suherman

Kapolres MJB: Pelaku Pemukulan Asisten Saiful Jamil, Bukan Anggota Polisi

NEWSSULSEL.id, JABAR – Polres Metro Jakarta Barat (MJB) menuturkan bahwa, pelaku pemukulan Steven asisten pedangdut Saiful Jamil saat penangkapan yang menghebohkan Jumat pekan lalu di pastikan bukan anggota polisi.

Hal tersebut diungkap Kapolres Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi saat gelar konferensi pers, Jumat (12/1/2024) kemarin.

“Dua tersangka pengeroyokan asisten Saipul Jamil di jalan Daan Mogot, Jelambar, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu diringkus,” ucapnya…(*).

Lp Putri

Dua Pasien Lumpuh Kakak Beradik Asal Bontonyeleng, Bulukumba Meninggal 

NEWSSULSEL.id,- Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun,…

Berita duka cita kembali datang dari pasien lumpuh, kakak-beradik asal Dusun Seka, Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Setelah sebelumnya, Ramlah (24 tahun) dikabarkan menghembuskan nafas terakhir dalam masa perawatan Rumah Sakit Pusat DR. Wahidin Sudiro Husodo, Makassar.

Tetiba, berita duka cita kembali terdengar, menyusul berkembalinya ke rahmatullah, Mila (20 tahun) hari ini, Jum’at, (12/01).

Mila dikabarkan meninggal dunia, berselang sehari setelah berkembalinya Ramlah, kakak almarhumah.

Sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mila sempat mengalami demam tinggi, sampai dengan hari Jum’at pagi, dan akhirnya dinyatakan telah tiada, pada sekira pukul 14.00 Wita.

Padahal, tim dr telah bersepakat untuk mengembalikan Mila ke Rumah Sakit Pusat (RSP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, beberapa hari kedepan.

Namun rupanya Allah berkehendak lain.
Berita duka berkembalinya Mila, plus menjadi jawaban atas penolakan almarhumah untuk melanjutkan perawatan seorang diri di rumah sakit dan enggan berpisah dengan almarhumah kakanya…(*)

 

Lp. fadly syarif

Diduga Lakukan Perzinahan. Wanita di Maros Dipolisikan Oleh Suaminya

NEWSSULSEL.id, MAROS – Aparat Kepolisian mengidentifikasi keberadaan wanita berinisial SS (20) yang diduga kabur bersama pria lain, hingga dilaporkan kasus perzinahan oleh suaminya, berinisial M (31) di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kasat Reskrim Polres Maros Iptu Slamet yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut, mengatakan. Pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman apa yang dilaporkan M.

“Keberadaan istri pelapor sudah kita identifikasi, (kita sudah tahu),” jelas Kasat Reskrim Polres Maros Iptu Slamat via telp Jumat (12/1/2024).

Lebih lanjut Slamet menuturkan saat ini pihaknya sedang melakukan proses klarifikasi kepada beberapa pihak. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui lebih jauh mengenai perkara tersebut.

“Petugas sementara melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang  mengetahui, kejadian itu” ujar Slamet.

Namun Slamet belum menyampaikan lebih jauh terkait motif perkara tersebut. Lantaran pihaknya baru akan melakukan gelar perkara setelah proses klarifikasi dilakukan.

“Nanti setelah kita lakukan klarifikasi, pemeriksaan, baru perkara kita gelar,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, M melaporkan istrinya SS, terkait dugaan perzinahan Senin (8/1/2024) ke polisi lantaran diduga kabur bersama pria lain Minggu (7/1/2024) atas laporan tersebut polisi langsung melakukan penyidikan ungkap Slamet…(*)

Lp.Hamzah

Pengadilan Agama Malili Release Pencapaian Kinerja Sejak Tahun 2023

NEWSSULSEL.id, LUTIM – Capaian Kinerja Laporan Tahunan Pengadilan Agama Lutim Tahun 2023, di ruangan media center kantor Pengadilan Agama Malili Kabupaten (Kab) .Luwu timur (Lutim) Rabu 11/01/2023 menindak 594 perkara gugatan.

