkap Polisi di Bantaeng

NEWS Sulsel.id Saleh seorang residivis spesialis pelaku pencurian motor dan barang elektonik di sejumlah rumah kos di Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Nur Tjahyana mengatakan, pelaku ditangkap di ruamh salah satu kerabatnya di Dusun Pallantikang Kecamatan Pallantikang Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Senin (10/10/2022) dini hari.

“Pelaku ini merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan,” katanya. Pelaku, terakhir terkhir beraksi inuli di sebuah kamar kos mahasiswa di Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Saat beraksi, pelaku mengambil satu unit hp milik seorang mahasiswa bernama Sean Juan.

Polisi yang mendapat laporan itu kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga berhasil menangkap pelaku.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Saleh mengakui perbuatannya yang telah mencuri di sebuah kamar kos di daerah Tamalanrea.

“Sudah belasan kali (mencuri). Aksi pencurian di antaranya, hp, laptop dan dua unit sepeda motor,” katanya…(*).

 

Lp. Alamsyah

 

Kasus Pembantaian 3 Karyawan Koperasi di Gowa 1 Tewas Dalam Penyelidikan

NEWS SULSEL.id, GOWA – Tiga Karyawan Koperasi simpan pinjam Amarta di kompleks BTN Gangga Permai, Kelurahan Tamallayang, Bontonompo, GOWA, Sulsel dibantai secara sadis orang tak dikenal (OTK) saat tertidur pulas. Satu korban tewas ditempat, Jumat 7/10/22 malam.

Kapolsek Bontonompo AKP Suhardi membenarkan kejadian naas yang dialami korban sekira pukul 01.30 Wita dini hari itu.

“Ya ketiga korban bernama Ismail, Aditya dan Putra,” kata AKP Suhardi yang disampaikan dalam keterangan tertulisnya, yang diterima awak media ini.

  3 Karyawan Koperasi dibantai OTK 1 tewas

Akibat luka tebasan dan tikaman senjata tajam sebut Suhardi. Ismail tewas ditempat, sementara dua karyawan lainnya dilarikan ke RS, karena mengalam luka parah di sekujur tubuhnya.

“Tadi pagi jenazah Korban tewas langsung di evakuasi Tim Forensik Polda Sulsel, untuk dilakukan otopsi,” terangnya.

Saat pelaku yang belum diketahui identitasnya masih dalam proses penyelidikan polisi.

“Kasus dugaan pembunuhan ini untuk sementara masih dalam proses lidik pihak kepolisian,” beber Suhardi.

Dilokasi kejadian, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti.

“Polisi saat ini sudah mengamankan Barang bukti berupa Handphone, dompet dan tas berisi berkas pinjaman uang,” pungkasnya…(*).

Lp. Alamsyah

 

5 Pelaku Pembunuhan Pria Yang Ditemukan Jasadnya Dipinggir Jalan Ditangkap Polisi

NEWS SULSEL Polisi akhirnya berhasil menangkap lima pelaku membunuhan seorang pria yang jasadnya ditemukan di pinggir Jalan Dusun Bonto Leko, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kelima pelaku pembunuh Muh Irham (26) yang tewas dengan luka di sekujur tubuhnya yakni  Rahmatullah (23), Abdul Waris(29), Sarif Hidayatullah (23), Ahmad Nur (22), dan IP (18).

Menurut Wakapolres Maros Kompol Andi Tonro mengatakan setelah satu kali 24 jam melakukan pengejaran, pihaknya meringkus ke lima pelaku yang mengeroyok korban tewas.

“Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda di Kec Simbang, Maros. Korban tewas setelah dikeroyok oleh pelaku yang saat itu dalam kondisi mabuk usai berpesta minuman keras,” ujarnya.

Motif pengeroyokan berujung maut masalah sepele, korban duduk diatas salah satu motor pelaku, lalu korban dituduh oleh pelaku hendak mencuri.

