suherman

Dugaan Pungli di 2 Lapas Jajaran  Kemenkum HAM Sulsel, Dalam Penyelidikan

NEWSULSEL.online, MAKASSAR – Dugaan Pungli yang merebak dari Narapidana di Lambaga Pemasyarakat (Lapas) Parepare Serta pengakuan orang tua terpidana kasus narkoba di Lapas Kelas II B Takalar berujung pencopotan Zainuddin dan Rasbil dari jabatannya.

Namun, pihak lapas awalnya membantah dugaan pungli tersebut, dan membentuk tim untuk memeriksa kasus tersebut.

Kini Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Parepare Zainuddin dan Kalapas Takalar Rasbil kini menjalani pemeriksaan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kota Makassar, setelah video dugaan pungli viral.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Sulsel Suprapto kepada wartawan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli yang viral di Parepare dan Takalar. Olehnya Kalapas Parepare dan Takalar kini dinonaktifkan sementara.

“Kita sudah meminta klarifikasi terkait pungli tersebut. Kalapasnya menjelaskan bahwa sudah tidak ada lagi pungutan. Namun, bukti (kuitansi) itu kami coba telusuri,” katanya.

Kwitansi penyerahan uang 15 Juta untuk pengurusan agar Napi narkoba dibebaskan setelah mendapat remisi pada tanggal 17 Agust nanti dari orang tua terpidana disertai prangko Rp 10.000, menurutnya.

“Bukan (pungli pengurusan remisi). Makanya, kita kembangkan itu untuk apa. Tapi itu sudah dicek, tapi tidak ada. Kuitansi itu juga tidak bisa dijadikan bukti,” ujarnya.

Suprapto mengaku belum bisa menjelaskan banyak terkait sanksi sebab masih menunggu hasil pemeriksaan tim yang telah dibentuk Kemenkum HAM Sulsel melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa nama Emil yang terdapat dalam kuitansi.

“Kita kan belum tahu ini benar atau tidak. Tapi kalau terbukti jelas akan diberikan sanksi sejauh mana kesalahan yang dia lakukan. Kalau tidak terbukti, ya kita kembalikan seperti semula dengan mengaktifkannya,” tegasnya…(*).

Lp. Asril
Editor. Bang fly

Diduga Buat Laporan Rekening Fiktif Upah Pokja Penanaman Mangrove 2021 di Paria “APH Jangan Diam.

NEWSULSEL.online, PINRANG – Terkuak kabar mengejutkan guna kelancaran melakukan pencarian anggaran yang diperuntukkan pemerintah pusat sebagai upah kerja penanaman penghijauan kembali hutan mangrove ratusan juta rupiah. Warga Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Pinrang, Sulsel.

Diduga Asis buat laporan pertanggung jawaban (LPJ) Fiktif, mencatut nama data milik 60 warga berdasarkan indentitas kartu tanda penduduk (KTP) sebagai kelengkapan administrasi pengajuan jumlah kuota pencairan anggaran upah kelompok kerja (Pokja) ratusan juta rupiah melalui Bank BRI Unit Pekkabata.

Informasi yang dihimpun awak media ini dari warga berinisial RS dan AL serta masayarakat lainnya, yang dilibatkan dalam data kelompok pekerja program penghijauan hutan mangrove di wilayah pesisir daerah aliran sungai (DAS) Desa Paria dan Bababinanga, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang tahun 2021 lalu menuturkan.

“Kami kurang paham nama programnya, yang kami tahu hanya dipanggil oleh Asis warga dusun Pallameang,Desa Paria, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, untuk melakukan pencairan uang di Bank BRI Unit Pekkabata dengan jumlah Rp. 3.250,000,/ rekening waktu itu, kalau nda salah sekitar 60 orang yang  di panggil ke Bank oleh pak Asis untuk pencairan, dan rata rata dari mereka menerima uang sejumlah Rp.3.250,000, dan kami tidak ketahui persis apa nama baik bantua itu.

Mirisnya” kami disuruh masuk ke bank untuk cairkan uang yang ada di rekening, setelah kami cairkan uang tersebut Saudari Asis atas Nama Jumu minta uang kembali uang yang dicairkan sebanyak Rp.3,100,000, dan buku rekening itu, yang kami Terima hanyang Rp.150,000 dari saudari pak Asis.

Aneh seharusnya kami Terima sesuai jumlah uang dalam rekening tiga juta dua ratus lima puluh ribu rupiah Rp.3.250,000 jika uang itu betul betul bantuan Pemerintah, kenapa dan mengapa kami hanya diberikan Seratus ribu Rp.150,000 saja, padahal dalam buku rekening sangat jelas atas nama saya dan jumlah uang di buku rekening jelas jumlanya,’ Kata Rs kepada Newsulsel.online.

