suherman

Merasa Tertekan Pejabat  Pemkot Was-was Eksekusi  Kegiatan, Serapan Anggaran Minim

NEWS SULSEL.id – Serapan anggaran rendah menjadi masalah besar bagi Pemkot Makassar menjelang akhir tahun, minimnya anggaran membuat program-program pemkot terbengkalai.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyatakan, masuknya aparat penegak hukum silih berganti melakukan pemeriksaan membuat sumber daya manusia di Pemkot Makassar was-was.

Seolah ada tekanan psikologis kata Danny Pomanto, sehingga mereka kurang berani mengeksekusi kegiatan yang telah dicanangkan.

“Terlalu banyak diperiksa, belum apa-apa sudah diperiksa, jadi takut,” kata Danny Pomanto, Jumat (9/12/2022).

Atas serapan rendah itu, Danny segera menghadap ke pemerintah pusat. Ia akan menyampaikan masalah dan kendala dihadapi selama 2022 ini.

“Kami akan melaporkan ke pusat karena kita bisa melihat pajak sudah normal kok penyerapan anggaran rendah, ada apa? Saya kira banyak tekanan psikologi dialami oleh pemkot, banyak sekali,” ujarnya.

Tahun 2023, besar harapannya agar masalah yang sama tak terulang.

Danny Pomanto mengimbau setiap OPD memperbanyak belanja di e-katalog.

Disamping itu, proyek strategis dengan anggaran yang cukup besar juga didorong agar bisa tender dini.

“Perbanyak e-katalog, tender dini sudah jalan sekarang, saya kontrol terus, biasanya kalau begini (akhir tahun) saya sudah berlibur, tapi tidak bisa karena saya kontrol terus,” katanya.

Diketahui, serapan anggaran Pemkot Makassar per 29 November 2022 belum cukup 50 persen.

Angka pastinya 49,47 persen atau Rp2,32 triliun dari Rp4,70 triliun target pasca APBD perubahan.

Dinas Pekerjaan Umum Makassar masih menempati posisi pertama dengan serapan anggaran rendah dari 51 OPD.

Realisasi belanja Dinas PU hanya 12,02 persen atau sekira Rp76,5 miliar dari target Rp636 miliar.

Disusul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar 29,95 persen, lalu dinas sosial dengan realisasi 34,83 persen.

<span;>Dari 51 OPD, baru 37 OPD memiliki serapan anggaran diatas 50 persen.

Paling tinggi, Satpol PP Makassar dengan realiasi 76,35 persen.

Kemudian Kecamatan Ujung Pandang sebesar 75,57 persen, dan Rappocini 70,50 persen…(*).

Lp. Asril

Mutasi Besar-besaran di Pemkot Makassar Kian Menguat, 35 Kepala OPD Akan Job Fit

NEWS SULSEL.id – Sinyal mutasi pejabat lingkup Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin menguat. Sebanyak 34 kepala OPD rencananya akan mengikuti job fit sebagai rangkaian agenda mutasi tersebut.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto telah memastikan rencana mutasi pejabat itu. Dia mengklaim sudah mendapat izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menggelar job fit.

“Jadi (dilaksanakan mutasi). Tadi saya sudah dilapori persetujuan KASN sudah ada (untuk job fit),” ungkap Danny kepada wartawan, Kamis (8/12/2022) malam.

Rencananya Pemkot Makassar akan menggelar job fit pada 18 Desember mendatang. Menurut Danny, job fit ini akan diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama.

“Tanggal 18 (Desember) job fit,” tegasnya.

Namun ada pengecualian untuk tiga pejabat di tiga OPD yang tidak diikutkan dalam job fit. Ketiga pejabat itu, yakni Kepala Disdukcapil, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kepala Inspektorat Makassar.

“Kecuali tiga tadi (tidak diikutsertakan job fit) Dinas Dukcapil, KB, dan Inspektorat,” tutur Danny.

Danny belum merinci terkait mekanisme dan tahapan pelaksanaan job fit itu. Namun dia memastikan prosesnya rampung bulan ini.

Hasil job fit itu akan jadi acuan untuk melakukan mutasi. Pejabat hasil mutasi kemudian akan dilantik Januari 2023 mendatang..

