NEWSSULSEL.online, LUWU – Ratusan jiwa warga tiga desa, di Kecamatan Suli, Kab Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan puluhan siswa yang hendak melakukan pembelajaran tatap muka, harus bertaruh nyawa setiap harinya pulang pergi ke sekolah, lantaran para siswa itu harus bergelantungan pada seling bava di titian jembatan yang terbuat dari ruas bambu.
Menurut sumber Newssulsel, tak jarang dan berulang kali warga dan siswa terjatuh ke sungai. dan jika hujan mereka tak berani melewati jembatan gantung yang rusak itu lantaran titian bambu licin dan aliran air sungai sangat deras.
Kami berharap pemerintah kabupaten tidak lakukan pembiaran dan mengingkari janji politiknya saat pilkada, jualan akan memperbaiki jembatan gantung penghubung tida desa di kec Suli,” ungkap Muharram yang sempat di konfirmasi awak media ini, Sabtu 11 Sept 2021.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada pihak pemerintah Kab Luwu yang mau memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembiaran jembatan rusak di tiga desa itu…(*).
Editor. Bang Fly
News Sulsel Mengungkap Fakta Berita