Ketua Pengadilan Agama Malili Kab. Lutim YM.Rajiman.S.Hi.MH menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai pertanggung jawaban kinerja kepada masyarakat dalam hal transparansi kinerja terhadap penggunaan anggaran negara dan kinerja Pengadilan Agama Malili Kab.Luwu timur  Tahun 2023.

“Capaian kinerja ini digelar sebagai pertanggung jawaban kinerja kepada publik dalam hal transparansi kinerja terkait penggunaan anggaran negara,” kata YM. Rajiman.S.Hi.MH didepan wartawan Kamis (11/1/2024).

Terkait penanganan perkara sejak Tahun 2023. Rajiman merinci perkara perceraian yang telah diterbitkan akte cerai perbulan yakni:

Januari berjumlah 16 perkara, Februari 24 perkara, Maret 36 perkara, April 22 perkara, Mei 6 perkara, Juni 31 perkara, Juli 39 perkara, Agustus 41 perkara, September 35 perkara, Oktober 36 perkara, November 39 dan Desember 37 perkara.

Faktor penyebab perceraian yang diputuskan pada tahun 2023, diantaranya; Alasan mabuk ada 3 perkara, 60 perkara karena meninggalkan salah satu pihak, 7 perkara sebab di hukum penjara, 2 perkara poligami dan KDRT berjumlah 269 perkara serta masing-masing 5 perkara alasan murtad dan faktor ekonomi, sedangkan madat (Narkoba) 1 perkara, total 364 perkara.

Seluruh perkara yang ditindak Pengadilan Agama Malili;

Kec. Burau berjumlah 59, Wotu 73, Tomoni 86, Angkona 39, Towuti 94, Nuha 38, Wasuponda 29, Mangkutana 39, Kalaena 25, dan kec. Malili mendominasi sebanyak 102 perkara tahun 2023.

Perkara berdasarkan jenis pekerjaan: PNS 8 perkara melalui izin atas, TNI masih tergugat / termohon 2 perkara tanpa izin atasan dan dari Polri 1 dengan izin atas dan 3 tanpa izin atasan, jadi jumlah hanya 9 perkara. Sedangkan nelayan 10 perkara, petani 80, wiraswasta 120, dan urusan rumah tangga 212, serta yang lain-lainnya 163 perkara, papar Rajiman…(*)

Lp. Idul

Diduga Gegara Uang 10 Jt, Ketua Orlok Pangkep, A Yaya Enggan Respon Telp Bang Fly

NEWSSULSEL.id, – Sudah sekitar 2 tahunan, kejelasan uang kompensasi 10 Juta (Jt) yang ditranfer ke nomor rekening, sesuai penjuk Andi Yaya di Kabupaten Pangkep tidak jelas keberadaannya, meskipun Yaya pernah mengaku akan mengambalikan dana tersebut.

Hal tersebut di ungkap Suherman Untung yang akrab disapa Bang Fly, Kabid Organisasi Orlok Makassar mengatakan.

“Mungkin Yaya yang saat ini juga sebagai Ketua Orlok Pangkep tidak ada etikat baik kembalikan dana Kompensasi terkait insedent di Orlok Makassar ketika itu,” ucar Bang Fly.

Menurut Bang Fly, sendainya A Yaya punya etikat baik tentu uang sudah dikembalikan, ini tidak. Telp dan chat Bang Fly yang di tujukan kepadanya pun tidak direspon sama sekali meskipun chat tersebut diterima dan dibacanya.

“Sekitar 2 tahun lalu saya masih sempat kontak dengan Yaya, Dia ngaku akan mengembalikan dana tersebut saat dipertanyakan via telepon, lantaran dana ditranfer itu dianggap tidak sesuai peruntukannya,” jelas Bang Fly via telpn ke awak media ini Kamis, (11/1/2024).