Danny bahkan sesumbar akan mulai mempersiapkan lokasi pelantikan pejabat. Tempat pelantikan memiliki nuansa keunikan tersendiri.

“Lokasi pelantikan yang unik-unik ini dulu mau cari, kan kemarin masih pandemi kan. Sekarang sudah agak lebih bebas. Kita cari lagi tempatnya,” tandasnya.

Alasan 3 Pejabat Tidak Ikut Job Fit
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar I Dewa Gede Widya Darma mengungkapkan, 34 pejabat dalam jabatan pimpinan tinggi pratama atau setingkat eselon II Pemkot Makassar bakal menjalani job fit.

“Yang job fit eselon II sekarang. Kurang lebih 34 (pejabat),” ucap Dewa.

Jelang Mutasi Pejabat, Pemkot Makassar Gelar Job Fit Pekan Depan

Dia mengaku ada tiga pejabat yang tidak diikutkan di job fit. Ketiganya, yakni Kepala Inspektorat Makassar Andi Asma Sulistia Ekayanti, Kepala Disdukcapil Muhammad Hatim, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Chaidir.

Dewa mengungkapkan alasan ketiganya tidak bisa ikut job fit. Alasannya ketiga pejabat tersebut belum genap setahun menduduki posisi jabatannya.

“Dia belum memenuhi syarat karena belum memenuhi satu tahun,” beber Dewa.

Pejabat Jalani Tahapan Wawancara
Dewa mengaku para pejabat yang ikut job fit akan menjalani tahapan wawancara antara panitia seleksi (pansel). Hasil wawancara kemudian disampaikan ke KASN.

“Tahapannya kan cuma wawancara. Selesai wawancara, hasil disampaikan ke pihak KASN lagi,” tuturnya.

Dia menambahkan pelaksanaan job fit ini sudah mendapat restu dari KASN. Pelaksanaannya direncanakan dimulai pekan depan.

“Kami rencana minggu depan, tanggal 17 (Desember) ke atas. Karena kan Senin baru rapat,” pungkasnya…(*).

Lp. Rosita

Bebani APD, Pemkot Makassar, Walikota Bakal Pecat Sejumlah Laskar Pelangi Malas

NEWS SULSEL.id – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto bakal memecat sejumlah Laskar Pelangi (Pelayan Publik Bersinergitas) merupakan tenaga non-ASN lingkup Pemkot Makassar. 12.800 orang yang malas

Danny mengungkapkan, saat ini ada 12.800 Laskar Pelangi yang sebelumnya diterima. Tenaga non-ASN Pemkot Makassar itu dianggap jumlahnya cukup banyak.

“Makanya harus diefisienkan, Laskar Pelangi yang malas ya tidak usah lagi diisi tempatnya,” tegas Danny kepada wartawan, Kamis (8/12/2022) malam.

Pihaknya pun akan mengevaluasi kinerja para Laskar Pelangi. Mereka bakal menjalani seleksi ulang.

“Kita malah mau mengurangi sebenarnya. Kita kan cukup berat beban ini,” tutur Danny.

Namun Danny belum menjelaskan detail evaluasi kinerja mereka lewat tes. Namun seleksi ulang itu akan dilakukan awal Januari 2023.

“Kita akan segera melakukan tes. Paling lambat itu Januari (2023) kita tes,” tegasnya.

Menurutnya, evaluasi ini untuk menyempurnakan tugas dan fungsi Laskar Pelangi. Mereka harus berkontribusi untuk mendorong pelayanan publik lingkup Pemkot Makassar.

“Tahun depan ini kita harus sempurnakan karena termasuk ada dua hal di pemerintah kota yang kita harus fungsikan secara maksimal. Pertama Laskar Pelangi, kan sudah ada penyempurnaan bertingkat. Tinggal bagaimana kinerja-kinerja mereka terukur,” urai Danny.

Danny menganggap Laskar Pelangi cukup membebani anggaran pemerintah lantaran personelnya cukup besar. Atas hal itu mereka diminta serius bekerja.

“Kedua fungsional, fungsional juga harus kerja-kerjanya jelas karena itu semua dibiayai oleh negara,” tegasnya.