Saat ditemui dikediamannya Rabu.3/Agustus/2022 Asis menjelaskan, bahwa alasan  Asis mendatangi warga guna memintah tlong kepada warga kira meberikan Foto Copy KTP dan KK guna memperlancar proses pencairan anggaran kegiatan penanaman kayu mangrove di Bank Bri unit Pekkabata, ada pun alasan Asis memberikan uang sebesar 100 ribu dan 150 ribu/orang karna imbalan untuk membantu proses pencairan dana di Bank BRI.

“setiap data yang di KTP saya kasi uang cuma-cuma perorang sebesar Rp. 100,000, dan Rp.150,000 itu untuk pembeli rokok kepada meraka sebagai ucapan Terima kasih karna sudah membantu proses pencairan di Bank.Jelasnya Asis.

Menanggapi penjelasan narasumber tersebut, saat dikonfirmasi Kades Paria H. Paluseri mengatakan,” untuk persoalan ini, saya belum dapat laporan dari masayarakat, apa nama program yang dipersoalkan.”, jawabanya singkat

Olehnya Aparat Penegak Hukum diharap jangan tinggal dia terkait pengakuan sejumlah warga yang dicatut namanya tuk pencairan upah Pokja penanaman Mangrove di Desa tersebut …(*).

Lp. Idul
Editor. Bang fly

Kerap Curi Uang Kotak Amal Masjid, HE Tak Berkutik Dikepung Warga di Polman

NEWSSULSEL.online, POLMAN – Remaja berinisial HE (15) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dipolisikan lantaran kerap kali mencuri uang kotak amal masjid. Ia tak berkutik dikepung warga ketika hendak kembali melakukan aksinya.

“Kronologisnya ini anak-anak memang sudah pernah sebelumnya (mencuri uang kotak amal), sudah dua kali melakukan hal sama, hanya saja waktu kejadian pertama dan kedua tidak didapati masyarakat,” kata Kapolsek Tapango IPTU Saifud kepada wartawan, Jumat 5 Juli 2022.

Warga yang geram akhirnya berupaya memantau gerak-gerik pelaku HE. Kemudian melakukan penangkapan saat mengetahui HE kembali mendatangi masjid yang pernah disatroninya.

“Habis itu masyarakat memantau terus pergerakannya, pas ketika ini (aksi berikutnya) dia masuk sudah diketahui masyarakat,” ungkap Saifud.

HE yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah pertama (SMP) diamankan warga ketika berada dalam toilet Masjid Nurussalam, Kelurahan Pelitakan, Kecamatan Tapango, sekira pukul 16.30 Wita, Kamis 4 Juli 2022.

“Pertama alasannya mau buang air, tapi masyarakat sudah tahu kalau dia akan melakukan aksi seperti itu (mencuri), akhirnya sebelum melakukan aksinya, Ia tak berkutik dikepung masyarakat yang kemudian melaporkan kepada polisi,” terang Saifud.

Menurut Saifud, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku pencurian uang kotak amal masjid lainnya. Menurut pengakuan HE, ada sejumlah rekannya yang kerap melakukan hal serupa.

“Kita sementara masih melakukan pengembangan apalagi pengakuan sementara (pelaku) masih banyak temannya yang lain, ada sekitar empat orang, anggota sekarang masih mencari tahu siapa saja temannya untuk dilakukan proses lebih lanjut,” tandas Saifud.

Sementara itu, HE saat diamankan di Polsek Tapango berulang kali menangis saat menjalani pemeriksaan. Dia berdalih nekat mencuri kotak amal masjid, lantaran butuh uang untuk jajan sehari-hari.

“Uangnya buat jajan pak, untuk beli kue-kue sama makanan,” kata HE…(*).

Lp. Alif
Editor. Bang fly

Aset Pemkot Makassar Rawan Diserobot, Wali Kota Singgung Orang Dalam Mafia Tanah

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Wali kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto  terusik dan buka suara terkait kasus SD Inpres Mallengkeri I yang disegel oleh warga. Dia menyinggung keterlibatan orang dalam mafia tanah.

“Jadi memang ada mafia tanah yang dicurigai, dari dulu saya bilang, melibatkan orang dalam, selalu saya sampaikan seperti itu,” ujar Danny kepada wartawan, Jumat 5 Juli 2022.

Namun Wali Kota Makassar menegaskan, pihaknya merupakan penguasa aset yang dimaksud. Dia mempertanyakan pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan baru muncul.