Menurut Bang Fly. Jika A Yaya tidak punya etikat baik mengembalikan nada tersebut tentu ini jadi penilaian yang kurang baik khususnya dimata pencinta radio amatir indinesia (ORARI) dan Komunitas Offroad yang ada.

“Saya sudah coba mengupayakan, agar Dia mengembalikan dana tersebut, dengan cara menelpn, dan mendatangi rumahnya berkali-kali namun tidak ada respon, sehinga masalah ini saya keluhkan ke awak media ini, dan jika ini pun tak jadi perhatian A Yaya, upaya agar dana di kembalikan akan terus dilakukan,” pungkas Bang Fly yang sudah mengupayakan dengan cara pendekatan hubungan emosional.. (*).

Lp. Asril

Ramlah, Pasien Lumpuh Asal Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Meninggal Dunia

NEWSSULSEL.id, Dirujuk menjalani proses fisioteraphy di Rumah Sakit Pusat (RSP) DR. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Ramlah (20) pasien lumpuh, asal Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu, (10/01) petang, dikabarkan menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan rumah sakit.

Wakil Ketua Komisi Informasi Kabupaten Bulukumba, Andhika Mappassomba menuturkan, almarhumah, Ramlah, dikabarkan meninggal dunia, pada sekira pukul 19.00 Wita.

Ramlah pergi meninggalkan dua orang kakak laki laki masing masing atas nama Lampe (40 tahun) dan Ari (30 tahun). Selain itu, almarhumah juga meninggalkan dua orang kakak wanita atas nama Yada, dan Diani, serta satu orang adik perempuan atas nama Mila (18 tahun) yang masih dalam masa perawatan intensif Rumah Sakit Pusat (RSP) DR. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Mauragawali yang dikonfirmasi wartawan, Rabu, (10/01) malam, menguraikan, jenazah almarhumah akan diberangkatkan dan dipulangkan ke Bulukumba, hari, Rabu malam ini.

Jenazah akan dipulangkan bersama dengan adik perempuannya, Mila (18 tahun) yang enggan tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Mila menolak untuk tinggal seorang diri menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak mau terpisah dari almarhumah kakaknya, jelas pria yang akrab disapa Opu itu.

Andi Mauragawali menjelaskan, penanganan dan perawatan lanjutan Mila, rencananya akan ditangani jajaran Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba.

Jenazah almarhumah Ramlah sendiri kata Mauragawali, rencananya akan dikebumikan di samping makam mendiang ibundanya yang berlokasi di belakang rumah almarhumah di Dusun Seka, Desa Bontonyeleng.

Secara khusus ia menandaskan, persiapan dan prosesi pemakaman jenazah akan ditalangi aparat pemerintah desa.

“Kami sementara akan menuju rumah duka untuk mempersiapkan segala sesuatunya, sembari menantikan kedatangan ambulance yang mengantar pulang jenazah”, pungkas Mauragawali…(*)

Lp. Fadly Syarif

Faisal Djabbar Ketua Wadah Pegawai KPK 2014-2016: Empat

NEWSSULSEL,id “Aku ingin Indonesia dikenal orang. Aku ingin memperlihatkan pada dunia, bagaimana rupa orang Indonesia. Aku ingin menyampaikan pada dunia, bahwa kami bukan bangsa pandir, seperti orang Belanda berulang kali mengatakan pada kami. Bahwa kami bukan lagi inlander goblok yang hanya baik untuk diludahi, seperti orang Belanda mengatakan pada kami berkali-kali. Bahwa kami bukanlah lagi penduduk kelas kambing yang berjalan menyuruk-nyuruk memakai sarung dan ikat kepala. Merangkak-rangkak seperti yang dikehendaki majikan-majikan kolonial di masa silam.”

“Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat lagi tidur barang sekejap. Aku membaca tiap malam, berpikir tiap malam, dan aku sudah bangun lagi jam lima pagi. Aku bukan manusia yang tak punya kesalahan. Tiap makhluk membuat kesalahan. Aku minta maaf kepada rakyatku, di muka umum, atas kesalahan yang kutahu telah kuperbuat, dan atas kekeliruan-kekeliruan yang tak kusadari. Barangkali kesalahanku ialah bahwa aku selalu mengejar cita-cita dan bukan persoalan-persoalan yang sepele. Aku tetap mencoba menundukkan keadaan, sehingga ia dapat dipakai sebagai jalan mencapai apa yang sedang dikejar.”