Dia kembali menekankan bahwa tes ulang itu bukan untuk penerimaan ulang. Justru kata dia, jumlahnya yang mau diefisienkan.

“Pokoknya tetap harus tetap (12.800 Laskar Pelangi). Bahkan kalau perlu kurang,” imbuh Danny.

Danny juga memastikan tidak akan menambah kuota penerimaan Laskar Pelangi dari yang diterima sebelumnya sebanyak 12.800 orang.

“12.800 (Laskar Pelangi) yang diterima kemarin. Saya tidak akan perkenankan masuk karena kita malah menambah nanti,” jelasnya.

Laskar Pelangi Dievaluasi SKPD
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Andi Siswanta Attas mengakui, 12.800 tenaga non-ASN yang sebelumnya sudah lolos dan diterima dalam Laskar Pelangi akan dievaluasi. Mereka terancam dipecat jika berkinerja buruk.

“Kalau memang dalam berjalan waktu tidak berpotensi mengangkat nama pemerintah kota untuk apa kita pelihara, ya diberhentikan,” tutur Kepala BKPSDM Makassar Andi Siswanta Attas saat dihubungi detikSulsel, Senin (11/7).

Siswanta melanjutkan evaluasi kinerja bisa saja dilakukan sampai akhir tahun. Mereka yang dianggap tidak produktif, bisa diberhentikan sewaktu-waktu…(*).

Lp. Rosita.

Kerap Resahkan Warga Kemauan VI, Preman Kampung Nyaris Dihakimi, Kapolsek Minta Nama Pelaku

NEWS SULSEL.id – Aksi meresahkan yang kerap kali dilakukan oleh Preman Kampung di Jalan Kemauan VI, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan, nyaris dihakimi warga setempat, Selasa (6/11/2023) malam. Untung saja upaya penghakiman warga kepada pelaku yang akrab disapa Angga dapat teredam oleh pimpinan redaksi media ini.

Informasi yang dihimpun News sulsel,id. Aksi serupa kerap di lakakukan pelaku usai meneguk minuman keras  (miras), di Jalan Poros Kemauan, Kemauan  VI sealain menantang warga yang di jumpai, pelaku mar’rang-mar’rang pakngara (teriak-teriak, menantang) warga setempat.

“Karena pelaku sering buat onar resahkan warga dan pengguna jalan yang melintas saat mabuk, warga setempat yang hendak pulang tak terima perlakuan Angga. Pertengkaran pun terjadi, tidak lama kemudian preman kampung itu datang dengan sejumlah orang, preman kampung kena tonjok saat perkelahian terjadi, eee mala sipelaku lapor kepolisi,” jelas sumber di TKP semalam.

Kapolsek Makassar AKP. Andi Aris Abu Bakar yang mendapat laporan terkait ulah pelaku langsung hendak mengerahkan anggota dan bertanya TKP nya dimana. Namun pelaku sudah pergi.

“Tolong sampaikan siapa nama orang yang sering meresahkan warga setempat via WA saya,” agar dapat ditindak jika melakukan keonaran dan resahkan warga setempat,” kata Kapolsek Makassar.

Sumber lain yang berdomisili di TKP berharap agar bimmas/Babinsa serta personil keamanan setempat dapat melakukan antisipasi dini, cegah aksi pelaku yang dapat memicu keributan antar warga, jika aksi pelaku dilakukan pembiaran…(*)

Lp. Asril

 

SAR Brimob Bone Ikut Pencarian Bocah 7 Tahun Ditemukan Tenggelam di Sungai

NEWS SULSEL.id – Upaya Tim SAR gabungan dalam mencari korban tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu, Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, membuahkan hasil.

Imam Rul Yawan bocah 7 tahun yang dilaporkan hanyut pada Minggu (4 Desember 2022) sore akibat terseret arus sungai, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Selasa (6 Desember 2022) pagi.

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan mengungkapkan, korban Imam Rul Yawan ditemukan oleh warga yang bernama Sanun sekitar pukul 06.40 Wita.

“Kondisi korban saat ditemukan warga sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah duka,” kata Danyon Ichsan.

Sebelumnya, mantan Danden Gegana Sat Brimob Polda Sulbar ini menuturkan, pihaknya menerjunkan Tim SAR Batalyon C Pelopor untuk mencari korban tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu Desa Kalero.