“Tapi kan kita yang kuasai barang itu dan kita akan terus mensertifikatkan itu terus. Kalau misalnya dia mengaku (punya lahan), kenapa baru sekarang (diklaim),” ucap Danny.

Danny tak menampik sejumlah aset Pemkot Makassar banyak digugat hak kepemilikannya. Namun dia tidak menyebut aset yang mana saja yang dimaksud.

“Tapi itu belum cukup, terlalu banyak aset kita yang sudah dikuasai orang dan sengaja dikuasai orang,” ujarnya.

Pihaknya pun akan mendorong proses hukum jika ada aset Pemkot Makassar yang digugat kepemilikannya oleh warga di Pengadilan.

“Diurus, kita fight secara hukum. Itu kan proses hukum. Itu namanya prosedur hukum. Kita ikut prosedur hukum,” tandasnya.

Menurutnya persoalan pensertifikan aset sudah menjadi hal yang harus dilakukan sebagai bagian upaya penyelematan aset. Namun Danny mengaku penanganannya masih lambat.

“Hambatannya sebenarnya tidak ada. Malas aja orang mau sertifikatkan,” jelas Danny.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 28 lahan SD di Kota Makassar yang bersengketa rawan diserobot lantaran Pemkot tidak mengantongi sertifikat kepemilikan. Akibatnya, sejumlah bangunan sekolah kini disegel bahkan ada yang kepemilikan lahannya digugat ke pengadilan.

“28 lahan sekolah, sesuai data dari dinas terakhir,” papar Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Arnan kepada detikSulsel, Kamis 4 Agust 2022.

Dari 28 aset SD tanpa sertifikat itu, satu di antaranya adalah SD Inpres Mallengkeri I yang saat ini disegel warga. Sekolah itu tercatat aset Pemkot Makassar ini digugat kepemilikannya.

“Ada (digugat ke pengadilan), status Mallengkeri ternyata ada di situ. Ternyata sudah dilaporkan,” jelasnya.

Penyegelan SD Inpres Malengkeri I Makassar dilakukan dengan pemagaran seng dengan memasang papan bicara yang bertuliskan lahan tersebut milik ahli waris almarhum Abdul Rasyid Tawang (Ahli Waris Sesuai Surat Keterangan Waris Nomor 18/ICW/III/KT/05)…(*).

Lp. Asril
Editor. Bang fly

Terkait Tambang Ilegal, Polres Pangkep Tahan Kades Biring Era & Pemilik Alat Berat

NEWSSULSEL.online, PANGKEP – Kades Biring Ere, Kecamatan Bungoro, M Syawir resmi ditahan oleh pihak Mapolres Pangkep, usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penambangan ilegal dilakukan di Desa Biring Ere beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkap Kanit Tipidter Polres Pangkep, Ipda Aprinando saat konfrensi pers yang digelar di Mapolres Pangkep, Jumat 5 Agust 2022. mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan pemeriksaan serta menetapkan tersangka atas tindak pidana penambangan tanpa izin dengan tersangka, M Syawir Kepala Desa Biring Era dan Abd Muhid pemilik alat berat.

“Dimana ancaman pidana paling lama 5 tahun. Juni lalu, personel Polres Pangkep melakukan kegiatan penambangan pasir dan batu yang tidak mempunyai izin dengan berupa alat eskavator yang digunakan, dengan modus pembuatan destinasi wisata,” paparnya.

Namun hasil penambangan itu, diketahui dilakukan untuk dijual. “Kegiatan penambangan itu hasilnya dijual untuk sewa alat berat dan lebihnya diserahkan ke kepala desa,” ungkapnya.

Lp. Arul
Editot. Bang fly

Polisi Amankan 3 Warga Pinrang, Diduga Terlibat Kasus Perdangan Anak Dari Malaysia 

NEWSSULSEL.online, PINRANG – Tiga warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial RL (49), dan S (50), serta RJ diamankan pihak Polres Pinrang, atas dugaan kasus perdagangan anak. Ketiganya dicurigai menampung 4 balita asal Malaysia.

Kasat Reskrim Polser Pinrang, AKP Muhalis Hairuddin,  menuturkan kepada awak media ini saat dikonfirmasi via telepon selluller menyebut, 3 warga Pinrang itu diduga terlibat kasus perdagangan anak atas laporan masyarakat.

“Kami telah mengamankan dan lalukan pendalaman tehadap tiga orang yang dicurigai terlibat kasus perdagangan anak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang, Muhalis sore tadi Kamis 4 Agust 2022.

Menurut Muhalis awalnya pihak Polres menerima informasi terkait 2 orag yang dicurigai akan melakukan transaksi perdagangan anak.