“Aku ingin bercampur dengan rakyat. Itulah yang menjadi kebiasaanku. Seringkali badanku lemas, nafasku akan berhenti apabila aku tak bisa keluar dan bersatu dengan rakyat jelata yang melahirkanku.”

Rentetan kalimat panjang barusan adalah testimoni Soekarno di hadapan Cindy Adams, wartawati Amerika Serikat yang menulis buku biografi presiden pertama negeri ini, Ir. Soekarno: Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Bung Karno, seperti kita tahu, ialah orang yang berjasa mengantarkan bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Dia pemimpin sejati. Seorang pemimpin yang berani, tabah, cerdas, dan patut menjadi panutan. Soekarno menunjukkan bangsanya jalan menuju kemerdekaan. Dia menyatukan bangsanya, memberdayakan bangsanya untuk berani menghadang penjajah.

Soekarno bisa menjadi contoh dari seorang pemimpin sejati. Meski juga punya kesalahan. Tapi apakah pemimpin selalu mesti bebas dosa?

Lantas apakah dasar penilaian bagi pemimpin sejati? Stephen Covey memberikan pedoman. Menurutnya, ada empat fungsi dasar yang dapat jadi standar bagi pemimpin sejati. Covey menyebutnya empat fungsi kepemimpinan (4 roles of leadership). Pertama, fungsi perintis (pathfinders role). Kedua, fungsi penyelaras (aligning role). Ketiga, fungsi panutan (modelling role). Dan keempat, fungsi pemberdaya (empowering role).

Jadi, ada empat fungsi kepemimpinan yang seyogianya terpatri dalam sikap, pikiran, dan perilaku seorang pemimpin. Di sana ada fungsi pathfinding, aligning, modelling, dan empowerment. Atau dalam akronim Indonesia disingkat 4P, yakni Perintis, Penyelaras, Panutan, dan Pemberdaya. Mari kupas satu persatu.

Pertama, fungsi perintis. Fungsi perintis mengungkapkan kemampuan pemimpin dalam menentukan visi. Dalam hal ini pemimpin adalah seorang yang melihat ke depan, visioner. Membawa pengikutnya mencapai visi, serta menunjukkan bagaimana cara sampai ke sana.

Mahatma Gandhi merintis jalan demi kemerdekaan India. Gandhi memiliki satu pandangan kukuh bahwa kekerasan tak perlu dilawan dengan kekerasan. Kekerasan akan lumpuh di depan kelembutan. Dia menjadi teladan rakyat India dalam perjuangan merebut kebebasan lewat jalan non-kekerasan (ahimsa).

Bacalah pesona Gandhi lewat pena penulis Stanley Wolpert, “Dalam kesederhanaan dan kerentanan, yang telanjang dan kelaparan, Gandhi didorong hati nuraninya, mengajak orang untuk mengikutinya mendaki via Dolorosa India dengan kaki telanjang, menuju kebebasan. Dan jutaan orang tanpa ragu-ragu ikut di belakangnya. Bukan sebagai pemimpin politik, bukan sebagai pangeran, atau maharaja perang. Tapi sebagai Mahatma; jiwa agung. Itulah satu-satunya gelar yang pernah singgah pada Gandhi; bahkan gelar itu jadi terlalu membebaninya bagi semangat besarnya.”

Gandhi membimbing rakyatnya karena adanya kekuatan keyakinan dalam dirinya akan suatu kejayaan di depan matanya. Dia punya visi.

Kedua, fungsi penyelaras. Fungsi ini memungkinkan pemimpin menyelaraskan semua komponen yang ada. Dia mampu bersinergi. Dia sanggup menggerakkan komponen-komponen di sekelilingnya untuk bekerja sama dan bersama bekerja.