Setelah menerima laporan korban tenggelam, Tim SAR Brimob dan Pos Basarnas Bone langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim SAR Brimob, Basarnas, BPBD, Sat Pol PP Kabupaten Bone, Polsek,Koramil Kajuara dan potensi SAR lainnya serta dibantu oleh warga masyarakat sekitar terjun pada operasi pencarian.

“Dalam kondisi cuaca yang ekstrem ini saya imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila beraktifitas di luar rumah khususnya di sekitar sungai,” ujar Danyon yang beken dengan istilah “Tindizzz” ini.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan dasar kemanusiaan dan sebagai wujud nyata dari Bakti Brimob untuk masyarakat,” tambahnya.

Lanjut kata Danyon Ichsan, sebagai wujud nyata dari Bakti Brimob untuk Indonesia, maka Brimob Bone akan terus berusaha membantu warga yang ditimpa musibah dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki…(*).

 

Lp. Usman

 

31 Personel Brimob Bone Yang Tergabung Dalam Satgas Damai Cartenz, Diberangkatkan Ke Papua

NEWS SULSEL.id – Sebanyak 1 SSK personel Sat Brimob Polda Sulsel akan melaksanakan tugas BKO Polda Papua dalam Satgas Damai Cartenz. Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Heru Novianto, S.I.K., M.Han pagi ini, Minggu (04/12/2022) memimpin langsung apel pelepasan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kab. Maros.

Dalam arahannya Dansat Brimob mengatakan bahwa penugasan Brimob Sulsel ke Papua adalah kehormatan dan kebanggaan sebagai insan Bhayangkara Brimob.

“Laksanakan tugas disana dengan baik, jalin sinergitas dan soliditas dengan pihak TNI-Polri maupun pemerintah setempat dan jangan ada kesalapahaman serta lakukan koordinasi yang baik dengan cara patroli dan kegiatan bersama lainnya,” ucap Dansat.

“Nantinya rekan-rekan akan ditempatkan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya dimana letak geografisnya berada di pegunungan, olehnya itu saya minta jaga disiplin dan tingkatkan kewaspadaan karena situasi disana berbeda dengan tempat tugas yang lain,” tandas Heru.

Satgas Damai Cartenz personel Sat Brimob Polda Sulsel BKO Polda Papua ini terdiri dari personel gabungan seluruh Batalyon jajaran Satbrimob Polda Sulsel.

Hal tersebut dijelaskan oleh Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si yang juga turut hadir dalam apel pelepasan personel BKO Polda Papua Minggu Pagi,

” Diantara 105 personel Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Papua yang berangkat pagi tadi, terdapat 31 personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel yang telah dilatih intensif selama satu bulan penuh di Kabupaten Bone,” tutur Kompol Nur Ichsan.

Nur Ichsan juga mengatakan Personel yang berangkat dan bergabung pada Satgas Ops Damai Cartenz TA 2022 ini selanjutnya akan menjalani latihan lagi di Satlat ( Satuan Latihan) Korps Brimob Polri Cikeas dalam Latihan Pra Operasi selama 1 bulan, setelah itu diberangkatkan ke Papua.

Selain itu mantan Danden Gegana Sat Brimob Polda Sulbar ini juga memotivasi seluruh personel Yon C agar menjalankan tugas dan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

“Tugas ini mulia. Membawa misi perdamaian. Semoga semua berjalan aman dan lancar serta kembali ke Mako Yon C Pelopor lengkap dengan membawa pengalaman dan pelajaran berharga selama melaksanakan misi,” pungkas Danyon Ichsan.

Sehari sebelumnya, Sabtu sore (03/12/22) Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana AS., M.M juga telah melepas personel BKO Polda Papua ini di Lapangan Mako Batalyon A Pelopor Jalan Sultan Alauddin Kec. Tamalate Kota Makassar yang dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sulsel dan Pejabat Utama Satbrimob Polda Sulsel serta keluarga personel yang akan melaksanakan tugas BKO Papua.