Setelah mengeroyok, korban dibawa menggunakan sepeda motor berboncengan tiga ke suatu tempat, namun korban pemerintah diatas motor lalu jatuh di lokasi dan ditinggal oleh pelaku. Jasad korban di temukan penjual sayur yang melintas saat itu.

“Atas perbuatan ke 5 pelaku di jebloskan kedalam tahanan Mapoles Maros dan terancam 12 tahun penjara,” ungkqpnya…(*).

Lp. Hamzah Irfan

 

Antisipasi Bencana, Brimob Bone Apel Gelar Pasukan Dan Peralatan

News Sulsel – Dalam rangka mengantisipasi segala bentuk bencana yang saat ini telah memasuki musim penghujan disertai angin kencan sewaktu-waktu menerjang wilayah  pemukiman padat penduduk di kabupaten Kota yang ada di Indilonesia.

Jajaran Brimob se Nusantara hari ini, Jumat (07/10/2022) serentak melaksanakan apel gelar pasukan dan peralatan sebagai bentuk kesiapan tanggap bencana sesuai instruksi Dankorps Brimob Polri Komjen Pol Drs. Anang Revandoko, M.I.Kom.

Demikian juga di Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, hari ini menggelar apel kesiapan personel dan peralatan SAR yang dimiliki termasuk kendaraan operasional.

Hal ini dibenarkan oleh Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si. Dikatakannya bahwa untuk merespon kejadian yang bersifat kontijensi khususnya bencana alam, peralatan SAR dan kelengkapan pendukung lainnya harus siap pakai.

“Jadi bukan hanya banjir termasuk bencana alam lain harus diantisipasi juga, salah satunya tanah longsor yang berpotensi terjadi di wilayah back up Batalyon C Pelopor,” lanjutnya.

Danyon Ichsan juga menambahkan, pada pelaksanaan apel gelar hari ini Batalyon C Pelopor melibatkan potensi SAR lainnya yaitu Basarnas dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bone lengkap dengan peralatan dan kendaraannya.

“Dalam setiap kegiatan operasi SAR Batalyon C Pelopor, Basarnas dan BPBD Kab. Bone selalu bersinergi, dan hari ini kita melaksanakan apel gelar bersama,” pungkas Perwira berpangkat satu melati ini.

Dalam apel gelar ini turut digelar sarana pendukung lainnya meliputi dapur lapangan, tenda lapangan, drone dan sarana komunikasi lainnya…(*).

 

Lp. Usman

 

Mabuk, Rusak Pagar, Lempar Kaca Rumah Orang, Pelaku Ditangkap Polisi di Makassar

NEWS SULSEL.id, Pria mabuk bernama Lukman di Makassar, Sulawesi Selatan, yang sering disapa gembel, ditangkap polisi, gegara merusak pagar dan melempar kaca rumah milik seorang warga bernama Rida yang terletak di Jalan Abdullah Daeng Sirua.

Korban yang merasa takut saat rumahnya dilempari pelaku tidak berani keluar. Usai pelaku lakukan penyerangan dan pengerusakan di rumah korban, pelaku langsung pergi.

Tak terima rumah dilempari dengan batu, korban lantas melapor ke polisi. Petugas yang mendapat laporan itu langsung ke lokasi dan menemukan batu besar diduga digunakan pelaku melempari kaca rumah korban.

Petugas yang mengetahui identitas pelaku langsung mengamankan pelaku di kediamannya di Jalan Aboubakar lambogo, Makassar.

Saat diringkus polisi sempat bertindak tegas lantaran pelaku hendak melakukan perlawanan hingga akhirnya pelaku pun berhasil diringkus dan digiring ke Mapolsek Panakukkang.

kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melempar kaca rumah korban. Ia juga mengaku tidak ada masalah dengan korban.

“Saya lempar pakai batu. Pagarnya saya dorong dan langsung jatuh, Pak, saya sendirian,” katanya.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku hilaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Saya khilaf, Pak, saya minta maaf,” ujarnya sambil menangis.

Akibat perbuatannya, pelaku akan diserahkan ke penyidik guna proses pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukuman penjara di atas 4 tahun…(*).

Lp. Asril