Polisi yang melakukan penyelidikan terhadap RJ (36) dan S (50) menemui unsur fakta dan mengamankan Kedua perempuan itu di wilayah Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Selasa 2 Agust 2022.

“Kedua perempuan itu mengaku hanya sebagai pengasuh dari empat anak tersebut di rumah RL,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua perempuan mengaku bekerja sebagai pengasuh 4 balita di rumah pria bernama RL (49). Polisi temukan 4 balita di rumah RL, di Desa Binanga Karaeng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Rabu kemarin 3 Agust 2022.

“Kami menemukan 4 balita di rumah RL yang didatangkan dari Malaysia yang kami curigai merupakan korban perdagangan anak berperawakan keturunan China dan India,” jelas Muhalis.

Saat ini pihaknya sementara berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mendalami apakah RL mendapatkan empat anak tersebut secara sah atau tidak. Sebab terduga pelaku berkilah empat anak tersebut dibawa dari Malaysia karena hendak dirawat.

“Pihaknya belum menetapkan status hukum ke 3 nya, mereka masih berstatus saksi. Saat ini kita sementara koordinasi dengan pihak imigrasi dan lakukan pendalaman apakah (RL) dapat anak secara sah karena motifnya itu anak angkat yang mau dirawat,” tandas Muhalis…(*).

Lp. Alif
Editor. Bang fly

Breaking News: Aksi Geng Motor Bikin Geger di Wilayah Tamalate, Kepala Warga Dibusur

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Sekelompok pengendara sepeda motor orang tidak dikenal lakukan aksi brutal saat melintas di Jalan Poros Danau Tanjung Bunga, anak busurnya tertancap dikepala seorang warga depan Alfa Mart dan memecahkan kaca mobil terparkir diwilayah Tamalate Makassar.

Menurut sumber NEWSSULSEL, kejadiannya sekitar pukul 22:00 Wita, sejumlah pengendara berboncengan yang diduga Geng Motor melintasi depan Alfa Mart, tanpa sebab anak busur dilepas kearah warga,  nancap dikepala lelaki bernama Fauzi (23) yang ada disitu.

“Sontak warga dibuat geger, dengar  teriakan minta tolong ada geng motor menyerang lepas busur nancap dikepala seorang warga depan Alfa Mart,” jelas ketua RT setempat yang ikut kejar geng motor lari kearah Balang Baru  Tanggul Patompo, Selasa 3 Agust 2022.

Selain membusur warga yang jadi korban depan Alfa Mart yang saat ini dilarikan ke Rumah Sakit. Geng Motor juga di sebut memecahkan kaca belakang mobil yang terpakir dan buat geger warga di Balang Baru saat dikejar warga di seputar Danau Tanjung Bunga.

Hingga berita ini di terbitkan, masih terlihat awak media ini, sejumkah warga berjaga-jaga sambil memegang batu, balok kayu serta bambu  tuk memalang, jika aksi teror geng motor terulang, lantaran mereka sempat lolos saat di kejar warga…(*).

Lp. W – Dg Rani
Editor. Bang fly

 

Kasus Korupsi Dana Desa di Bone Rugikan Negara 180 Juta Naik Penyidikan

NEWSSULSEL.online, BONE – Kasus dugaan penyelewengan dana desa Mattiro Bulu tahun 2019, kini naik ke tahap penyidikan. Cabang Kejari (Cabjari) Lappariaja, Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan kasus tersebut merugikan negara Rp 180 juta.

“Statusnya ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan kasus pengelolaan dana desa di Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng,” kata Kacabjari Lappariaja Arifuddin Achmad, Rabu 4 Agust 2022.

Cabjari Lappariaja mulai melakukan penyelidikan kepada bangunan infrastruktur yang bersumber dari dana desa yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahun 2019.

“Setelah dilakukan gelar perkara di Kejaksaan Negeri Bone estimasi dugaan kerugian negara sekitar Rp 180 juta. Itu untuk tahun anggaran 2019,” sebutnya.

Arifuddin menambahkan, penyelidikan kasus ini sejak bulan Mei terkait pembangunan fisik di desa Mattiro Bulu. Pihaknya juga sudah menyurat ke Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Bone untuk meminta ahli menghitung volume pekerjaannya.

“Kasus ini sekaitan pembangunan fisik seperti talud, decker, MCK serta perintisan dan pengerasan jalan. Ini diduga tidak sesuai dengan RAB,” tambah Arifuddin.