Ketiga, fungsi panutan. Seorang pemimpin harus bisa menjadi individu yang bisa ditiru. Menjadi imitasi bagi orang lain, baik sifatnya, perkataannya, dan perilakunya. Di sini dibutuhkan integritas dan kredibilitas. Satunya perkataan dan perbuatan.

Keempat, fungsi pemberdaya. Seorang pemimpin yang paripurna adalah pemimpin yang bisa melahirkan pemimpin baru. Melahirkan pemimpin baru yang punya kompetensi mumpuni.

Indonesia butuh pemimpin yang bisa merangkup semua kualitas yang disebutkan Covey di atas. Saya sangat yakin, dengan jumlah penduduk lebih dari seperempat miliar orang, Indonesia mempunyai modal besar bagi lahirnya pemimpin-pemimpin berkualitas. Waktu akan berbicara sendiri.

Apakah pejabat-pejabat publik di Indonesia saat ini memiliki kualitas kepemimpinan seperti disebutkan di atas, saya serahkan jawabannya pada Anda masing-masing…(*)

 

Gumpalan Kabut Putih dari Arah Gunung Larantuka Cemaskan Warga Pasilambena 

NEWSSULSEL.id,- Warga Pulau Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sudah tiga hari dibuat cemas, khawatir, dan was was oleh fenomena kabut putih menyerupai gumpalan asap yang diduga berasal dari puncak gunung Larantuka.

Warga takut dan khawatir, akan kemungkinan terjadinya ledakan dari puncak gunung Larantuka.

Kiriman nformasi disampaikan, Sitti Nurbaya, warga Pulau Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, via pesan singkat, massengger, Senin, (8/1) petang.

Sitti Nurbaya mengutarakan, warga Pulau Kalao toa sudah tiga hari tidak bisa melihat Pulau Madu yang biasanya bisa disaksikan dengan mata telanjang dan atau pandangan kasat mata.

Hal serupa dialami warga yang tinggal mendiami Desa Pulau Madu dan sekitarnya.

Selain menghalangi jarak pandang, warga Pulau Madu ikut dibuat kesulitan untuk bisa melihat gugusan Pulau Kalao toa, pusat ibukota kecamatan yang biasanya sangat jelas menyembul dari arah pesisir pantai.

“Jarak pandang warga sudah tiga hari dibuat terhalang oleh fenomena kabut putih yang menutupi hampir seluruh wilayah Kecamatan Pasilambena”, ungkapnya dengan perasaan yang diliputi rasa takut dan khawatir.

Terpisah, Camat Pasilambena. Andi Irwan menjelaskan, informasi warga tidak bisa dijamin seratus persen kebenaran dan akurasinya.

Tunggu konfirmasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geo Fisika (BMKG) sebagai lembaga tekhnis berkompoten yang berkewenangan mengeluarkan dan menyampaikan informasi yang bersinggungan dengan persoalan potensi ledakan gunung dan atau kebencanaan lainnya.

Irwan berharap warga tidak dibuat semakin panik dan khawatir. Apatah lagi, Larantuka dan Pasilambena jaraknya cukup jauh, hampir kurang lebih 182 km.

Bilapun terjadi letusan, imbasnya tidak akan terlalu signifikan, terangnya. Dia justeru khawatir, ketika warga diungsikan maka otomatis pemerintah akan dibuat terbebani dari sisi penyiapan logistik bantuan yang tidak sedikit jumlahnya.

Pemerintah juga akan kembali dibuat kerepotan mengurusi kurang lebih 8000 jiwa bila keresahan warga terjadi, tandasnya, Senin, (8/01) malam…(*).