Ratusan Personel Brimob Bone Diterjunkan Kawal Kunker Wapres di Kabupaten Wajo

NEWS SULSEL.id – Dalam rangka pengamanan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia K. H. Ma’ruf Amin ke Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, aparat keamanan gabungan TNI-POLRI dan Pemda Wajo mulai melakukan persiapan pengamanan, Jum’at ( 02/12/22 ) pagi tadi.

Pada pengamanan kunjungan kerja Wapres Ma’ruf Amin dalam rangka membuka muktamar As’adiyah ke XV di Kabupaten Wajo besok ( 03/12/22 ) ini, ratusan personel Satbrimob Polda Sulsel Batalyon C Pelopor yang dipimpin langsung Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos.,M.Si. diberangkatkan ke kota yang berjuluk ” Bumi Lamaddukelleng “.

Hal tersebut tampak pada apel gelar yang dipimpin oleh Danrem 141/Tp Brigjend TNI Budi Suharto, S.I.P., M.Si, di halaman Kantor Bupati Wajo Jl.Rusa No.17, Tempe, Kec. Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Selain melibatkan personel Brimob Bone, dalam pengamanan Kunjungan kerja Wakil Presiden RI ini juga melibatkan ratusan aparat TNI-POLRI, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Wajo.

Disamping itu pada pengamanan kunjungan kerja Wapres RI ini, juga melibatkan 1 Unit Jibom Satbrimob Polda Sulsel Detasemen Gegana yang dipimpin oleh Danden Gegana Kompol Rudi Mandaka.

Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel yang ditemui pagi tadi, menuturkan bahwa personel Batalyon C Pelopor siap mengamankan agenda kunjungan kerja Wapres RI,

” Insya Allah semua personel kami siap mengamankan jalan kunjungan kerja RI 2 di Kabupaten Wajo, termasuk kendaraan taktis. Pagi ini personel juga sudah glady dan langsung menempati lokasi-lokasi plootingannya, semoga kegiatan besok berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Kompol Nur Ichsan…(*).

 

Lp. Mahendra

 

Kejutan Ulang Tahun Terus Mengalir, Bukti Kedekatan Danyon Brimob Bone Dengan Semua Kalangan

NEWS SULSEL.id – Kejutan untuk Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan, terus berlanjut. Doa pun terus mengalir untuk Danyon yang beken dengan sebutan “Tindizzz” ini.

Terbaru, Komandan Kodim (Dandim) 1407 Bone Letkol Inf. Moch Rizki Hidayat Djohar, juga memberikan kejutan untuk Danyon Ichsan, sesaat sebelum makan siang bersama di Bukaka Duck, Rabu (30 November 2022), berupa kue ulang tahun.

Kejutan tersebut makin terasa spesial, pasalnya, turut dihadiri awak media yang tergabung dalam Wartawan Independen Bone (WIB) dan Kadis Dukcapil Andi Saharuddin memberikan ucapan selamat.

Alhasil, mendapatkan kejutan spesial tersebut, Danyon Ichsan sempat terpaku dengan tingginya perhatian yang diberikan Dandim Bone kepada dirinya.

Dandim Moch Rizki Hidayat menyampaikan, apa yang ditunjukkan kepada Danyon Brimob Ichsan sebagai wujud nyata sinergitas tanpa batas yang terjalin.

“Selamat ulang tahun kepada Bapak Danyon dan mohon maaf terlambat kasih kue dan ucapan karena baru bisa ketemu hari ini,” tutur Dandim Bone.

Sementara itu, Danyon Ichsan, merasa bersyukur atas perhatian yang ditunjukkan Dandim Bone beserta jajaran untuk dirinya.

“Saya tidak menyangka dapat kejutan ini. Alhamdulillah dan saya ucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan doa kepada saya,” ucap Danyon Ichsan.

Menurut Danyon Ichsan, jalinan hubungan yang terjalin saat ini akan terus dijaga demi sinergitas bersama…(*).

 

Lp. Hamzah Irfan

 

Salah Satu Personelnya Pindah Tugas, Tenribetta Perkusi Kehilangan Sosok Ini

NEWS SULSEL.id Grup musik Tenribetta Perkusi yang terdiri dari 8 personel Batalyon C Pelopor harus kehilangan salah satu anggotanya.