Sejauh ini pihaknya sudah sekitar 11 orang yang sudah dimintai keterangan dan akan kembali dimintai keterangan lagi sebagai saksi di dalam tahap penyidikan. Mulai Kades, Sekdes, Kaur Keuangan dan aparat desa lainnya.

“Setelah pemeriksaan saksi-saksi rampung Insyaaallah dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka,” tegasnya.

Lp. Hamzah
Editor. Bang fly

Kuasai Pedestrian, Satpol PP Makassar Bongkar 13 Lapak Liar PKL

NEWSSULSEL.online, MAKASSAR – Sebanyak 13 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibongkar Satpol PP Makassar. Lapak liar tersebut dibongkar lantaran menyalahi aturan, berjualan menguasai jalur pedestrian.

Pantauan awak media NEWSSULSEL.online di Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu 3 Agust 2022, tampak petugas mulai mengangkut material lapak pedagang yang dibongkar ke dalam mobil sekitar pukul 12.45 Wita. Ada 3 mobil truk dan 1 mobil pikap yang standby di lokasi.

Arus lalu lintas dari Jalan Pelita menuju Jalan Pettarani Makassar tidak bisa dilalui kendaraan. Lantaran petugas menutup akses jalan saat aktivitas bongkar muat material lapak PKL di lokasi.

Sejumlah petugas Satpol PP terlihat dibantu aparat kepolisian masih berada di lokasi melakukan pengamanan. Pembongkaran lapak liar PKL di Jalan Pelita berjalan lancar.

“13 semua (lapak liar yang dibongkar), Kelurahan Buakana 5 dan Ballaparang 8,” jelas Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Makassar Muh Ridwan saat dikonfirmasi lokasi pembokaran lapak.

Dia menjelaskan, pihaknya turun membantu Pemerintah Kecamatan Rappocini yang ingin menertibkan aktivitas sejumlah PKL liar. Pasalnya mereka berjualan di bahu jalan dan mengganggu fungsi pedestrian.

“Sebenarnya kita ini cuma mem-back up dari kecamatan, Kecamatan Rappocini. Karena ini kebersihan kita mau kembalikan ke fungsi awalnya. Jadi masalah prosedur,” ungkapnya.

Pembongkaran lapak PKL di ruas jalan tersebut sudah didahului dengan penyampaian kepada pedagang agar proaktif memindahkan lapaknya. Namun dari tiga kali penyampaian tak kunjung digubris, pihaknya terpaksa membongkar.

“Dari teguran 1, 2 sampai 3 untuk melakukan pembongkaran sendiri. Tapi sampai sekarang mereka ini tidak mendengar himbauan dari kecamatan dan kelurahan,” ungkap Ridwan.

Pihaknya pun akan tetap melakukan penertiban secara berkala meski belum menentukan jadwalnya. Apalagi penertiban ini juga dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak kecamatan.

“Belum pasti, tapi dari kecamatan pasti akan ada. Kenapa, karena pemerintah kota sudah ada programnya untuk kembalikan lagi fungsi pedestrian untuk pejalan kaki supaya cantik dilihat,” pungkasnya.

Lp. Arsil
Editor. Bang fly

 

Temuan Mayat di Atas Mobil Truk Dekat Kantor Bupati Jeneponto Bikin Geger

NEWSSULSEL.online Warga Kabupaten Jeneponto digegerkan dengan Temuan mayat sudah tidak dikenali di atas mobil truk di Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, gegerkan warga setempat, Selasa 2 Agust 2022.

Menurut iccan Warga sekitar tempat penemuaan mayat yang ditemukan Selasa 2 Agust 2022, sekitar pukul 03:00 Wita di atas mobil truk kontainer yang terparkir dibelakang Kantor Bupati Jeneponto mengatakan.

“Mayat yang ditemukan warga diatas mobil truk kontainer tadi malam sudah mengeluarkan bau tak busuk dan tak dapat dikenali lagi,” ungkapnya.

Saat diperiksa mayat tersebut tak memiliki identitas, sehingga jenazah yang ditemukan tidak bisa diketahui, nama dan alamatnya.

Pantauan awak media ini di lokasi penemuaan mayat, mobil truk kontauner masih terparkir di belakang kantor Bupati. Jenazah sudah dibawa ke RSUD Jeneponto untuk di autopsi.

Direktur RSUD Kabupaten Jeneponto, drg Bustamin yang dikonfirmasi terkait mayat yang sudah membusuk, menyebut bahwa saat ini masih dalam proses autopsi.

“penyebab kematian belum dapat dipastikan,  kita tunggu hasil autopsi, pihak Polres Jeneponto serta dokter yang menangangi sudah ada,” jelas Bustamin…(*).

Lp. Alamsyah
Editor. Bang fly