 

Sumber. Fadly Syarif

3 PROYEK MANGKRAK DI DESA TARABBI, DANA RATUSAN JUTA DIDUGA HABIS DALAM KAS

NEWSSULSEL.id, LUTIM – Ratusan juta rupiah Dana yang diperuntukan untuk pembangunan rehab eks Kantor Desa serta penimbunan Jalan dan proteksi Kantor Desa Tarabbi di Dusun Lembah serta pembangungan rabat beton di Dusun Temmasarange diduga telah habis diambil dalam Kas Bendahara

Ketiga proyek  yang diduga mangkrak di Desa Tarabbi kecamatan Malili Luwu Timur diakui oleh kadesnya Rondi, yakni Rehab eks kantor Desa , jalan Rabat beton dan proteksi jalan kantor Desa Tarabbi.

Dana 3 proyek pun sudah ditarik dari kas Desa sesuai pengakuan bendahara Desa Tarabbi saat di konfirmasi via telfon,

Hal tersebut diakui Kedes Tarabbi jika dana tersebut telah diambil oleh Kaur Desa Tarabbi selaku pengelola kegiatan sejak 22 Desamber 2023 lalu dari kas Desa, sebutnya saat  ditemui wartawan newssulsel, di kantornya

“Dananya sudah ditarik dari rekening desa oleh bendahara dan sudah di serahkan ke  Kaur Desa Alfius, sebab yang melaksanakan kegiatan proyek tersebut adalah Kaur kesra  alfius selalu pengelola kegiatan  Desa Tarabbi,” Kata Rondi, Jumat (5/1/2024).

Selain itu Rondi pun mengaku jika pengadaan material  untuk beberapa proyek di desanya, seperti Batu Pasir dan material lainnya, Dia yang adakan.

Nilai anggaran ketiga proyek 2023 yang belum rampung hingga tahun 2024 ini, ratusan juta Rupiah, sumber anggaran nya dari Alokasi dana Desa dan Dana Dari Bantuan keuangan Khusus dari Pemda Luwu Timur.

Hingga berita ini diterbitkan Alfius Kaur Kesra dan sekdes Desa Tarabbi selaku Pelaksana Kegiatan desa tidak dapat memberikan keterangan dan menghindari wartawan.

Saat di konfirmasi dikantor Desa Tarabbi Alfius memilih diajak oleh Kades ke malili, Alfius hanya meninggalkan nomor Hp tuk konfirmasi lebih lanjutkan melalui telfon, namun ketika di hubungi Whasappnya, Alfius tidak mersepon dan tak berselang lama WhatsAppnya tidak aktif lagi…(*).

Lp. Idul

Heboh Penangkapan Saiful Jamil Terkait Narkoba, Polisi Nyatakan Negatif

NEWSSULSEL.id, JABAR – Penangkapan Artis Saipul Jamil terkait narkoba Jumat sore tadi (5/1/2024) di dekat Halte Trans Jakarta Jelambar, Jakarta Barat heboh jadi tontonan warga net.

Video penangkapan Saiful Jamil

Namun pasca penangkapan polisi nyatakan saiful negatif mengonsumsi narkoba kendati demikian asistennya positif menggunakan narkotika.

Kapolsek Tambora Kompol Donny Harvida menjelaskan bahwa hasil itu didapatkan setelah keduanya menjalani tes urine seusai penangkapan.

“Sudah kami cek urine, Saipul Jamil negatif dan asistennya positif (narkoba),” jelas Kompol Donny Harvida yang ditulis via pesan singkat di Jakarta ke awak media ini.

Menurut Donny, awalnya polisi berencana mengamankan seseorang terkait kasus narkoba, namun ternyata orang tersebut sedang bersama Saipul Jamil di dalam mobil.

“Benar kami amankan, kami menangkap. Kami masih melakukan pemeriksaan, pendalaman, kebetulan kita tadi pengamanan seseorang, ternyata di dalamnya (mobil) ada Saipul Jamil,” kata Donny.

Hingga kini, polisi sedang mendalami keterlibatan Saipul Jamil dalam kasus narkoba tersebut.

“Jadi kita masih dalami apakah Saipul Jamil itu ada keterlibatan atau tidak, kita masih dalami dan kembangkan, nanti kami kasih tahu hasilnya,” sebut Donny…(*).

Lp. Putri