NEWSSULSEL.id, Parepare – Sejumlah ASN di lingkup Pemkot Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluh gegaraTambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum cair selama empat bulan.
Kondisi itu membuat kondisi keuangan ASN makin terpuruk hingga kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Sudah masuk bulan keempat ini belum dibayar, sejak Januari sekarang sudah April belum ada info. Memang kalau Januari itu lambat, tapi Februari pertengahan itu biasanya sudah dibayarkan,” ungkap salah seorang ASN Pemkot Parepare berinisial RA Kamis (16/4/2026).
Menurutnya TPP tersebut untuk menopang kebutuhan keluarga. Sebab mayoritas gaji pokok ASN sudah habis terpotong cicilan pinjaman di bank.
“Belum terbayarnyaTPP pasti berdampak terhadap kami dan keluarga biaya sebab gaji saja itu saya ambil kredit, dipotong bank. Apalagi sekarang naik semua harga barang kebutuhan sehari-hari, biaya bahan bakar juga sudah tidak ada,” keluhnya.
Para pegawai juga merasa resah karena aplikasi e-kinerja yang sebelumnya menjadi dasar pembayaran kini sudah tidak digunakan. Bahkan muncul isu terkait rencana pemotongan nilai tunjangan.
“Informasinya mau dirapel 3 bulan, tapi ada lagi isu kalau mau dipangkas 30 persen. Semoga tidak jadi itu dipangkas,” kata RA
ASN lainnya mengungkapkan keterlambatan itu membuat pegawai menderita. Dia mengaku banyak pegawai yang kesulitan untuk sekadar biaya transportasi ke kantor.
“Kalau tidak cair (TPP) kesusahan kita berdampak pada tiap hari PNS menderita karena tidak ada uangnya. Tidak ada mi juga pembeli bensin, apalagi kayak pejabat sudah dihilangkan juga BBM-nya,” tutur Rahma.
Besaran TPP Pemkot Parepare bervariasi. TPP paling rendah Rp 900 ribuan, sementara jabatan sekelas kepala dinas (kadis) berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare, Indra Karyana mengatakan pencarian TPP menunggu kelengkapan dokumen, administrasi dari masing-masing SKPD.
sementara menunggu kelengkapan dokumennya. Yang pastinya dalam waktu dekat insya Allah akan dibayarkan,” kata Indra.
Indra menuturkan, Pemkot Parepare berupaya melakukan pembayaran secara rapel untuk tiga bulan sekaligus.
“Kita upayakan bayar 3 bulan. Insya Allah bulan ini (April). Itu (anggarannya) bervariatif masing-masing SKPD. Untuk besaran nilainya bisa koordinasi dengan bagian organisasi,” jelasnya…(*)
Lp. Alif
News Sulsel Mengungkap Fakta Berita