Pasalnya personel tersebut harus pindah tugas ke Sat Brimob Polda Sulsel Batalyon B Pelopor. Hal itu ditandai dengan apel pelepasan Briptu Victorius Arnol yang digelar di lapangan Mako Batalyon C Pelopor hari ini, Selasa (29/11/2022).

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos., M.Si yang memimpin langsung apel pelepasan ini menyampaikan bahwa salah satu anggotanya ini berperan penting dalam eksistensi Batalyon C Pelopor khususnya di grup Tenribetta Perkusi.

“Viktorius Arnol ini berperan sebagai peniup suling yang selalu hadir setiap kali Tenribetta Perkusi tampil, baik di lingkungan Polri maupun undangan dari pihak luar Polri,” ujar Danyon.

“Alhamdulillah saat ini pengganti Arnol di Tenribetta Perkusi sudah ada dari salah satu anggota sehingga grup musik ini tetap bisa eksis apabila ada undangan untuk tampil,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kompol Nur Ichsan menyampaikan bahwa apel pelepasan ini digelar sebagai wujud penghormatan kepada anggota yang pindah tugas atas dedikasi dan prestasi yang telah diraih selama bertugas di Batalyon C Pelopor.

“Atas nama keluarga besar Batalyon C Pelopor saya mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru, semoga selalu diberikan keselamatan dan kesuksesan,” tutup Perwira satu melati ini.

Acara pelepasan personel ditutup dengan tradisi sangkur pora sebagai simbol bahwa personel tersebut resmi berakhir tugas nya di Batalyon C Pelopor dan seluruh personel Brimob Bone pun mengiringi dengan formasi pagar ayu sebagai simbol ucapan selamat bertugas di tempat yang baru.

Turut hadir dalam apel pelepasan ini yaitu para Pasi, Danki, Danton dan seluruh anggota Batalyon C Pelopor.

Ngamuk, Ancam Pistol Santri Ponpes, Oknum Polisi di Gowa Dilapor Kepolres & Polda Sulsel

NEWS SULSEL.id Oknum polisi berinial Brigadir A di Kelurahan Samata, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengamuk di pondok pesantren (Ponpes) Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Ia juga diduga sempat mengancam sejumlah santri dengan senjata api.

“Dia (Brigadir A) datang mengamuk-ngamuk, gedor-gedor pintu pesantren,” ujar Penasihat Hukum salah satu santri, Lisa Wira Ilhami ke awak media ini Minggu (27/11/2022).

Lisa mengatakan pengancaman itu terjadi pada Rabu (23/11). Menurut Lisa, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman Brigadir A.

“Si pelaku ini dia salah sangka terhadap santri Al-Zuhri yang ada di Samata itu. Ini pelaku salah sangka, dia pikirnya ini santri yang melempar ke rumah pelaku,” jelasnya.

Oleh sebab itu Brigadir A disebut mendatangi ponpes dan mengamuk. Brigadir A juga mulai menghakimi sejumlah santri.

“Mengamuk tersulut amarah, angkat kerah baju beberapa santri itu kemudian mengeluarkan senjata,” kata Lisa.

Lisa menuturkan salah satu ustaz sekaligus penanggung jawab ponpes sebenanrya telah menawarkan kepada Brigadir untuk melihat siapa yang sebenarnya melakukan pelemparan.

“Tetapi si pelaku ini bilangnya memang CCTV ini bisa menghadap ke atas ya?” tutur Lisa.

“Karena dia pikirannya itu yang melempar santri yang ada di lantai 3. Sementara pesantren itu kayak tidak ada tempat untuk melempar. Karena lantai 3 itu kamar terus jendela pun tidak terbuka yang ada terali, tapi itu kan jendelanya tertutup semua,” sambungnya.

Lisa mengatakan pihaknya telah membuat laporan polisi di Polresta Gowa. Selain pelaporan pidana, Lisa juga mengaku sudah melaporkan Brigadir A ke Propam Polda Sulsel.

“Saat ini sudah berproses, kami sudah buat laporan di Propam Polda untuk tindak disiplinnya. Untuk pidananya tindak pidana pengancaman terhadap anak di bawah umur kami sudah lakukan ini juga di Polres Gowa,” tukasnya…(*).

Lp. Mahendra