Pendidikan bukanlah soal akal semata-mata. Pendidikan merupakan bimbingan kepada perasaan yang lebih tinggi, supaya mengarahkan diri
kepada akal, sehingga dapat mengatur nafsu-nafsu. ( Aristoteles )
MEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Pada tahun 1945, dunia internasional menyatakan Indonesia merdeka. Jauh
sebelumnya sudah ada kekuatan besar prihatin atas pengelolaan bangsa ini. Kekuatan tersebut
dilatarbelakangi oleh dorongan heroik, terlepas dari pusaran tirani penjajahan Belanda.
Keprihatian itu lahir melihat perkembangan pendidikan bercorak barat, yang dikelola oleh. “Gerakan Kemasonan (Freemason).
Tahun 1912, K.H. Dahlan bersama beberapa aktivis Islam lainnya memilih perjuangan
jalur pendidikan nasional. Kental dengan corak pemikiran ‘Islam’ dan ‘nasionalis,” anti
kolonialisme, tidak terpengaruh pada paham barat.
Pendidikan nasional kala itu memang tidak
boleh mengalami hentakan. Negara sangat dipengaruhi oleh warganegaranya. Kalau
warganegaranya baik-baik, maka negara pasti baik-baik pula. Institusi pendidikan dikelola oleh orang baik-baik, maka institusi pendidikan itu juga akan baik. Jadi, warganegara yang baik sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Dengan demikian, pendidikan jadi kata kunci
dalam membangun peradaban bangsa ini. Pemikiran tersebut menjadi pilar bagi Kiai Dahlan, terhadap lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan pemerintah kolonial.
Landasan filosofi dasar pemikiran K.H Ahmad Dahlan mengenai pendidikan Islam
dilatarbelakangi; keprihatian terhadap umat Islam pribumi. Ia prihatin pada negara pribumi semakin terpuruk dan tenggelam oleh situasi dan kondisi global. Diperparah lagi dengan politik kolonial yang dinilai merugikan bangsa Indonesia. Terkesan hanya anak bangsawanlah yang
bisa sekolah di pemerintahan Belanda. Karena itu, upaya yang harus dilakukan adalah membenahi sistem pendidikan pribumi. Pendidikan harus ditempatkan pada skala prioritas dalam proses pembangunan umat. Memadukan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan
umum.
Pada sisi lain adalah kesenjangan pendidikan. Kesenjangan ilmu agama dan ilmu umum membuat Kiai Dahlan tergerak hati untuk membenahi sistem pendidikan di Indonesia. Ia sadar betul bahwa bangsa ini adalah terjajah, namun untuk melepaskan belenggu itu harus memperbaharui cara pandang generasi melalui pendidikan agama disertai ilmu umum, sehingga akan tercipta kualitas manusia yang lebih tinggi. Terpenting saat itu adalah memasukkan pendidikan agama Islam kedalam sekolah yang dikelola pemerintah.
Baca selengkapnya
News Sulsel Mengungkap Fakta Berita